SYSTEM KEKAYAAN NGUPIL

SYSTEM KEKAYAAN NGUPIL
Chapter 100


__ADS_3

“Lepaskan aku!” berang Pradita, dan mencoba menarik kedua tangannya untuk melepaskan rantai khusus yang membelenggunya.


“Boleh saja. Asal akses kunci semua satelit Red Queen kamu berikan padaku, hahaha, dan juga ….”


Selena mendekat ke dada Pradita, dan menjilat dadanya yang bidang itu sampai ke perut. Salah satu tangannya sambil memegang singkong premium milik Pradita yang membuatnya ketagihan.


“Dan juga kau terus berada disisiku untuk menguasai dunia.”


“Aku tak sudi! Walaupun kau sudah menyentuh tubuhku, tapi cintaku hanya untuk kesepuluh istriku —”


Komandan Selena menampar keras, dan menghardik Pradita, “Dasar laki-laki egois yang hanya memikirkan hasratnya sendiri!”


“Kau lebih egois. Kau sengaja memberiku pil tidur, dan membawaku kemari. Lalu seenaknya bermain-main dengan tubuhku. Wanita macam apa kau ini? Kau juga sudah membunuh ketiga istriku!” geram Pradita dengan menggertakan gigi.


“Aku tidak ingin laki-laki yang aku cintai dimiliki oleh wanita lain, termasuk si Zevalia. Cepat atau lambat, aku juga akan menghabisi mereka semua seperti aku menghabisi ketiga istrimu. Aku membunuh mereka bukan atas nama Sevenfall, tapi atas nama keinginanku sendiri, hahaha …,” balas Selena dengan tertawa jahat, dan raut muka menyeringai.


Amarah Pradita tambah memuncak, dan menghardik, “Dasar wanita psikopat! Aku pasti akan menghabisimu!”


“Sayangku tak mungkin kau akan menghabisiku. Aku akan buat kamu tak bisa menghabisiku, hahaha ….”


Selena langsung menggigit lembut singkong premium milik Pradita, dan membuatnya tak bisa lagi menahan hasrat untuk melakukan perhelatan akbar bersama Selena.


......................


...Mansion Union....


Abu Hossef tiba-tiba muncul di depan ruang tamu. Ketujuh istri Pradita sedang berkumpul di ruang tamu bercengkrama satu sama lain, dan tidak ada yang curiga kalau suami mereka telah diculik.


"Mohon maaf, Nyonya besar semua. Aku Abu Hossef dari Black Shadow. Aku datang memberitahukan bahwa Tuan Besar telah diculik oleh salah satu Komandan Sevenfall," lapor Abu Hoseff dengan menunduk hormat.


Zevalia langsung berdiri dengan mengeraskan rahang, dan berkata, "Jangan bercanda! Mana mungkin suamiku bisa ditangkap dengan mudah."


Malika yang memiliki komunikasi dengan Red Queen juga langsung bereaksi dan menanyakan keberadaan Pradita, "Red Queen, katakan dimana keberadaan Mas Pradita!"


...[Tuan muda saat ini posisinya tidak dapat ditemukan. Red Queen tidak dapat menemukan tuan muda, karena keberadaan tuan muda berada diluar jangkauan sistem komunikasi Red Queen]...


"Tim kami melacak keberadaan Tuan Besar berada di Kolombia, dan sedang memindai wilayah tersebut untuk menemukan titik pastinya —"


"Aku akan pergi!" tegas Zevalia.


"Aku juga!" timpal Seva.


"Kami juga!" timpal Nathalia, Nathania, Nabila, Prisilia, dan Nira serentak.


Mereka pun bersiap pergi menuju Kolombia menggunakan pesawat jet pribadi milik Black Shadow yang memiliki persenjataan lengkap.


Perjalanan mereka menuju Kolombia tidak mudah.


Setelah 2 jam mengudara di wilayah perairan Filipina. Pesawat mereka tiba-tiba diikuti oleh jet tempur tanpa awak. Rupanya jet tempur tersebut pesawat milik tentara Filipina, tetapi diretas oleh Selena untuk menghambat perjalanan mereka menuju Kolombia.


"Nyonya Besar, kita telah diserang!" lapor Abu Hossef.


Nabila, Nira, dan Prisilia yang belum pernah merasakan kondisi seperti ini ketakutan. Apalagi kedua pesawat jet tempur tersebut sudah menembaki mereka dengan senapan gatling gun.


Pesawat milik Black Shadow menukik tajam ke bawah untuk menghindari ratusan peluru yang sedang melesat ke arah ekor pesawat. Semua orang yang berada di dalam pesawat sangat tegang, karena pilot terus melakukan manuver tajam untuk menghindari serangan dua pesawat jet tempur tanpa awak yang terus mengejarnya.


Disaat seperti ini, Zevalia malah berkhianat, dan menembak kepala Prisilia hingga tewas. Lalu menyandera Malika, “Menyerah! Atau aku habisi dia!”


Semua orang tak percaya dengan apa yang dilakukan Zevalia. Namun, sedari awal Zevalia menikahi Pradita hanya ingin mendapatkan kunci dari satelit Red Queen.

__ADS_1


Suara senapan magnum milik Zevalia kembali terdengar, dan peluru melesat ke arah dahi Seva. Gadis berambut hitam tersebut tumbang di permukaan lantai menyusul Prisilia.


Malika mencoba melawan, tetapi wanita bermuka arab tersebut mendapatkan nasib yang sama seperti Seva, dan Prisilia. Setelah timah panas bersarang di bagian tengkuknya.


Melihat kejadian ricuh tersebut, Abu Hossef segera menembak ke arah Zevalia, dan berhasil mengenai bahu kanannya. Zevalia segera berlari ke pintu pesawat, dan mengambil salah satu ransel parasut.


Lalu membuka pintu pesawat secepat mungkin di bawah tekanan peluru-peluru yang dimuntahkan oleh senapan magnum milik Abu Hossef.


“Seva! Prisilia! Malika!” teriak DNA, dan N2 histeris melihat ketiga rekan satu perjuangan di ranjang Pradita kepalanya bersimbah darah.


Tiba-tiba pesawat yang mereka tumpangi mengeluarkan suara yang berderit. Ternyata Red Queen telah mengambil alih pesawat mereka, dan pesawat tersebut mengeluarkan suara yang bisa membuat sinyal peretasan yang ditujukan Selena pada kedua jet tempur milik tentara Filipina tersebut terputus.


Alhasil kedua pesawat itu mesinnya mati, dan terjun bebas ke perairan Filipina. “Kita sudah aman. Lebih baik kita kembali, dan tak mungkin melanjutkan mencari Tuan Besar,” tutur Abu Hossef.


Dengan terpaksa pesawat putar balik dalam keadaan penumpang penuh duka. Setelah Prisilia, Seva, dan Malika harus menyusul mendiang ketiga istri Pradita.


......................


4 jam kemudian, Mansion Selena, Kolombia.


Pradita lemas setelah dibombardir oleh Selena berkali-kali. Kali ini ia kalah telak oleh wanita yang tak pernah inginkan di dalam hidupnya. Saat ini pun Pradita tidak tahu kalau Prisilia, Seva, dan Malika telah tewas.


“Apa kau masih belum puas seperti ini?” tanya Pradita dengan mengeraskan rahang.


“Belum, selama satelit Red Queen tidak kau berikan padaku,” jawab Selena.


Tiba-tiba ia menekan tombol di lehernya, untuk mengeluarkan headset humagear dari spider nano armor miliknya. Selena mendapat pesan dari Komandan Arshavin, bahwa Zevalia telah membunuh Prisilia, Seva, dan Malika.


“Sepertinya tanpa aku menghabisi ketiga istrimu yang lain, ternyata salah satu istrimu telah membunuh ketiga istrimu juga."


"Komandan Arshavin telah menghubungi barusan, kalau ketiga istrimu telah tewas di tangan Zevalia, hahahah …,” terang Komandan Selena dengan tertawa puas.


“Jangan bohong!” teriak Pradita sambil menarik rantai khusus yang membelenggunya.


Muncul proyeksi gambar Mansion Union yang sedang dikerumuni banyak warga. Hal itu bertepatan dengan saat itu mayat Prisilia, Malika, serta Seva keluar dari mobil ambulan.


“Aaaaargh! Bajingan kau!” raung Pradita dengan melayangkan pukulan, tetapi pukulan itu tak mampu mengenai wajah Selena, “Aaargh! Lepaskan aku!”


“Sudah aku bilang, aku akan melepaskanmu kalau kau menyerahkan akses satelit Red Queen padaku. Apa susahnya sih menyerahkan akses satelit Red Queen padaku."


"Maka kau tidak akan lagi diincar oleh Sevenfall, dan kau bisa hidup bahagia bersama keempat istrimu yang masih tersisa, hahaha …,” balas Selena dengan tertawa sinis.


Pradita bingung, karena kalau ia menyerahkan akses satelit Red Queen, itu sama saja menyerahkan semua aset miliknya. Sistem komputer A.I. Red Queen selama ini sudah menjadi sistem utama di Union Group dan seluruh perusahaan yang telah Pradita akuisisi.


Pria berambut merah tersebut berpikir keras untuk menemukan solusi yang terbaik, dan akhirnya memutuskan untuk melepas semuanya dengan tersenyum licik ke arah Selena, "Baiklah, aku akan memberikannya akses Red Queen pada kalian. Aksesnya ada di salah satu perusahaanku Boboba."


"Hahaha … akhirnya, akhirnya aku bisa mendapatkan 3 benua sekaligus, hahaha … aku akan menguasai dunia."


Selena tertawa kegirangan, karena ia telah mendapatkan akses utama satelit Red Queen dari Pradita. Namun, akan ada kejutan yang Pradita buat di dalam perusahaan Boboba tersebut untuk Selena.


"Selama aku punya sistem, maka aku akan membalas dendam pada kalian, Sevenfaall. Karena telah membunuh keenam istriku, sementara ini aku akan mundur."


"Lagipula aku masih punya uang 15 triliun, dan beberapa mobil untuk aku bisa hidup bersama keempat istriku," batin Pradita dengan sorot mata yang tajam ke arah Komandan Selena.


Rantai yang membelenggu tubuhnya itu terlepas, dan tubuh Pradita langsung lunglai ke permukaan tanah. Karena Selena telah menyuntikan cairan pelemah saraf, supaya Pradita tidak macam-macam saat ia melepaskannya.


......................


...Keesokan siangnya....

__ADS_1


Pradita tiba-tiba terbangun sudah di samping makam keenam istrinya yang telah berjejer. Sontak saja ia sangat terkejut, dan langsung menangis sejadi-jadinya.


Baru beberapa hari yang lalu ia memakamkan Helly, Reina, dan Nikita. Kini ia harus melihat makam Malika, Seva, dan Prisilia.


Pradita menangis tersedu-sedu sambil memegangi lembut makam yang masih basah ketiga istrinya satu persatu, "Maafkan Mas, Sayang. Mas tidak bisa melindungi kalian. Mas akan mencari Zevalia, dan menghabisinya!"


Nabila yang kembali ke makam, karena ponselnya ketinggalan pun terkejut. Hal itu karena melihat lelaki yang sangat dikenalnya sedang menangis meratapi ketiga saudaranya yang telah gugur.


"Mas, Mas Pradita!" panggilnya, dan langsung berlari cepat ke arahnya.


Setelah dekat Nabila langsung memeluknya dari belakang, "Maafkan aku, Mas. Karena tidak bisa menjaga Sis Prisilia, Sis Seva, dan Sis Malika, hiks-hiks …."


"Aku yang bersalah, karena aku terlalu ceroboh sehingga aku bisa diculik, dan akhirnya Seva, Malika, serta Prisilia tak mampu aku lindungi, hiks-hiks," balas Pradita.


Nabila semakin erat memeluk Pradita dari belakang, dan mencium pipinya, "Kita pulang saja, Mas. Kita doakan semoga mereka bertiga tenang di alam sana."


Pradita hanya mengangguk, lalu mereka berdua pergi meninggalkan makam keenam istri Pradita menuju Mansion Union. Setelah sampai dirumah, Pradita disambut dengan tangisan Nira, dan DNA yang langsung memeluknya.


Di hari duka ini, kesedihan mereka bertambah, setelah Union Group, dan semua aset milik Pradita sudah diakuisisi oleh Selena. Hanya meninggalkan 10 mobil hypercar, tanah sawah, dan rumah.


"Mas, apapun keadaannya. Kita akan terus bersama Mas. Kami janji," kata N4 (Nabila, Nira, Nathali, dan Nathania) serentak.


...[Tongteng Tongteng]...


...[Status]...


...<>...........<>...........<>...


...[Nama: Pradita Mahendra]...


...[Umur: 25 tahun]...


...[Stamina: 81]...


...[Kecerdasan: 67]...


...[Massa otot: 78]...


...[Pesona:75]...


...—--------------------------...


...[Kepemilikan aset: Union Mansion, tanah sawah seluas 50 hektar, dan 10 hypercar]...


...[Saldo: .15.041.0135.000.000]...


...[Level sistem: Raja (0/22.000.000) (1 kali mengupil dihargai Rp,20.000)]...


...[Inventaris: katana]...


...[Skill:...


...[Pedang 9 Naga Terbang tingkat (Naga Besukih, Naga Wanabaya, Naga Danindra, Naga Suryadaksa, Naga Anubra, Naga Taksaka, Naga Kurusetra) (Syarat naik level 7, yaitu uang Rp,100.000.000, 100 poin stamina, dan poin massa otot mencapai 100 poin)]...


...[Otot super level 5 (level skill ini mengikuti jumlah poin massa otot. 10 poin masa otot sama dengan 1 level)]...


...[Mengemudi level: max]...


...[Detektif level 6 (level skill ini mengikuti jumlah poin kecerdasan. 10 poin kecerdasan sama dengan 1 level)]...

__ADS_1


...[Raja gombal level maksimal]...


...<>..........<>...........<>...


__ADS_2