SUAMIMU SIMPANANKU

SUAMIMU SIMPANANKU
KEPANIKAN CHIKO


__ADS_3

‘Kemana dia, gawat nih.’ batinnya.



“Kenapa sih Chik, udah biarkan aja aku mau kok temani kamu kalau dia gak mau,” ucap wanita itu.



“Sorry yah, bukan gak sopan tapi gua harus pergi by,” seru Chiko dan berlalu meninggalkan wanita itu. Chiko pergi dengan keadaan cemas, matanya berputar mencari keberadaan April. Chiko clingak clinguk di tempat itu dengan langkah cepat, namun sepertinya April sudah tidak berada disana, karena Chiko sudah mengitari tempat itu namun tetap tidak bisa menemukan April. “Damn!” geram Chiko, “Kenapa harus bertemu dengan wanita-wanita yang gak jelas tadi, mana ketemunya sekaligus dua lagi, gimana gak mau ngambek tuh nyonya besar.” ucapnya lagi.



Chiko pasrah, akhirnya dia masuk mobil dan langsung meluncur pulang kerumah April untuk mencarinya di sana. Berharap jika wanita itu sudah pulang menggunakan kendaraan umum, jalan kali ini ternyata sedikit membuat kepala Chiko pusing. Disaat seperti ini jalan sepertinya sangat mendukung supaya emosi Chiko semakin tinggi, dia terus mengumpat sepanjang jalan yang macet itu.



Malam itu mereka tidak bisa saling bertemu, saat sampai rumah April ternyata dia tidak ada disana juga sulit dihubungi. April sepertinya memang kesal dengan masa lalu Chiko, dia belum bisa menerima jika masa lalu itu terus membayangi hidup calon suaminya. Sementara itu Chiko dibuat frustasi oleh April karena tidak bisa ditemui dan dihubungi.



Perusahaan besar tempat April bekerja sudah sedikit terlihat sibuk, Chiko baru menginjakkan kakinya disana sekitar pukul sembilan pagi. Ruangan yang pertama didatangi pagi ini bukan ruangannya, pagi ini Chiko mendatangi meja kerja April terlebih dahulu, Tapi dia tidak menemukan tanda-tanda jika wanita itu ada di mejanya, “Apa April tidak masuk hari ini?” Tanya Chiko pada sekretarisnya, “Iya Pak, sampai saat ini tidak kelihatan,” jawabnya.



Chiko langsung masuk ke ruangannya dan menghubungi Dito, dia minta agar Dito mencari dimana keberadaan April lewat gps yang ada di ponselnya. Chiko tidak dapat melakukan itu karena saat ini dia ada meeting yang tidak bisa ditinggalkan, setelah mendapatkan perintah dari Chiko, Dito langsung mengerjakan tugas itu, sementara Chiko berjalan menuju ruangan meeting dimana sudah hadir beberapa rekan kerjanya.


__ADS_1


Raya berada di meja itu bersama dengan Papa mertuanya, kali ini kedatangan Raya kesana untuk menanyakan kenapa setelah bergabung dengan perusahaan Chiko penghasilannya malah menjadi turun. Setelah meeting berjalan Raya menanyakan hal itu, Chiko lalu menjelaskan dengan sangat detail. Bahkan dia memberikan beberapa bukti bahwa apa yang ada di dalam catatan itu adalah benar semua adanya.



“Paman silahkan cek semuanya, mulai dari awal sampai saat ini semua tertulis dengan sangat jelas,” ujar Chiko sambil menyerahkan beberapa berkas,Raya juga ikut cek semua isi data keuangan yang masuk juga yang keluar. Di sana memang tertulis dengan sangat jelas, tidak ada satupun yang berbeda atau yang tidak masuk akal dari catatan itu.



“Bagaimana Ray, apa Anda menemukan ketidak seimbangan atau kejanggalan disana, semua pengeluaran itu atas persetujuan serta tanda tangan dari Anda, semuanya juga cocok dengan catatan yang Anda pegang, jadi menurut saya tidak perlu ada yang dijelaskan lagi,” ujar Chiko menutup berkasnya.



“Maksud Anda bagaimana, Anda menyerah dengan perusahaan kami?” Tanya Raya.



“Saya sudah berusaha dengan tim saya, tapi sepertinya apa yang kami lakukan tidak bisa membantu, karena terlalu banyak kendala yang kami hadapi. Banyak bahan yang sudah tidak bisa didapatkan seperti yang rekan kalian sampaikan, lalu konsumen hanya menginginkan barang dengan produksi bagus dan harga terjangkau, sepertinya itu sedikit sulit, kecuali jika semua bahan komponennya bisa didapat kami pasti akan usahakan,” ungkap Chiko.




“Kira-kira masih bisa bertahan berapa lama lagi, apa kalian tidak bisa memberikan solusi lain?” Tanya Raya.



“Sebenarnya bisa sih kalau menurutku, kita alihkan jadi barang lain dengan harga yang terjangkau dengan fisik yang berbeda.” Chiko mengatakan jika dia sudah memikirkan satu solusi, lalu diungkapkannya pada meeting itu. Chiko dan Raya fokus dengan pekerjaan mereka, sementara itu April sedang bersantai dirumah salah satu temannya.

__ADS_1



April duduk santai di teras belakang, sambil menikmati taman dengan gemericik air dari taman kolam ikan yang ada disana. Terdengar suara alunan musik mendayu menemani dirinya yang sedang asik melihat layar ponsel, April seperti sangat menikmati harinya saat ini. “Hei Pril, ada yang nyari lo tuh didepan,” tutur temannya yang menghampiri. “Teman! Siapa?” Tanya April heran, karena dia tidak memberitahu siapapun tentang keberadaannya disana dan tidak ada yang tahu juga.



“Gak tahu lah, gua tanya siapa dia cuma senyum dan bilang lo suruh kesana aja,” jawab temannya sedikit kesal, “Apa Chiko, tapi sepertinya gak mungkin dia sih Fen,” “Ya udah makanya lo temui dulu sana, gua males balik lagi ke depan, nanti lo bawa aja dia kesini yah.”



April beranjak dari duduk santainya, dia melangkah ke pintu depan untuk menemui siapa orang yang sudah menemukannya. “Dito!” Yang disebut namanya tersenyum getir, “Lo kenapa sih hah, bikin si Chiko kalang kabut aja nyariin lo,” gerutu Dito. April tidak menjawab, dia ngelengos kedalam dan terpaksa Dito mengikutinya. Sampai di teras belakang April langsung mempersilahkan dia duduk, Feni beranjak dari duduknya untuk meninggalkan mereka agar bisa bicara lebih leluasa.



April berkata jika saat ini dia sedang berusaha untuk berdamai dengan dirinya sendiri, wanita itu menceritakan kejadian kemarin saat ada dua wanita yang mengenal Chiko dan menyapanya penuh goda. April mengatakan jika saat itu dia merasa sangat terbakar cemburu, dahulu dia tidak seperti itu namun entah mengapa belakangan ini dia tidak bisa menerima jika Chiko bertutur sapa dengan wanita lain apalagi yang terlihat sengaja menggodanya.



“Gua cuma sedang ingin berdamai sma diri gua dulu Dit, mau bilang kediri gua kalau Chiko seperti itu dan gua udah tahu itu dari dulu. Banyak wanita di sekelilingnya dan itu tidak akan pernah lepas dari kehidupan seorang Chiko, tapi tau ah gua lagi kenapa, kesel aja gitu liatnya,” ujar April panjang lebar.



Dito tertawa mendengar curhatan April, dia mengatakan jika saat ini dirinya sudah mulai menyukai Chiko. Namun April seperti menolak keadaan itu, Chiko punya perasaan yang sama, kalau dulu memang semua karena sebuah perjanjian namun lambat laun perasaan mengatakan lain dan itu diutarakan oleh Dito. “Udah lah Pril, lo harus benar-benar sudahi hubungan lo sama Raya, lo gak tau gimana rasanya Chiko menahan semua emosi juga rasanya kalau lo sama Raya,” ujar Dito.



“Maksud lo apa?”

__ADS_1



“Chiko itu mau buat perjanjian sama lo emang karena dia sangat menyukai lo Pril, dan jalan itu dia ambil agar lo bisa dekat dengannya, tapi yah gitu, kasian aja gua ke dia kalau lo main sama si Raya.”


__ADS_2