
"Pilih yang lain saja,"
"Gak mau!"
Chiko menghela nafas panjang, dia tidak akan bisa berkeras hati jika berhadapan dengan April. Mau tidak mau akhirnya dia membiarkan juga kalung itu dimiliki oleh wanita disayanginya.
"Puas! Sudah semua kan?"
"Iya, makasih yah, dan maaf kalau aku bersikeras ingin memilikinya," ucap April, karena dia tahu kalau Chiko tidak menyukai kalung itu, apalagi itu dipilih dan sudah disukai oleh orang lain.
Selesai dalam semua pembayaran, juga ketentuan kapan barang itu akan selesai dan harus diselesaikan, Chiko dan April pun melangkah keluar dari toko itu. saat empat langkah lagi mereka keluar dari pintu, Ada sosok yang berada di dalam toko itu melihat mereka dari arah belakang dan setelah itu merasa Jika dia mengenali Chiko dan April.
Sosok itu terus memperhatikan dua sejoli yang hendak keluar tersebut, sampai akhirnya mereka keluar dari lingkungan toko perhiasan. Sosok yang merupakan pria tersebut melangkah menghampiri seorang wanita cantik dengan penampilan elegan namun sederhana, pria itu mendekatinya dan terlihat sangat dekat.
"Hai, apa sudah ada yang kamu pilih?" Tanya ramah pria tersebut.
"Sudah sih tadi Mas, tapi tadi aku bertemu seseorang yang juga menyukai perhiasan yang aku pilih itu,"
"Lalu, kamu memberikannya!"
"Iya, terlihat dia sangat menyukainya, jadi ya sudah aku beri padanya, aku bisa cari lagi nanti, dan tadi kami juga sempat berkenalan Mas," ujarnya merasa senang, Raya pria yang dipanggilnya Mas itu hanya merespon dengan senyuman.
"Aku senang karena dapat kenalan baru,"
__ADS_1
"Iya, ya sudah nanti saja lanjut ceritanya, sekarang kamu pilih lagi dan cepatlah sedikit, kasian Arya ditinggal lama sendirian disana,"
Santi tidak menjawab, tapi dia senang, karena Raya selalu memperhatikan Arya, dia memang sangat menyayangi anaknya tersebut.
Santi memilih kembali barang yang sekiranya dia suka, sementara itu Raya juga melihat-lihat cincin yang berada di etalase depan. Dia melihat dan menyukai cincin indah itu, semakin lama dia melihat sekilas terbayang wajah wanita cantik yang selalu membuatnya rindu.
'Lucu-lucu banget, aku akan beli satu untuk April, aku harap dia mau menerima pemberianku ini.' Batinnya, Raya semakin antusias memilih, dia teringat dengan cerita Santi tadi, jika ada wanita yang suka dengan pilihan perhiasan yang sudah dipilihnya
Lalu Raya berpikir apa tidak mencoba Santi saja yang pilih, siapa tahu pilihan Santi itu disukai juga oleh April nanti. Raya menghampiri Santi, lalu dia mengatakan keinginannya. Raya berkilah jika cincin yang akan dia berikan itu adalah untuk kliennya, kebetulan dia sudah menolong berjalannya proyek yang dipegang Raya beberapa kaki dan hasilnya memuaskan.
Tanpa rasa curiga Santi lalu memilih barang yang disukainya, karena begitulah menurut Raya, disuruh memilih sesuai dengan seleranya, Santi lalu memilih yang menurutnya menarik. Dapat satu cincin, setelah diperlihatkan kepada Raya ternyata Raya pun menyukainya, karena Santi juga sudah menemukan barang yang dia suka akhirnya mereka Langsung membayar semuanya.
Setelah itu raya dan Santi keluar untuk langsung menuju ke arah arena permainan, karena gaya berpikir mereka sudah cukup lama meninggalkan Arya anaknya di sana sendiri. Sampai di arena permainan itu ternyata Arya masih asyik bermain, bahkan dia menolak saat diajak pulang oleh kedua orang tuanya.
Rumah makan ala Korea dipilih Raya untuk makan mereka kali ini, saat mereka sudah memesan makanan dan tinggal menunggu, Santi memutar bola matanya melihat-lihat tempat tersebut, bola matanya terhenti saat dia melihat satu sosok wanita cantik yang dirasa dia mengenalinya, kemudian dia pun terus memperhatikan sosok itu untuk meyakinkan diri dan ternyata memang benar dia mengenali seseorang itu.
Santi mengatakan Jika dia melihat kenalannya di sana, lalu dia mengajak Raya untuk bergabung bersama mereka dan akan mengenalkan Raya pada kenalan barunya itu. Tanpa ragu Raya mengikuti kemauan Santi, Raya berjalan santai dan saat sampai di meja itu pun dia masih belum bisa melihat jelas wajah keduanya karena posisi pria menyamping dan wanita membelakangi Raya.
"Hai," tegur Santi ramah, membuat yang ditegur langsung balik badan, saat melihat siapa yang sudah menegurnya, wajah sumringah langsung terlihat di wajah April seiring dengan jawabannya, "Eh, halo .…"
April langsung berdiri dan memberikan pelukan hangatnya, mata April sedikit terbuka lebih lebar saat melihat pria yang ada di belakang Santi, sama halnya dengan April, Raya terlihat sangat terkejut.
'Raya! Apa ini ….' Benak April menerka-nerka.
__ADS_1
'April, jadi wanita yang tadi bertemu Santi itu dia!.' Seru Raya dalam hatinya, semwntara Chiko cuek bebek dengan suasana itu sama dengan Santi. Bedanya kalau Santi memang benar-benar tidak tahu, sedangkan Chiko sengaja merasa tidak tahu.
"Dunia sempit ya Pril, akhirnya ketemu lagi disini,"
"Iya Kak, sempit banget malah," sindir April pada Raya, Chiko hanya terlihat memberikan seutas senyum tipisnya melihat drama dua orang itu.
Santi lalu melirik ke arah Chijo yang sedang asyik memainkan ponselnya, kemudian ia bertanya apakah ini pacarnya April. Dengan sangat mantap April menjawab iya,m dan jjal itu membuat Raya melirik kesal kearah April.
Kemudian Santi memperkenalkan Raya sebagai suaminya kepada ada April seolah mereka tidak saling mengenal dua orang itu pun saling berjabat tangan seperti orang yang baru kenal melihat hal itu Diko hanya tersenyum menyeringai sambil gelengkan kepala seraya membatin, 'Jago banget akting mereka.'
Santi mengatakan jika mereka ingin ikut bergabung bersama April, dengan sangat senang April pun menyambut keinginan Santi tersebut, mereka berbincang seperti dua sahabat yang baru saja bertemu setelah sekian lama. Sementara itu Raya dan Chiko hanya diam melihat kedekatan mereka yang langsung terlihat sangat akrab.
Padahal mereka baru saja bertemu tidak pernah ada masalah dengan Chiko, namun Raya terlihat sedikit was-was karena mereka berdua merupakan wanita yang sama-sama berada di hati Raya saat ini.
Para wanita berbincang semakin seru, Sedangkan para pria hanya mereka menyembuhkan diri sendiri dengan melihat ponsel masing-masing tanpa bicara sepatah kata pun. Setelah menghabiskan makan mereka Raya langsung menyarankan Santi agar menyelesaikan obrolannya, karena saat ini Arya pasti sudah lapar.
Setelah mendengar ucapan Raya, Santi pun pamit kepada April. Setelah itu mereka pergi meninggalkan dua sejoli itu dengan saling tatap penuh arti nama.
"Gimana perasaan kamu tadi, ternyata wanita itu adalah istri dari simpananmu," ejek Chiko.
"Biasa saja, hanya sedikit terkejut saja tadi, setelah itu aman,"
"Kamu merasa aman, si Raya yang kelihatan gak nyaman " ketus Chiko
__ADS_1