
Raya meluncur ke tempat yang sudah di beritahukan padanya, sebuah klub malam yang memang sempat beberapa kali dia datangi.
Jika mengenai April wanita yang membuatnya selalu merasa tidak nyaman dalam tidur, Raya tidak bisa mengendalikan dirinya, apalagi jika melihat wanita itu bersama kekasihnya. Walaupun dia sudah menyatakan rela menjadi yang kedua, tapi ternyata itu tidak semudah yang dipikirkan Raya.
Dirinya harus benar-benar kuat menahan hati juga emosi, saat dia melihat orang yang disayanginya berada dalam pelukan pria lain. Padahal saat ini ini dia sudah memiliki Santi yang memang diakuinya juga menarik, namun Entah mengapa Apa itu otaknya selalu tertarik kepada April.
Chiko sudah sampai di rumahnya bersama April, sampai di sana Apri kelaparan dan dia langsung mau pesan makanan, sementara itu Chiko langsung membersihkan diri dan mengerjakan pekerjaannya kembali. Setelah April keluar dari kamar mandi dan melihat Chiko sudah duduk di meja Kerjanya, dia hanya bisa menghembuskan nafas panjang.
"Apa di kepalanya itu delapan puluh persen kerja dan dua puluh persennya diri sendiri yah, kasin banget sih Chik, tanggung jawab kamu besar banget," ucap April yang merasa kasihan juga salut dengan pria yang ada di depannya itu.
Selesai merapikan diri bel rumah berbunyi, April bergegas membukakan pintu karena dia yakin jika itu pesanannya yang datang. "Terima kasih Pak." Ucap April setelah dia menerima makanannya.
April membawanya ke dapur, lalu dia mengganti kotak makanan dengan alat makan yang seharusnya. Dia membawanya ke kamar dan meletakkan di atas meja yang ada di dalam kamar tersebut.
Wanita itu perlahan menghampiri Chiko, "Chik, kita makan dulu yuk," ajak April.
Tanpa menoleh Chiko menjawab, "Kamu saja lebih dulu yah, aku menyusul,"
"Oke, mau kopi?"
"No, nanti saja yah sayang," jawabnya masih dengan mata yang terus melihat layar laptop dan jari yang lincah menari di atas keyboard.
April tidak berkata lagi, dia kembali ke meja dan mengambil minuman serta makanan Chiko, dibawanya semua itu ke dekat Chiko. Pria itu menoleh, menaikkan satu alisnya lalu dia tersenyum manis dan membelai pipi April seraya berkata, "Kamu saja duluan yah cantik,"
April balas senyumannya, "Aku akan suapi kamu, kamu fokus saja dengan pekerjaanmu," ucap April yang membuat dirinya dapat kecupan singkat dari Chiko di keningnya.
__ADS_1
Chiko kembali mengerjakan tugasnya dengan didampingi April, wanita itu dengan sabar memberikan suap demi suap makanan ke mulut Chiko. Sementara itu Raya sudah memasuki halaman parkir sebuah tempat hiburan malam, setelah dia memarkirkan kendaraannya Raya langsung masuk mencari teman-temannya.
Raya menghubungi salah satu temannya dan mengatakan jika dia sudah sampai, tapi tidak bisa menemukan mereka, alhasil temannya mengatakan jika Raya akan dijemput oleh seseorang disana.
Pria itu berdiri sambil bola matanya terus berputar melihat sekeliling, sesekali terlihat senyum tipis di wajahnya kala ada sesuatu yang dipikirnya lucu. Tubuhnya perlahan bergerak sedikit mengikuti alunan musik, sampai berhenti saat ada yang menegurnya.
"Permisi, apa anda yang bernama Raya?" Tanya wanita cantik dengan tubuh sedikit berisi.
"Iya saya Raya, ada apa!"
"Saya yang diminta teman Anda untuk menjemput,"
"Oh iya, maaf saya sampai lupa, ayo Nona silahkan," ujar Raya mempersilahkan wanita itu jalan lebih dulu untuk menunjukkan jalannya.
Saat melihat ada yang masuk mereka sedikit mengecilkan suara musiknya, dan kala melihat Raya yang berjalan dibelakang wanita yang mengantarnya, sambutan yang hangat didapat Raya. Pria itu menjadi sedikit malu saat semua temannya menyambut dirinya penuh suka cita, semua langsung bergeser dan mempersilahkan Raya duduk diantara mereka.
Semua teman mengatakan kesenangannya karena Raya bisa ikut berkumpul bersama mereka, sebab sudah beberapa kali pertemuan Raya selalu menolak untuk bergabung dan menghabiskan waktu bersama teman-temannya itu.
Raya menyatakan permintaan maafnya, karena dia tidak selalu bisa ikut bergabung bersama mereka. Setelah obrolan singkat itu Raya langsung menikmati malam dengan penuh kegembiraan, Raya diminta untuk bersenang-senang malam ini, tidak hanya memikirkan pekerjaan terus menerus, ejek tamannya.
Setengah jam para lelaki itu bicara ngalor ngidul semenjak kedatangan Raya, dan obrolan mereka terhenti karena pintu masuk terbuka dan masuk dua wanita cantik nan seksi. Sontak hal itu membuat sedikit keriuhan, para pria itu seketika mengeluarkan candaan dewasa mereka.
Para wanita itu menawarkan diri, apakah mereka ingin memakai jasa suara mereka di tempat ini. Satu teman Raya langsung mengatakan ia, tampa berdiskusi dulu pada teman yang lain, hal itu membuat dirinya mendapat toyoran dari teman-temannya.
__ADS_1
Tawa mereka pecah, bahkan dua wanita yang masih berdiri menunggu keputusan mereka juga ikut tertawa. Akhirnya dua wanita diberikan pekerjaan, satu persatu pria itu request lagu yang ingin didengar oleh mereka saat ini, agar bisa dinyanyikan oleh dua biduan cantik tersebut.
Setelah beberapa saat mereka menyanyikan beberapa lagu, dua biduan itu mulai menggerakkan tubuhnya dengan sedikit seksi, hal itu membuat para pria yang memang terlihat haus akan hasrat langsung berteriak riuh.
Melihat gerakan tubuh dua wanita itu, salah satu teman Raya tidak bisa menahan gaorahnya. Dia ikut bernyanyi dan bergoyang dengan salah satu wanita tersebut, setelah kedatangan salah satu dari pria itu yang ikut bernyanyi, gerak tubuh wanita itu semakin lues, memutar tubuh pria dengan tangan nakalnya.
Satu temannya mendekat, dia berbisik, "Lo mau cewek gak Ray?" Raya menjauhkan sedikit wajahnya lalu melihat dengan mata mendelik seraya menjawab, "Cewek, maksud lo itu," sambil melirik ke arah dua wanita yang sedang bernyanyi
"Bukan, yang lain lah,"
"Masih ada?"
"Ada klo lo mau,"
"Lo nawarin gua doang?"
"Semuanya udah Ray, tinggal lo doang."
Temannya itu menceritakan jika yang lain sudah memesan satu kamar juga satu wanita, itu mereka lakukan saat Raya belum sampai disana. Setelah mempertimbangkan dan mendapat rayuan dari temannya itu, akhirnya Raya pun mengatakan jika dia mau satu, tapi tidak untuk bermalam.
Temannya itu mengatakan bisa, kesepakatan sudah dilakukan, temannya langsung menghubungi salah satu wanita yang dia ingin rekomendasikan pada Raya. Raya diperlihatkan foto dan beberapa data tentang wanita tersebut, ada beberapa foto yang diberikan pada Raya dan akhirnya ada satu yang dipilih olehnya.
Tepat pukul sepuluh lewat tiga puluh menit mereka keluar dari ruang karaoke tersebut, mereka langsung menuju kamar yang sudah mereka booking sebelumnya. Raya pun melakukan hal yang sama, dia bersama satu temannya berjalan beriringan menuju kamar mereka yang bersebelahan.
__ADS_1
"Enjoy Ray."