SUAMIMU SIMPANANKU

SUAMIMU SIMPANANKU
KEMAJUAN DI ATAS RANJANG


__ADS_3

Tubuhnya menjauh tapi Chiko segera menarik kembali pinggang rampingnya seraya berkata, "Bangun dong sayang."



Chiko terus mengganggu April yang masih sangat mengantuk, sampai April benar-benar terbangun. Chiko terus memberikan rangsangan yang membuat April merasakan desiran yang menjalar di seluruh tubuhnya. Rengekan manja April malah semakin membuat Chiko semakin bergairah. Saat ini sudah pukul tiga pagi dimana sebagian orang sedang lelap lelapnya tertidur, Chiko malah membuat April terbangun untuk melayani hasratnya.



Sudah dari semalam Chiko menginginkan hal itu, namun saat dia pulang dan melihat April yang sudah terlelap Chiko merasa tidak tega untuk membangunkannya. Chiko ingin melampiaskan rasa rindunya pada Wanita itu, setelah beberapa saat mereka sibuk dengan pekerjaan masing-masing juga dengan keadaan yang sedang mereka hadapi.



“Kamu sengaja berpakaian seperti itu untuk menarik diriku kan, karena itu jangan menolak,” ucap Chiko sambil terus memberi kecupan di sekitar wajah April.



“Iya, tapi nanti pagi aja bisa kan, aku masih ngantuk banget Chik, kamu pulangnya terlalu malam sampai aku jadi malas dan ketiduran,” jawab April dengan wajah sedikit kesal.



“Iya maaf sayang, pekerjaan aku banyak hari ini, da aku rasa tidur kamu cukuplah sudah beberapa jam,” ujar Chiko.



“Ah, kamu sih kelamaan jadi aku sudah tidak berhasrat lagi,” kembali keluhan April terdengar.



“Aku akan kembalikan hasrat kamu Pril, bahkan bukan cuma itu sayang, aku akan membuat dirimu puas.” tukas Chiko lalu kembali memberikan \*\*\*\*\*\*\* yang akan membuat April kembali berhasrat bahkan sangat bergairah nantinya.



Kain tipis itu dirasa mengganggu aktivitasnya, Chiko membuat dress itu turun dan membuat lepas dari tubuh April. Hanya tinggal penutup gunung besar serta kain segitiga penutup lembah basahnya, Itu dibiarkan chiko untuk sementara ini, sampai nantinya dia sudah merasa rasa yang hebat barulah semua penghalang akan dilepaskan.



Desah pendek sesekali mulia terdengar dari bibir April, mereka terus melakukan gerakan yang membuat suhu tubuh mereka semakin memanas. April terus menggeliat saat Chiko memberikan gerakan yang membuat tubuhnya mengejang, jari serta tangan nakal Chiko sungguh tidak bisa dikendalikan. Organ tubuh Chiko yang nakal itu terus memberikan sentuhan di daerah sensitif april.



Puas melakukan pemanasan sampai membuat darah dalam tubuh mereka bergejolak, Chiko melepaskan semua benda di tubuhnya juga yang ada di tubuh April. Melihat tubuh itu tanpa sehelai benang pun membuat Chiko semakin bergairah, darah panasnya yang tadi mendidih kini semakin bergejolak. Chiko mulai kembali memberikan rasanya di bagian tubuh kenyal dan membusung milik April.



“Mmpp.” Desah nikmat April terdengar, juga tubuhnya yang meliuk tidak beraturan saat menerima rasa yang diakibatkan oleh gerakan Chiko.

__ADS_1



“Sayang,” bisik Chiko, “kita main di sofa yuk,” ajak Chiko tanpa melepaskan sentuhannya di tubuh April.



“Emm, memangnya disini kenapa Chik?”



“Cari suasana baru saja sayang, gimana mau gak?”



“Aku ikutin aja apa mau kamu Chik,” jawab April.



Tubuh polos itu digendong di depan oleh Chiko, sesekali dia memainkan benda kecil yang ada di ujung buah besar April yang berada tepat di depan wajahnya. Chiko terus menggendongnya sampai mereka sampai di ruang tengah, perlahan Chiko duduk tanpa melepaskan tubuh April dari pangkuannya.



“Ah Chik.” seru April, karena Chiko membuat benda kecil yang menggemaskan itu dimainkan sesuka hatinya.




Ruang tengah sebagai saksi pertama permainan mereka disana, tengah dini hari yang dingin dibuat panas oleh dua insan yang sedang melampiaskan rasa rindunya. Saat posisi terakhir mereka mengeluarkan hasrat merejka, April berkata jika dia sangat menikmati saat bermain dengan gaya yang tadi.



“Kamu sangat menyukainya sayang?”



“Emm, kerasa banget sampai ke ujung sayang,” sahut April dengan wajah yang bersemu merah.



“Bersiaplah, kamu akan lebih menikmati yang akan aku lakukan sekarang,” ucap Chiko yang langsung membuka kaki April dan menghujam kedalaman lembah basahnya.



Chiko bergerak menghentak keras, April menahan teriakannya mendapat ras yang membuat matanya berkaca-kaca. Hujaman keras Chiko terus dilakukan, tubuh April berguncang hebat, tangannya mencengkram benda yang ada di bawah tubuhnya. Dadanya terlihat naik turun mendapat serangan yang terus menerus, nafas mereka semakin memburu dengan peluh yang semakin bercucuran.

__ADS_1



Intan menggerakkan tubuhnya diatas tubuh Raya, gerakan pelan yang membuat Raya merasa nikmat di tubuh bagian bawahnya. Tangannya meraih tangan Raya lalu menggiringnya untuk melakukan pijatan di buah besar milik Intan, Raya tersenyum kala Intan melakukan itu, dia sangat menikmati rasa yang diberikan Intan padanya sampai dia lupa untuk memberikan sentuhan pada Wanita itu.



Semakin lama Intan mempercepat gerakannya di atas, tubuhnya bergoyang lincah tanpa canggung dengan berbagai macam gerakan yang membuat Raya terus terdengar mendesah pendek. Intan seperti mencari titik klimaksnya, semakin dia merasa kenikmatan semakin dia melancarkan gerakan goyangannya di atas tubuh Raya.



“Ah Tan.” Desah Raya sambil tangannya menahan gerakan Intan.



“Emm, kenapa? Mau keluar yah!”



“Iya, hentikan,” pinta Raya.



Tubuh Intan di putar posisi oleh Raya, kini Intan yang berada dibawah. Raya langsung menghujam dalam tubuh Intan lalu membuat gerakan cepat, Intan menahan teriakannya dan itu membuat Raya sedikit tidak menyukainya.



“Berteriaklah sayang,” ucap Raya sambil terus menghentak tubuh Intan keras.



Intan masih terus menahan teriakan untuk menikmati rasa yang diberikan Raya, bibir bagian bawahnya digigit tak kuasa menerima serangan Raya yang tepat mengenai titik kelemahannya. Raya terus bergerak cepat dan semakin cepat, dia tidak membiarkan Intan bernafas sejenak. Tubuh Intan digerakkan sesuka hati Raya sampai dia merasa menemukan posisi enak.



Pekik Intan terdengar dan itu membuat Raya semakin bergairah, dia membuat Raya semakin bergerak cepat dan terus menghujam dalam. Tangannya tidak lupa memberikan pijatan pada bagian tubuh lain yang akan membuat Intan semakin merasa nikmat yang tidak karuan.



Teriakan Raya terdengar berbarengan dengan gerakan raya yang semakin cepat dan cepat, guncangan tubuh Intan semakin kencang, wanita itu memegang erat benda yang bisa menahan goncangan tubuhnya akibat ulah Raya. Beberapa menit mereka melakukan gerakan cepat dan keras hingga akhirnya terdengar desah panjang, saat Raya mengeluarkan benda tumpulnya dari kedalaman tubuh Intan dan mengeluarkan cairan kental di perut wanita itu.



Intan tersenyum senang di tengah nafasnya yang masih terengah, kali ini dia merasa Raya ada peningkatan dalam permainan diatas ranjang dan Intan sangat menyukainya.


__ADS_1


“Jujur Ray, aku sangat puas malam ini, permainan kamu ada peningkatan dan aku sangat menyukainya, good job.” Puji Intan.


__ADS_2