
“Maunya apa?” Pancing April.
“Maunya kamu,” jawab Chiko manja yang membuat April tertawa tipis.
Wanita itu kemudian memberikan kecupan lembutnya, lalu mengatakan jika itu sebagai vitamin agar dia semakin semangat kerjanya. Chiko membalasnya lalu mengucapkan kata terima kasih atas vitaminnya, kemudian pria itu minta agar April segera makan makanannya.
Chiko kembali mengerjakan pekerjaannya sementara April baru memakan makanannya, sesekali wanita itu melirik ke arah Chiko yang sangat serius mengerjakan tugas, April memuji Chiko memang pekerja keras, merasa rambutnya yang sudah sedikit panjang menghalangi pandangannya, Chiko menguncirnya, April tertawa tipis namun dalam hatinya dia mengatakan jika Chiko terlihat sangat seksi.
Makanan sudah habis April merapikan semuanya, lalu masuk kamar mandi dan keluar dengan pakaian tidurnya. Melihat Chiko yang tak bergeming dalam kepala April muncul ide jailnya, dia melangkah perlahan sampai di belakang Chiko, Chiko sedikit terkejut saat ada tangan lembut yang mengangkat wajahnya lalu memberikan sentuhan di bibir Chiko yang sedikit mengering.
Sentuhan beberapa kali itu membuat akhirnya tangan Chiko bergerak menahan kepala yang hendak mengakhiri aksinya, Chiko membuat tautan itu berlanjut hingga beberapa kali. Setelah terlepas dia menatapnya teduh, "Mau dilanjut?" Ucapnya pelan.
"Emm, gak ah aku mau tidur aja," sahut April manja yang membuat dia dapat cubitan gemas di pipi.
April merasa senang dengan keromantisan yang malam ini terjadi, dia bisa tidur dengan mimpi indah malam ini. Di Tempat lain tepatnya di jalan, Raya baru saja masuk kehalaman rumahnya. Sampai didalam ternyata April masih menunggunya pulang, sampai dia tertidur di sofa ruang tengah.
Ada rasa bersalah dalam diri Raya saat melihat Santi yang selalu setia menunggu dirinya pulang, terkadang jika dia merasa ingin dia akan menunggunya sampai Raya pulang. Raya tidak tega membangunkan Santi yang sangat terlelap, dia lalu mengangkat tubuh lemasnya untuk dipindahkan ke kamar.
Raya tidak bisa lepas dari wajah polos sang Istri yang terlelap, tampak cantik, namun Raya sudah mempermainkan hati si cantik yang ada di genggamannya itu. Raya perlahan meletakkan tubuh Santi di atas kasur, setelah itu dia pergi untuk membersihkan diri.
Mata Santi perlahan dibuka, dia melihat Raya yang terus berjalan sambil membuka kancing bajunya menuju kamar mandi. 'Harum tubuhnya harum parfum wanita, apa dia habis bersama dengan perempuan lain!' Batin Santi.
"Aku tau semua jenis parfum Raya, dan itu bukan miliknya, miliknya masih tercium namun parfum lain ikut menempel, apa dia kembali bermain api!" Ucapnya lagi.
__ADS_1
Santi menghembuskan nafas panjang, dia berdoa agar apa yang ada dalam pikirannya tidak benar, semoga apa yang ada dipikirannya hanya rasa takutnya yang tidak ingin ditinggal Raya.
Raya pernah sekali ketahuan bermain api dengan wanita lain, namun hal itu bisa diselesaikan dengan baik oleh pasangan tersebut. Raya berjanji tidak akan melakukan kesalahan itu lagi jika Santi juga bisa berbuat baik padanya.
Santi menghela nafas panjang dan mencoba untuk tidak memikirkan hal itu, dia tutup matanya dan mencoba untuk tidur. Pagi hari semua tampak seperti biasa, mengerjakan rutinitas yang selalu mereka kerjakan setiap harinya.
Setelah Raya pergi, Santi mulai mengurus semua keperluan Arya sampai mengantarnya ke sekolah. Chiko dan April sudah sarapan bersama dimeja makan, wanita itu memasak sarapan yang simple untuk mereka. Selesai makan mereka langsung pergi ke kantor, kali ini sama seperti kemarin, Chiko hanya drop April di depan lobby setelah itu dia pergi karena harus kerja diluar kantor.
April langsung ke ruangannya, hari ini dia kembali bekerja bersama Dito sampai Chiko datang setelah semua urusannya kelar di luar. Namun pukul tiga sore Chiko mengabarkan jika dia tidak bisa ke kantor sore ini, karena masih ada yang harus diurus, April mengatakan jika dia akan pulang sendiri tidak masalah.
Wanita itu mengatakan jika dia akan bertemu dengan Santi, mereka akan melanjutkan obrolan yang kemarin tertunda. Chiko memberikan izin dan dia akan menjemput April jika urusannya sudah selesai.
"Oke, nanti saling mengabari saja yah sayang," uhar Chiko yang masih dalam perjalanan.
"Oke beb, give me kiss please," goda Chiko, dan April pun memberikannya. Setelah selesai dengan Chiko, April mulai merapikan meja kerjanya, pekerjaannya sudah selesai, jadi dia tinggal berbenah dan pulang.
Santi pergi bersama Arya untuk menemui April, anak itu begitu antusias saat diberitahu Mamanya akan bertemu dengan wanita tersebut. Saat ini memang hanya April yang bisa mendekati Arya, teman Santi yang lain hanya sekedarnya saja.
April datang setelah sekitar sepuluh menit Santi dan Arya sampai, anak kecil itu berlari lalu langsung memeluk April gemas. April juga merasa sangat gemas dengan Arya, dia merasa sedikit kangen dengan anak itu.
Setelah menemani Arya bermain sebentar, April lalu melanjutkan obrolan mereka mengenai pesta Arya. April benar-benar membantu Santi, sebagian besar yang ditanya Santi diketahui semua oleh April, hingga semua susunan acara serta konsep acara bisa selesai dengan sangat cepat.
"Ah akhirnya, makasih loh Pril, nanti kamu temani aku juga yah untuk pergi kesana," seru Santi yang merasa lega.
__ADS_1
"Iya, aku akan bantu kalau aku ada waktu tenang saja," jawab santai April.
Pembicaraan pesta selesai mereka masuk ke ranah pribadi, Santi menceritakan bagaimana Raya suaminya saat berada dirumah, dia menceritakan kejadian semalam juga saat dirinya mencium ada harum parfum wanita di tubuh Raya.
"Yang benar kamu San!"
"Iya benar, aku jelas mencium bau itu, karena aku digendong sama Ray semalam, setelah dia mandi bau itu hilang," ungkapnya.
"Sejak kapan kamu mengetahui nya?"
"Baru semalam saja sih, semalam dia pulang malam seperti biasa, dan kalau gak salah semalam itu dia pukul satuan deh baru sampai," jelas Santi sedikit mengingat.
April langsung mengingat kejadian semalam saat Santi bercerita, 'Berarti semalam dia gak langsung pulang!' Batin April.
Santi juga ingin tahu mengenai hubungan April dan Chiko lebih dalam, April melanjutkan cerita yang kemarin dia ceritakan pada Santi. Santi kagum dengan Chiko, dia mengatakan jika Chiko pria yang sangat pengertian dan bertanggung jawab.
"Aku yakin sekali jika Chiko itu pria yang sangat setia," ujar Santi penuh keyakinan.
"Emm segitu yakinnya kamu, Chiko itu suka bermain dengan wanita lain San,"
"Iya, tapikan hati dia tetap milik kamu, aku yakin sekali dia akan menghilangkan kebiasaannya itu jika dia memang akan serius sama kamu, dan aku lihat sepertinya saat ini dia sudah melakukan itu," ujar Santi membuat April tersenyum.
"Benerkan ucapanku?" Goda Santi saat melihat senyuman April.
__ADS_1