SUAMIMU SIMPANANKU

SUAMIMU SIMPANANKU
PUTUSKAN


__ADS_3

“Aku tadi lihat Raya bersama cewek lain, saat aku mau dekati dia sudah keburu pergi,” tukas April yang terlihat bicara dengan rasa kesal.



Santi hanya tersenyum tipis mendengar apa yang diucapkan April, Santi lalu menghela nafas dan duduk dengan berusaha santai dengan sedikit menundukkan kepalanya.



"Hei, kok kamu diam sih Sin," tegur April, melihat Santi diam April berpikir sebentar, "kok diem, jangan bilang kalau kamu tau jika Raya memang ada disana bersama wanita lain San!"



Santi menghela nafas, "Yah, aku tahu mereka ada di sana, karena itu aku panggil kamu kesini Pril, aku benar-benar butuh teman bicara saat ini," ucap Santi.



Melihat Santi seperti itu, April semakin merasa bersalah pada wanita yang ada di depannya. Karena suaminya dulu pernah menjadi miliknya, April merasa sakit saat dia melihat Santi terluka. Perasaan April yang tidak terima saat melihat Raya tadi bersama wanita lain membuat dia berpikir, bagaimana dengan Santi yang selama ini sudah beberapa kali mendapat perlakuan tidak baik dari Raya.



'Benar-benar kamu Ray, gak punya hati,' batin April. April berdiri dan dia memberikan pelukan pada Santi, perlahan Santi tidak bisa menahan rasa sedihnya lagi. Santi memeluk April dan menangis dalam pelukannya.



Saat memeluk tubuh April tidak lama Santi mendengar perut itu berbunyi, wajar karena April baru saja pulang kerja jadi perutnya merasa lapar. April merasakan hal itu, saat melihat Santi sedikit mengangkat wajahnya wanita itu tersenyum cengengesan karena tahu Santi pasti mendengar suara perut laparnya.



Santi jadi tertawa, lalu dia minta April untuk duduk kembali kemudian mereka memesan makanan untuk April. Mereka kembali berbincang, Santi memperlihatkan foto juga video yang tadi didapatnya dari anak buahnya.



Selama menunggu pesanan datang April melihat foto-foto tersebut, dia sedikit terkejut dan juga mengatakan kegeramannya. Kemudian video yang tadi dilihatnya juga diperlihatkan kepada April, April tidak menyangka jika Raya melakukan hal seperti itu setelah dirinya.



Apa mungkin itu sikap dari kekecewaannya pada Santi juga dirinya, tetapi seharusnya Raya tidak melakukan hal itu, karena menurut April seharusnya dia bisa berpikir dari kejadian yang saat ini terjadi pada dirinya.



"Dia tidak pernah belajar dari pengalaman," ucap April, "apa dia gak mikir kalau perkawinannya sedang di ujung tanduk!"


__ADS_1


"Sepertinya dia tidak memikirkan hal itu Pril, dan bisa kamu lihat juga kan kalau dia tidak merasa takut kehilangan aku ataupun Arya," balas Santi.



"Kalau dilihat dari perlakuannya sih sepertinya dia tidak memikirkan hal itu sama sekali," jawab April jujur, dan Santi sudah bisa melihat hal itu.



Pesanan April datang, Santi pun membiarkan April untuk mengisi perutnya terlebih dahulu sambil sesekali mereka tetap berbincang namun yang ringan saja. April lebih banyak bertanya tentang hubungan mereka selama ini, antara Santi dan Raya.



Saat melihat foto-foto serta video yang dikirim oleh mengintai Santi sebenarnya April merasa sedikit lega, sebab saat dia bertemu dengan Raya tidak diketahui oleh pesuruhnya Santi. April tidak bisa membayangkan jika dia yang terlihat di video ataupun foto tersebut, dia tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Santi.



Selesai makan mereka melanjutkan obrolan yang kembali sedikit serius, Sampai tidak terasa hari sudah mulai gelap. April mengetahui jika dia sudah lupa waktu saat Chiko menghubunginya, Chiko menanyakan keberadaannya.



Mendengar jika saat ini April bersama Santi, Chiki mengatakan jika dia Ingin menyusul mereka. Apalagi saat April mengatakan apa yang baru saja dilihatnya bersama Santi mengenai Raya. Sontak hal itu langsung membuat Chiko bilang kalau dia akan meluncur cepat ke tempat tersebut.




"Ya ampun San, kenapa harus kamu tanya alasannya sih, semua juga pasti akan marah kalau orang terdekatnya diperlakukan seperti itu," seru April kesal.



Santi tertawa melihat reaksi kesal April, Santi tahu jika April memang lebih ekspresif dibanding dirinya. Hal itu bisa dilihat dari cara dia mengungkapkan sesuatu juga memberikan respon atas apapun. Santi tertawa selain merasa lucu melihat reaksi April, tapi dia juga tertawa senang melihat betapa perhatiannya dua orang itu pada dirinya.



"Aku juga heran sama kamu San, kenapa kamu gak langsung block aja semua fasilitasnya, agar dia gak seenaknya pakai uang perusahaan, mungkin yah untuk diberikannya pada wanita itu," ujar April.



"Emm block yah," ucap Santi dengan wajah yang sedikit berfikir, "sepertinya saran kamu bisa aku pakai," timpal Santi yang merasa jika ucapan April bisa juga dipakai.



"Iya lah, coba aja dan nanti kamu lihat sampai dimana dia akan bertahan," timpal April. DEG sesaat April teringat akan kejadian dia yang dulu, saat dengan Royal Raya memberikan semua apa yang dia inginkan.

__ADS_1



Raya juga mengatakan jika semua uang itu adalah milik perusahaan Santi, Raya tidak mempunyai usaha apapun selain itu, uangnya hanya ada di satu rekening dan April mengetahui semua pengeluaran juga nomor beserta pin-nya dari kartu Raya.



April mematung sejenak saat teringat kejadian yang lalu, sampai dia tidak menyadari jika Chiko sudah berada di belakangnya dan memeluk dirinya. April terkejut, rasa terkejutnya itu menjadi bahan pertanyaan Chiko. Karena April terkejut sampai seperti itu.



Wanita itu mengatakan jika dia memang hanya terkejut saja, dia tidak sedang memikirkan apapun. Chiko dengan kejahilannya tidak percaya, dia terus membuat April kesal dengan rengekannya.



Melihat pasangan itu Santi merasa terhibur, dia tertawa dan sedikit melupakan rasa sedihnya saat mereka berdua. Chiko yang terus menjahili April sampai dia merasa kesal dan juga terkadang malu, kelakuan mereka membuat Santi merasa iri melihat hubungan mereka.



"Hei, lo kenapa? Apalagi yang di buat bajingan itu, udahlah gak usah banyak mikir, lepasin dan buang dia ke jalan kaya dulu," ucap kekesalan Chiko pada Raya, "gua paling gak suka sama cowok kaya gitu, benalu gak tau diri, sayang banget sih sebenarnya, karena dia cukup pekerja keras, tapi selalu ada tapinya," timpal Chiko.



Chiko memang sudah tidak senang dengan Raya sejak dulu, ditambah dengan kejadian saat ini, membuat dia semakin membenci Raya dan benar-benar ingin menghancurkan Raya sampai dia hancur.



"Kamu sama seperti April, aku yang disakiti tapi kalian yang marah-marah," canda Santi, "aku gak bisa bayangin, gimana yah kalau kalian bertengkar, apa akan banting barang atau mungkin jambak jambakan," gurau Santi lalu tertawa membayangkan hal itu.



"Masa sih," sahut Chiko, lalu menoleh ke arah April yang memberikannya senyuman tipis, "aku gak akan bertengkar sampai segitunya kalau kami emosi San," ujar Chiko santai sambil melirik ke arah April dengan tatapan serta senyum genit.



"Lalu, bagaimana?"



"Jangan kamu dengar omongannya San," ucap April yang tahu jika Chiko akan jawab nyeleneh.



"Aku akan ajak dia bertengkar tetap untuk meluapkan emosi kita, tapi di atas ranjang," jawab Chiko lalu menaik-naikkan alisnya melihat April, Santi langsung tertawa mendengar jawaban Chiko.

__ADS_1


__ADS_2