
“Oke, tapi aku mau kamu ceritakan apa yang sudah terjadi di rumah itu malam ini juga.” tukas Chiko, yang langsung membuat April melihat ke arah Chiko dan menatapnya heran bercampur sedikit rasa takut.
Chiko sengaja tidak menanyakan kembali jawaban April saat wanita itu tidak menjawab ucapannya. Chiko membiarkannya dan melajukan kendaraan itu dengan kecepatan tinggi. Sampai di tempat kuliner mereka menjajaki semua makanan yang ada di tempat itu, April dan Chiko seperti sudah tidak makan selama satu minggu.
Semua makanan yang di rasa mereka enak mereka beli dan cicipi, kalau kurang merasa puas mereka mencari lagi yang lebih enak serta membuat lidah mereka bisa berhenti. Satu jam mereka menghabiskan waktu di tempat itu, April ajak Chiko untuk pulang setelah dia merasa perutnya sudah tidak bisa menampung makanan yang dipegang,
“Aku mau bungkus ah,” ucap Chiko yang membuat April sedikit terkejut, “Kamu belum kenyang Chik?”
“Bukan, aku yakin nanti saat sampai rumah kamu juga akan merasa lapar kembali, betul apa betul,” gurau Chiko yang membuat April tertawa dan menganggukan kepala menyetujui perkataan Chiko.
Mereka membeli beberapa macam makanan kembali untuk mereka bawa pulang, setelah itu Chiko baru kembali meluncur dengan kecepatan tinggi agar bisa segera sampai rumah. Dalam perjalanan April tertidur, selain merasa lelah dia juga merasa kekenyangan.
Sampai di basement April sulit sekali untuk dibangunkan, bahkan setelah dia bangun April malas untuk berjalan menuju kediaman Chiko. Mau tidak mau pria itu menggendongnya sambil membawa makanan yang yang tadi mereka beli, Chiko meninggalkan barang miliknya di mobil karena sudah tidak bisa lagi membawa barang.
April sudah tidak bisa membuka mata, wanita itu kembali melanjutkan tidurnya setelah Chiko membawanya ke tempat tidur. Pria itu hanya tertawa melihat April, lalu dia menuju
kamar mandi untuk membersihkan diri.
Santi juga merasa sangat kelelahan hari ini, acara Arya memang membuat dirinya sangat kelelahan. Selesai acara Arya serta kedua orang tua Santi langsung beristirahat, Arya terlihat sangat lelah bahkan dia malas untuk membersihkan diri karena sudah sangat mengantuk.
Keluar dari kamar mandi Santi sudah melihat Raya bersandar di sisi tempat tidur, entah sengaja atau tidak tapi Santi melihat beberapa kancing baju bagian atas Raya terbuka. Wanita itu tidak berkata apa-apa, dia terus melangkah dan langsung berbaring juga tarik selimut.
__ADS_1
Raya mengerutkan dahinya, ‘Sepertinya dia sangat kelelahan hari ini.’ batinnya saat melihat Santi yang tidak mengerti keinginannya. Raya menghembuskan nafas panjang, lalu dia membiarkan Santi untuk beristirahat dan Raya mencoba untuk menahan hasratnya.
Sambil memejamkan kedua matanya Santi berkata dalam hati, ‘Maafkan aku Mas, aku sangat lelah hari ini. dan aku juga sudah sangat mengantuk.’ hanya dalam waktu yang sangat singkat Santi sudah tertidur dengan pulas.
Raya bisa mendengar nyenyaknya tidur Santi, Raya masih belum bisa memejamkan matanya, dia mencoba menahan gairahnya dengan melihat ponsel, berharap matanya akan mengantuk serta bisa membuat dirinya menghilangkan rasa itu.
Pukul satu dini hari, Raya masih belum bisa juga terlelap, dia terlihat sangat gelisah, apalagi saat melihat gaya tidur Santi yang sembarang. Dua gunung besarnya seolah melambaikan tangan pada Raya, baju tipis bagian bawah yang tersibak membuat kain segitiga penutup lembah basahnya terlihat dengan jelas.
Semakin Raya melihat Santi seperti itu, semakin dia merasa sangat gelisah, suhu tubuhnya sedikit memanas, “Bagaimana bisa tidur kalau menahan rasa seperti ini, aduh.” keluhnya. Raya melihat jam yang menempel di dinding kamar, sudah tiga jam kurang lebih Santi tertidur, Raya berpikir jika mungkin hal itu sudah membuat rasa lelahnya menghilang, jadi tidak masalah jika Raya mengganggunya.
Merasa tidak bisa menahan hasratnya lagi, Raya mulai mengganggu Santi yang sedang tertidur nyenyak. Tangannya menyusup diantara kain tipis penutup tubuh Santi, mulai dari perut sampai dua gundukan besarnya.
"Maaf sayang, aku sedang ingin," bisik Raya di telinganya Santi, wanita itu merengek jika saat ini dia masih sangat mengantuk, namun Raya terus memberikan sentuhan ke daerah inti Santi, yang mau tidak mau dia bergerak juga merasakan sesuatu yang membuat hasratnya tergelitik keluar.
April masih terlelap dalam tidurnya, sudah dua jam dia tertidur. Saat matanya sedikit terbuka, samar April melihat Chiko masih duduk di kursi kerjanya, 'Ya ampun Chiko, dia itu manusia atau robot sih.' Batin April, lalu dia memejamkan kembali matanya melanjutkan tidur.
Melihat tadi Chiko masih melek dan bekerja, membuat April tidak bisa terlelap sangat seperti awal dia tidur, matanya kembali terbuka dan melihat Chiko masih dengan posisi yang sama.
April perlahan bangun dan mengambil pakaian ganti, dia langsung masuk kamar mandi tanpa disadari Chiko karena dia terlalu fokus dengan pekerjaan. April keluar dengan pakaian tidurnya, dress tidur pendek dengan bahan satin halus, lengan terbuka dan bagian depan sedikit rendah.
__ADS_1
Perlahan dia mendekati Chiko, perlahan tangannya dilingkari dileher pria tampan tersebut. Chiko sedikit terkejut, "Hah aku pikir tangan hantu cantik," guraunya.
"Tega banget sih Chik, kamu terlalu serius ngerjain tugasnya, lagi ngapain sih! Kan besok libur kenapa kamu terus saja bekerja," gerutu April.
"Tadinya gak mau kerja, maunya itu kamu, tapi karena kamunya tepat yah mau gimana lagi," sindirnya halus membuat April jadi merasa tidak enak hati.
"Iya maaf, habis nya aku tadi kenyang banget, makanannya enak-enak Chik, nanti kita kesana lagi ya, tapi dalam keadaan perut yang benar-benar kosong jadi kita bisa makan banyak," ujarnya antusias.
"Memangnya kemarin gak lagi benar-benar lapar?"
"Lapar sih, tapi cuma lapar ajah," balas April lalu tertawa malu, "Tidur dong, udah jam berapa nih, istirahat dong badannya biar gak drop,"
"Iya sayang, tapi aku gak bisa tidur, aku masih mau tau apa yang sudah terjadi di rumah itu sampai wanitaku ini kesal, sedih, muram dan sebagainya yang bikin aku gak suka,"
April menghela nafas, 'Ternyata dia masih ingat.' Batinnya. Aku mau aja sih cerita, tapi aku takut sama kamu,"
"Rasanya aku pria paling baik dan tampan, kenapa harus ditakuti, harusnya aku disayang, dikasih kecupan dan pelukan hangat tau, bukan malah buat kamu takut, aku gak mau itu," jelas Chiko.
Dia tidak ingin menjadi pria yang ditakuti, apalagi dalam hubungan, Chiko ingin dia dijadikan sandaran dan tempat untuk berkeluh kesah, kalau saat ini April takut untuk bercerita padanya, bagaimana mau tukar pikiran atau cerita, ungkap Chiko.
__ADS_1
"Come and give me a kiss."