SUAMIMU SIMPANANKU

SUAMIMU SIMPANANKU
KABAR BAHAGIA


__ADS_3

“Eh maaf yah!” ucap wanita cantik itu yang langsung mematung saat melihat wanita yang ada di meja.



"Eh kamu disini," seru wanita tersebut yang adalah Intan dan wanita yang dilihatnya tidak lain adalah Santi.



Matanya sedikit bergerak seperti mencari seseorang dan itu terlihat oleh Santi yang mengikuti gerak matanya.



"Apa ada yang kamu cari?" tanya Santi dengan mata memicing.



"Eh, nggak …, tapi jujur iya sih, kamu datang sendiri kesini?"



"Iya aku sendiri, kenapa, apa kamu pikir aku datang bersama Mas Raya?"



Seulas senyum tipis terlihat di wajah Intan dan berkata jika dia memang memikirkan hal itu, Santi minta dia untuk duduk dan bicara sebentar jika memang dia tidak sibuk juga sendiri. Intan menyambut undangan Santi dengan duduk bersamanya.



Santi mengatakan jika dirinya dan Raya sedang dalam tahap perceraian, saat ini mereka sudah tidak tinggal bersama. Raut wajah Intan berubah namun dia tidak bisa mengartikannya.



Santi juga mempertanyakan perihal hubungan dia dengan Raya selama ini, dengan sangat santai Intan mengatakan jika hubungan dia dan Raya hanya hanya karena uang. Jika Raya membutuhkannya maka dia akan datang dan melayaninya Raya dengan senang hati.



"Hanya sebatas itu, kamu tau kan siapa aku San, jadi tidak ada lebih," ucap Intan.



"Tapi sepertinya Mas Raya tidak seperti itu, dia sudah memberi kamu sangat banyak dan dia juga bukannya sudah mengatakan bagaimana perasaannya," sahut Santi.



"Itu urusan dia, yang pasti aku tidak akan main dengan perasaan pada pria hidung belang yang menjadi pelangganku," jawab Intan, "dan sepertinya kamu harus tau, bukan hanya dia yang menawarkan hatinya untukku San, ada juga yang ajak aku menikah namun semua aku tolak," timpalnya.



Santi penasaran kenapa dia menolak, Santi tahu jika tidak mungkin yang memanggilnya itu orang sembarangan namun kenapa Intan sampai menolaknya. Intan mengatakan jika dia tidak mau menerima karena sudah tau orang yang selingkuh tidak akan melakukannya hanya sekali, dia akan terus melakukannya.


__ADS_1


Intan juga tidak ingin terikat dengan seseorang yang hanya menginginkan tubuhnya, pria yang ditemuinya sama. Mereka hanya ingin mengeluarkan hasrat mereka saat ingin bertemu dengan dirinya, dengan alasan yang rata-rata sama.



Pusing dengan pekerjaan, bosan dan kesal dengan pasangan juga yang lainnya yang dinilai Intan hanya alibi saja. Tujuannya hanya satu melampiaskan hasrat kotornya, Intan tidak membutuhkan pria dalam hidupnya.



"Aku tidak butuh laki-laki dalam kehidupanku Santi karena aku mudah untuk mendapatkannya, apalagi saat ini Raya sudah lumpuh dan aku sudah katakan itu sebelumnya sama kamu."



Santi tidak bisa mengatakan apa-apa lagi, dia tau semua adalah pilihan dari Intan. Santi mengatakan rasa terima kasihnya pada Intan yang mau di ajak bicara, dia beranjak juga mengatakan hal yang sama namun saat dia baru dua langkah pergi Intan kembali putar tubuh.



"San," tegurnya yang membuat Santi menoleh.



"Ingat ucapanku tadi, sekali selingkuh dia akan kembali melakukannya. Sama halnya dengan Raya, lepaskan dia karena dia hanya memperdaya kamu, ada cinta untuk kamu dan anaknya namun hanya tiga puluh persen karena sisanya hanya uang."



Selama beberapa hari Santi memikirkan semua ucapan Intan, dia semakin kuat bertekad untuk berpisah dengan Raya sementara itu Raya merasa jika dia tidak akan sanggup jika harus hidup tanpa Santi setelah dirinya sulit menghubungi Intan.



Semua kebutuhan Raya dipenuhi Santi dan jika dia membutuhkan apapun itu tinggal menghubungi Santi. Saldo yang dimiliki perlahan akan habis pikir Raya jika dia terus berdiam diri.




Raya memang tidak bisa jalan namun otak serta tanganya masih bisa bekerja dengan sangat baik. Dia termasuk pria gigih dalam bekerja dan saat ini Raya sudah merasa sangat bosan hanya berbaring seharian.



"Aku harus mencari usaha yang bisa aku pegang meski keadaanku seperti ini," ucapnya sambil mencari usaha yang bisa dicobanya.



April dan Chiko janjian di sebuah kafe setelah jam pulang karena saat itu Chiko berada di luar kantor. April menunggu sambil melihat media sosial juga menyeruput es yang sudah dipesannya.



Hampir setengah dia menghabiskan minuman itu dan tiba-tiba ada seseorang yang memberikan kecupan singkatnya di pucuk kepala April dan berhasil membuat dia sedikit terkejut.



"Kamu, kenapa kamu tidak bisa berhenti membuat aku terkejut sih," ujarnya manja.

__ADS_1



"Karena aku suka melihat kamu terkejut sayang," jawabnya dengan tatapan yang dibuat sangat menggoda, “apalagi kalau dengar kamu teriak dan mendesah,” timpalnya jahil yang membuat April memukul dirinya lalu beranjak.



“Sudah ah, jangan lama-lama disini bisa bahaya,” ucap April sambil menarik tangan Chiko, “kita langsung pergi aja dari sini.”



Chiko hanya tertawa melihat April yang tidak ingin mendengar kejahilannya di tempat umum, mereka lalu pergi dan tujuan mereka saat ini adalah untuk mengambil kartu undangan yang sudah jadi. April dan Chiko sangat senang dan tidak sabar untuk memberitahukan kabar baik ini pada semua keluarga serta temannya.



April berkata jika dia sudah membuat catatan nama semua teman beserta keluarganya dan dia hanya tinggal menunggu semua catatan dari Chiko. Chiko merasa heran kenapa April sudah bisa mencatat semuanya sedangkan selama ini dia tidak pernah melihat April melakukan itu.



Kedua calon pengantin itu terlihat sangat puas setelah melihat hasil undangan yang sudah mereka pesan, April sudah tidak sabar untuk menyebar undangan tersebut. Rasa senangnya terus dikeluarkan selama perjalanan pulang namun bukan pulang kerumah karena mereka akan langsung pergi menuju rumah Santi.



“Chik, kita langsung kesana dan tidak menghubungi dia, apa kamu yakin kalau dia ada dirumah?”



“Yakin, dia sih mau kemana lagi coba dan kalaupun dia tidak ada di rumah kita masih bisa bertemu dengan Arya juga keluarganya yang lain,” jawab Chiko santai.



“Hemm, ya sudah deh.”



Sampai di rumah itu ternyata Sinta masih belum pulang dan akhirnya mereka menunggu sambil bermain dengan Arya yang sangat senang dengan kedatangan dua calon pengantin tersebut. Kurang dari setengah jam Santi sudah tiba di rumah itu dan dia sangat senang saat mengetahui ada April juga Chiko disana.



“Wah wah ada apa nih kalian datang malam-malam,” ucap Sinta saat dia mendatangi mereka di kamar bermain Arya.



“Hei, kamu sudah pulang,” seru April yang sama terlihat senangnya dengan Santi.



Mereka saling berpelukan lalu berbincang sementara itu Chiko masih asik ajak main Arya. Sinta sangat senang saat mendapat kabar bahagia itu, dia terus mengucap selamat dan mengolok-olok Chiko yang sudah harus bertobat sejak saat ini dengan menghempaskan semua selirnya.



“Tenang saja kalau itu, sudah aku pilih kok,” jawab Chiko yang membuat kening April dan Santi mengkerut.

__ADS_1



“Loh, kok dipilih sih!” Seru April yang terlihat tidak senang.


__ADS_2