SYSTEM KEKAYAAN NGUPIL

SYSTEM KEKAYAAN NGUPIL
Chapter 86


__ADS_3

Tujuh hari kemudian.


...[Tongteng … Tongteng]...


...[Selamat, host mendapatkan uang Rp,20.000.000 dari mengupil sebanyak 1000 kali]x7...


...[Selamat, host mendapatkan 5 poin massa otot]...


...[Buka Sitik Jos! Misi utama telah berhasil diselesaikan]...


...<>................<>.............<>...


...[Misi utama: Bunuh Komandan Aramain]...


...[Batas waktu: 24 jam]...


...[Progres waktu: 18 jam]...


...[Hukuman: 80% aset host atak dihilangkan]...


...[Hadiah: Union Group bisa go Afrika, dan Eropa tanpa hambatan, semua anak buah Eugene, dan Aramain 100% tunduk pada host, uang 10 triliun, 75% saham Tencent Holding Ltd, skill mengemudi naik ke level maksimal]...


...<>................<>.............<>...


...[Tongteng ... Tongteng]...


...[Status]...


...<>...........<>...........<>...


...[Nama: Pradita Mahendra]...


...[Umur: 25 tahun]...


...[Stamina: 81]...


...[Kecerdasan: 67]...


...[Massa otot: 68]...


...[Pesona:75]...


...--------------------------...


...[Kepemilikan aset: Saham BSD City 10%, 100% saham Aeon Mall, 100% saham Unilever, 100% saham Bugatti, 85% Fetucini Motors, 50% saham PT.MMK, 100% saham Union Group, 75% saham tencent Holding,Ltd]...

__ADS_1


...[Saldo: .18.041.0275.000.000]...


...[Level sistem: Kaisar (0/20.000.000) (1 kali mengupil dihargai Rp,20.000)]...


...[Inventaris: 3 pedang Naga terbang versi tumpul]...


...[Skill: ...


...[Pedang 9 Naga Terbang tingkat (Naga Besukih, Naga Wanabaya, Naga Danindra, Naga Suryadaksa, Naga Anubra, Naga Taksaka) (Syarat naik level 8, yaitu uang Rp,80.000.000, dan 100 poin stamina sudah mencapai 100 poin)]...


...[Otot super level 5 (level skill ini mengikuti jumlah poin massa otot. 10 poin masa otot sama dengan 1 level)]...


...[Mengemudi level maksimal]...


...[Detektif level 6 (level skill ini mengikuti jumlah poin kecerdasan. 10 poin kecerdasan sama dengan 1 level)]...


...[Raja gombal level maksimal]...


...<>..........<>...........<>...


Pradita kini sudah tiba di rumahnya. Seperti biasa setiap pagi ia akan melakukan aktivitas olahraga di ruangan gym.


Disaat yang lain pada sibuk menyiapkan pernikahannya dengan Nabila, ada juga yang sibuk menangis di dalam kamar. Tentu saja semua itu karena ditinggal nikah oleh Pradita. Sementara itu Pria berambut merah harajuku itu justru asyik setiap hari olahraga di ruangan gym pribadi miliknya.


“Kenapa hatiku merasa hampa. Padahal aku mau menikah? Apa ada yang salah?” pikirnya sambil menaruh pegangan barbel besar ke tempatnya lagi.


Ia pun berlari keluar dari rumahnya, sambil menyapa setiap orang yang ia temui di jalan. Pradita keluar dengan perasaan berkecamuk, dan harus segera diselesaikan dengan menuju warung mie ayam milik Pak Mardi.


Pradita pun sampai di warung mie ayam Pak Mardi. Lokasinya berada tepat di pinggir jalan provinsi antara Kecamatan Kedokan bunder, dan Kecamatan Gegesik.


"Mang, mie ayamnya satu … eh dua … eh, tiga, aku lapar." Pradita bingung soalnya perutnya sudah berdemo keras.


Pradita sudah beberapa hari tidak bisa makan. Padahal di rumahnya selalu dimanjakan oleh masakan-masakan enak yang dimasakan oleh para pembantunya.


Pak Mardi hanya menengok saja ke arah Pradita sambil mengulum senyuman lebar. Tentu saja ia sangat senang, karena hampir setiap hari dikunjungi oleh orang terkaya di Cirebon tersebut.


Pradita, dan semua anak buahnya sangat ramah pada penduduk. Kalau para pedagang butuh uang, mereka akan diberikan modal. Bahkan ada juga yang diberikan pendidikan cara mengelola uang, skill berbisnis, serta skill apapun yang mereka butuhkan.


Saat Pradita sedang makan mie ayam, datanglah seorang wanita yang pernah menolongnya. Dia adalah seorang tukang ojek wanita yang bernama Nikita Reina. Rupanya Reina juga mau membeli ayam, dan sedang berdiri di samping kanan Pak Mardi.


"Pak, mie ayam satu!" pinta Reina dengan senyuman ramah.


Pradita makan sambil menunduk, ia sangat malu, karena pernah punya janji pada Reina tempo hari. Namun, janji itu belum kunjung ia tepati.


"Duduk dahulu, Neng!"

__ADS_1


Reina pun duduk, dan duduknya berhadapan dengan Pradita yang makan sambil tertunduk malu. Awalnya Reina tidak mengenali Pradita, karena warna rambutnya telah berubah menjadi warna merah.


Entah mengapa Reina tiba-tiba tertarik menatap Pradita. Ia bahkan memperhatikan dirinya dengan seksama. Baru setelah itu Reina menyadari kalau itu Pradita.


"Mas Dita!" panggil Reina dengan mata berkaca-kaca.


"Uhuk-uhuk …!" Pradita tersedak kaget, dan Reina langsung mengambilkan tisu yang berada di atas meja.


"Maafkan aku Mas, maaf!" Reina panik sambil menyeka mulut Pradita. Sesaat kemudian batuk itu mereda, kedua mata mereka berdua saling bertatapan.


“Be-besok datanglah ke-ke … pernikahanku, ya!”


Kata-kata yang keluar dari bibir Pradita seperti suara sambaran petir di siang bolong. Lidah Nikita Reina seketika membeku. Bahkan untuk menjawab permintaan Pradita yang sangat menyakiti hatinya.


Sejatinya ia punya harapan jika suatu saat nanti Pradita akan membalas cintanya.


"I-iya." Reina berpura-pura kelilipan, dan menyeka air mata yang tumpah dari kedua kelopak matanya.


Namun, Pradita sudah menerka kalau Reina pasti sedih. Apalagi berita pernikahan itu langsung terlontar dari mulutnya sendiri.


"Maafkan, aku."


Pradita bangkit berdiri sambil menaruh uang 50.000 di atas meja. Lalu berlalu pergi meninggalkan warung mie ayam Pak Mardi. Masalahnya, sudah kesekian perempuan yang hatinya terluka gara-gara Pradita melontarkan kata-kata ini.


Ia pun kembali ke rumah, dan duduk dengan perasaan gelisah. Ditatapnya ponsel UR Predacon, karena saking gelisahnya setiap ada akun media sosial yang meminta donasi, Pradita langsung sumbang dengan jumlah nilai minimal 50 juta.


Setelah melakukan hal kegabutan seperti itu tetap saja ia masih gelisah. Maka dari itu ia keluar dari rumah mengendarai motor honda beat milik salah satu pekerja di rumahnya.


Sambil mengendarai motor, Pradita bernyanyi dengan berteriak-teriak. Tentu saja hal itu dianggap gila oleh orang yang sedang melihatnya.


“Janda mana! Janda mana? … Sambil komat-kamit mulut mbah dukun baca manga! Dengan segelas es teh susu, lalu es teh susunya diminum, woy!”


Setelah teriak-teriak tidak jelas perasaannya sedikit lega, dan rasa gelisah berkurang. Motornya ia tepikan ke dekat jembatan, dan banyak melihat muda-mudi sedang berpacaran di jembatan.


Namun, setelah Pradita datang ke jembatan tersebut, semua gadis menatap dirinya dengan tatapan penuh minat. Karena ketampanan Pradita telah menghancurkan semua ketampanan pemuda yang berada di jembatan.


Pradita menengok ke kanan, dan ke kiri mencari penjual kopi keliling. Rupanya ia menemukan salah satu motor Boboba, dan turun dari motornya, lalu mendekati penjual Boboba tersebut.


Dia merasa sangat bangga, ternyata usaha yang dirintisnya sudah bisa keluar provinsi. Hal itu membantu masyarakat agar banyak mendapatkan banyak penghasilan.


"Bang, Boboba rasa mantan kenangan!" pinta Pradita, dan yang dimintanya adalah menu khusus yang berada di warung Boboba.


Penjual Boboba itu terkejut setengah mati. Pertama karena baru ada orang yang memesan menu khusus tersebut sejak pertama kali ia berjualan warung Boboba ini.


Masalahnya menu ini sangat khusus, dan hanya laku di perkotaan, karena harganya cukup mahal, yakni Rp,250.000 per porsi. Pradita ditertawakan oleh semua orang, karena dianggap asal dalam memesan. Apalagi nama menunya terlalu unik, dan belum pernah dipublikasikan di daerah Gegesik.

__ADS_1


__ADS_2