SUAMIMU SIMPANANKU

SUAMIMU SIMPANANKU
CINCIN PERTUNANGAN


__ADS_3

"Untuk nanti aku berikan sebagai tanda pertunangan kita," jawab Chiko santai namun membuat April terkejut.



April langsung menoleh dan menatap Chiko dengan pandangan sedikit tidak percaya, "Apa benar yang kamu bilang barusan?"



"Iya lah Pril, masa aku bohong. Kamu pilih yang paling bagus buat pertunangan kita yah, jangan asal," ancam Chiko.



"Kok kamu gak pernah bilang mau tunangan dengan aku!"



"Kan kita memang berhubungan mau serius, memang kamu gak mau tunangan sama aku!"



"Bukan seperti itu, kamu gak pernah bilang yang serius atau yang romantis gitu ajak aku tunangan, ini main ajak beli cincin tanpa bilang apapun ditambah suruh milih sendiri lagi, gak ada romantisnya banget sih," cerocos April dengan wajah muram seperti anak kecil.



Terlihat seutas senyum diwajah Chiko mendengar semua celoteh April, dia lalu mendekati April dan merangkul pinggang rampingnya dengan satu tangan seraya bersikap dan berkata manis, "Iya deh sayang, jangan marah yah. Kita pilih bareng mana yang cocok buat pertunangan kita."



April malah menjadi salah tingkah mendapati perlakuan Chiko yang seperti itu, dia jadi grogi sendiri, hal ini sudah beberapa kali dia rasakan saat dirinya dekat dengan Chiko, belakangan ada saja hal yang membuat dirinya semakin merasa ada rasa aneh saat bersentuhan dengan Chiko.



"Hei, kok bengong," bisik Chiko dengan kelakuannya yang sedikit jahil, dia meniup pelan telinga April yang membuat dirinya mendapat cubitan dari April dan berhasil membuat Chiko meringis.



Pelayan toko itu senyum sendiri melihat kelakuan mereka berdua, "Mbak, aku minta perhiasan desain terbaru dan yang terbagus dong, untuk acara pertunangan," ujar Chiko, "Duduk sayang," ucapnya memberi perhatian pada April.



Pelayan itu lalu mencari desain terbaru dan yang satunya memberikan beberapa sampel dari katalog toko mereka, "Chik, yang biasa saja kalau untuk pertunangan, jangan yang terlalu mewah," saran April.



"Kalau aku sebenarnya terserah kamu, tapi kalau sampai Papa Ku lihat apa yang kamu kenakan biasa saja, bisa-bisa aku dicoret dari kartu keluarga," gurau Chiko.



"Permisi Tuan, ini ada dua perhiasan satu set yang baru saja jadi tadi pagi, dan ada dua cincin juga, silahkan dilihat mungkin saja ada yang membuat anda tertarik," ujar pelayan itu sambil menyodorkan perhiasan yang dimaksud.



Chiko melihatnya, lalu dia memperlihatkan pada April, mereka melihat semua sambil berdiskusi kira-kira mana yang cocok. Chiko menanyakan mana yang lebih April sukai, ada atau tidak, apa dia masih mau cari lagi.



Tapi ternyata April jatuh hati pada satu cincin yang menurutnya sangat menarik, di jelaskan oleh pelayan toko itu apa arti dari ukiran yang terdapat pada cincin berwarna putih dan permata kecil bulat satu dengan warna biru muda tersebut.


__ADS_1


Cincin itu berkisah tentang perjalanan cinta yang tidak mudah dilalui oleh satu pasangan, dan permata itu menandakan jika akhirnya perjalanan cinta mereka pada titik dimana cinta itu berlabuh, sebuah pernikahan dan mereka bisa mengarungi samudra biru itu dengan perahu kecil mereka.



"Yakin hanya cincin ini?"



"Iya, selain aku suka warna dan bentuknya yang sederhana, filosofinya seperti perjalanan kita, itu menurut aku sih, gak tahu kalau kamu," sindir halusnya dan ternyata sampai pada Chiko.



"Gak sulit amat sih, biasa saja," ucapnya dengan tatapan biasa.



"Ya sudah kalau kamu mau yang ini, aku mau buat nama kita disana," ucap Chiko yang disambut baik oleh April.



Chiko lalu berurusan dengan pelayan toko itu untuk membeli serta membuat nama di sana, sambil menunggu Chiko, April izin untuk melihat-lihat semua perhiasan yang ada di tempat itu. Chiko berkata jika masih ada yang membuatnya tertarik tinggal bilang padanya, April senang sebenarnya, namun dia tidak menjawab karena belum melihat-lihat.



Decak kagum terus terlihat dari wajah nya saat melihat betapa indah semua perhiasan yang ada di hadapannya saat ini, satu persatu perhiasan yang ada di toko itu dilihat. Namun sampai etalase yang ketiga April masih juga belum menemukan yang cocok.



"Kalau seperti ini aku malah bingung, rasanya semuanya bagus," ucap April dengan raut wajah bingungnya.



"Bingung yah Mbak," tegur seorang wanita yang membuat dia langsung menoleh.




"Soalnya semuanya terlihat bagus, aku juga seperti itu soalnya," kembali wanita itu berkata lalu sedikit tertawa. Wanita itu terlihat wanita dari kalangan menengah ke atas, namun dia terlihat sederhana, bila dilihat dari penampilannya April berpendapat bila wanita itu bukan wanita karir, karena cara berpakaian wanita karir dan senang bergaul sedikit berbeda dengan ibu rumah tangga walaupun dia dari kalangan menengah ke atas.



"Iya Kak, aku sedikit bingung mengenai modelnya,"



"Aku sudah pilih satu," ujar wanita itu sambil memperlihatkan barang yang sudah dipilih, mata April berbinar sambil menyentuh sebuah kalung indah yang diperlihatkan wanita itu, "Bagaimana menurutmu?"



"Ini bagus Kak," seru April sumringah.



"Kamu suka! Kalau kamu mau silahkan ambil saja buat kamu, nanti aku coba cari lagi," ujarnya sambil memberikan pada April.



April mengambilnya, lalu dia memperhatikan kalung itu dengan seksama, semakin dilihat semakin dia menyukainya dan itu terpancar jelas dari wajahnya.

__ADS_1



"Benar aku boleh ambil pilihan Kaka ini?" Tanya April sekali lagi.



"Iya, kalau kamu suka silahkan ambil saja,"



"Wah makasih banyak yah Kak," ucap April, "Ah iya, aku April," April memperkenalkan dirinya.



"Aku Santi, kamu sendiri datang kesini?"



"Tidak, aku datang bersama pacarku, kami kesini karena cari perhiasan untuk pertunangan kami," ungkap April.



"Bahagianya, selamat yah,"



"Makasih Kak, kalau Kakak sendiri?"



"Tidak, aku bersama anak dan suamiku, tapi anakku sedang berada di arena bermain, jadi aku sama suamiku,"



"Keluarga kecil bahagia yah kak," kata April, mereka langsung terlihat akrab. Perbincangan tentang perhiasan atau sesuatu yang disukai sesama wanita memang membuat mereka cepat mengakrabkan diri.



Santi sangat ramah, April menyukai keramahan serta kesederhanaan wanita itu. Beberapa menit mereka berbicara sampai pada akhirnya Chiko memanggil April.



"Maaf Ka, aku kesana sebentar yah, sekalian mau yang ini, sekali lagi makasih yah kak," ujar April, lalu dia bergegas menghampiri Chiko.



Chiko bertanya dengan siapa April bicara, lalu April menceritakan pertemuannya tadi, juga dia memberitahu kalung yang dipilih Santi tapi ternyata dia memberikannya saat April bilang kalau dia sangat menyukainya.



"Jadi kamu mau yang ini?"



"Iya, aku mau beli yang ini," kata April sambil memperlihatkan benda itu ke Chiko, namun setelah melihatnya ternyata Chiko kurang menyukainya, dia bilang kalau modelnya lama dan tidak terlihat bagaimana, biasa saja dan tidak ada yang spesial.



"Pilih yang lain saja,"

__ADS_1



"Gak mau!"


__ADS_2