SUAMIMU SIMPANANKU

SUAMIMU SIMPANANKU
PELAJARAN SEX


__ADS_3

Chiko meraih dan membacanya, "Kalau kamu pulang tolong ganggu aku," setelah membaca tulisan itu senyum sumringah langsung terlihat diwajah Chiko.


Kertas kecil itu langsung diremas dan di buang, Chiko melihat tubuh April yang tidak ditutupi selimut kali ini. Dia sudah berganti pakaian dengan mengenakan dress tidur berbahan halus, bagian bawah dress tersibak hingga terlihat kulit mulus bagian kaki sampai sebatas paha.


Chiko melepaskan kain penutup yang menempel di tubuhnya, hanya tinggal dia sisakan kain bentuk segitiga saja, agar bisa sedikit menahan gerakan si dedek bayi nanti.


Perlahan Chiko naik, lalu mulai mengganggu April dengan sentuhan jarinya yang sedikit nakal. Sentuhan yang menggerayangi setiap detail wajah wanita itu, membuat si punya wajah sedikit bergerak dan terdengar suara gumam dari dalam bibirnya.


Chiko mendekatkan wajahnya di telinga April laku berbisik dengan nada suara yang dibuat sedikit mendesah, "Aku mulai apa yang kamu inginkan sayang, aku akan mengganggu kamu."


Kecupan singkat diberikan di pipi April setelah dia berbisik yang membuat ada desiran aneh yang menjalar di tubuh wanita itu. "Kamu sudah pulang!" Seru April yang masih berat untuk membuka mata.


"Iya sayang, kok sudah bangun aja sih, baru juga aku ganggunya sedikit dan sebentar," ucap Chiko pelan seperti berbisik, dengan tidak melepaskan pelukannya.


"Tapi sentuhan kamu sudah menggelitik hasratku, pinter banget kamu itu yah,"


"Dalam hal apapun aku memang pintar, apalagi masalah seperti ini, mungkin kepandaianku lebih lagi," gurau Chiko lalu memberi kecupan-kecupan singkat di wajah April, sampai wanita itu bergerak menyelamatkan wajahnya karena merasa geli-geli enak.


"Ah Chiko geli tau," rengek manjanya.


"Tapi suka kan dengan desirannya, bikin bulu kuduk berdiri," sahutnya penuh goda tanpa menghentikan gerakannya.

__ADS_1


Gerakan terus berlanjut, Chiko mulai memberikan rangsangan pada tubuh April, yang akan membuat tubuh wanita itu terus bergerak merasakan apa yang dia berikan. Tautan panas membuat suhu tubuh mereka memanas juga, bahkan Chiko sampai membuat suhu pendingin ruangan ditingkatkan.


"Emm, Chik …," guman April.


"Emm," sahut Chiko, yang terus melakukan apa yang diinginkan pada tubuh April, "Aku …, aku mau itu …," ucap April terputus-putus seperti sinyal di pedalaman, Chiko terus membuat April merasa nikmat dengan semua yang dia lakukan pada tubuh itu.


Bahkan Chiko sudah membuat tali dress April turun, membuat sebagian besar benda kenyalnya terlihat menyembul. Chiko menghentikan gerakannya, lalu dia diam dengan posisi tubuh menyamping dengan kepala yang ditopang oleh tangannya.


"Kamu mau apa sayang, aku beri waktu lima detik," ucap Chiko seperti berbicara pada bawahannya.


"Apa sih, ini bukan di kantor," sahut April dengan manja, dan membuat Chiko tersenyum melihat reaksi wajahnya.


"Ya sudah, kamu mau apa, silahkan kamu utarakan jangan sungkan dan malu," ucapnya dengan terus memandang April posisi seksinya.


"April sayang, bisa gak bicara yang jelas, apa yang dimaksud "itu" dan apa yang kamu maksud "ingin merasakannya" yang jelas sayang," keluh Chiki yang memang tidak mengerti apa yang diinginkan April.


Wanita itu seperti ragu dan malu untuk menjawab, dia malam melintingkan ujung pakaiannya. Chiko tersenyum, dia meraih wajah April dan membuat wajah itu melihatnya seraya berkata, "Gak usah malu, hanya kita disini, apa yang mau kamu rasakan untuk pertama kalinya itu, apa yang ingin aku lakukan untuk kamu, bilang saja agar kita bisa mengeksplor permainan kita, agar kita bisa sama-sama puas."


Mata teduh Chiko membuat rasa malu wanita itu sedikit sirna, dia menghela nafas panjang lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Chiko, tangannya melingkari di leher pria itu untuk menopang tubuhnya juga.


April membisikkan sesuatu, dan hal itu membuat mata Chiko membesar dengan senyum sumringah di wajah, ada rasa ingin tertawa juga dalam dirinya. Setelah dia mengutarakan keinginannya, April melihat Chiko, wajah Chiko terlihat jelas jika dia sedang menahan tawa, membuat April merasa kesal.

__ADS_1


Wanita itu melepaskan tangannya dari leher Chiko seraya merajuk, "Kan kamu malah menertawakan aku, pake acara di tahan lagi."


Bukannya diam Chiko malah melepas tawanya, April yang mulai sedikit menjauh didekapnya lagi masih dengan tawa. Dia berusaha menahan tawa nya itu seraya meminta maaf pada wanitanya, "Tapi aku jujur gak bisa nahan tawa ini pril, maafkan aku." Ujarnya.


April diam dalam dekapan Chiko dengan wajah cemberut, Chiko berusaha menghilangkan rasa gelinya dan tawa, dia beberapa kali menghela nafas sampai pada akhirnya dia bisa menghentikannya.


"Maafkan aku sayang, bukan maksud aku untuk meledek kamu, Tapi jujur tadi itu aku sudah membayangkan bagaimana enaknya," jahik ucapan Chiko yang membuat dia dapat cubitan kecil dari April.


Chiko melepaskan dekapannya, lalu memandang serius pada April, "Sorry aku mau tanya serius sama kamu, dan aku harap kamu jawab dengan jujur ga usah malu,"


"Emm, aku coba, tanya apa?"


"Kamu belum pernah melakukan itu sama dia?" Tanya Chiko dan dijawab langsung dengan gelengan kepala oleh April. Chiko menghela nafas lalu kembali bertanya, "Dan apa dia pernah melakukan hal tadi di daerah intim kamu?" Dan jawaban April tetap sama.


"Aish bodoh sekali sih dia itu, apa dia tidak pernah melihat untuk belajar, kalau kalian hanya melakukan hal itu selama pertemuan, apa gak akan timbul rasa bosan nantinya, kenapa dia sangat bodoh sebagai pria," ujar Chiko yang terus mengumpat pada pria yang dimaksud.


"Yah mungkin karena pengalaman dia tidak seperti kamu Chik," sahut April, yang membuat Chiko sedikit ingin mengeluarkan pendapat serta pikirannya.


"Kalau menurut aku bukan karena hal itu juga Pril, apalagi dia sudah berkeluarga. Dia bisa belajar masalah *** untuk membahagiakan Istrinya, mulai dari gerakan, sentuhan dan lain sebagainya, itu penting untuk diketahui serta dipelajari karena nantinya akan kita pakai juga untuk membahagiakan pasangan kita juga kepuasan keduanya." ungkap Chiko.


"Kalau kamu berpikir aku bisa karena sudah banyak bermain dengan wanita itu salah besar, malah aku banyak belajar dari mereka dan aku disarankan oleh mereka, karena di awal mereka ada beberapa yang bilang gaya aku monoton, dari sana aku mulai buka bahan masalah hubungan badan," kembali dia berkata. "Masalah apapun itu ada ilmunya, hal sekecil apapun," timpalnya.

__ADS_1


April tersenyum setelah mendengar penjelasan Chiko yang panjang dan lebar, "Berarti aku juga harus banyak melihat dan belajar!"


"Yup betul, apa yang kamu rasakan dan belum, kamu bisa mencari gaya kamu sendiri, apa yang sekiranya akan membuat kamu puas, bagaimana gayanya, karena setiap orang mempunyai cara yang berbeda dalam memuaskan diri mereka," ungkap Chiko lagi.


__ADS_2