
Setelah obrolan singkat dengan Naila, mata Nadya tak bisa terpejam lagi, mau tak mau ia packing untuk gathering besok. Mengambil beberapa potong kaos, celana jeans, dan jilbab segiempat serta pashmina. Tak lupa pouch make up, sepatu dan sandal. Ia hanya menghela nafas berat, niatnya hanya membawa ransel tapi kok barang bawaan banyak, ia pun menurunkan koper kecil. Oke.. Nadya akan membawa koper dan tas punggung ala dedek emesh Korea. ke...ke...ke.
Hampir satu jam berkutat dengan barang bawaan, ia pun sudah beberapa kali menguap. Diambilnya ponsel, dicharge dan ia pun segera tidur. Membuang jauh urusan percintaannya, kalau tau serumit ini, Nadya tak mau menerima Alan. Memang sedari awal, ia malas berhubungan dengan Alan, terlebih para penggemarnya cukup banyak. Namun, karena perhatian dan kegigihan Alan, sebagai wanita tentu seorang Nadya takluk juga. Bohong sekali kalau ia tidak tertarik dengan Alan, siapa yang bisa menolak pesonanya, meskipun ia kekeh untuk menolaknya saat itu.
"Kita having fun pokoknya." Ucap Ersa sambil merangkul pundak Nadya.
"Haruslah, apalagi kata anak acara ...lomba antar devisi seru, gak sabar gue." Sahut Nadya dengan wajah ceria, sepertinya bersikap masa bodoh akan kisah cintanya lebih baik, saatnya menikmati kesendiriannya sebelum ia menerima pinangan seseorang.
qaa
"Eh Lo kan, bendahara pasti tahu kan lombanya apa, kasih tahu bocoran dong!" pinta Cindy yang menarik Ersa dan Nadya untuk segera bergabung di hall mengikuti briefing.
"Sini ma ratus rebong!" Cicit Nadya sambil mengadahkan tangannya pada Cindy.
"Pelit ah!" Cindy menonyor pipi Nadya. Kemudian peserta gathering segera berbaris, diadakan briefing oleh Rilo. Kebetulan asisten pribadi Alan itu sudah memakai kaos polo dan celana pendek, sepertinya ikut rombongan gathering pada pagi ini. Biasanya, setelah briefing Rilo dan Alan akan menyusul mereka sore atau malam.
Briefing dilakukan Rilo untuk pembukaan dan berdoa, sedangkan jalannya acara diserahkan pada Ihsan dan tim acaranya. Bahkan untuk pembagian kamar pun, tim acara sudah siap. Setelah doa, mereka pun bubar dan segera naik ke bus sesuai dengan denah duduk.
__ADS_1
"Nad, bareng gue aja!" ajak Rilo yang menghampiri Nadya.
"Semobil berdua sama Pak Rilo?"
"Sama Vika, dia udah di mobil kok."
Nadya tampak berpiki, tak lama kemudian menggeleng juga. "Gak deh, Pak. Ya kali saya gangguin bapak kencan, lebih asyik sama mereka aja. Bye, Pak Rilo."
Mereka ke puncak naik bus yang disediakan oleh EO, tim devisi keuangan yang ikut lengkap, karena memang tim keuangan belum ada yang berkeluarga, termasuk Erick. Jadi, apapun acara kantor pasti ikut.
"Kirim pak di grup keuangan." Pinta Imel dengan semangat, sedangkan tim produksi yang satu bus sama keuangan ikut-ikutan berfoto juga.
"Eh upload-upload!" ajak Ersa, dan tak lama kemudian foto tim keuangan sudah terpampang di status WA atau Instagram masing-masing.
"Ck.... posesif!" gerutu Erick ketika membaca pesan masuk dari Alan. Ya..bos ganteng itu mengomentari status WA Erick. "Nih, Nad!" ujar Erick sambil menunjukkan ponselnya pada Nadya, kebetulan ia duduk di depan Nadya.
"Apaan, Pak?" Nadya hanya melongokkan kepala menatap ponsel Erick.
__ADS_1
/Gak usah dekat-dekat Nadya, gue kepret lu/
Siapa lagi kalau bukan Alan yang mengirimkannya, meski dia tak ikut rombongan hari ini karena ada urusan keluarga, kata Rilo sih, tapi yakin deh, ia akan memantau gathering ini pada Rilo tentunya. Terlebih ada Nadya yang ikut juga.
"Heleh, udah jadi mantan aja posesif gitu!" cicit Nadya yang disambut kerutan kening oleh Erick, manajer keuangan itu langsung menoleh ke bangku Nadya.
"Yakin mantan? Heleh palingan putus sambung gitu, pasangan labil emang." Cibir Erick yang langsung membalas pesan Alan.
/Bukannya mantan, free dong ya Nadya/
Berniat menggoda Alan memang, karena sejak pacaran dengan Nadya, Alan bucin akut, kelemahan Alan memang pada Nadya. Tiga bulan ini, mood Alan seperti roller coaster, ternyata eh ternyata putus sama Nadya.
/👊👊👊/
Erick tertawa ngakak, ia pun kembali menunjukkan ponselnya pada Nadya, dan gadis itu hanya berdecak sebal.
"Udah deh, Pak Erick. Malas banget bahas Pak Alan, mantan ke laut aja!" Sewot Nadya yang malah direkam dan dikirim Erick ke Alan. Sengaja. Duh...cari masalah memang.
__ADS_1