SUAMIMU SIMPANANKU

SUAMIMU SIMPANANKU
TO THE POINT


__ADS_3

“Iya, aku sangat merindukan dirimu Pril, kita ke rumahku yah,” ajak Raya, sepertinya dia sudah tidak kuat menahan gairah malam itu.



April tersenyum mendengar ajakan Raya, lalu dia mendekatkan wajahnya ke telinga Raya, “Memangnya sudah berapa lama tidak main dengan Istri kamu!” ejek April.



“Kamu dan dia itu berbeda Pril, aku mau sama kamu malam ini, aku sudah menahan sejak lama rasa ini sayang,” rengek Raya yang memang selalu di tolak April.



“Aku rasa sama saja Ray,”



“Aku yang merasakannya, apa aku dan Chiko sama dalam permainan menurut kamu, pasti berbeda kan!” ujar Raya yang membuat April menaikkan sebelah alis matanya saat mendengar ucapan Raya barusan.



“Pasti berbeda lah, tapi sampai saat ini aku masih belum ada keinginan untuk melakukan itu lagi denganmu Ray, aku masih sakit hati,” ujar April yang membuat Raya buang muka malas mendengar wanita itu selalu berkata demikian saat mereka sedang bersama.



“Mau sampai kapan sih Pril, aku sudah sabar loh selama ini nunggu kamu,”



“Maaf Ray, tapi aku tidak minta itu kan sama kamu. Kamu sendiri yang ingin selalu dekat denganku,” bisik April pada kalimat terakhir, “Dan misalkan kamu sudah tidak mau yah tinggalkan saja, gampang kan!” kembali Apri berkata dengan sangat santainya.



Raya dibuat benar-benar gemas malam ini, dia kembali \*\*\*\*\*\*\* wanita itu paksa, dalam hati April tertawa puas melihat Raya yang merasa kesal dengan tingkahnya. Ponsel April berdering, dia melepaskan tautannya hendak mengambil benda pipih itu di dalam tas, namun Raya menjauhkan benda tersebut ke belakang tubuhnya.



“Kembalikan Ray, aku takut itu Chiko,” sengaja April berkata demikian, agar Raya semakin terbakar cemburu, walau tadi dia mengucapkan ingin memahami dengan semua keadaan yang ada saat ini, tapi dia tidak bisa membohongi dirinya yang akan selalu cemburu dengan siapapun pria yang mendekati April, dan April sangat tahu akan hal itu.



“Aku tidak ingin diganggu malam ini, aku ingin memberi kepuasan sama kamu Pril,”



“Tapi aku tidak menginginkan hal itu Ray, kembalikan tasku,” sahut April sambil menyodorkan tangannya pada Raya agar pria itu memberikan tasnya.

__ADS_1



Raya tidak memberikannya, yang Raya lakukan adalah menarik tangan April yang terulur ke arahnya hingga tubuh serta wajah wanita itu mendekat, lalu dengan sangat mudah dia kembali memulai lumatannya dan merangkul erat tubuh April.



Raya kembali \*\*\*\*\*\*\*\*\*\* panas, kali ini dia membuat bibir April tidak bisa lepas dari lumatanya, Raya langsung menjerat lidah wanita itu, permainan itu membuat April semakin sulit melepaskan diri. Tangan Raya mengarah ke benda kenyal milik April saat dia merasa hasratnya meningkat.



Gerakan tangannya yang nakal itu membuat April mau tidak mau menikmati apa yang saat ini sedang Raya lakukan padanya, sementara itu di sebuah rumah yang besar seorang Istri cantik masih setia menunggu suaminya untuk pulang malam ini. Mata Santi sudah diserang rasa kantuk, tubuhnya sudah malas bergerak, matanya kembali melirik jam dinding yang ada di kamar itu.



“Sudah pukul sebelas, kemana Mas Raya pergi, dia juga tidak balas pesanku, dia belum melihat ponselnya sama sekali,” ucap Santi dengan mata yang sudah lima watt, “Apa aku telepon saja yah,” kembali dia berkata, “Aku hanya ingin tahu keberadaannya saja,” timpalnya.



Dengan tangan yang sudah malas bergerak, Santi memakai tangan itu untuk mengambil benda pipih yang ada di atas kasur empuk. Lalu dia mencari nama sang Suami untuk kemudian dihubunginya, Raya merasakan benda pipihnya bergetar dalam saku celana, April juga bisa merasakan hal itu karena tangannya berada sedikit menempel di kantong celana Raya.



\*\*\*\*\*\*\* April dilepaskan dan langsung terlihat raut kecewa di wajah Raya lalu berkata, “Kenapa!”




“Aku tidak mau, sudahlah jangan merasa terganggu dengan teleponnya,” ujar sedikit kesal Raya pada April, lalu dia langsung kembali hendak menepis jarak mereka, namun tubuhnya ditahan mendekat oleh April seraya berkata, “Kalau itu dari Santi bagaimana?”



“Biarkanlah, toh bukan Arya, karena jam segini anak itu sudah tidur,” sahut Raya. Baru April ingin buka suara menjawab ucapan Raya, tiba-tiba ada yang menegur April dan sedikit menarik tubuhnya untuk melihat pada yang menegurnya itu.



“April kan!” April menoleh ke orang yang sudah sedikit menariknya karena ingin lihat wajah wanita itu, saat April melihat siapa orang yang dia berseru gembira, karena ternyata yang menegurnya adalah teman kuliahnya dulu.



"Claudia …," serunya lalu berdiri, balik badan dan mereka berpelukan. Sangat seru kedua teman lama itu bisa bertemu, Raya melihat malas pertemuan mereka, "Ada saja yang mengganggu, ampun deh." Keluhnya.



Sementara Raya membiarkan mereka saling melepas rindu, Claudia ambil satu kursi yang berada di belakang April gar mereka bisa semakin seru bicara. Raya mengambil benda pilihnya untuk melihat siapa yang menghubunginya tadi.

__ADS_1



"Sudah kuduga pasti dia, dia selalu menanyakan bila aku telat pulang," ucap Raya pelan, "Dia sudah bangun atau belum belum tidur yah, kalau sudah aku telepon pasti bangun," kembali dia berkata.



Setelah berpikir sejenak akhirnya dia hanya membalas pesan singkat itu, dengan mengatakan jika dia akan pulang pukul dua belas malam, karena baru saja teman yang lain datang.



Mendengar ada denting pesan Santi kembali membuka matanya yang baru saja tertutup, saat dia melihat dari siapa senyum mengembang di wajah Santi, lalu wanita itu kembali menjawab jika dia izin tidur lebih dulu.



Raya masih melihat mereka ngobrol seru saat dia sudah membalas pesan singkat Santi, Raya tidak mengetahui jika April melihat pergerakannya itu dan hanya tersenyum tipis.



"Minta kontak lo Pril, cos gua mau lama disini," ujar Claudia, kemudian dia memberikan nomornya agar mereka bisa saling kontekan setelah pertemuan ini.



"Hubungi gua dulu kalau mau ke rumah, masih ingatkan!"



"Ingat lah, iya pokoknya nanti gua hubungi kalau gua mau ketemu, emm itu cowok lo?" Tiba-tiba Claudia bertanya sambil melihat ke arah Raya dan tersenyum padanya.



"Emm, bukan. Ini temen gua, kenalin ini Raya dan Ray ini Claudia," ucap April memperkenalkan mereka.



"Hai Ray, sudah punya gandengan belum?" Tanya Clau to the point membuat Raya melirik April.



April memukul tubuh Claudia seraya berkata, "Hei, gak ada basa basinya sekali sih lo, jangan malu-maluin doang."



Clau tertawa tanpa mau melepaskan jabatan tangannya, "Habisnya keren dimata gua, jujur gua suka dengan penampilannya, kali aja masih bisa gitu gua masuk kriteria kamu Ray," seru Clau lalu melirik genit ke arah Raya.


__ADS_1


"Yakin mau?" Goda Raya.


__ADS_2