SUAMIMU SIMPANANKU

SUAMIMU SIMPANANKU
MALAH TIDUR


__ADS_3

"Iya aku tau, tapi coba sampai klub nanti raut wajahnya udah berubah ya, aku kan rela jemput kamu tidak untuk melihat wajah kamu yang seperti itu," ujar Raya, namun masih disambut dengan raut wajah malas Intan.



Intan tidak menjawab ucapan Raya, dia tetap dengan wajahnya juga rasa jengkelnya. Lambat laun raut wajah itu berubah selama dalam perjalanan, Raya terus mengatakan kata-kata yang manis pada Intan. Rayuan Raya membuat pertahanan Intan lama-lama runtuh perlahan dia mulai sedikit tersenyum. Raya merasa senang dengan perubahan sikap Intan, karena dengan itu dia bisa lebih bisa bersenang-senang dengan Wanita yang ada disampingnya saat ini.



Kendaraan itu melipir di halaman parkir sebuah klub yang cukup besar, Intan berdiri menunggu Raya keluar dari kendaraannya. Mereka jalan bergandengan seperti layaknya sepasang kekasih, Raya melingkari tangannya merangkul pinggang ramping wanita yang ada di sampingnya, Rasa senang dirasa Intan saat ini. Malam ini Intan merasa bukan seperti wanita panggilan, saat ini Intan merasa seperti kekasih Raya dengan perlakuan Raya yang sangat perhatian padanya.



“Apa kamu sudah pesan tempat Ray?” Tanya Intan saat mereka sudah berada di dalam.



“Sudah dong Tan, karena malam ini aku tidak mau ada yang mengganggu,” jawab Raya.



“Kamu pesan ruang karaoke atau vip biasa?”



“Aku pesan yang bisa membuat kamu memberikan hiburan padaku, kamu bergoyang dan bernyanyi untuk aku Tan,” sahut Raya sambil memberikan kecupan singkat di pipi Intan.



“Emm dasar kamu, tapi benar juga sih kamu pesan disana malam ini, kebetulan sudah lama kau tidak bernyanyi, tau aja kamu apa yang aku mau malam ini,” ucap manja intan.



“Iya dong, dan ini gak cuma-cuma yah, aku mau ada feedbacknya,” sahut Raya.

__ADS_1



“Kalau soal itu tenang, aku akan lakukan apapun yang penting ada vi nya.” balas Intan yang tidak mau juga pulang tanpa membawa uang. Jika semua fasilitas yang dinikmatinya malam ini, itu dianggap servis juga bonus dan uang adalah uang tipsnya.



Sekali sebut nama Raya, seorang pelayan disana langsung mempersilahkan Raya untuk mengikuti langkahnya, dia langsung membawa Raya dan Intan ke sebuah ruangan yang memang sudah di booking oleh Raya. Pintu ruangan itu dibuka, langsung terdengar suara musik keras yang menghentak. Mereka masuk dan saat pelayan itu ingin memberitahu fasilitas yang ada Raya menghentikannya, karena dia sudah tahu semua sebab klub itu biasa didatangi bersama teman-temannya.



Setelah Pelayan itu pergi Raya mengajak Intan untuk menggerakkan tubuhnya, musik yang terdengar memang asyik untuk membuat tubuh itu bergoyang bebas. Gerakan yang dilakukan Intan membuat dirinya semakin terlihat seksi, kain menutup tubuhnya sedikit naik karena pergerakan yang dilakukan. Membuat semakin terlihat bagian tubuh Intan dimata Raya dan pria itu sangat menyukainya.



Melihat gerakan Intan membuat Raya ingin sekali menyentuhnya, tubuh Intan yang sedang bergerak bebas di raihnya lalu Raya memberikan kecupan singkat di leher jenjang Intan yang sangat menggoda. Perlahan kecupan itu terus turun ke bagian depan tubuh Intan tanpa menghentikan gerakan mereka. Intan tertawa dan memegang kepala Raya lalu menggiringnya agar kembali ke posisi yang seharusnya.



Intan langsung memberikan \*\*\*\*\*\*\* yang membuat hasrat Raya menggelitik, tautan itu terus mereka lakukan sambil terus bergerakkan tubuh mengikuti alunan musik. Tidak ada yang lain dan tidak ingin ada yang mengganggu malam ini, Raya matikan ponselnya. Dia ingin benar-benar melampiaskan rasa kesalnya malam itu, rasa kesal akibat pertemuannya tadi dengan April juga Chiko. Dan dia ingin menghilangkannya dengan melampiaskan hasrat bersama Intan, malam ini Raya ingin bermain gila bersama wanita itu.




“Masa sih, kalau kataku ini sih belum apa-apa Ray, apa kamu mau yang lebih hot lagi dari aku?” Tanya menggoda Intan.



“Keluarkan semua kemampuan kamu malam ini Tan, aku benar-benar butuh itu,” sahut Raya yang lalu kembali memberikan kecupan-kecupan singkat nakal di wajah Intan.



Mereka menikmati apa yang saat ini mereka lakukan, sebagai pemanasan yang akan membuat suhu tubuh mereka sedikit-sedikit meningkat. Merasa tubuhnya sudah sedikit berkeringat Raya menghentikannya, dia duduk dan minta Intan untuk menyanyikan sebuah lagu untuknya. Lagu yang santai dipilih Intan karena tadi dia sedikit terengah setelah bergerak ke segala arah menikmati musik yang menghentak.

__ADS_1



Raya membaringkan tubuhnya di sofa dan kepalanya di letakkan di pangkuan Intan, matanya perlahan dipejamkan sambil menikmati musik yang sedang dinyanyikan Intan. ”Hei jangan tidur dong,” ujar Intan yang melihat Raya memejamkan mata dan diam.



Raya tersenyum tanpa membuka matanya, dia bilang jika dia minta waktu sebentar karena ngantuknya tidak bisa ditahan. “Memangnya kamu bisa tidur di tempat berisik seperti ini, kalau kamu ngantuk kenapa kita tidak langsung ke hotel saja Ray,” ucap Intan.



“Memangnya kamu tidak masalah kalau kita langsung kesana, aku maunya ngajak kamu bersenang-senang terlebih dahulu Tan,” jawab Raya, perlahan matanya terbuka.



“Aku sih gak masalah, dari pada kau disini seperti ini, lebih baik kamu istirahat disana,” balas Intan.



Setelah berdiskusi sebentar akhirnya Raya memutuskan untuk pergi dari sana, Intan membantu Raya yang sepertinya sudah sangat mengantuk. Raya tidak diperkenankan untuk memegang kemudi, kali ini Intan yang mengemudi sampai mereka sampai di hotel yang dituju. Sampai di hotel, Raya membuka pakaiannya dan langsung melempar tubuhnya yang sudah lemas karena menahan rasa kantuk.



Intan tertawa melihat Raya yang langsung tidak sadarkan diri, Intan menikmati waktunya sendiri untuk beberapa saat. Dia memainkan ponselnya sambil menunggu matanya juga mengantuk, namun setelah beberapa saat ternyata matanya tidak juga merasakan ngantuk. Akhirnya Intan meletakkan ponselnya dan naik ke atas tempat tidur untuk merebahkan tubuh.



Wajah Raya yang sedang pulas dilihatnya dengan seksama, “Dia memang ganteng, tapi kalau udah nikah gini masih suka main di luar gimana nanti sama gua, yakin kalau dia akan melakukan hal yang sama. Biar begini gua kan maunya punya pendamping yang setia.” Ucap Intan.



Jarinya bergerak menyusuri wajah Raya yang memang tampan, perlahan jari itu terus turun dan mengitari dada kekar Raya, lalu turun ke bagian perut ratanya. Senyum terus terlihat di wajan Intan, dia membayangkan bagaimana nanti dia kan melakukan gerakan bersama Raya. “Sayang sekali tubuh bagus seperti ini hanya memiliki pengetahuan sedikit tentang permainan di atas ranjang.” ucap Intan.


__ADS_1


“Malam ini aku akan memberikan ilmu baru, gaya baru, kita akan melakukan teori langsung dengan praktek Ray.” Ucap Intan sambil tersenyum tipis.


__ADS_2