SUAMIMU SIMPANANKU

SUAMIMU SIMPANANKU
SALING MEMUASKAN


__ADS_3

“Malam ini aku akan memberikan ilmu baru, gaya baru, kita akan melakukan teori langsung dengan praktek Ray.” Ucap Intan sambil tersenyum tipis.



Akibat gerakan jari lentik Intan akhirnya perlahan Raya menggerakkan tubuhnya, melihat Raya yang mulai bergerak senyum manis terlihat diwajah Intan. Intan memberikan kecupan-kecupan singkat di wajah Raya yang membuat Pria itu merasa sedikit geli dan akhirnya perlahan membuka mata. Samar masih dia melihat wajah Intan yang tersenyum, sepertinya dia sengaja melakukan hal itu karena memang minta dirinya untuk bangun.



Raya mengatakan jika dirinya butuh tidur sebentar lagi, matanya masih sangat berat untuk terbuka. Intan merengek manja namun Raya mengatakannya sambil memohon jika saat ini dia masih membutuhkan waktu untuk beristirahat. Raya sedikit menjauh dari Intan, dia meraih guling besar dan memeluknya. Intan merasa sangat kesal mendapat penolakan dari Raya, lalu dia ngedumel sendiri kenapa kalau hanya ingin tidur ajak dirinya, tinggal pulang dan tidur kan beres.



Intan menghembuskan nafas kasar beberapa kali, lalu dia beranjak dari tempat tidur itu dan menjauh. Intan mencoba melakukan apa yang dia suka, dia menyalakan televisi serta berusaha menikmati film yang sedang diputar, setengah jam berlalu Intan merasa bosan. Dia lalu mengambil ponselnya, satu jam dia melihat layar ponsel tersebut, berbagai aplikasi dilihat, berbagai permainan dimainkan tapi tetap saja dia tidak bisa merasa tenang.



Sesekali dia melihat Raya yang masih tertidur sangat pulas, Intan hanya bisa merasa kesal melihat Raya seperti itu. Intan terus merasa gusar, tubuhnya terus merasa memanas. Intan tidak bisa menahan hasratnya lagi karena selama Raya tidur otak kotornya terus saja berputar, Wanita itu sudah merasakan hasratnya naik ke kepala.



“Sudah jam tiga pagi! Gila gak kerasa tau-tau udah jam segini aja,” ucap Intan, “Cukup kali Ray kamu tidur beberapa jam, kalau masih tidak mau juga aku akan pergi dari sini.” kesal Intan. Lalu dia beranjak dari tempat duduknya, Intan melihat Raya yang masih tidur sambil memeluk guling besar. Dia perlahan mendekat, naik ke atas kasur dan menarik selimut tebal yang dipakai Raya.



Senyum lebar Intan terlihat saat dia melihat tubuh kekar ray yang sudah polos bagian atas, tangannya memberi usapan langsung ke benda yang masih tertidur pulas agar segera bangun, dengan memberikan \*\*\*\*\*\*\* lembut beberapa kali hingga membuat Raya kali ini sepertinya harus terbangun.



“Mmpp, Tan,” gumam Raya melepaskan bibirnya dari \*\*\*\*\*\*\* Intan, tangannya bergerak hendak mendorong tubuh Intan agar sedikit menjauh, dia merasa tidak nyaman dengan dirinya sendiri. Namun saat dia menyentuh sesuatu yang kenyal matanya langsung terbuka, Raya melihat tepat di depan matanya dua gundukan besar sudah tidak tertutup sehelai benangpun, hingga Raya bisa merasakan kehangatan serta kelembutan buah tersebut langsung dengan telapak tangannya.



“Kamu!” Seru Raya.


__ADS_1


Intan tersenyum, “Aku sudah siap untuk memuaskan kamu Ray, sepertinya sudah cukup istirahatnya sayang, kalau kali ini kamu masih gak mau bangun aku akan mencari yang lain agar bisa aku puaskan,” ancam Intan.



Raya langsung merangkul pinggang Intan lalu memberikannya kecupan singkat di pipi wanita itu, “Jangan dong sayang,” rengeknya manja, “Kan aku yang bawa kamu kesini, masa kamu mau memuaskan yang lain!”



“Kamunya terlalu lama anggurin aku Ray, kamu gak tahu aku sudah menahan hasratku berapa lama, sudah beberapa jam Ray dan aku sudah merasa sangat pusing tau,” keluh serta rengek manja Intan.



“Maaf yah sayang, asli aku ngantuk banget Tan, capek.”



“Lalu sekarang bagaimana, mau main atau tidak!”



“Main lah.”




Raya kembali berbaring, Intan melanjutkan gerakannya yang tadi sempat tertunda, dia membuat ular yang sedang tertidur perlahan bangun. Tangannya mulai membuka kancing celana Raya dan melanjutkan pergerakanya yang tadi tanpa melepaskan tautannya.



Baru saja mulai Intan dengan sentuhannya, namun sentuhan itu sudah berhasil membuat hasrat Raya naik. Bukan hanya itu, sedikit demi sedikit ular yang sedang tertidur mulai bangun dan menegang saat Intan dengan sangat lihai memainkannya. Malam itu Intan melakukan apa yang diucapkannya tadi, Intan membuat Raya melakukan apa yang dia inginkan.



Raya seperti boneka yang siap dimainkan oleh Intan, tubuhnya terus menerus diberikan rasa yang membuat Raya ingin terus merasakannya. Raya mengikuti semua keinginan Intan, saat intan bilang up dia up dan seterusnya. Pemanasan yang mereka lakukan membuat suhu tubuh mereka benar-benar memanas, Raya bahkan sudah sangat ingin mengeluarkan hasratnya, namun hal itu ditahan oleh Intan.

__ADS_1



“Kan belum masuk Ray, masa udah mau dikeluarin aja sih,” sedikit keluhan Intan.



“Kamu yang buat aku seperti ini, akh kamu itu bikin aku gak kuat tahan lama Tan,” seru Raya.



“Bukannya kamu memang tidak tahan lama yah, aku akan memberikan triknya malam ini, kamu ingat-ingat saja apa yang kita lakukan malam ini.” ucap Intan.



Sedikit perbincangan dilakukan agar hasrat tinggi Raya kembali turun, setelah sedikit bernafas Intan kembali mulai permainan. Kali ini Intan minta Raya yang melakukan sentuhan pada seluruh tubuhnya, Intan ingin Raya menyusuri setiap lekuk tubuh itu, apapun yang akan Raya lakukan dia akan membalasnya.



Semakin malam semakin panas, keduanya sudah tidak bisa menahan hasrat mereka. Raya mulai menyatukan tubuh mereka, penyatuan tubuh membuat rasa yang mereka nikmati semakin bergairah. Penyatuan tubuh itu langsung membuat darah mereka kembali bergejolak, mereka bergantian untuk menemukan rasa yang mereka inginkan.



Permainan yang semakin panas itu terus mereka lakukan, dan akan berhenti jika mereka sudah mencapai puncaknya. Di lain kamar satu pasang mata perlahan terbuka, samar dia melihat wajah cantik seorang wanita yang saat ini sangat dicintainya. Chiko yang selalu tidur dengan bertelanjang dada mendekap tubuh April yang mengenakan lingerie berwarna lembut.



Tubuh sintalnya terlihat sangat membuat mata Chiko tidak ingin lepas dari sana, Chiko mendekat dan memberikan kecupan singkat di kening April yang masih tertidur pulas. "Pril, bangun sayang." Bisik Chiko mencoba menbangunkan April, namun dia tidak bergeming.



"Sepertinya memang harus dibangunkan dengan cara lain." Ucap pelan Chiko sambil tersenyum sendiri mengingat apa yang akan dilakukannya pada April.



Wajahnya semakin didekatkan dengan wajah April, sudah tentu dia akan memberikan sedikit rasa di bibir yang sedikit mengering itu. Chiko memainkan bibir April dengan bibirnya, membuat mau tidak mau April bergerak karena gangguan tersebut. Matanya dipaksa terbuka, dia melepaskan diri dari tautan Chiko seraya merengek manja dengan suara seraknya, "Ah Chiko!"

__ADS_1



Tubuhnya menjauh tapi Chiko segera menarik kembali pinggang rampingnya seraya berkata, "Bangun dong sayang."


__ADS_2