SUAMIMU SIMPANANKU

SUAMIMU SIMPANANKU
TINDAKAN YANG SALAH


__ADS_3

Santi sedikit terkejut dengan ucapan April barusan, “Kamu panggil Mas Raya, Mas juga pril?”



April tersenyum getir, “Iya San, tapi itu dulu. Kalau sekarang aku panggil nama,” jawab April yang gak enak karena keceplosan.



“Boleh aku tau sejauh mana hubungan kamu dengan Mas Raya dulu?” Tanya Santi yang ternyata penasaran juga.



“Dulu aku dan Raya hampir menikah, aku tidak tahu jika dia ternyata sudah mempunyai seorang istri juga anak. Yang aku tahu dia pria lajang juga sangat mencintai aku, jujur aku sangat percaya juga berharap sangat dengannya, kami sudah menjalin hubungan selama tiga tahun San,” ungkap April membuat Santi sangat terkejut.



April menceritakan awal pertemuan dengan Raya, sampai mereka merencanakan sebuah pernikahan. April juga berkata jika Raya sangat mencintai dirinya, hubungan mereka selama itu sangat romantis dan bahagia. Sampai akhirnya ada yang memberitahu jika Raya sudah memiliki seorang Istri, namun saat itu April berkata jika dia tidak mempercayai ucapan temannya itu. Sampai akhirnya April mengetahuinya sendiri, “Bagaimana kamu tahu jika ternyata Raya sudah mempunyai Istri?”



Kembali wanita itu menceritakan bagaimana dia bisa mengetahui hal tersebut, mereka berdua bicara panjang dan lebar. April membongkar semua masa lalu Raya dan dirinya, sampai Chiko mau membantu dirinya sampai saat ini mereka berhubungan serius. “Beruntung kamu bisa bertemu dengan Chiko, Pril,”



“Iya betul, aku memang sangat bersyukur bisa bertemu dengan Chiko,”



“Dia pria yang baik Pril, dari pertama aku bertemu Chiko sampai saat ini dia tetap menjadi pria yang sangat baik juga penuh dengan kasih sayang juga sangat perhatian,”



“Iya, karena itu aku sangat menjaga perasaan Chiko dan aku akan terus berusaha untuk mencintai Chiko dengan sepenuh hati,”



“Betul sekali keputusan kamu,”


__ADS_1


“Lalu bagaimana sekarang sikap kamu dengan Raya?”



Santi kini yang bercerita masalah keluarganya, mereka berbincang sampai lupa waktu. April dan Santi mendengar suara tepuk tangan, mereka menoleh ke arah asal suara. Ternyata Raya yang melakukan hal itu, dia datang dengan bertepuk tangan juga berkata, “Wah, wah, kita lihat siapa yang ada disini. Dua wanita yang sama-sama ada dalam kehidupanmu, dan kali ini bersekongkol ingin membuat aku hancur.” ucap Raya dengan pandangan sinis pada dua wanita itu.



Santi menghembuskan nafas panjang mendengar ucapan Raya, April melakukan hal yang sama, dia merasa sangat malas melihat Raya kali ini. Apalagi setelah mendengar ceritakan dari Santi tadi, April jadi sangat membenci Raya. Bahkan April sangat menyesal karena dia bisa jatuh cinta pada Pria itu, dia bersyukur Tuhan pada akhirnya membuat dia sadar jika sedang melakukan kesalahan.



Dengan santainya Raya duduk diantara dua wanita itu, satu persatu wanita yang ada disamping kiri dan kanan Raya dilihat dengan senyum menyeringai. Lalu dia melihat ke arah April dengan tatapan tajam, “Kamu Pril, apa semua ini rencana kamu, kamu yang merencanakan pembalasan untuk aku karena aku sudah membohongi kamu kala itu?” Ujar Raya.



“Maaf Ray, aku tidak sepicik itu. Itu hanya pikiranmu saja yang selalu berpikir negatif pada semua orang,” jawab April.



“Masa, lalu bagaimana mungkin kalian bertemu lalu langsung menjadi sangat dekat. Kamu bukan hanya dekat sekali dengan Arya anakku, tapi kamu juga sudah sangat akrab dengan kedua orang tua Santi, mana mungkin dalam waktu sesingkat itu, semua pasti sudah kalian rencanakan, bukan begitu San!”




“Aku mau kamu putuskan hubungan pertemanan kamu dengan April, aku tidak suka, karena dia membawa pengaruh buruk untuk kamu,”



Santi tertawa mendengar ucapan Raya, “Apa kamu bilang, dia malah membuat aku merasa sangat baik Mas,”



“Kamu sudah termakan oleh hasutannya, karena itu kamu terus membantah semua ucapanku, kamu terus membanghkang setelah kamu mengenal dia,” tukas Raya sedikit berteriak.



“Aku sudah sering kali bilang Mas sama kamu, jangan suka menyalahkan orang lain dengan apa yang terjadi denganmu saat ini, seharusnya kamu intropeksi diri kenapa hal ini bisa terjadi, kenapa masalah kamu datang bertubi-tubi, kenapa dan kenapa. Tapi selama ini kamu tidak pernah melakukan hal itu, kamu tetap dengan pikiran kamu yang kotor itu, sudah lah Mas sebaiknya kamu pulang saja,”

__ADS_1



Raya melihat ke arah April saat Santi selesai mengeluarkan uneg-unegnya, “Lihat itu Pril, itu karena dia bergaul dengan kamu, dia jadi lebih berani bahkan dia mengusir Suaminya sendiri, parah kamu Pril,”



“Mas!” Sentak Santi.



April menghentikan Santi yang ingin mengeluarkan amarahnya, “Sudah lah San, jangan buang energi kamu,” kata April yang membuat Raya semakin kesal.



Kedatangan Raya di tempat itu membuat suasana menjadi panas, Raya membuat April da Santi tersulut emosi. Raya sudah sangat emosi saat melihat April dan Santi bertema, Raya berpikir jika mereka sedang merencanakan sesuatu. Bahkan Raya berpikir jika mereka sedang berencana untuk menjatuhkan dirinya.



“Kita pulang sekarang San,” ajak Raya sambil berdiri dan meraih pergelangan tangan Santi.



“Maaf Mas aku tidak mau,” tolak Santi lalu menepis genggaman Raya pada pergelangan tangannya.



Namun Raya kembali meraih tangan itu serta sedikit menariknya, membuat tubuh Santi hampir terjatuh ke arah Raya dan membuat dia sedikit terpekik. Beruntung Raya cepat menahan tubuh Santi yang oleng karenanya itu, April terkejut dan takut jika Santi tadi akan terjatuh hingga dia juga berteriak tertahan. “Kamu apa-apaan sih Mas!” sentak Santi sambil menepis genggaman tangan Raya, namun kali ini Raya menggenggamnya dengan sangat kencang.



“Lihat Pril, dia berani bentak aku sekarang, itu sejak dia bertemu dan berteman dengan kau, dia berubah jadi seperti kamu jadi aku mohon pergilah dari kehidupan kami,” sentak Raya pada April, karena merasa sangat kesal Raya sudah melayangkan tangannya untuk memberikan pukulan ke April, mata April terbuka lebih lebar begitu pula dengan Santi yang berteriak memanggil nama Raya. Dia berharap, teriakannya bisa menghentikan apa yang ingin dilakukannya pada April.



Tubuh April tertarik oleh satu gerakan, gerakan yang menarik tubuhnya hingga tersungkur mundur sekitar dua langkah. Lalu tubuh itu jatuh dan merasakan ada yang menghalangi tubuhnya agar tidak terjatuh, April sedikit mengangkat wajahnya melihat siapa yang sudah menyelamatkannya dari pukulan Raya. Raya terkejut saat melihat siapa yang sudah menyelamatkan April dari kemarahannya, Santi merasa sangat senang melihat siapa yang datang kali ini.



“Chiko!” ucap April, Chiko melihat April dan memberikan senyuman terbaiknya juga tatapan yang sangat menyejukkan mata.

__ADS_1


__ADS_2