SUAMIMU SIMPANANKU

SUAMIMU SIMPANANKU
BANYAK GAYA


__ADS_3

"Come and give me a kiss."



April tersenyum, melihat Chiko yang mendongak wanita itu perlahan menunduk dan menempelkan bibirnya pada bibir Chiko, serta memberikan tautan lembut disana.



Mereka menikmati tautan itu, tubuh April yang menunduk membuat Chiko bisa melihat dengan jelas buah semangkanya. Tangan Chiko menggiring tubuh April agar duduk di atas pengakuannya, bukan duduk menyamping April malah duduk seperti anak yang sedang digendong orang tuanya.



Tautan mereka membuat April meliukkan tubuhnya, "Mmpp," gumam April terlihat dia sangat menikmatinya.



Di tempat yang berbeda Raya terus menggerayangi tubuh Santi hingga akhirnya Santi berhasrat, gairah yang sudah di sulut Raya pun dikeluarkan oleh wanita itu. Raya ingin mempraktekkan hasil belajarnya, karena dia masih belum bisa memberikannya pada April, jadi dia melakukannya pada Santi.



Kali ini dari awal sentuhannya Santi merasa Raya lebih nakal, jari tangannya terus memberikan sentuhan yang membuat wanita itu tidak bisa diam. "Kenapa sayang?" Tanya Raya yang merasakan tubuh Santi terus meliuk dan mengejang tidak beraturan.



Santi hanya menggumam, karena Raya terus memberikannya rasa, "Ini baru awal sayang, setelah ini aku akan buat kamu terus berteriak." Tukasnya dengan penuh percaya diri.



Apa yang dikatakan Raya benar, malam itu Raya memang berbeda, permainannya kali ino dilakukan dengan berbagai gaya seperti yang sudah dilihat melalui film dan lainnya. Santi dibuat terus meremas tubuhnya kuat, bibir wanita itu terus berteriak memanggil namanya.



Tubuh Santi digerakkan sesuka hati Raya, Santi pasrah dengan tubuhnya dan hanya menikmati apa yang diberikan suami tercintanya itu. Bahkan malam itu Raya melakukan hal yang tidak pernah dia lakukan selama ini, Santi dibuat mengeliat saat Raya bermain dengan organ sensitifnya.



Santi terus minta agar Raya menghentikan semua itu, namun pria itu terus melakukan hal yang membuat Santi ikut menggila malam ini bersama Raya. Malam itu Raya bermain diluar kebiasaan, hal itu membuat sang istri sedikit kewalahan melayaninya.


__ADS_1


Hentakan serta gerakan yang baru membuat Santi dibuat semakin terlena malam itu, Raya begitu bersemangat, dia terlihat tidak lelah sama sekali setelah satu kali permainan usai yang membuat Santi terkapar lemas.



Biasanya Raya akan langsung merebahkan tubuhnya sesaat setelah bermain, namun kali ini Raya memeluk tubuh Santi yang masih penuh peluh, "Jangan peluk aku Mas, badanku masih basah," ujar Santi yang merasa sedikit risih didekati Raya.



"Gak masalah sayang, emm …, kamu istirahat dulu yah, nanti aku akan kembali mengganggu kamu gak masalah kan?" Ujar Raya yang membuat Santi langsung balik badan.



"Kamu mau lagi!" Seru Santi dengan raut serta nada terkejut, membuat Raya tertawa tipis.



"Iya sayang, kenapa! Jangan gitu dong, kan aku jadi gak enak karena minta tambah," gurau Raya lalu memeluk Santi.



"Yah bukan begitu juga sih Mas, baru ini loh kamu minta nambah seperti ini," jawab Santi heran dengan Raya, "Kamu habis lihat film itu yah, atau kamu minum jamu apa obat kuat gitu!" Tanya Santi sedikit bingung dengan kelakuan baru suaminya.




Tautan yang membuat keduanya merasakan nikmat terus dilakukan Chiko dan April, dua sejoli itu sepertinya ingin melampiaskan rasa rindu mereka malam ini. Setelah merasa cukup sedikit menaikkan hasrat, Chiko memberikan rasa yang lain agar gairah mereka bertambah.



April sepertinya pasrah malam ini, dia sudah bisa dengan sukarela memberikan hati dan tubuhnya untuk Chiko. Perlahan wanita itu menyadari kesalahan yang sudah dia lakukan, saat dia mengenal keluarga Raya secara tidak sengaja.



Dengan perlahan dia melihat dan menelusuri semua tentang Raya, lalu menilai semuanya dari berbagai sudut, tentang apa yang sudah dilakukan dan Raya lakukan. April tau dari awal jika yang dilakukannya salah, namun karena rasa sakit hatinya dibohongi pria itu jadi April mengesampingkan perasaan bersalahnya itu sampai saat ini.



Tangan Chiko membuat satu persatu tali dress tidur April turun, membuat dua benda kenyalnya terlihat lebih jelas mengintip dari sedikit kain menutupnya. Chiko memberikan kecupan-kecupan singkat di wajah hingga turun ke leher jenjang wanita itu.

__ADS_1



April meresapi setiap sentuhan yang diberikan Chiko di tubuhnya, desiran aneh terus merasuk ke tubuh April, dari ujung kaki hingga kepala. Kain yang menempel di tubuh April dilepaskan, karena sudah mengganggu aktivitasnya pikir Chiko.



Tubuh itu sudah polos bagian atas, membuat Chiko dengan bebas bisa minum susu langsung dari wadahnya. Apalagi dengan posisi April saat ini, itu membuat mereka masing-masing merasakan posisi enak.



Tak tahan sudah dengan semua hasrat yang terus meningkat naij, Chiko menggendong tubuh April tanpa melepaskan apa yang mereka lakukan. Tubuh itu dilempar perlahan, dengan mata yang terus melihat ke April yang terbaring, Chiko melepaskan satu persatu benda yang menempel di tubuhnya.



Dengan wajah penuh gairah, Chiko mulai kembali menyerang April saat mereka sudah dalam keadaan tanpa sehelai benang. Karena sudah bisa menyukai dan dengan ikhlas disentuh oleh Chiko, April jadi bisa lebih merasakan lagi kenikmatan yang hakiki. Saat Chiko mulai lakukan penyatuan tubuh, April memejamkan kedua matanya spontan menikmati setiap rasa saat benda tumpul itu masuk kedalam lembah basah miliknya.



Tangan April mencengkram erat seprei yang ada di bawah tubuh mereka, bibir bagian bawah digigit saat Chiko mulai perlahan bergerak maju mundur. April ingin menghilangkan rasa penyesalannya, ingin benar-benar merajut kasih dan masa depan dengan pria yang saat ini sedang memberikan kepuasan untuknya. “Mmpp,” gumam April tertahan dengan tangan yang mencengkram pergelangan tangan pria itu.



April kembali dibuatnya merasa sebagai wanita yang paling bahagia malam ini, dengan semua perhatian juga rasa yang diberikan Chiko padanya. Malam ini juga April melayani Chiko dengan sangat baik, dia sedikit demi sedikit mulai belajar dari gerakan Chiko bagaimana cara dia bisa membuat dirinya juga merasa puas. April juga cepat tanggap kali ini, semua itu buah dari ajaran Chiko pada dirinya beberapa waktu yang lalu.



“Kamu semakin pintar sayang,” puji Chiko ditengah permainan mereka, yang membuat hati April merasa senang mendengar pujian itu, Chiko sangat tahu jika wanita memang senang sekali dipuji.



“Masa sih Chik, aku baru belajar sedikit dari kamu,” sindirnya.



“Sepertinya nanti muridku ini akan lebih pintar dari gurunya,” kembali balasan manis dilemparkan Chiko.



“Ajari aku terus yah, agar aku bisa juga membuat kamu puas dan membuat kamu tidak cari kepuasan lain,” kembali sindiran dikeluarkan April pada pria yang selalu mencari kepuasan diluar dulu.

__ADS_1


__ADS_2