SUAMIMU SIMPANANKU

SUAMIMU SIMPANANKU
ROYAL


__ADS_3

"Aku akan ajak dia bertengkar tetap untuk meluapkan emosi kita, tapi di atas ranjang," jawab Chiko lalu menaik-naikkan alisnya melihat April, Santi langsung tertawa mendengar jawaban Chiko.



April sontak memukul pria yang jahil itu sambil gelengkan kepala, namun dia juga tertawa atas godaan Chiko. Mereka mulai bicara ringan, di tengah obrolan mereka Santi mengatakan apa yang April sarankan tadi dan dia bilang kalau Santi akan mencobanya.



Chiko mendukung apa yang mereka rencanakan, Chiko juga akan ikut membantu apapun itu jika Santi membutuhkannya. Chiko mengatakan jika dia ingin mengajak Santi bersenang-senang, daripada dia terus memikirkan Raya yang tidak ada gunanya.



Setelah makanan April yang dipesan habis, jika langsung membawa mereka. Chiko membawa kendaraannya sendiri, sedangkan April juga membawa kendaraannya sendiri bersama dengan Santi. Pria itu tidak mengatakan kemana mereka akan pergi jadi dua wanita yang mengikutinya dari belakang hanya terus membuntuti kemanapun arah mobil Chiko berjalan.



“Mau kemana dia, kok jauh banget sih,” keluh April karena Chiko belum juga berhenti.



“Iya, apa perlu aku telepon untuk menanyakan kemana dia akan membawa kita Pril?”



“Percuma San, dia gak akan jawab juga kalau filing aku,” sahut April yang tahu bagaimana Chiko, “oh iya, apa kamu sudah menghubungi orang rumah kalau akan pulang larut?”



“Iya sudah, aku sudah hubungi Mamah dan sudah bilang bilang sama Arya juga tadi,” jawab Santi.



“Kamu sudah coba hubungi Raya belum, apa tanya sama Mamah dia sudah pulang atau belum?”



“Gak usah deh, kalau di dengar dari bicaranya Mamah sama Arya tadi sepertinya dia belum pulang,” jawab Santi malas.



“Aku gak bisa bayangin bagaimana kalau aku yang ada di posisi kamu sekarang, apa aku bisa sesabar kamu!”



“Jangan, walau aku tahu kamu sanggup menghadapinya, tapi aku berdoa semoga kamu tidak mengalami hal seperti ini Pril,” ucap Santi lalu tersenyum.



Mereka menjadi sahabat, Santi masih belum tahu sampai sekarang siapa wanita yang ada disampingnya saat ini. Wanita yang pernah membuat keharmonisan keluarganya juga hancur, wanita yang pernah menjadi duri dalam rumah tangganya. Wanita yang pernah membuat suaminya berpaling cukup lama dari dirinya.

__ADS_1



Perjalanan mereka sudah melewati setengah jam lebih lima menit, April semakin penasaran kemana Chiko akan membawa mereka. Dari awal perjalanan April terus memperhatikan jalan yang mereka lewati, dari sana mungkin dia akan tahu kemana Chiko akan membawanya.



Jalan yang sedang dilewati ternyata baru kali ini dilewati April, Chiko belum pernah membawa dia ke daerah sini. April buta tentang jalan yang mereka lewati sekarang, dia juga tidak tahu kalau di tempat itu ada banyak tempat hiburan malam, tempat makan yang hits juga banyak taman dan spot foto yang indah.



“Aku baru tahu tempat ini loh Pril,” ucap Santi.



“Iya, sama aku juga.”



Kendaraan Chiko akhirnya berhenti juga di sebuah tempat hiburan malam, sebuah klub yang terlihat sangat ramai jika dilihat dari tempat parkirnya yang sudah mulai penuh, padahal malam ini masih dibilang sore, masih pukul delapan. April terus membuntuti kendaraan Chiko yang masih mencari tempat untuk parkir.



Saat ada tempat yang cukup luas yang sekiranya bisa untuk dua kendaraan, Chiko langsung masuk dengan April yang terus membuntuti. Mereka langsung di ajak Chiko masuk, sebelum mereka bertanya Chiko sudah berkata kalau jangan bertanya apapun.



Jadinya mereka hanya mengikuti pria itu sampai mereka duduk di tempat yang ternyata sudah di booking Chiko selama dia dalam perjalanan. Tidak lama mereka datang dan duduk manis, sudah ada dua pelayan yang datang dengan membawa minuman serta makanan yang juga ternyata sudah dipesan oleh Chiko.




“Biasa saja dong wajahnya Beb, kenapa memangnya kalau aku sudah jadi pelanggan disini?”



“Emm, gak heran kalau aku sih, pasti di sini ada fasilitas plus-plusnya,” ketus April.



Chiko tertawa sedangkan Santi hanya bisa tertawa melihat kecemburuan April dengan masa lalu Chiko yang memang seorang donjuan.



“Iya dong sayang, karena itu tempat ini aku jadikan basecamp,” ucap jujur Chiko yang membuat April tersedak karena dia sedang minum juga.



April menelan air yang ada di tenggorokannya sedikit susah, dia melihat Chiko dengan wajah kesal dan wajah terkejutnya, “Apa! tempat ini kamu jadikan basecamp!” seru April dengan tatapan tajam ke Chiko, sedangkan yang dilihat hanya tersenyum tipis lalu cengengesan gak jelas.

__ADS_1



“Chiko!”



“Iya, yang aku katakan tadi benar, disini ada semuanya jadi yah gitu deh, yang lain juga sependapat dengan aku Pril,” ujar Chiko yang masih terlihat santai, “buat apa kita cari tempat yang lain kalau disini sudah ada semua, ya kan San?”



Santi yang ditanya palingkan wajahnya, karena dia tidak ingin berada dalam pertarungan sengit mereka. April menghela nafas kasar, dia sangat kesal dengan Chiko yang masih seperti itu sampai sekarang. Saat dia merasa sangat kesal Chiko mendekat dan memberikan kecupan singkat di keningnya.



Chiko berbisik jika dia sangat mencintai April, dia tidak akan kembali ke kehidupannya yang dulu tetapi dia juga berkata kalau dia tidak bisa meninggalkan teman-temannya. April kembali menghela nafas, dia tahu bagaimana Chiko saat ini, dia juga sadar kalau dia punya masa lalu yang sama tidak baiknya dengan Chiko, namun pria itu masih bisa terima semua kekurangan April sampai saat ini.



“Kalian so sweet banget sih, kalian selalu buat aku iri,” ucap Santi sambil memainkan sedotan yang dipegangnya.



“Iya dong, kalau di depan orang usahakan mesra,” gurau Chiko.



\*\*\*



Raya masih ingin bersama Intan, dia tidak kembali ke kantor. Raya membawa Intan ke beberapa tempat, pria itu sedang merayu Intan untuk tetap bersama dia seharian ini. Dia minta Intan membatalkan pertemuan dengan temannya dan Intan menuruti kemauan Raya, dia berpikir cerdik.



Intan berpikir jika dia bertemu temannya tidak dapat apapun, yang ada dia akan mengeluarkan uang untuk mereka makan dan lainnya. Sementara itu dia akan dapat banyak uang kalau tetap bersama Raya, juga dia bisa melakukan pertemuan dengan temannya itu besok. Intan lebih mengutamakan yang penting juga menghasilkan tentunya.



Selesai berbelanja apapun yang Intan mau, Raya membawa wanita itu untuk bersenang-senang. “Yang benar Ray?”



“Iya, silahkan kamu yang pilih tempatnya, aku akan ikuti dimana saja kamu mau,” ucap Raya.



“Apa kamu tidak lelah dari siang sudah muter-muter, dan juga ini sudah jam sembilan malam loh,” ucap Intan.


__ADS_1


“Nggak, aku ‘kan sudah bilang kalau aku ingin bersama kamu, aku sedang ingin menghabiskan waktu bersama kamu saat ini,” ungkap Raya, “selain itu aku juga ingin dapat pelajaran baru lagi dari kamu Tan,” timpal Raya dengan senyum genitnya.


__ADS_2