
"Diam dan nikmati saja."
April lakukan apa yang Chiko katakan, dia diam dan menikmati apa yang saat ini diberikan oleh Chiko. April dibuat sangat terbuai dengan semua sentuhan Chiko, rasa yang sebenarnya ingin selalu dia rasakan saat bersama pria itu.
Namun April berusaha untuk terus menahan diri saat Chiko sudah mulai merasuki pikirannya, "Mmpp," desah April, tautan panas itu terhenti saat dering ponsel dengan nada berbeda terdengar oleh Chiko.
"Ah," desah lega April, dia menyusupkan wajahnya di dada bidang Chiko dan berusaha untuk mengatur nafas, semwntara Chiko meraih benda pipih yang mengganggu kesenangannya itu dalam saku celana.
Tanpa melepas rangkulannya Chiko menjawab telepon tersebut, telepon yang sudah tahu dari siapa yang menghubunginya. Chiko mengatakan ada apa pada sosok yang berada di ujung telepon itu, sosok itu mengatakan jika saat ini Chiko diharuskan datang ke tempat yang akan di share ke ponselnya, saat perintah dari dia datang jika tidak akan bisa menolaknya karena selain bos dia juga adalah Papanya.
Chko kembali memasukkan benda pipih itu ke dalam saku celana, kemudian Ia membuat wajah April sedikit melihat ke arahnya. Dia berkata bahwa dia harus pergi dengan, raut wajah yang terlihat sedikit kecewa, sama halnya dengan Chiko, April juga merasakan kekecewaan saat Chiko mengatakan hal itu, tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa dia hanya menganggukan kepalanya.
Chiko terlebih dahulu mengantar April pulang, setelah itu dia baru pergi untuk menemui Papanya. Dua hari setelah itu, April bertemu dengan Raya dan kali ini Raya tidak ingin menahan hasratnya lagi dengan April.
Raya langsung membawa April jalan, mereka menghabiskan waktu di kota Bandung, karena pertemuan itu saat mereka hendak masuk kantor, jadi Raya berpikir, karena masih pagi dia bisa ajak April kemana saja yang dia mau.
"Kamu mau bawa aku kemana Ray?"
"Kita akan ke Bandung, kamu bisa belanja sepuasnya di sana,"
"Kenapa harus jauh-jauh, di sekitar sini juga bisa kok,"
"Kamu gak mau!"
"Nggak, disini saja,"
"Lalu kamu mau apa?"
"Aku tidak mau jawab, kamu saja yang mau belikan aku apa, aku terima apapun itu," ucap April.
__ADS_1
Selama ini April memang tidak pernah banyak meminta, apapun itu selalu diberikan oleh Raya tanpa harus diminta oleh April. Merasa sedikit bingung, akhirnya Raya memutuskan untuk memberikan April sebuah cincin, dia pun membawa April ke salah satu Mall yang berada di daerah yang sedang dilintasinya saat ini.
Raya langsung menuju ke salah satu toko berlian di sana, kemudian mereka melihat-lihat sebelum akhirnya Raya memutuskan cincin yang mana yang akan dia berikan kepada April. Karena setelah ditanya April tidak ingin memilih sendiri, dia ingin Raya yang memilih untuknya.
Karena itu adalah pemberian, Raya lalu memilih sebuah cincin berwarna putih berbentuk bulan untuk April, cincin itu terlihat sangat cantik apalagi saat dikenakan di jari lentik April, cincin itu terlihat semakin cantik dan cocok dipakai oleh April menurut Raya.
"Makasih yah," ucap April saat Raya menyematkan cincin tersebut.
"Bagaimana, kamu suka?"
"Iya, lucu,"
"Cantik seperti yang punya," puji Raya, "Mau kemana lagi,"
"Sudah jam sebelas, aku lapar,"
Raya kemudian mencari sebuah tempat makan yang berada di mall tersebut, tetapi tempat makan yang dipilih juga atas persetujuan April, mau atau tidak. Mereka makan di sebuah rumah makan adat Jepang, Raya menyukainya dan April mengetahui hal itu jadi dia memilih makan makanan Jepang untuk siang ini.
Perbincangan hangat mereka lakukan sambil makan, April menanyakan tentang kabar Santi juga Arya kepada Raya, namun Raya minta kepadanya agar mereka tidak membahas masalah keluarga Raya saat dirinya berdua dengan Raya. Saat ditanya kenapa Raya tidak ingin menjelaskan, karena yang diinginkannya saat ini kebersamaan dengan April.
Hari ini Chiko ada meeting di luar kantor dari pagi, jadi dia tidak mengetahui jika April tidak ada di sana, karena meeting kali ini dia tidak bersama dengan April. Sampai jam makan siang Chiko masih belum kembali, dia kembali ke kantor pukul tiga sore, saat itu dia baru mengetahui jika ternyata April tidak masuk.
Chiko mencoba menghubungi, ternyata ponselnya tidak aktif, langsung timbul kecurigaan bahwa saat ini sudah bisa dipastikan oleh Chiko jika April sedang bersama dengan Raya.
"Sepertinya dia sedang bersama Raya," ucapnya, pria itu lalu menghela nafas panjang dan duduk termenung, "Apa dia akan bermalam!" Tanya Chiko pada dirinya sendiri.
Akhirnya Chiko mencoba untuk membuat dirinya tidak memikirkan hal itu, Chiko pergi karena beberapa menit lagi memang sudah waktunya pulang kantor. Pria itu keluar dari kantornya, baru dua langkah kakinya bergerak, Sudah terdengar ada seorang wanita yang memanggil namanya.
"Chiko,"
__ADS_1
Chiko menghentikan langkahnya dan balik badan, "April!" Serunya heran, "Kamu ada disini?"
"Iya, tadi aku datang setelah makan siang, sekitar jam satuan, ternyata kamu masih meeting," ujarnya yang saat ini sudah berada didepan Chiko.
"Kenapa ponselmu tidak aktif?"
"Habis daya, sedang aku cas, kamu sudah mau pulang?"
"Iya sih tadinya, kamu gimana?"
"Sama deh," ucapnya.
Mereka kembali pulang bersama dan menghabiskan waktu malam ini bersama. Sampai keesokan pagi di kantor mereka masih terlihat sangat kompak, pulang dari kantor mereka pukul tujuh malam, karena ada yang harus dikerjakan, setelah pulang dari sana Chiko langsung ajak April untuk makan malam.
Kali ini yang memilih tempat adalah Chiko, sebuah Resto dipilih oleh Chiko, restoran yang memiliki nuansa romantis di dalamnya itu sengaja dipilih Chiko, karena dia ingin menciptakan suasana romantis kembali seperti saat beberapa waktu yang lalu.
"Bisa banget kamu pilih tempatnya," puji April, dan terlihat jika dia menyukai tempat itu.
"Iya dong, kamu tidak usah ragukan kelihaian untuk membuat wanita bahagia," ucap Chiko membanggakan dirinya, dan ucapannya itu dijawab cibiran dari April.
Chiko langsung memesan makanan karena mereka sudah sangat lapar, makanan berat pun dipilih langsung tanpa ada makanan pembuka, saat makanan itu datang mereka langsung menyantapnya dengan sangat lahap, sampai makanan itu habis tidak tersisa.
Mereka berbincang seru, April di buat sesekali tertawa oleh Chiko. Kadang wanita itu bergelayut manja, Chiko juga terkadang memeluknya. Saat mereka bermanja, ada seorang wanita yang menegur April.
"Hai, April yah," tegur wanita itu yang membuat April dan Chiko menoleh.
"Santi!" Seru April lalu beranjak dan menyapanya hangat, "Sama siapa kamu kesini?"
"Ini, aku sama temanku, tuh disana," jawabnya sambil menunjuk ke arah dimana meja temannya, lalu Santi melirik ke arah Chiko, "Emm kalian mesra bengat sih, Chik, romantis banget sih kamu," ledek Santi pada Chiko.
__ADS_1