
April sedikit heran mendengar ucapan Santi, karena yang dia tahu Raya sangat mencintai anaknya itu tidak mungkin dia mengabaikan atau tidak memberi sedikitpun tanggapan untuk acara Arya.
“Masa dia sampai segitunya, dia bukannya sangat mencintai anaknya, masa dia tidak mau terlibat sama sekali dengan cara anaknya,”
“Iya, itu karena dia memang saat ini sedang sangat sibuk dan di perusahaan seperti sedang ada masalah, terlihat jika dia pula selalu malam serta kadang ketiduran di meja kerja, sebab dia selalu melanjutkan pekerjaan setelah pulang bekerja,” ungkap Santi.
Apri tidak menjawab, Santi bilang seperti itu, sementara pikiran wanita itu kembali ke beberapa hari yang lalu, dimana Raya bersamanya. ”Kalau dia sedang seperti itu, kenapa dia terus ingin bertemu dengan aku.’ pikir April. Mau tidak mau akhirnya mereka membicarakan pesta kecil itu, April mulai bertanya dari tema apa yang akan digunakan selanjutnya mereka melanjutkan dengan hal lain.
Wajah yang masih sangat malas bangun terlihat pada sosok Chiko yang baru saja menggerakkan tubuhnya, dua kelopak matanya dipaksa terbuka, tangannya seperti mencari sesuatu. Chiko perlahan membuka kedua matanya karena dia merasa tidak ada seorang pun di samping, “Kemana dia, apa dia sudah bangun dari tadi!” ucap Chiko pelan karena melihat April sudah tidak ada di kamar bahkan di dalam kamar itu.
Chiko melihat kertas kecil yang diletakkan diatas bantal sebelah, diambil serta dibacanya, “Dia kesana ternyata.” ucapnya lagi, tubuhnya digerakkan malas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah itu dia langsung menuju dapur untuk isi perut. “Wah ternyata dia masak kesukaan aku, jadi senang.” seru Chiko dengan senyum sumringah. Setelah makan dia menghubungi April, untuk mengatakan terima kasih dan menanyakan apa dia masih bersama Santi saat ini.
Sedikit perbincangan mereka lakukan, dan di akhir kata April bilang jika dia sudah share tempat dia berada saat ini, takut Chiko mau menyusul. April kembali melanjutkan obrolannya dengan Santi, sementara itu Raya baru membuka mata setelah semalam dia ketiduran di atas meja kerjanya.
“Dimana Santi?” ucapnya pelan, namun wanita yang dicari tidak ada di kamar itu. Raya membersihkan diri terlebih dahulu sebelum akhirnya dia keluar dari kamar untuk mencari keberadaan Istrinya. “Mah, Santi dimana, Arya juga tidak ada sepertinya?” Tanya Santi ke Mamah yang berada di ruangan tengah.
“Santi bilang sudah kirim pesan untuk kamu, coba kamu buka ponsel kamu dulu,” ujar Mamah.
Raya mengambil ponsel yang berada di saku celananya, lalu melihat pesan singkat dari Santi, ‘Dia ketemu April, ngapain sih dia ketemu terus dengan April, seperti tidak punya teman yang lain saja.’ batin Raya yang sedikit tidak menyukai jika Santi dekat dengan April.
__ADS_1
“Bagaimana Ya, apa kata Santi?”
Raya lalu bilang apa isi dari pesan itu, “Wah ternyata dia ketemuan sama April, kita kesana yuk Ya, Mamah mau ketemu juga sama anak itu, sudah lama Mamah tidak ketemu sama dia,” ujar Mamah antusias mendengar nama April.
Raya mengerutkan dahinya melihat Mamah sangat ingin bertemu dengan April, “Mamah mau nyusul kesana?”
“Iya, kamu memangnya gak mau kesana? Memangnya kamu mau kemana, kan libur,” tukas Mamah yang membuat Raya tidak ingin menjawabnya, walaupun dia tidak ada acara saat ini, tapi dia sedikit malas bertemu April saat ini, ‘Kalau bertemu dia aku gak bisa tahan rasa aku.’ pikirnya. Raya hanya berkata agar amah siap-siap dan dia akan tunggu di depan, dengan semangat Mamah mengatakan dia hanya akan ambil tas saja.
Mamah berteriak pada pelayan rumah untuk mengambil tas kecilnya di kamar, setelah pelayan itu memberikan tasnya, Mamah langsung kedepan menghampiri Raya dan mereka langsung meluncur ketempat dimana Santi dan Arya berada. Chiko selesai dengan makannya, dia menghubungi Dito untuk menanyakan masalah pekerjaan, pria itu ingin bertemu dengan asistennya itu saat ini juga.
“Bos, ini hari libur kali, masa aku harus kerja juga!” Keluh Dito yang malas bekerja jika libur, karena itu waktu dia dengan kekasih beserta keluarganya.
“Iya, iya, tapi gak bisa saat ini juga Bos, aku lagi diluar sama Vivi, apa aku bisa sekalian bawa dia?”
“Boleh lah, nanti aku juga akan bawa April deh buat temani vivi, supaya kamu juga bisa fokus kerja nanti,” jawab Chiko yang langsung dijawab teriakan senang Dito, saat Dito bersorak senang, Chiko dengan enaknya langsung memutuskan sambungan telepon itu, membuat Dito merasa kesal dengan sikapnya.
“Kenapa kamu, gak enak banget lagi teriak langsung berhenti,” ujar Vivi.
“Si Chiko tuh, seenak udelnya aja main mati-matiin sambungan telepon pas aku lagi kesenangan,” gerutu Dito yang tanggapi tawa geli oleh Vivi.
__ADS_1
Chiko merapikan kamar bekasnya tidur, dia biasa melakukan itu juga di rumahnya sendiri, dia sudah terbiasa mandiri. Alat makan dia juga tadi sudah langsung dicuci setelah dia makan, setelah semua pekerjaan rumahnya rapi, Chiko baru keluar dari rumah itu untuk bertemu dengan April.
Raya dan Mamah sampai di tempat itu,Santi dibuat terkejut dengan kedatangan mereka, Raya melihat April dan wanita itu memberikan senyum manisnya serta menyapa ramah. Mamah langsung ikut bergabung dengan dua wanita yang cantik itu, Raya menemani Arya bermain. Para wanita seru perbincangan pesta kecil untuk Arya, apalagi setelah kedatangan Mamah, gelak tawa sering terdengar di meja itu.
“Mamah, aku mau ke toilet,” seru Arya.
“Dia gak mau diantar aku, dia maksa maunya sama kamu,” jelas Raya yang disambut anggukan oleh Arya.
Santi tersenyum, “Ya sudah, kalau gitu Mamah antar,” jawab Santi.
“Mamah ikut San,” sela Mamah.
Hanya menyisakan Raya dan April di meja itu, Raya duduk di kursi samping April. Setelah beberapa saat Raya mengatakan, “Kapan kita akan bertemu lagi berdua?”
“Bukannya kamu sedang sangat sibuk yah Mas, sampai Santi minta waktu untuk berdiskusi masalah pesta Arya saja kamu tidak pedulikan,” sindir April.
“Cerita apa saja dia sama kamu? Iya aku emang sedang sedikit sibuk, bukan aku tidak peduli Pril, hanya saja saat dia bicara keadaannya sedang tidak tepat.”
Ponsel April berdering, dia meraihnya dan saat dia ingin meraih ponselnya tangan Raya bergerak hendak menyentuh paha wanita itu, tapi tiba-tiba terhalang oleh tubuh yang datang dengan cepat berdiri di antara dirinya dan April.
__ADS_1