SUAMIMU SIMPANANKU

SUAMIMU SIMPANANKU
TAWARAN SULIT


__ADS_3

"Yakin mau?" Goda Raya.



Mendapat jawaban yang menggoda dari Raya, mata Claudia berbinar, pipinya langsung bersemu merah, dia langsung memasang wajah imutnya dengan menempelkan tangan di pipi dan berkata jika dia senang mendengar kata-kata itu dan yakin sekali jika dia ingin menjadi kandidat wanita Raya.



Raya tertawa mendengar jawaban dari Claudia, dan sampai saat itupun tangan mereka masih belum terlepas, April yang melihat mereka berdua saling menggoda menggelengkan kepalanya, lalu dia berkata kepada Claudia jika Wanita itu sudah membuatnya malu, namun hanya direspon tawa ngakak oleh Claudia.



Claudia dan Raya saling memuji rasa humor mereka, kali ini April yang dibuat mereka diam menjadi penonton, setelah tadi Raya diperlakukan seperti itu. Claudia orangnya sangat humble, jadi dia bisa dengan cepat beradaptasi dengan orang baru yang ada di sekitarnya, apalagi jika orang tersebut langsung merespon ucapannya.



April minta tasnya kembali dari tangan Raya saat mereka asyik berkenalan, kemudian dia mengambil benda pipihnya untuk melihat siapa tadi yang sudah menghubungi nya. Saat April meraih ponsel itu dari dalam tanah ternyata benda itu kembali berbunyi, wanita itu langsung melihat nama yang tertera di layar ponselnya itu dan ternyata benar dugaannya jika itu dari Chiko.



Tanpa minta izin lagi dari Raya, April menjawab sambungan telepon itu, “Hai,” sapa April yang langsung membuat Raya melirik ke arahnya dan berkata dalam benaknya apa yang menghubungi April itu adalah Chiko.



Setelah dia melihat April yang terus senang menerima telepon itu Raya jadi tidak bisa fokus berbicara dengan Claudia, dan itu bisa dilihat jelas oleh Clau. Claudia melihat tatapan Raya yang terus melihat ke arah April, dia melihat ada sorot mata cemburu dari mata pria tersebut, lalu kepikiran ide untuk melihat rasa cemburu Raya semakin terlihat di benak Claudia.



“Cie cie yang ayangnya menghubungi, jadi mau seperti itu juga gua,” gurau Claudia namun dengan mata yang melihat ke arah Raya, karena dia ingin melihat reaksi pria tersebut.



Raya langsung berwajah masam saat April merasa malu, lalu April berkata pada sosok yang ada di ujung telepon itu jika saat ini dia sedang bersama teman lamanya saat kuliah dulu. Claudia tersenyum tipis melihat reaksi Raya tersebut dan berkata, ‘Ternyata benar dugaan gua, sepertinya Raya sangat menyukai April, tapi April sepertinya tidak begitu, apa pernah ada masalah dengan mereka,’ terka Claudia dalam benaknya.



Clau mendekati Raya, dia bertanya langsung pada pria itu apa sebegitu sukanya Raya pada April, mendengar ucapan Claudia Raya langsung terhentak kaget, dia berpikir dari mana Claudia bisa mengetahui hal itu.



"Jangan kaget seperti itu, semua itu terlihat jelas diwajahmu Ray," ujar Clau membuat Raya malu, dia hanya tersenyum.



Clau saat ini ini sadar jika dia ternyata mengganggu Raya, dia menepuk pundak April yang masih berbincang seru dengan Chiko, Clau pamit pulang, mendengar itu April memutuskan sambungan teleponnya.


__ADS_1


"Lo mau pulang, bareng yah," seru April yang sedikit membuat mata Raya mendelik.



"Gak usah lah, lo sini aja bentar lagi sama Raya," ucap Claudia membuat April sedikit mengerutkan dahinya, ada apa nih, pikir April.



Claudia lalu pergi meninggalkan mereka juga meninggalkan tanda tanya besar di benak April. Setelah Claudia pergi April kuga menyarankan agar Raya dan dia segera pulang, karena malam sudah larut, "Kita pulang sekarang yah."



"Aku masih mau dengan kamu Pril, aku mau kita bermalam!" Raya.



April beranjak, "Maaf Ray aku tidak bisa," tolak April, Raya berdiri dan menghadang wanita itu melangkah dengan tubuhnya, Raya menatap tajam April.



Lalu dia meraih pinggang April dan langsung \*\*\*\*\*\*\* bibirnya, wanita itu meronta agar Raya melepaskannya, dia berkilah jika malu dilihat orang, namun Raya terus melakukan hal itu pada April.



"Mmhh, Ray!" Pekik April, "Kamu gila yah!" Timpalnya dengan nafas terengah akibat perbuatan Raya.




"Aku sudah hilang rasa denganmu Ray, jadi! Apa bisa kamu buat aku kembali bergairah, apa kamu bisa melakukan yang lebih dari Chiko?"



DEG



Jantung Raya seolah berhenti sesaat, dia mematung, matanya tak berkedip saat wanita nya berkata seperti itu, 'Berarti dia sudah melakukannya dengan Chiko, dan itu juga berarti Chiko lebih hebat dariku! Kurang ajar Chiko.' Geramnya dalam hati, tangannya mengepal keras membayangkan bagaimana tubuh April yang hanya bisa disentuh olehnya dulu, kini sudah disentuh pria lain.



"Kamu sudah melakukannya dengan pria itu?"



"Iya," sahut April cepat, "Kenapa Pril?" "Karena aku sudah menentukan pilihanku padanya," jawabnya.

__ADS_1



Mata Raya berputar melihatnya, "Aku akan memberikan kamu kepuasan lebih dari yang dia berikan, beri aku waktu agar bisa membuktikannya,"



"Kita akan bersama weekend ini, apa kamu bisa!" Tantang April, karena yang sangat dia tahu weekend itu adalah waktunya Raya untuk keluarga, wanita itu ingin mengujinya apa bisa dia meninggalkan waktu penting itu untuk Raya habis kan bersamanya.



"Kalau malam itu kami tidak bisa, maka aku tidak akan memberikan kamu kesempatan kedua," tukas April dengan tangan yang disilangkan didepan dada, dia memberi sedikit tekanan pada Raya.



Pria itu diam, dia sedang berpikir keras apa yang akan dia putuskan, sampai akhirnya dia minta waktu sampai hari jumat, "Aku akan kabari kamu dua hari setelah ini, aku akan usahakan agar kita bisa bersama malam itu,"



"Bermalam," sela April.



"Ya, Kita akan menghabiskan malam itu bersama," jelasnya.



“Oke dea, aku akan tunggu kabar dari kamu hari jumat sampai pukul dua belas malam, setelah waktu itu lewat aku tidak akan bisa memberi kamu kesempatan lagi,”



“Kenapa kamu begitu denganku,”



“Karena kamu memang perlu untuk dibuat seperti itu sayang,” ucap April dengan sedikit godaan, lalu kali April yang \*\*\*\*\*\*\* lembut bibir Raya lalu meninggalkannya.



Raya ingin mengejar, namun dia masih harus membayar semua pesanan mereka tadi, dia bergegas melakukan pembayaran dan terus berharap jika wanita itu masih menunggunya di parkiran. Sampai di parkiran Raya masih melihat kendaraan April, namun dia sudah menyalakan mesin mobil, Raya bergegas menghampirinya dan mengetuk kaca jendelanya.



April buka kaca jendela itu dan menanyakan ada apa lagi, namun Raya minta buka pintunya. “Mau apa?” Tanya April.



“Sudah buka saja Pril, sebentar, aku mau minta tolong sama kamu,” jawabnya yang membuat wanita itu penasaran ada apa.

__ADS_1



Setelah pintu itu terbuka Raya cepat masuk dan membuat April terpekik dengan apa yang dilakukannya,


__ADS_2