SUAMIMU SIMPANANKU

SUAMIMU SIMPANANKU
FLASBACK


__ADS_3

"Jangan dijawab," tukas Chiko.



Tangannya menahan gerakan April yang ingin menjawab sambungan telepon itu, April diam dengan tangan yang ditahan Chiko, dia bingung mau berbuat apa.



Perlahan dia menggeser tangannya dan membiarkan benda pipih itu berada dibawah telapak tangan Chiko, April mendekat dan memeluk erat Chiko. Sementara itu Chiko non aktifkan ponsel April.



Dia memberikan kecupan singkat di pucuk kepala April dan memeluknya hangat, "Sleep well." Ucapnya. Mereka melanjutkan tidurnya, tidak ada perasaan bersalah dalam diri April saat ini, dia malah merasa senang dengan tindakan Chiko seperti itu.



Di Lain tempat Raya tersentak saat dia mencoba kembali menghubungi April, ternyata ponselnya malah tidak aktif.



"Kok malah dimatiin!" Serunya, "Apa dia marah sama aku, padahal saat pergi tadi jelas-jelas dia tidak menampakkan jika dirinya marah kalau aku pergi," ucapnya memikirkan kenapa ponselnya April dimatikan.



Semakin kesal lah Ray, malam itu dia benar-benar tidak bisa memejamkan matanya bahkan sampai pagi tiba. Pagi pukul lima kepala Raya sudah terasa sangat berat, saat Santi sang Istri terbangun dia kaget melihat Raya duduk sambil memegangi kepalanya.



Santi beranjak dari tempat tidur lalu langsung menghampiri suaminya dengan sedikit cemas, "Mas, apa kamu gak apa-apa?" Tanya Santi dengan wajah sedikit menunduk ingin melihat wajah Raya.



"Kepala ku pusing San, semalaman aku tidak bisa tidur ga tau kenapa," ungkapnya.



"Mungkin ada yang kamu pikirkan Mas, misalnya sial pekerjaan kamu di kantor," ujar Santi yang jawab dalam hati Raya, 'Aku memikirkan April, kenapa dia matikan ponselnya.'



"Tidak, disana semuanya baik-baik saja kok, ga tau deh, pusing aku,"



"Kamu coba tidur sekarang deh, sepertinya kamu sudah sangat lelah, mungkin bisa kali ini."



Raya mendengarkan ucapan Santi, dia berdiri melangkah ke tempat tidur, lalu merebahkan tubuhnya dan diselimuti Santi.


__ADS_1


"Istirahatlah, aku akan hubungi sekretaris mu kalau kamu hari ini tidak masuk karena sakit,"



"Makasih yah," ucap Raya lalu dia memejamkan kedua matanya mencoba untuk tidur.



Santi sebentar membelainya, kemudian wanita itu pergi untuk membersihkan diri. Santi wanita yang berhati lembut, pekerjaan rumah bisa diselesaikan semua dengan sangat baik. Selain itu anak serta suaminya bisa dilayani juga dengan baik, sebelum menikah dengan Raya, Santi sempat bekerja dan disanalah mereka bertemu.



Santi anak dari seorang pengusaha ternama, karena itu Raya bisa menikmati kekayaan keluarga Santi saat ini. Perusahaan milik Ayahnya diberikan pada Raya, karena Santi anak satu-satunya dari keluarga itu. Saat ini kedua orang tua Santi sudah tua, empat tahun yang lalu tepatnya satu tahun setelah Raya menikahi putrinya, Yah langsung mempercayakan perusahaan itu pada Raya.



Ayah Santi berharap jika suami dari anaknya iti bisa kelola perusahaan itu lebih baik darinya, sebab dia harus membiayai dirinya juga istrinya dan Santi serta anak-anaknya kelak.



Apa yang diharapkan Ayah serta Santi ternyata bisa dipenuhi oleh Raya, perusahaan itu maju pesat saat kepemimpinannya pindah alih ke tangan Raya. Mulai dari sana semua keluarga Santi menaruh kepercayaan penuh pada pria itu, sampai pada akhirnya dia terpesona dengan kliennya yang membuat dia rela menduakan Istri yang sudah membuatnya menjadi seperti saat ini.



Namun apa yang dilakukan Raya sampai saat ini masih berjalan mulus, dia melakukan semua pertemuan dengan wanita yang sampai saat ini menjadi kekasih gelapnya dengan sangat mulus.




April sudah memberikan mahkotanya saat itu pada Raya, dan Raya berjanji akan menikahinya. Semua memang hendak di jalankan oleh Raya, dia bersedia dan sudah meminang April, namun saat dia mengetahui hal itu April langsung memutuskan hubungan mereka.



Walaupun itu keputusan yang sangat sulit dan membuat dirinya seakan menjadi gila, tapi dia tidak mau dijadikan yang kedua. Setelah mengetahui hal itu cukup lama bagi April untuk mengambil keputusan untuk meninggalkan Raya, dia berpikir apa nanti akan ada yang menerimanya dengan keadaan dirinya yang seperti itu.



Namun April mencoba menjadikan dirinya kuat, dia terus membuat dirinya harus rela menerima semua karena mungkin ini memang jalan hidupnya dan semua perbuatannya harus ditanggung sendiri akibatnya.



"Aku ingin kita mengakhiri hubungan ini Mas," ucap April saat dia dan Raya bertemu.



Mendengar hal itu Raya langsung berdiri dan menghampiri April yang sedang duduk di depannya, "Apa kata kamu tadi, akhiri!" Ucap Raya mencoba memperjelas apa yang dikatakan April.



Dengan wajah yang sedikit menunduk April menganggukan kepalanya, Raya tidak terima dengan keputusan April, dia menolaknya mentah-mentah.

__ADS_1



"Aku tidak terima, aku tidak mau hubungan kita berakhir," ucap Raya.



April beranjak dari duduknya seraya berkata, "Bagaimana mau tidak berakhir, kamu sudah menikah, lalu kamu dengan seenaknya mau menikahi aku juga, gila kamu Ray!"



"Tapi hubungan kita sudah jauh Pril, apa kamu bisa kalau meninggalkan aku?"



Mendengar ucapan Raya April sedikit meradang, "Bisa, sangat bisa, aku akan tetap hidup walau tidak bersama kamu." Tandasnya.



Seiring berjalannya waktu April menunjukkan kebenaran kata-katanya, sekuat tenaga dia tidak menghubungi Raya bahkan jika pria itu menghubunginya, terang-terangan April menolak panggilan itu.



Bukan April yang tidak bisa ditinggal Raya, tapi dirinyalah yang tidak kuasa menahan rasa pada April. Raya terus berusaha menghubungi April, mengajak balikan bahkan dia sampai menghadang April di mana pun wanita itu terlihat oleh kedua matanya.



Sesekali April masih menemuinya, namun kali ini April jual mahal, tidak menerima sentuhan dari April membuat Raya tidak bisa menjalani hidupnya dengan tenang. Mereka tetap bertemu, namun selalu Raya yang meminta lebih dulu.



Sampai pada satu waktu Raya mendengar jika April dijodohkan dengan anak rekan Ayahnya yang juga adalah atasannya di kantor. Hal itu membuat Raya sangat geram melihatnya, sampai dia marah ke April.



Perdebatan itu dimenangkan oleh April, alasan April sangat kuat hingga membuat akhirnya Raya bertekuk lutut pada wanita itu. Apa yang diucapkan April semuanya benar, dan hal itu memang menyudutkan dirinya. Wajar jika April bisa marah bahkan meninggalkan Raya.



Namun dilain sisi Raya merasa tidak bisa lepas dari April, begitu pula April sebenarnya, dia masih belum ingin dan belum mau lepas juga dari Raya, tapi dia harus bisa bersikap tegas di depan pria itu.



"Aku berhak bahagia Ray, aku juga ingin punya masa depan dan keluargaku sendiri, jadi aku mau hubungan kita benar-benar berakhir disini," tukas April.



"Tidak, aku tetap tidak mau, aku ingin hubungan ini tetap terus berjalan, aku rela jika harus jadi yang kedua," ujar Raya.



"Kamu mau jadi simpananku?"

__ADS_1


__ADS_2