SUAMIMU SIMPANANKU

SUAMIMU SIMPANANKU
ROYAL


__ADS_3

Ponsel April berdering, dia meraihnya dan saat dia ingin meraih ponselnya tangan Raya bergerak hendak menyentuh paha wanita itu, tapi tiba-tiba terhalang oleh tubuh yang datang dengan cepat berdiri di antara dirinya dan April.



Raya mengangkat wajahnya melihat siapa yang sedang berusaha menghalanginya, wajah dengan senyum terlihat sedang sedikit menundukkan kepalanya melihat kepada Raya. Pria itu cepat menarik tangannya kembali, "Sorry yah Bro!" Tukas pria tersebut dengan senyumannya yang menawan.



Mendengar suara berat itu April langsung menoleh, "Chiko! Ini kamu …," seru April sedikit bingung, karena yang baru saja telepon adalah Chiko sedangkan sekarang dia sudah berdiri di sampingnya.



"Gak usah bingung sayang," sahut pria itu lalu membuat kepala April sedikit miring ke dadanya dan langsung memberikan kecupan singkat di pucuk kepala April.



"Wah ada siapa ini yang menyusul," seru Santi sambil melangkah mendekati meja itu setelah kembali dari toilet, "Kalian janjian?" Tanya Santi.



"Aku kaget tau-tau dia udah ada disini," jawab cepat April.



"Iya nih, tapi sorry sebelumnya San, aku mau bawa April pergi," ujarnya mambuat April kaget, "Eh, mau kemana!" Sela wanita itu.



"Nanti saja aku beri tahu, emm kalian sudah selesai belum yah, aku jadi gak enak nih,"



"So sweet banget sih, sudah kok Chik, silakan kalau kalian ingin pergi,"



"Ini …, kekasih kamu Pril?" Tanya Mamah yang sedari tadi terus melihat ke arah Chiko.



April tersenyum, Santi yang menjawab seraya memperkenalkan Chiko pada Mamanya. "Wah kamu tampan sekali, perhatian juga sepertinya, kalian pasangan yang sangat serasih," ucap Mama, "Mama doakan agar kalian langgeng hubungannya," timpal Mama.



"Makasih Mamah," jawab Chiko ramah.

__ADS_1



"Kalau Mamah lihat kalian sama-sama memiliki daya tarik yang kuat, kalau ada yang mau kacaukan hubungan kalian langsung tendang saja," ujar Mamah yang langsung membuat Raya tersindir dan lempar pandangan ke arah lain.



"So pasti itu Mah, akan aku hancurkan perlahan," tandas Chiko membuat Raya menelan salivanya mendengar sepertinya ancaman itu untuk dirinya.



"Nah bagus nih pria seperti ini, menjaga wanitanya dengan benar, Mamah suka itu sayang," jawab Mamah yang membuat perbincangan itu membosankan untuk Raya.



Chiko sangat senang melihat ekspresi wajah Raya saat ini, dia jadi ingin berlama-lama disana dengan tujuan terus membuat panas selingkuhan kekasihnya itu. Dan dia melakukannya, Chiko terus membahas seseorang yang akan menghancurkan hubungannya itu dengan Mama Santi.



Panasnya telinga Raya saat ini terus mendengar sindiran Chiko, sampai dia berniat untuk membalas semua sindiran itu namun dia takut karena mungkin Chiko akan lebih lagi membalas sindirannya, jadi dia lebih memilih pergi mengajak Arya kembali ke tempat permainan.



Melihat Raya yang menjauh bersama Arya, Chiko sedikit tertawa karena dia tahu bahwa lelaki itu sudah tidak tahan dengan semua sindirannya, setelah Raya menjauh Chiko pun akhirnya pamit kepada Santi dan Mamanya karena Dito sudah menghubunginya lewat pesan singkat pada.




Chiko itu tidak menjawab semua ucapan April karena dia tidak ingin terjadi keributan saat ini, setelah mereka masuk ke mobil jika langsung meluncur cepat menuju tempat dimana dia akan bertemu dengan. Sementara itu raya dan keluarga kecilnya masih menghabiskan waktu di tempat tersebut, karena saat ini weekend memang waktu untuk dirinya bermain dengan Arya.



"Kamu mau ajak aku kemana sih Chik, dari tadi aku belum diberitahu loh, jadi penasaran,"



"Aku mau ajak kamu untuk lembur kerja hari ini, kita akan bertemu dengan Dito," jawabnya tanpa menoleh.



"Apa! Ah Chiko yang benar saja, aku gak mau ah, tau akan seperti ini aku lebih baik tetap bersama Santi dan Arya tadi," gerutu April yang tidak mau bekerja saat hari libur.



"Mau bertemu mereka atau kamu mau tetap bersama Raya!" Tukas Chiko yang langsung membuat April menoleh dan menatap dengan sedikit memicingkan matanya.

__ADS_1



"Emm, sepertinya aku mencium bau kecemburuan disini, kamu cemburu yah, emm …, cemburu yah," ejek April sambil mencolek-colek wajah Chiko.



Pria itu yang tadinya sedikit kesal jadi tertawa mendapati April seperti itu, dia menjauhkan wajahnya dari sentuhan jari nakal April seraya berkata, "Apaan sih Pril, nanti aku jadi gak fokus nih."



April tertawa geli, lalu dia mengungkapkan kembali jika dirinya tidak ingin bekerja saat ini. Dia ingin liburan setelah minggu kemarin dirinya disibukkan oleh pekerjaan dari Chiko, karena Chiko yang pergi keluar kota. April terus menggerutu, jika seharusnya dia mendapatkan bonus hari libur agar dirinya bisa sedikit beristirahat setelah pekerjaan yang menumpuk yang diberikan padanya kala itu.



"Itu kan memang tugas kamu juga sayang, yang kewajiban kamu untuk mematuhinya, kan sudah tertulis jelas bahwa disana terdapat loyalitas dalam bekerja, tapi semua ada hitungannya,"



"Iya, tapi gak hari libur juga dong Chik, apa ini tetap akan dibayarkan, ini tidak dicatat di perusahaan loh!"



"Aku tinggal buat laporan lembur kamu dan Dito, tenang gak usah goyang, semua sudah ada dalam rulnya, oke," ujar Chiko membuat April meruncingkan bibirnya.



Sampai di sebuah kafe Chiko menghentikan kendaraannya dan langsung mengajak April masuk, di sana sudah ada Dito dan Vivi yang menunggu. Saat Chiko datang dia langsung dapat sambutan sorak kesal dari Dito, karena dia sudah menunggu hampir satu jam di sana karena Chiko lama berbicara dengan mamanya Santi tadi.



April merasa terkejut karena di sana juga ada Vivi dan sampai disana April dan Vivi malah langsung disuruh pergi ke gedung sebelah Cafe itu. April semakin mengerutkan dahinya saat Chiko memberikan kartu debitnya seraya berkata, "Selama aku dan Dito bekerja, kalian bersenang senanglah, beri kami waktu sekitar satu jam, jika belum kelar aku akan hubungi kamu lagi nanti,"



"Yakin dengan apa yang kamu ucapkan dan berikan sama aku dan Vivi, kalau kami khilaf bagaimana," godanya sambil melirik ke arah Vivi, dan Vivi tersenyum melihat apa yang dilakukan April.



"Yakin sekali, untuk apa aku kerja kalau bukan untuk kamu dan masa depan kita, kalau masa depan itu mau kamu habiskan dalam waktu satu jam yah aku pasrah saja," guraunya yang membuat Dito tertawa mendengar ucapan Chiko.



April menghela nafas, lalu tanpa berkata apa-apa lagi dia langsung pergi bersama Vivi untuk shopping sepuas hati, "Kita kemana dulu nih Vi?" Tanya April yang bingung mau kemana.


__ADS_1


"Jujur saat ini aku tidak ada yang ingin dibeli sih Pril, kita makan aja dulu yuk, mungkin setelah makan dapet inspirasi mau beli apa," jawab Vivi yang membuat April tertawa.


__ADS_2