SUAMIMU SIMPANANKU

SUAMIMU SIMPANANKU
BIKIN CEMAS


__ADS_3

Sampai di kantor Chiko langsung pamit untuk langsung ke ruangannya, sikap Chiko yang dingin membuat April terus kepikiran selama dia bekerja bahkan sampai waktu jam pulang tiba. Pukul tiga sore saat semua sudah mulai menyelesaikan pekerjaannya sebagian, Chiko keluar dari ruangannya dan tidak memberikan informasi dia mau kemana pada siapapun.



Bahkan sekretaris serta Dito tidak mengetahui kepergiannya, April datang keruangan Chiki pukul setengah empat namun dia tidak menemukan lelaki itu disana. April menanyakan keberadaan Chiko pada sekretarisnya namun dijawab tidak tahu, karena Chiko pergi tanpa meninggalkan pesan apapun. April menghubungi Dito dan menanyakan keberadaan Chiko saat ini, tetapi jawaban Dito sama jika dia tidak mengetahui dimana Chiko saat ini.



Rasa cemas April sedikit meninggi, dia langsung menghubungi Chiko namun ponselnya tidak aktif. “Kemana sih kamu Chik, kenapa aku jadi merasa tidak enak, semoga kamu baik-baik saja dan tidak melakukan tindakan yang malah akan membuat kau sendiri dalam bahaya.” ucap cemas April. Dito diminta tolong April untuk menghubungi Chiko, Dito mengatakan jika dia akan coba mencari keberadaan Bosnya itu. “Kalau ada kabar nanti aku kasih tahu yah Pril.”



Dengan perasaan yang masih sedikit cemas April mulai merapikan meja kerjanya, pikirannya jadi ke chiko terus bahkan dia pulang dengan perasaan yang tidak tenang. Chiko keluar untuk bertemu dengan Santi, mereka sudah ada janji temu pukul empat sore di sebuah kafe. Sampai di tempat itu Chiko sudah melihat Santi duduk dengan santai, Chiko menghampiri juga menyapanya ramah.



“Arya tidak kamu bawa San?”



“Nggak, kebetulan dia sedang les hari ini, dan aku minta Mama untuk jemput Arya,”



“Kenapa gak sekalian saja kamu jemput dan bawa dia kesini, aku kangen juga sama anak itu,” ujar Chiko, “By the way, ada apa kamu ingin bertemu denganku San, apa ada masalah dengan perusahaan atau dengan Raya?” Tanya Chiko setelah sapa hangat tadi.



Santi tersenyum, “Kamu sepertinya sudah tahu apa yang akan aku katakan ini,” jawab Santi.



“Aku hanya menebak sih, tapi aku takut salah jadi akan lebih baik jika kamu yang bicarakannya lebih dulu,” ujar Chiko.



Santi memberikan rekaman yang direkam Mamah semalam, dia minta Chiko untuk melihat nya dan memberikannya tanggapan. “Kamu lihat dan perhatikan baik-baik, lalu berikan tanggapan kamu soal itu.” tukas Santi masih dengan sikap santainya.


__ADS_1


Chiko melihat dan memperhatikan, sambil melihat dia bertanya dari mana dia dapat rekaman itu. Santi menceritakan dari mana dia mendapatkannya, Chiko tersenyum dan mengatakan jika itu adalah kebetulan yang sedikit menyakitkan pada Santi. Setelah merasa cukup melihatnya Chiko meletakkan ponselnya di atas meja, Chiko malah memberikan pertanyaan di luat video itu.



“Apa dia pernah mendua dari kamu sebelumnya? Karena kalau aku lihat dari gerak geriknya ini bukan yang pertama kali dia melakukan itu,”



“Iya, dia pernah melakukannya dulu,”



“Kamu sudah lihat dan perhatikan rekaman itu kan, jadi aku berpendapat jika apa pendapat kamu dan aku adalah sama,”



“Aish, jangan berteka-teki denganku Chik, aku mau kamu bicara yang jelas …,”



“Agar kamu yakin,” sela Chiko yang dijawab anggukan kepala Santi.




Santi mengangguk, lalu dia bertanya pada Chiko apa dia mengetahui ada hubungan apa antara Raya dan April. Chiko menjawab jika dia mengetahuinya karena April selalu cerita apapun dengannya, bahkan kejadian yang ada dalam rekaman itu juga Chiko mengetahuinya.



“Apa! Kamu tahu Chik, lalu apa yang sudah kamu lakukan pada Raya?”



“Aku sudah memperingatkannya, tapi ternyata dia tidak menggubris peringatanku. Oh iya San, sekalian kita bertemu disini aku juga mau bilang sesuatu sama kamu,” ujar Chiko.



Chiko menjelaskan apa yang dia lakukan pada Raya dan perusahaannya, namun disana Chiko juga menjelaskan bahwa Santi tidak perlu khawatir akan perusahaannya karena sebenarnya semua aman di tangannya. Chiko menjelaskan bahwa laporan yang diberikan ke Raya hanya fiktif, Chiko juga bilang bila Raya melakukan beberapa penipuan.

__ADS_1



Ayah Santi dan Papanya berteman baik, Chiko juga sudah kenal dengan Santi walaupun tidak dekat, dia sangat membenci sikap Raya yang dilakukan pada Santi dan keluarganya, karena itu Chiko minta izinnya untuk memberikan pelajaran pada Raya. Bukan untuk April, tapi untuk keluarga Santi.



“Jujur dulu aku percaya dengan April jika dia bisa menjaga dirinya, namun mungkin akibat banyaknya tekanan Raya dalam hidup dan pekerjaannya, jadi saat ini aku mulai khawatir, karena Raya sudah berani dan bersikap kasar sama April, jadi aku harus lebih waspada,” ungkap Chiko.



“Pantas saja April suka sungkan kalau aku ajak ketemuan di rumah, ternyata Mas Raya alasannya,” ucap Santi.



“Iya, jujur April dan aku suka dengan keluarga kecil kamu, apalagi sambutan hangat selalu kami dapatkan disana, aku dan April juga suka sekali dengan Arya, dia anak yang lucu,”



“Ya, aku bisa lihat ketulusan kalian dan karena itu juga aku mau berteman dengan April,” balas Santi, “Aku ingin kamu bantu aku Chik,” pinta Santi.



“Apapun aku akan bantu bila aku bisa,” jawab Chiko.



Santi mengatakan agar Chiko jalankan semua rencananya, tetapi Santi harus tau semua apa yang dilakukan Chiko pada perusahaannya. Santi juga mau tahu data kecurangan yang sudah dilakukan Raya dari awal sampai saat ini, mereka menyusun rencana dan mereka sepakat jika April tidak harus mengetahui hal ini.



Malam sudah menunjukkan pukul delapan malam, Santi pamit setelah semuanya dianggap cukup dengan perbincangannya dan Chiko. Mereka berharap jika hal ini bisa membuat Raya sadar akan kesalahannya, Chiko pergi setelah Santi keluar dari kafe tersebut. Chiko mulai mengaktifkan ponselnya dan melihat banyak sekali panggilan masuk juga pesan singkat.



“Maaf yah sayang sudah buat kau khawatir.” ucap Chiko saat melihat banyaknya panggilan dari April. Agar tidak membuat April semakin khawatir karena sampai saat ini Chiko belum menghubunginya, Chiko mengirim pesan singkat yang mengatakan jika dia baik serta alasan jika tadi ponselnya tiba-tiba mati.



Satu jam perjalanan Chiko lalui untuk sampai di rumah April, sampai disana ternyata semua lampu sudah dimatikan oleh April. Chiko terus berjalan menuju kamar Wanita itu, sampai di dalam kamar Chiko melihat April sudah tertidur pulas dengan mengenakan dress yang sangat transparan. Chiko tersenyum, karena dia bisa melihat tubuh indah itu, dan yang ada di pikirannya April sengaja berpakaian seperti itu untuk menarik dirinya.

__ADS_1



“Jangan aja kamu berpakaian Pril kalau seperti itu, polos saja lebih baik.” ucap pelan Chiko.


__ADS_2