SUAMIMU SIMPANANKU

SUAMIMU SIMPANANKU
TEORI DAN PRAKTEK


__ADS_3

April terus mengangguk bak anak kecil yang sedang diberi pelajaran atau nasehat dari orang tuanya, cara penyampaian Chiko kepadanya mengenai hal baru dan dia belum tahu dirasa April sangat enak dan langsung bisa dipahami.


"Bagaimana, sampai sini apa sudah paham?" Tanya Chiko setelah menjelaskan beberapa kata lagi.


"Iya, sepertinya aku paham, makasih yah atas semua penjelasannya," ucap April lalu memberikan kecupan singkat di pipi Chiko, dan mendekatkan wajahnya ke telinga Chiko, "Aku akan banyak belajar." Bisiknya yang berhasil membuat sedikit desiran yang memanggil hasrat.


Chiko tersenyum, jarak mereka yang sangat dekat tentu tidak di sia-siakan oleh keduanya untuk saling bertautan. Lembut dan penuh rasa mereka melakukan tautan itu, untuk membangkitkan gairah mereka sedikit demi sedikit.


Gumam mulai terdengar dari bibir keduanya, mereka mulai menikmati permainan itu, perlahan Chiko membuat level tautan mereka menjadi sedikit panas, memanas hingga semakin membuat suhu tubuh dalam diri mereka meningkat. Chiko memainkan organ tubuh dalam mulut yang tidak bertulang, April sedikit merasa tidak enak, dia perlahan menjauh.


“Kenapa?”


“Kok gitu!” serunya membuat Chiko tertawa, “Kamu itu sudah cukup lama sama dia, tapi seperti ini belum pernah juga?” ujar Chiko yang lalu di jawab gelengan kepala. Chiko kali ini yang gelengkan kepalanya sambil tertawa, lalu dia memberitahu apa yang dilakukannya tadi itu, “Itu namanya jerat lidah.” ucap Chiko, lalu dia beri tahu apa itu jerat lidah, Chiko memberitahu apa yang dilakukan pria dan bagaimana juga wanita melakukannya dalam permainan itu.


“Seperti itu yah,” sahutnya dengan wajah mikir polos, “Kamu sudah umur berapa sih Pril, sudah main sama pria tapi monoton gitu, kalau mau nakal yah nakal sekalian, ini mah gak ada nakal-nakalnya menurut aku,” ejek Chiko.


“Yah aku kan memang sama dia kenanya dan hanya sama dia, tapi menurut aku pemainan kami sudah hot loh Chik,”

__ADS_1


“Setelah tahu ini bagaimana,”


“Cuma hot aja, belum hot banget dan so hot,” jawab April yang membuat mereka tertawa lalu melanjutkan kembali tautannya, “Mau coba?” “Emm,” sahut April.


“Chik …,” bisik April, “Emm,” sahut Chiko yang tidak menghentikan gerakannya, “Aku mau yang tadi, tapi ajarin,” ucap April pelan dengan sedikit *******, karena Chiko terus saja memberikannya rasa, “Boleh sayang, aku akan memandunya,” jawab Chiko.


Mereka melepaskan tautan serta gerakan mereka, Chiko beranjak dari tidurnya begitu pula dengan April, pria itu menopang tubuhnya dengan lutut, April mendekat, sebelum April menundukkan kepalanya Chiko meraih wajahnya dan berbisik, “Saat ini aku milik kamu, lakukan apapun itu yang tubuh kamu mau.” Lalu memberikan kecupan singkat di bibir lembut April yang sudah agak sedikit membesar akibat permainan yang cukup ganas tadi.


April mengatakan jika dia ingin melakukan apa yang dikatakannya tadi, tapi dia baru kali ini melakukannya. Chiko lalu memberi tahu bagaimana caranya memainkan benda miliknya, baik dengan tangan atau yang lain.


Setelah mendengar apa yang diucapkan Chiko, wanita itu melakukan apa yang baru saja dipelajarinya. Sambil terus di bimbing oleh Chiko, April belajar cepat, dia melakukan semua apa yang dipelajarinya.


“Aku akan memberikan apa yang kamu mau kali ini.” bisik Chiko, di awal April juga mengatakan apa yang ingin dia rasakan pada Chiko, dan pria itu mewujudkannya kali ini.


Chiko membuat tubuh April meliuk dan mengejang, malam itu wanita yang ingin merasakan sesuatu yang baru dibuat terus mengerang tubuhnya, meliuk tidak beraturan karena merasakan sesuatu yang aneh menjalar merasuk kedalam tubuhnya.


Membuat matanya enggan terbuka, membuat bibirnya terus mengeluarkan desah panjang. Saat darah dalam tubuh mereka mulai bergejolak, tubuh sudah penuh dengan peluh, hasrat mereka sudah sangat meninggi, Chiko mulai melakukan penyatuan tubuh dengan April, penyatuan yang membuat erangan panjang keluar dari bibir wanita itu, bibir bawahnya digigit seolah merasakan kenikmatan yang membuat tubuh itu menjadi menagih lagi dan lagi.

__ADS_1


Hentakan keras Chiko membuat tubuhnya merasakan kenikmatan yang luar biasa, Chiko membuat nafas April semakin memburu. Chiko menghentak tak henti, membuat wanitanya terus berteriak memanggil namanya, dua kali April bermain dengan Chiko dan dua kali juga dia selalu dibuat susah bernafas.


Semakin cepat gerakan Chiko semakin sering juga berbagai macam kata dan teriakan yang keluar dari bibir April, peluh Chiko sudah mulai bercucuran, nafasnya berlari kencang hingga membuat dia sangat terengah-engah. Gerakan yang semakin cepat dan tambah cepat menggoyangkan seluruh tubuh April tidak beraturan, teriakan tertahan terus keluar sampai akhirnya terdengar desah lega dari bibir Chiko juga darinya.


Chiko mendesah lega, lalu melempar tubuh lelah dan penuh peluh itu di samping tubuh April, Nafasnya yang sangat memburu membuat dirinya tidak mampu berkata, sama halnya dengan Chiko, April juga mencoba untuk mengatur nafasnya. Kali ini hanya terdengar hembusan nafas cepat di ruangan itu, mereka diam dalam kelelahannya, terus membuat nafas mereka menjadi normal kembali.


Setelah beberapa saat deru nafas memburu mereka mulai mereda, April menoleh ke arah Chiko, senyum terpasang di wajahnya saat dia melihat pria yang sangat perkasa itu, pria yang sudah membuatnya merasakan kepuasan yang selama ini belum pernah dirasakan. April mendekati Chiko, memeluknya dan memberikan kecupan singkat di pipi.


“Terima kasih sayang.” bisiknya lalu kembali memeluk pria itu.


Chiko tidak menjawab, dia hanya membalas pelukan hangat April dengan dekapan hangatnya sambil memberika. kecupan singkat di pucuk kepala April.


###


Hai, hai para reader, bagaimana nih setelah baca karyaku, sudah satu bab lagi sampai 50 loh, beri review terbaik yah, beri hadiah, like dan ikuti terus karyaku ini.


Makasih yang sudah mampir, lope sekebon pokoknya.

__ADS_1


Author Little Kyrana


__ADS_2