SUAMIMU SIMPANANKU

SUAMIMU SIMPANANKU
WANITA BAR BAR


__ADS_3

“Ajari aku terus yah, agar aku bisa juga membuat kamu puas dan membuat kamu tidak cari kepuasan lain,” kembali sindiran dikeluarkan April pada pria yang selalu mencari kepuasan diluar dulu.



April sudah semakin pintar dalam permainan ranjangnya, dan hal ini membuat Chiko semakin ingin cepat menikahi wanita itu. Malam weekend yang biasanya dihabiskan Chiko bersama teman-temannya atau koleganya, kini dia sudah jarang dilakukan Chiko. Pria itu kini lebih suka menghabiskan malam liburnya bersama April, Chiko ingin menjalani hubungan yang sangat serius dengan April.



Malam yang melelahkan itu akhirnya membuat mereka terkapar sampai hari esok menjelang siang, April terbangun saat mendengar suara ponsel Chiko yang berdering beberapa kali. April dengan sangat terpaksa membuka kedua kelopak matanya karena mendengar dering telepon yang berkali-kali, April berpikir takutnya telepon itu penting. Matanya sedikit dibuka, dia mencari ponsel untuk melihat siapa yang menghubungi Chiko di pagi hari weekend seperti ini.



April mengerutkan dikit dahinya karena ternyata nomor yang menghubungi Chiko belum tersimpan di ponselnya, mungkin itu adalah nomor kontak baru. April membangunkan Chiko dan memberitahu jika ada yang menghubunginya dengan nomor baru, Chiko malas untuk menjawabnya karena dia juga tidak tahu itu dari siapa. Akhirnya April mengatakan jika dia akan menjawabnya, dan Chiko pun mengizinkan hal itu.



“Halo,” sapa April pada sosok yang ada di ujung telepon tersebut, namun tidak terdengar jawaban sama sekali. Lalu April mencoba kembali menyapanya dan kali ini terdengar suara seorang wanita menjawab sapaan April.



“Maaf, bukannya ini nomor Chiko yah,” kerus wanita yang berada di ujung telepon itu berkata.



“Iya betul,” jawab April yang masih mencoba untuk bersikap ramah, “Ini dengan siapa, nanti akan aku sampaikan pada Chiko, agar dia bisa menghubungi Anda kembali,” timpalnya.



“Aku mau bicara dengan dia sekarang!” tukas wanita tersebut.



“Maaf tapi saat ini dia sedang tidak ingin diganggu,” jawab April yang sepertinya membuat wanita itu meradang.

__ADS_1



“Aku bilang aku mau bicara sama Chiko sekarang!” sentaknya, “Lagipula kamu siapa berani menahan aku bicara dengan Chiko! Berikan sekarang hp nya sama Chiko,” titah wanita itu.



“Maaf, tapi tadi sudah aku bilang, kalau saat ini Chiko tidak ingin diganggu dengan siapapun, jadi aku harap kamu dapat mengerti,” jawab April sekali lagi sedikit tegas.



“Kamu siapa sih! Beraninya perintah aku seperti itu, walaupun kamu itu adalah istrinya Chiko aku tidak akan pernah takut denganmu, tapi rasanya bukan, apa kamu salah satu dari wanita-wanitanya Chiko yang selalu memberikan tubuh kamu dengan sukarela pada pria macam Chiko,” ujar wanita itu yang membuat telinga April terasa panas.



‘Rese banget sih nih cewek, dapet dari mana sih Chiko cewek bar-bar kayak gini.’ batin April. April lalu menjawab wanita itu masih dengan menahan amarahnya, April mengatakan jika wanita itu tidak memperbaiki ucapannya maka April akan menutup telepon. Mendengar jawaban April wanita tersebut semakin meradang, dia malah mengatakan April wanita simpanan yang tidak tahu diri.



Mendengar hal itu tanpa menjawab apapun lagi langsung menutup telepon, lalu melempar ponsel Chiko ke sembarang tempat. April merasa kesal mendengar semua ucapan wanita yang menghubungi Chiko itu, dia jadi ingin tahu siapa wanita tersebut. Tadi dia sempat mengatakan jika dirinya bernama Selena dan dia berasal dari kota Bandung.




April mengatakan dari awal sampai akhir ucapan yang keluar dari bibir orang tersebut, tapi masih belum mengatakan jika dia adalah wanita. Chiko penasaran siapa sosok yang sudah menghubunginya itu dan berani mencaci-maki orang terdekatnya, jika dia pintar seharusnya dia tahu jika yang berani memegang ponsel dirinya itu adalah orang terdekat.



“Namanya Selena dan dia dari Bandung, apa kamu mengenal wanita itu?” Tanya April lantang.



Mendengar nama tersebut Chiko diam sesaat, dia sepertinya sedang mengingat karena terlalu banyak wanita dalam kehidupan pria itu, menurut pemikiran April. Tapi ternyata apa yang dipikirkan April salah, Chiko langsung tahu siapa wanita tersebut, dia hanya berpikir untuk apa wanita itu menghubunginya lagi dan dari mana dia tahu nomor kontaknya.

__ADS_1



“Hei, kok malah bengong sih, sudah ingat apa belum siapa wanita itu, atau kamu lupa karena terlalu banyaknya wanita yang hadir dalam hidup kamu Chik,” ujar April yang terdengar kesal.



“Biasa saja dong sayang, kamu cemburu yah,” ledek Chiko yang membuat dirinya semakin kesal, karena saat ini moodnya sedang tidak bagus karena ucapan wanita tadi.



“Aku sedang tidak ingin bercanda, enak saja dia mengatai aku macam-macam, bahkan dia bilang walaupun aku adalah istri kamu, dia tidak akan takut untuk menghadapiku ucapnya.” jelas April.



Mendengar hal itu Chiko hanya pasang wajah biasa dengan menaikkan satu alisnya, seolah itu sudah dapat diperkirakan olehnya. Chiko lalu menjelaskan siapa wanita tersebut, dimana dia bertemu dan karena apa juga mengapa Chiko menghindari wanita tersebut. Chiko mengatakan jika wanita itu sedikit gila, dia memang bisa melakukan apapun agar keinginannya tercapai, dan keinginannya itu adalah memiliki Chiko seutuhnya.



April tertawa saat Chiko menjelaskan bagaimana Salena, namun saat Chiko bilang jika Selena lebih cantik dan bohay dari April, wajah wanita itu berubah sedikit muram. Chiko melihat rasa tidak sukanya dibandingkan dengan Selena, apalagi jika ternyata Selena lebih dari dirinya. Melihat hal itu timbul ide jahilnya Chiko, pria itu mengatakan jika permainan ranjang Selena sangat memuaskan.



Sontak April langsung beranjak dari duduknya dengan penuh amarah, Chiko menahan gerakan April dan tertawa sambil memeluk tubuh wanita itu. Pria itu minta maaf atas kejahilan dirinya, yang sangat menyukai wajah muram karena cemburunya April. Chiko minta agar April kembali merebahkan diri bersamanya, lalu dia bertanya masalah yang kemarin.



Dengan saling berpelukan di atas tempat tidur itu, Chiko ingin membuat April merasa nyaman saat dia menceritakan hal yang sangat ingin dirinya tahu. April tidur merebahkan tubuhnya di sisi Chiko dengan kepala yang ditopang lengan kekar pria itu. Chiko memberikannya kenyamanan agar April bisa menceritakan semuanya, agar Chiko bisa bertanya lebih enak lagi nanti.



April menceritakan kejadian dirumah Raya, lalu dia mengatakan jika dirinya benar-benar ingin lepas dari Raya, tapi dia juga mengatakan jika dia masih suka terpesona melihat pria itu saat berhadapan langsung.


__ADS_1


“Kalau kita nikah satu minggu lagi bagaimana!” kata Chiko yang membuat April langsung melihat diam ke arahnya.


__ADS_2