SUAMIMU SIMPANANKU

SUAMIMU SIMPANANKU
BERONTAK


__ADS_3

"Raya bukan sih?"



Mamah mau mendekat, namun sepertinya panggilan alam tidak mengijinkan, Mama langsung berjalan cepat ke kamar mandi.



April sedikit terpekik saat tubuhnya tiba-tiba didorong oleh, Saya bergerak cepat mendorong tubuh April dan menutup pintu lalu membuat mulutnya bungkan dengan di tutup tangan Raya.



Saat melihat siapa yang sudah mendorong tubuh serta membungkam mulutnya, April menepis tangan Raya dengan sedikit membentak, "Kamu apa-apaan sih Ray," lalu dia menjauhkan tubuh Raya darinya.



Raya menarik kembali lengan April, dan berhasil membuat dia jatuh dalam dekapan Raya. Pria itu langsung mendaratkan sentuhan bibirnya di bibir April, membuat rasa yang sudah tidak ingin dirasakan oleh April. Tangan April dikuncinya agar wanita itu tidak bisa bergerak menolak keinginannya, 'Ini salah aku." Batin April.



Tautan itu hanya sepintas bisa dirasakan April, saat mata tertutup wajah tampan Chiko melintas dengan tatapan tajamnya. Sontak April langsung membuka mata lebar sambil mendorong tubuh Chiko.



Raut kecewa terlintas di wajah Raya, pria itu menatap dengan sorot mata tajam, "Kenapa! Apa karena dia lebih bisa memuaskan hasrat kamu sekarang?" Sentak Raya yang membuat dia mendapatkan satu tamparan cukup keras dari April.



April terlihat kecewa mendengar ucapan Raya, "Apa kamu pikir selama ini aku hubungan dengan kamu hanya memikirkan hal itu!" Ucapnya penuh kecewa, "Aku sadar jika apa yang aku lakukan ini salah, apa kamu tidak menyadari hal itu? Apa kamu tidak merasa bersalah melakukan perselingkuhan ini!" Timpalnya.



Raya tidak menjawab, dia hanya diam menatap April dan langsung kembali memaksa wanita itu melayani hasratnya. April meronta dan mengatakan jika Raya harus menyadari semua kesalahannya dan harus menyudahi semua sikapnya yang salah.



Namun saat ini Raya sepertinya tidak butuh nasihat, yang dia butuh adalah mengeluarkan hasratnya. Dia kembali memaksa keinginannya, namun kali ini dia mendorong lebih keras, lalu bergegas meninggalkan Raya.


__ADS_1


Pria itu tidak memanggilnya karena takut terdengar seseorang, dia hanya menghembuskan nafas kasar dan menghentak kesal saat melihat April keluar lalu menutup pintu kencang. April keluar dengan nafas yang sedikit terengah, dia kesal dengan sikap Raya yang tidak mau menyadari kesalahannya



April kembali menuju taman, dia melihat Santi dan Arya yang sedang menikmati pesta mereka. April melihat terus ke arah wanita itu, ada rasa menyesal karena dia ingin membalas dendam pada Raya, tapi seiring berjalannya waktu April tidak bisa mengendalikan keadaan.



Wanita itu tidak habis pikir kenapa dia tega melakukan hal itu sementara ini adalah hari ulang tahun anaknya, posisi semua orang sedang berkumpul kenapa dia bisa memikirkan hal tersebut.



Raya keluar dari kamar tamu, pas sekali Mamah melihat. Saat dia melihat Raya keluar dari kamar tersebut, Mamah kembali melangkah mundur dan sedikit mengintip, "Benar, yang tadi itu Raya, ngapain dia di kamar itu?" Ucap Mama, wanita paruh baya itu tidak mau ketinggalan jejak Raya.



Dalam benaknya dia terus berpikir tentang berbagai macam kemungkinan, Raya langsung menuju taman dan menemui kembali Santi dan Arya. Mamah menoleh ke samping kanan dia melihat April yang sedang asik dengan ponselnya.



Mama menghela nafas panjang, dia tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan dari Raya, Mama pun memutuskan untuk tidak memikirkan hal itu. Semua kembali menikmati acara, April dikagetkan teguran suara berat seorang pria.




April hanya memeluk erat lengan kekar Chiko tanpa menjawab ucapan nya, Chiko memberikan belaian lembutnya di pucuk kepala April. Chiko melihat ke arah keluarga kecil Arya, pas berpapasan dengan mata Raya yang melihat ke arahnya.



Mereka saling menatap tajam dengan pikiran masing-masing yang ada di benak mereka, setelah cukup lama April diam dengan perasaannya, Chiko mengajak wanita itu untuk menghampiri Santi dan Arya, karena dia belum menghampiri nya.



Raya berteriak cukup kencang saat melihat kedatangan Chiko dan April, anak itu sangat antusias melihat kedatangan Om yang saat ini sedang dikaguminya. Chiko langsung merentangkan tangan saat mendengar dan melihat Arya, anak itu berlari dan memeluk erat Om tampannya tersebut seraya mengeluh, “Om kok datangnya lama sekali sih, kan acaranya sudah selesai.”



Chiko memberikan pelukan hangatnya, lalu menjawab ucapan Arya dengan permintaan maaf terlebih dahulu, Chiko mengatakan jika dia harus menyelesaikan tugasnya terlebih dahulu. Dengan polosnya Arya menanyakan apa kado dari Omnya itu, Chiko jadi merasa malu karena dia tidak membawa apapun saat ini, akhirnya Chiko mengangkat anak itu dan membawanya duduk di sebuah kursi.

__ADS_1



Chiko minta Arya untuk memilih mainan yang dia suka dalam ponselnya, “Om beneran! Mainan apa aja?” Chiko tertawa lalu mengacak-acak rambut Arya seraya berkata, “Iya sayang, pilih aja yang mana yang kamu mau, kalau sudah ketemu kamu kasih tahu Om nanti akan langsung Om beli, tapi kamu masih harus tunggu barang itu datang yah,” “Iya Om, terima kasih yah Om,” seru Arya lalu memeluk Chiko, “Om kasih kamu dua hadian, jadi kamu pilih dua yah,” “HUwa ….”



Selama Chiko mendekati keluarga itu, April tidak pernah melepaskan lengannya yang memeluk lengan Chiko, bahkan dia sama sekali tidak melihat ke arah Raya yang saat itu tidak pernah melepaskan pandangannya melihat April yang sangat menempel pada Chiko. April menjadi merasa tidak nyaman setelah kejadian tadi, dia sepertinya ingin segera pergi dari pesta tersebut.



Tahu apa yang dirasakan April saat ini, setelah Arya menentukan pilihannya untuk hadiah dari Chiko, pria itu pun segera pamit. Santi mengatakan jika sebenarnya dia ingin mengajak mereka makan malam, tapi sepertinya waktunya masih belum tepat dan Santi mengatakan jika kapan-kapan dia akan mengundang pasangan serasi itu untuk makan malam bersamanya.



Raya tidak mengatakan apapun, dia hanya mendengarkan percakapan Santi juga Chiko dan April. Setelah berpamitan Chiko langsung membawa April pergi dari pesta tersebut, dia melaju kencang untuk membawa April pulang ke rumahnya karena besok weekend jadi tidak perlu ada pakaian kerja untuk di bawahnya saat ini.



“Apa kamu sempat makan tadi disana?”



“Belum, dan saat ini aku sudah sangat lapar sekali,’



“Kenapa diam saja dari tadi, aku pikir kamu gak lapar, gak tahu apa kalau aku juga laper banget,” ujar Chiko yang membuat April tertawa, “Enaknya makan apa yah?”



“Aku mau yang pedas-pedas Chik,”



“Boleh, sepertinya mantap tuh, aku juga sedang malas makan nasi saat ini, ada tempat yang enak gak?”



“Kita ke tempat kuliner kota ajadeh, disana kan enak tuh, aku mau makan banyak malam ini,” ujar April, mendengar ucapan itu Chiko semakin yakin jika sudah terjadi sesuatu sebelum dia datang ke rumah Santi.

__ADS_1



“Oke, tapi aku mau kamu ceritakan apa yang sudah terjadi di rumah itu malam ini juga.” tukas Chiko yang langsung melihat ke arah Chiko dan menatapnya heran bercampur sedikit rasa takut.


__ADS_2