SUAMIMU SIMPANANKU

SUAMIMU SIMPANANKU
AKHIRNYA


__ADS_3

Chiko perlahan hanya menyentuh sembulan bukit itu dengan jarinya, perlahan dia turun dan membuat wajahnya berada tepat di depan dua buah besar tersebut. Baru saja Chiko ingin melakukan sesuatu, tiba-tiba tubuh April bergerak dan dia mendengar suara.


"Mau apa kamu!"


Mendengar suara April, Chiko sedikit mengangkat wajahnya lalu tersenyum tipis, dia tidak menjawab tapi dia membuat tubuhnya kini berjajar dengan April.


“Maaf yah sudah buat kamu terbangun,”


“Kamu tidak menjawab pertanyaanku tadi Chik,”


“Emm itu Pril, tadi dia seolah melambai-lambai padaku, sepertinya dia minta untuk disentuh,” sahut Chiko dan melirik ke arah buahnya saat dia bilang kata “Dia”


April menghela nafas panjang, dia lalu memegang wajah Chiko dengan satu tangannya seraya berkata, “Itu hanya pikiranmu saja, pikiran kotor kamu yang terus muncul di permukaan otak kamu itu.”


Chiko tersenyum, dia melepaskan tangan April perlahan, lalu dia menyusupkan tangannya ke belakang leher jenjang April dan langsung menempelkan bibir mereka, Chiko langsung memberi ******* di bibir yang sangat menggoda itu. April tidak menolak, dia diam sejenak. Namun dia tidak bisa menahan lama keinginannya untuk tidak membalas ******* itu.


April membalasnya, wanita itu menggerakkan tangannya melingkari pinggang Chiko. Mata mereka tidak ada yang kuat untuk terbuka, mereka saling menikmati apa yang sedang mereka lakukan saat ini. Sedikit desah sudah terdengar dari bibir mereka, mereka terus membuat gerakan itu semakin nikmat dan semakin membuat level hasrat mereka sedikit demi sedikit terus meningkat.


Tanpa melepaskan lumatannya Chiko membuka tali dress luar April yang membuat tubuhnya akan semakin terlihat jelas jika pakaian luar itu terlepas. Tali itu berhasil dilepasnya, hingga tubuh itu semakin bisa disentuh oleh Chiko. April membiarkan tangan Chiko terus membuat kain yang menutupi tubuhnya itu satu demi satu terlepas dari tubuhnya.


Bibir April sengaja dibuat terbuka, agar Chiko bebas bermain di rongga mulutnya. Chiko mulai membuat mereka bermain jerat lidah, membuat suhu panas yang ada di tubuh mereka berlangsung meningkat.

__ADS_1


Tangan Chiko mulai bergerilya menyusuri lekuk tubuh April, membuat tubuh wanita itu merasa ada desiran yang beranjak naik dari bawah sampai kepalanya, membuat bulu kuduknya berdiri. “Mmpp,” gumamnya. gerak tangan Chiko berhenti saat dia sudah memegang benda yang memang menjadi titik pemberhentiannya.


Permainan itu semakin malam semakin membuat darah mereka mendidih, nafas mereka sudah saling memburu, pijatan yang dilakukan Chiko membuat April terus mengerang dan mendesah pendek. April menjauhkan tangan Chiko dari benda kenyalnya, namun Chiko bukan semakin menjauh, dia malah memainkan benda kenyal itu dengan organ tubuhnya yang lain.


Wajahnya disusupkan disana, lidahnya bermain lincah memberikan rasa yang membuat tubuh April meliuk tidak beraturan, “Mmhh Chik, sudah hentikan,” lirih April, dia ingin menolak semua yang sedang dinikmatinya malam ini.


Chiko tidak menggubris ucapan April, pria itu semakin membuat tubuh April semakin menggeliat merasakan semua sentuhan yang diberikan Chiko di tubuhnya. ‘Tidak heran jika dia digilai oleh para wanita, dia-dia sangat lihai.’ puji April setelah dia merasakan sentuhan Chiko.


Baru kali ini dia bisa merasakan sentuhan juga permainan Chiko, ini baru pemanasan, tapi Chiko sudah membuat tubuh April benar-benar merasa kepanasan, jika April tidak sekuat tenaga menahan hasratnya, mungkin saat ini dia ingin Chiko segera menghujamnya dengan sangat keras.


Chiko menjauhkan wajahnya dari tubuh indah April, namun tangannya tetap memberikan sentuhan yang membuat April tidak bisa membuka matanya, senyum terlihat diwajah Chiko, dia melihat April yang berat membuka mata, dia terlihat sangat menikmati. Chiko mendekatkan wajahnya ke telinga April, “Bersiaplah sayang,” bisik Chiko yang membuat April membuka mata.


April melihat wajah Chiko dengan senyum manisnya, April sudah tidak bisa menyembunyikan wajahnya yang sangat menikmati apa yang sedang dilakukan Chiko saat ini pada dirinya, setelah senyum itu menghilang dari pandangannya, April merasakan ada benda tumpul yang masuk perlahan kedalam tubuhnya.


Chiko mulai bermain, dia membuat April terus mengeluarkan kata-kata yang membuat Chiko semakin bergairah. April terus berteriak saat Chiko terus menghentak kuat tubuhnya, Chiko terus mempermainkan perasaan April, tubuhnya dibuat mengikuti apa yang pria itu mau, peluh membasahi tubuh keduanya, deru nafas yang kian memburu membuat Chiko semakin kuat dan cepat menggerakkan tubuhnya.


April terus berteriak memanggil nama Chiko, semakin keras April berteriak, semakin keras juga guncangan yang diterima tubuhnya. Tangannya mencengkram keras lengan Chiko yang memegangi bagian tubuhnya, April dibuat sangat lemas dan lelah oleh Chiko.


“Sedikit lagi Pril, tahan yah,” ujar Chiko, setelah itu dia kembali menghujam keras dan cepat, setiap detik semakin dipercepat dan semakin dihentak semakin dalam, hingga terdengar erangan yang keluar dari mulut Chiko saat dia terus menghentak dengan sangat cepat sampai nafasnya berlari sangat cepat.


Chiko melepaskan benda tumpulnya itu cepat, saat pedangnya itu hendak mengeluarkan cairannya, dia cepat mencabutnya dari kedalaman lembah basah milik April dan mengeluarkan cairan itu di tubuh wanita yang saat ini berada di bawahnya.

__ADS_1


Desah lega terdengar, lega dan puas bisa terlihat dari wajah Chiko, wajah lelah setelah mengeluarkan cukup banyak tenaga malam ini. April melihat Chiko dengan wajah tersenyum, dia merasa sangat bahagia malam ini, entah mengapa rasa ini berbeda jika dibandingkan dengan rasa dahulu dia bermain dengan Raya.


Chiko memberikan kecupan sayangnya di kening April, dia baringkan tubuhnya di sisi wanita yang sudah membuat dirinya bahagia saat ini. Pria itu memeluk wanitanya dengan hangat, terasa sayangnya sampai ke si wanita.


“Kamu tau,” ucap Chiko masih dengan nafas yang terengah, “Malam ini aku merasa bahagia, dan aku juga ingin kamu merasakan hal yang sama,” ujarnya.


Nafas April masih sama terengahnya dengan Chiko, tapi dia membalas ucapan Chiko tadi, “Sama, aku juga merasa bahagia malam ini, tidak heran jika para wanita tidak bisa lepas setelah bermalam denganmu,”


Chiko tertawa, lalu dia sedikit melonggarkan pelukannya untuk melihat wajah April, “Apa itu artinya kamu mengakui aku lebih gagah dari simpananmu itu,” ujar Chiko.


“No komen,”


“Ayo lah Pril, gak perlu malu dan sungkan,” rengek Chiko.


“Apaan sih Chik,”


“Come one, akui saja, sudah jelas kok tadi kata-kata kamu itu,”


“Kalau sudah jelas kenapa masih kamu tanyakan!”


“Agar lebih jelas dan memperjelas saja,”

__ADS_1


“Tau ah,” sahut malas April yang langsung melepaskan pelukannya dan balik badan membelakangi Chiko.


__ADS_2