SUAMIMU SIMPANANKU

SUAMIMU SIMPANANKU
PELAMPIASAN RASA


__ADS_3

“Hai Pril,” tegur Raya dengan wajah datar dan suara yang dibuat berat.



April menoleh berbarengan dengan Hans, “Eh, hai Ray,” “Sorry gua sela dulu, gua balik yah,” sela Hans yang membuat April mengurungkan niatnya untuk mengenalkan Raya pada Hans.



Hans langsung pergi dengan hanya tersenyum tipis pada Raya, namun Raya tidak merespon Hans sama sekali. April tau sikap tidak baik Raya pada Hans dan dia juga tahu karena apa. Setelah Hans pergi April langsung mempersilahkan Raya duduk, namun pria itu hanya diam berdiri sambil melihat April.



April melihat heran padanya dan bertanya, "Ada apa! Kamu gak mau duduk?"



Raya menghela kasar, "Siapa pria tadi, kenapa dia terlihat sangat akrab denganmu?"



"Dia rekan kerjaku,"



"Rekan kerja dimana?" Tanya kembali Raya dengan tangan yang menggeser kursi untuk kemudian didudukinya.



"Dia memegang salah satu usaha aku dan Chiko,"



"Kamu dan Chiko!" Sela Raya heran.



"Emm, aku dan Chiko, kamu sudah buka bisnis kecil-kecilan bersama, dan pria tadi Hans namanya kami tunjuk sebagai orang yang kami percaya untuk mengelolanya," ungkap April santai sambil makan camilan.



"Kalian sudah sejauh itu, pantas saja kamu melupakan aku,"



"Aku sibuk, Chiko terus membuat aku berada dalam kesibukan sepertinya, tapi yah bagus juga sih menurutku, jadi aku tidak terlalu memikirkan hubungan kita yang tidak sehat ini,"

__ADS_1



"Jangan dipikirkan Pril, dinikmati dan dijalani saja," balas Raya, kemudian dia mendekatkan kursinya agar bisa menyentuh April, dia memegang tangan April dan mengecup singkat, "Aku mau hubungan ini dibawa enjoy saja, bagaimana dengan Chiko, kamu tidak pulang dengannya hari ini!"



April menatap heran pada Raya, selama ini dia tidak pernah mau nama Chiko disebut saat mereka sedang berdua, kenapa saat ini dia malah menanyakannya, pikir April, "Ada apa kamu menanyakan hal itu, tidak seperti biasanya!"



Raya tersenyum, dia melepaskan tangannya dan bersandar sambil menghela nafas panjang, "Aku sedang berusaha untuk berdamai dengan perasaanku, aku ingin menerima keadaanku yang hanya seorang selingkuhan, hanya berada jika dibutuhkan saja, karena selingkuhan tetaplah selingkuhan, aku sadar tidak akan menjadi dengan kamu, karena aku sudah terikat dan kamu juga sudah ada yang memiliki,"



"Wow," reaksi April, "Kenapa ucapan kamu persis sekali dengan apa yang Chiko katakan,"



"Yah, kamu bertemu dan dia mengatakan hal itu padaku,"



"Apa! Kapan kalian bertemu, disengaja atau tidak, dalam rangka apa?"




April tersenyum mereka bicarakan apa yang memang terjadi dalam hubungan mereka, April mengatakan jika sampai saat ini dia masih tidak terima karena sudah dibohongi oleh Raya dan Raya tidak mempermasalahkan soal itu, dia percaya


lambat laun wanita itu akan memaafkannya.


Raya mengajak April untuk berpindah tempat, dia merasa kurang nyaman di tempat itu, lalu mereka pergi ke tempat yang sudah dipilih Raya. Sebuah klub malam yang berada cukup jauh dari tempat mereka saat ini berbincang.



Karena mereka bawa kendaraan masing-masing, jadi mereka memutuskan untuk bertemu disana, April mengikuti Raya melalui jalan menuju ke tempat itu. Sampai disana Raya sampai lebih dulu, dia menunggu April untuk kemudian masuk ke klub itu bersama.



Sudah lama mereka tidak menikmati malam berdua, suara musik yang menghentak saat kaki mereka mulai melangkah, membuat adrenalin berubah total. Tubuh April sedikit bergerak mengikuti dentuman musik yang menghentak, sepertinya dia memang membutuhkan suasana seperti ini setelah beberapa hari bekerja cukup keras.



Melihat April menikmati suasana Raya tersenyum, karena dia sudah lama tidak melihat April yang sedikit liar. Raya langsung mengajak April kesebuah meja yang terdapat agak disudut ruangan, mungkin agar tidak terlalu terekspos kelakuan mereka nanti pikir Raya.

__ADS_1



"Ray, makasih ya sudah ajak aku kesini, sepertinya aku sangat membutuhkannya saat ini," ucap April sedikit berteriak di telinga Raya.



Raya meraih pinggang April dan menjawab di telinga wanita itu, "Iya sayang, sama-sama," lalu mengecup singkat pipi April, mereka berjalan ke arah meja dengan tangan Raya yang terus merangkul April yang sedikit menggerakkan tubuhnya mengikuti alunan musik.



Minuman langsung dipesan Raya, mereka berbincang sambil menikmati musik yang keras, Raya tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, April terus di dekatinya dengan berbagai rayuan serta kata-kata yang akan membuat April berbunga-bunga.



Melihat April sudah beberapa saat seperti tidak meresponnya, dia sangat menikmati musik yang diputar karena semua musik yang diputar saat dia masuk itu musik yang disukainya. wanita itu seperti asik dengan dunianya sendiri, hingga membuat Raya sedikit kesal dibuatnya karena merasa di cuekin. Alhasil Raya meraih wajah April, lalu dia membuat April membuka lebar matanya karena tiba-tiba Raya memberikannya \*\*\*\*\*\*\*.



“Kamu bikin aku gemes aja,” ucap Raya setelah sedikit memberikan sentuhannya.



“Kenapa sih,” sahut April sambil menepis tangannya Raya yang masih memegang wajahnya, namun ternyata Raya belum mau melepaskannya.



“Kamu cuekin aku Pril, kamu asik sendiri seolah aku tidak ada, apa kamu tidak sadar akan hal itu!” kata Raya dengan masih memegang wajah April agar terus melihatnya.



“Maaf aku gak sadar beneran, aku memang sedang asik menikmati musiknya dan gak ada maksud cuekin kamu Ray, itu hanya perasaan kamu saja,” namun Raya seperti itulah, dia langsung kembali menepis jarak mereka tanpa menjawab ucapan April tadi. Dan itu awal dari mereka bertautan kembali, setelah sekian lama April tidak bersentuhan dengan Raya, kali ini dia kembali merasakan bagaimana hasrat seorang pria yang sudah beristri itu.



Di ruman Santi masih setia menunggu Raya pulang, dia terus melihat jam sesekali, “Kemana Mas Raya jam segini belum pulang, apa dia ada ketemuan sama teman-temannya, tapi kok dia tidak memberi kabar sama sekali kalau mau pulang telat,” ucap Santi dengan terus memegangi ponselnya, dia ingin menanyakan dimana keberadaan Raya, namun dia ragu karena sedikit takut jika nanti Suaminya itu sedang sibuk yang ada dia akan kena semprot.



Akhirnya Santi memutuskan untuk mengirim pesan singkat dan menanyakan dimana saat ini Raya berada, setelah itu dia masuk untuk menunggu di kamarnya saja, saat ini Arya sudah tertidur dengan pulasnya karena kelelahan. Raya membuat tubuh April terus dibuatnya mendekat, Raya melampiaskan hasrat kerinduannya lewat tautan itu.



“Mmhh,” April melepaskan tautannya, “Kamu berhasrat sekali Ray,” seru April.


__ADS_1


“Iya, aku sangat merindukan dirimu Pril, kita ke rumahku yah,” ajak Raya, sepertinya dia sudah tidak kuat menahan gairah malam itu.


__ADS_2