SUAMIMU SIMPANANKU

SUAMIMU SIMPANANKU
KETAHUAN MAMA


__ADS_3

“Kalau kita nikah satu minggu lagi bagaimana!” kata Chiko yang membuat April langsung melihat diam ke arahnya.



Chiko tersenyum, namun April malah meruncingkan bibirnya. "Loh kenapa! Kamu gak mau nikah sama aku, kamu sudah yakin dan pasti kan jika perjanjian kuta dulu itu sudah batal,"



"Chik, nikah gak segampang itu, apa kamu sudah menetapkan hati,"



"Tentu sudah,"



"Bukan solusi."



April lalu menceritakan kembali jika dia merasa aneh dengan sikap Raya, wanita itu mengatakan jika sikap Raya sedikit berbeda. Raya terlihat lebih berani baik dalam gerakan ataupun dalam ucapan, April juga mengatakan jika Raya mengajaknya berhubungan kembali untuk merasakan kegagahannya yang berbeda kali ini.



Chiko diam namun melirik kearah April dia ingin melihat reaksi wanita itu, April juga melihat ke arah Chiko untuk mengetahui hal yang sama. Dengan kepolosannya April mengatakan jika dia tidak mengerti dengan ucapan Raya, apa maksud dari ucapan dan ajakannya tersebut. Chiko tersenyum tipis lalu mengatakan apa yang ada di pikirannya mengenai ajakan Raya kepada wanitanya, mendengar penjelasan Chiko, April langsung mengidik ngeri.



Beberapa hari berlalu, jika dan April mengerjakan tugas seperti biasa di kantornya. Hubungannya dengan Santi semakin dekat mereka saling bertemu dan bertukar cerita setiap harinya dan semakin erat, begitu pula dengan keluarga Santi yang terus menerima April dengan sangat baik.



Chiko mulai menjalankan aksinya sedikit demi sedikit, untuk memberi sedikit pelajaran pada Raya. Dalam perusahaan yang sedang dipimpinnya sekarang, Raya mulai dibuat kalang kabut hingga harus bolak balik menemui Dito.



Sudah beberapa kali April main kerumah Santi, dan pertemuan itu tidak membuat dia bertemu dengan Raya karena kesibukannya. Jadi April merasa tenang bermain disana, jujur dia juga merasa sangat senang bisa semakin akrab dengan keluarga tersebut.

__ADS_1



Malam ini ternyata Raya pulang lebih cepat, hal itu membuat April menjadi sedikit risih, apalagi Raya menatap April dengan pandangan yang tidak bisa April artikan. Setelah membersihkan diri saya langsung bergabung bersama Santi juga April, dia ikut bermain dengan Arya namun terus melihat kearah April dan membuat April merasa sangat risih.



Karena sudah malam April pun pamit, dia merasa senang saat Raya tidak mengikutinya sama sekali. April melaju dengan kendaraannya tanpa mengetahui jika Raya mengikuti dirinya. Setelah April pamit beberapa menit, Raya pun izin kepada Santi untuk membeli sesuatu, yang sebetulnya Itu hanya alasan dia untuk mengejar April.



Di jalan sepi mobil April langsung dihadang oleh kendaraan Raya, melihat mobilnya dihadang April merasa sedikit ketakutan. Tetapi saat dia terus memperhatikan kendaraan yang menghadangnya dia merasa mengenali kendaraan itu, melihat Raya keluar dari dalam mobil April langsung menghembuskan nafas kasar.



"Mau apa dia!" Tukas April yang melihat Raya yang berjalan mendekatinya. Raya mengetuk kaca dan minta April untuk membukanya, setelah kaca terbuka Raya minta April untuk keluar dari kendaraan tersebut namun wanita itu menolaknya.



"Mau ngapain Ray, kalau kamu mau bicara silahkan, tidak perlu aku keluar juga seperti nya bisa," tolak April.




"Aku takut, aku gak mau," sahutnya, "Menjauhlah, aku tidak ingin bicara dengan kamu jika kamu dalam keadaan emosi," pinta April.



"Aku emosi karena kamu Pril, buka pintu!" Jawab Raya yang kemudian memaksa April. Wanita itu semakin merasa takut dengan sikap Raya, matanya kini melihat tajam, membuat April menundukkan pandangannya karena tidak kuat melihat tatapan Raya.



Kesabarannya yang ada saat ini ternyata hanya sedikit, Raya merasa sudah tidak bisa lagi bersabar dengan April yang menurutnya terus mengulur waktu. Karena kaca mobil itu terbuka lebar, jadi Raya berpikir jika untuk tubuhnya saja bisa masuk kesana. Matanya terus melihat ke arah bibir April yang sudah lama tidak disentuh olehnya, membuat pria itu bergerak cepat masukkan kepalanya dan menempelkan bibirnya.



Mata April terbuka lebar saat mendadak Raya menempelkan bibirnya, lalu Raya langsung membuat April tidak bisa menolak tautan yang diawalinya. Beberapa menit berlalu April mencoba melepaskan tautannya.

__ADS_1



"Mmpp, Ray …, henti-kan!" Dengan tangan yang mendorong tubuh Raya yang menghimpitnya.



"Ini dijalan, kamu ja …." Belum selesai April berkata, Raya sudah membungkam kembali mulutnya. Raya menghentikan tautannya saat terdengar bunyi kendaraan lain serta klakson, saat Raya mengeluarkan tubuhnya dari dalam kendaraan, April bergegas menutup kaca itu. Raya balik badan, namun April bergerak cepat menyalakan mesin lalu tancap gas.



Nafas April memburu, perasaannya takut melihat Raya yang seperti itu, "Kenapa Raya jadi menyeramkan seperti itu, dia dulu pria yang lembut, kenapa sekarang berubah." Ucap April yang masih tidak mengerti dengan perubahan sikap Raya.



"Akh sial, kenapa dia bisa dengan cepat pergi dariku, Chiko, Chiko dan Chiko. Kenapa dia bisa sama pria itu, aku yakin sekali jika Chiko sedang merencanakan sesuatu padaku, April …." Teriak Raya yang sepertinya tidak terima jika April meninggalkan dirinya.



Saat ini Raya merasa butuh April, dia ingin dekat dengan wanita itu. Karena selama ini jika ada sesuatu dalam perusahaannya dan dia merasa frustasi, April selalu bisa menenangkan hati juga pikirannya. Raya merasa jika keadaan stress-nya saat ini di perusahaan, keadaan dirinya yang sedang pusing dengan semua hal di perusahaan hanya April yang bisa meredakan rasa itu semua.



Raya kembali ke dalam mobilnya, lalu dia mulai meluncur balik arah untuk kembali pulang. Satu rekaman kamera ponsel dimatikan, kejadian yang baru saja terjadi ternyata direkam oleh seseorang dan orang itu adalah Mama Santi, dia kebetulan baru saja pulang setelah dia bepergian, dan beliau berhenti saat melihat Raya menghadang sebuah kendaraan yang ternyata adalah April.



Apa yang dilihatnya serta direkam berusaha membuat Mama merasa shock, dia tidak percaya dengan apa yang sedang dilihatnya saat ini. Ketika April masih berada di rumahnya tadi, Mama izin sebentar untuk menemui seseorang, tidak disangka ternyata saat pulang dari sana dia melihat kejadian yang sama sekali tidak terbersit dibenaknya sampai saat ini.



Perasaan lama saat ini bercampur aduk, ada marah, kesal juga sedih, dia bingung apa dia harus menceritakan hal ini pada Santi, "Apa aku harus cerita?" Selama perjalanan pulang Mama terus memikirkan hal itu, namun jika tidak diberitahu Mama juga kasihan dengan anaknya, jika hal itu akan berkepanjangan dan menghancurkan kan rumah tangganya nanti.



Sampai di rumah, Mama langsung menemui Santi dan mengajaknya bicara tanpa diketahui oleh Raya. Mama mengajaknya bicara di kamar Mama, setelah mereka duduk bersama tanpa basa-basi Mama langsung menyodorkan video yang baru saja direkam olehnya.


__ADS_1


"Suami kamu San."


__ADS_2