
"Aku akan buat perhitungan dengan dia, aku kan melakukan sesuatu agar dia bisa dengan sendirinya sadar dan tidak berani untuk bermain api lagi dengan keluarga itu." Tandas Chiko
Mendengar ucapan Chiko barusan membuat April sedikit menggidik, tapi dia penasaran apa yang akan dilakukan Chiko pada Raya, "Apa yang akan kamu lakukan padanya?"
"Kenapa! Kamu mengkhawatirkan dia?" Ketus Chiko terdengar jelas nada tidak sukanya jika April menanyakan hal itu.
"Tidak, bukan seperti itu, maksudku jika kamu melakukan sesuatu pada Raya atau yang akan membuat perusahaan itu bangkrut, bukankah itu malah akan berdampak pada keluarga Santi nantinya," jelas April.
"Aku sudah memikirkan semuanya Pril, juga hal itu dan aku jamin perusahaan serta keluarga Santi tidak akan tersentuh dengan apa yang akan aku lakukan nanti, tujuanku cuma selir kamu itu," sindirnya.
"Aku sudah tidak ingin berhubungan dengan dia Chik,"
"Apa dia mau!"
"Tidak,"
Chiko tertawa tipis mendengar hal itu, "Aku yang akan mengakhirinya." Tukas Chiko yang membuat perbincangan itu terhenti dengan sendirinya.
Chiko masuk ke sebuah rumah makan padang, perutnya yang keroncongan sudah tidak bisa diajak kompromi, jadi dia lihat rumah makan yang terdekat saja.
April memesan rendang kesukaannya, sedangkan Chiko memilih menu makanan ikan untuk kali ini. Karena rasa laparnya yang sudah tidak tertahan lagi, Chiko dengan lahap dan cepat menghabiskan satu piring makanan nya, bahkan dia minta tambah satu porsi lagi.
Melihat lapar dan lahapnya Chiko makan membuat April tertawa, baik Chiko atau April memang suka makan, jadi melihat Chiko yang makannya sangat banyak dia tidak heran, sama halnya dengan April, Chiko juga tidak akan menjadi ilfil saat melihat porsi makan April yang melebihi wanita pada umumnya terkadang.
Dua sejoli itu memutuskan untuk bermalam dirumah April kali ini, karena wanita itu hanya bawa baju pengganti satu kemarin malam. Jadi jika mereka harus kembali tidur di rumah Chiko, April tidak akan ada pakaian ganti.
__ADS_1
Dirumah besar yang sebagian sudah mati lampunya, Raya dan Santi masih berbincang ringan di dalam kamar, malam ini Raya terlihat sedikit senggang dengan pekerjaannya hingga dia bisa ajak istrinya untuk berbincang.
Kesempatan itu juga dibuat Santi untuk memberitahu masalah pesta Arya nanti, dan kali ini Raya mendengarkan dengan sangat baik serta memberi tanggapannya. Santi merasa senang karena ternyata Raya bisa diajak kerja sama dalam pesta nanti, Raya mengatakan jika tidak mungkin dia melewatkan hari spesial anak kesayangannya tersebut.
Raya mengatakan permintaan maafnya malam itu, karena saat Santi membutuhkan pendapatnya kala itu juga keadaan perusahaan milik mereka sedang tidak baik, dan baru kali ini Raya bercerita. Santi sedikit terkejut mendengar cerita Raya.
"Kenapa kamu tidak bilang sama aku Ray, aku bisa bantu jika keadaannya seperti itu," seru Santi yang seolah tidak terima jika dia tidak diberitahu masalah besar tersebut.
"Awalnya aku ingin menyelesaikan masalah ini dengan kamu San, aku mau minta bantuan kamu. Tapi ternyata Papa sudah mengetahui kesulitan yang sedang aku hadapi, kamu tahu sendiri jika dia terus memantau perusahaan," ujar Raya.
"Aku sudah mengatakan pada Papa jika aku akan menyelesaikan masalah ini dan akan meminta bantuanmu, tapi Papa melarangnya, dia bilang tugas kamu dirumah bukan di kantor, jadi dia dan aku yang berkerja," timpalnya.
Raya menceritakan jika saat ini perusahaan sedang melakukan uji coba bergabung dengan perusahaan Chiko, mendengar nama itu disebut Santi cukup terkejut. Dia menceritakan semuanya pada Santi malam itu, bahkan mereka bicara sampai larut malam.
"Rumah ini besar, untuk apa kita mengeluarkan uang jika hal yang tidak perlu mengeluarkan uang juga bisa dilakukan." Ucap Papa menyarankan.
Sejak pagi tadi di rumah besar itu tampak Sibuk, pesta akan dirayakan di taman belakang, karena taman itu cukup luas hingga bisa menampung sekitar tiga ratus orang. Tema Adventure dipilih karena itu kesukaan dari anaknya, saat melihat setengah dari dekorasi taman yang penuh gambar kesukaannya, Arya terlihat sangat senang.
Acara akan dimulai dari pukul empat sore dan akan berakhir pukul enam, Santi sudah tampak cantik dengan kostum superheronya, dia berlenggak lenggok di depan kaca, wanita itu terlihat sedikit malu mengenakan kostum seperti itu.
Arya sudah terlihat keren dengan kostum Kapten Amerika, dia sangat bangga mengenakan pakaian tersebut. Semua sudah siap dengan, mulai dari dekor, makanan serta snack yang disediakan.
Satu persatu tamu sudah tampak berdatangan, suasana di taman dan dalam rumah sudah sangat ramai dengan kerabat dekat dan jauh mereka. Pukul empat sore acara dimulai sesuai rencana, Raya datang tepat waktu dan itu membuat Arya merasa semakin bahagia.
Pesta sudah berjalan sekitar satu jam, sosok wanita cantik menjadi fokus mata Raya saat ini. Matanya tidak berhenti mengikuti arah tubuh tinggi itu berjalan, sampai sosok cantik itu memberikan ucapan selamat pada Arya anaknya.
__ADS_1
"Happy birthdays sayang Arya, panjang umur dan sehat terus yah sayang," ucap April sambil memberikan satu buah kado berukuran besar.
"Terima kasih Tante Cantik, Tante kasih aku kado apa, kok besar sekali?" Tanya Arya polos.
"Kamu lihat saja nanti," guraunya.
"Om Chiko mana Tante, bilang sama Om kalau dia tidak datang aku akan marah," seru Arya dengan sedikit meruncingkan bibirnya.
Setelah sedikit berbincang dengan Arya, April mendapat ucapan terima kasih dari Santi, Karena apa yang dipilih serta direkomendasikan itu sangat bagus dan menurut santi sempurna.
"Enjoy yah, aku gak bisa temani kamu nih,"
"Iya San, santai saja,"
"Tapi Chiko nanti menyusul kan!"
"Iya, nanti dia akan kesini, aku sudah ancam dia tadi," sahut April yang membuat mereka tertawa. Setelah itu April bergeser lagi ke kiri, dia menyapa Raya yang sepertinya sudah sangat ingin disapa oleh wanita itu.
Hanya sapa biasa yang diucapkan April, dan dijawab Raya, "Kamu sangat cantik." April sontak melepaskan tangannya, dia bergegas meninggalkan Raya yang terlihat tidak takut sama sekali dengan situasi disana.
Raya terus mengikuti gerak April, saat dia melihat April pergi kedalam karena permintaan Santi, pria itu mengikutinya. Karena keadaan ramai jadi April tidak menyadari jika dia sedang dibuntuti, saat ini April memang sedikit merasakan kantuk, jadi dia ijin istirahat di kamar yang pernah dipakainya beberapa waktu yang lalu.
Saat April membuka handle pintu, tubuhnya didorong oleh seseorang, kebetulan saat itu Mamah sedang melintas untuk pergi ke kamarnya. Mamah melihat Raya masuk ke ruang tamu, namun dia merasa ragu apa itu benar Raya atau bukan.
"Raya bukan sih tadi?"
__ADS_1