SYSTEM KEKAYAAN NGUPIL

SYSTEM KEKAYAAN NGUPIL
Chapter 75


__ADS_3

Pradita membalikan badan, karena melihat hal yang tabu buatnya yang kalau pacaran hanya ciuman, dan pegangan tangan.


“Dasar bule gila! Kamu itu tidak waras ya? Pakai handuk mu!” teriak Pradita kesal.


“Lagian namu kenapa masuk ke kamarku, hah?” Zevalia malah keluar dari dalam bathtub dan mendekati Pradita, lalu menantangnya, “Cupu banget sih kamu! Lihat tubuhku yang seksi saja tidak berani! Dasar Lalat ya Lalat!”


Untung saja pertengkaran mereka berdua tidak didengar oleh para pembantu Nabila, dan balia itu sendiri. Kalau mereka mendengarnya, habislah sudah nasib mereka berdua. Bisa-bisa dinikahkan paksa, karena dianggap tak senonoh di rumah orang.


“Sompret memang si bule gila. Lama-lama melihat tubuh moleknya aku bisa khilaf disini. Oh, Tuhan boleh sesekali icip-icip, kalau sudah aku taubat dan aku nikahi deh,” batin Pradita yang sudah tak kuat menahan hasratnya yang sudah memuncak di ubun-ubun untuk melahap Zevalia.


Akan tetapi angan Pradita buyar, mbok Darmi mengetuk pintu kamar Zevalia untuk memberikannya baju ganti milik Nabila.


Pradita membalikan badan, lalu mencium bibir Zevalia begitu fokus dan sangat akut fokusnya. Zevalia juga menikmatinya karena baru pertama kali menikmatinya sebagai seorang gadis muda yang memiliki profesi pembunuh bayaran di bawah komando Komandan Arshavin.


Muka mereka berdua sudah semerah kepiting rebus, karena merasa malu setelah mereka berdua berciuman cukup lama. Zevalia mengakhiri ciuman tersebut setelah mbok Darmi terus mengetuk-ngetuk pintu kamarnya.


Pradita mengikutinya di belakang sambil bersembunyi di balik tubuhnya dengan berjalan agak jongkok. Saat Zevalia menuju pintu kamar untuk mengambil baju yang dibawakan oleh mbok Darmi.


Pria bergaya rambut harajuku menunggu kesempatan untuk kembali ke kamarnya, untuk melanjutkan membersihkan diri.


Setelah punggung mbok Darmi telah tak nampak lagi di mata Pradita, dan Zevalia. Pradita pun bergegas keluar kamar Zevali, dan segera masuk ke dalam kamarnya sendiri.


Kemudian menyandarkan tubuhnya dibalik pintu, dan Zevalia pun melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Pradita saat ini.


“Sial, bibirnya manis banget,” gumam Pradita, dan Zevalia serentak.


Jantung mereka berdegup kencang, dan kedua pipi mereka merona, saat mengingat kejadian ciuman sebelumnya. Sebuah ciuman yang sama sekali tak diprediksi oleh mereka berdua, apalagi oleh Zevalia.

__ADS_1


Membuat hati Zevalia bimbang untuk membunuh Pradita. Apakah harus membunuhnya atau tidak? Karena hatinya tumbuh rasa cinta pada Pradita, walaupun Pradita dikelilingi banyak wanita cantik.


Sebagai seorang wanita, Zevalia memiliki rasa toleransi yang tinggi terhadap seorang pria kaya, dan tampan yang memiliki banyak istri atau banyak wanita.


Mereka berdua keluar dari kamar masing-masing secara bersama. Keduanya saling menatap, tapi malu-malu kucing dengan kedua pipi merona.


“A-aku ingin berbicara denganmu!” ajak Pradita gugup.


“I-iya,” balas singkat Zevalia.


Nabila sendiri kelelahan dan sedang tidur di kamarnya. Mentalnya sangat syok karena diculik, melihat Pradita dipukuli, dan pada akhirnya melihat Pradita harus terbakar untuk melindunginya. Hal itu membuat tubuh, dan pikiran Nabila sangat lelah.


Pradita bersama Zevalia sudah berada di rooftop lantai tiga rumah Nabila. Mereka berdua duduk sambil menyesap teh, dan membicarakan rencana balas dendam Pradita untuk menyusup menjadi salah satu anak buah Aramain, dan mendekatinya.


“Jangan bodoh mas! Itu hal yang berbahaya, dan kamu tidak tahu apa itu organisasi Sevenfall, dan siapa itu Aramain?” sergah Zevalia.


Zevalia menghela nafas pasrah, karena ia sudah tahu, dan menyelidiki Pradita. Kalau pria bergaya rambutnya harajuku tersebut adalah orang yang teguh pendiriannya. Kalau maunya itu, ya harus itu.


“Ya, sudah. Aku hanya bisa memberikan akses khusus dari informan yang aku tanamkan disana.”


“Tiga hari lagi salah satu anggota elit dari komandan Aramain bernama Abu Hoseff akan merekrut anggota untuk dijadikan satuan pasukan khusus di bawahnya.”


“Kalau Mas bisa memakai topeng cyborg yang sedang dikembangkan oleh Sevenfall, maka mas bisa langsung lolos, dan masuk satuan khusus di bawah komando langsung Aramain,” jelas Zevalia dengan perasaan khawatir.


Topeng cyborg tersebut telah menelan banyak korban manusia dalam proses pengembangannya. Karena mempunyai efek yang sangat berbahaya untuk manusia biasa.


Pradita tersenyum lebar, karena ada kesempatan untuk mendekati Aramain tanpa harus susah-susah mencari informasi.

__ADS_1


“Kamu memang bisa diandalkan Zevalia.” Pradita mengelus lembut rambut Zevalia, dan membuatnya tersipu malu.


***


3 hari kemudian.


[Tongteng … Tongteng! Selamat, host mendapatkan uang Rp,15.000.000 dari mengupil sebanyak 1500 kali, dan sudah ditransfer ke inventaris sistem]x3


Pradita sudah selama 3 hari tidur bersama Nabila di kamar gadis berambut perak tersebut. Ia ingin melepas rindu sebelum Pradia pergi ke Makassar pagi ini untuk mengikuti ujian masuk ke dalam anggota pembunuh bayaran yang digawangi oleh Abu Hossef.


Tangannya sudah bergerilya pagi-pagi buta ke dalam belahan gunung kembar milik Nabila.


"Mas, ugh!" desis Nabila merasakan sentuhan lembut di kedua benda kenyal miliknya yang belum terjamah oleh tangan laki-laki manapun.


Nabila membalikan tubuhnya, dan merasa hasratnya naik. Tanpa dikomando oleh Pradita, gadis berambut perak tersebut melepaskan mini dres miliknya dalam keadaan terlentang.


Pradita yang sudah buas tanpa basa-basi lagi mencium bibir Nabila, dan perhelatan akbar pun dimulai. Seperti muda-mudi yang terbakar asmara, mereka berdua saling jual-beli ciuman, dan sentuhan-sentuhan lembut.


Rahim Nabila sudah hangat dan ingin segera diakhiri oleh Pradita. Namun pria itu berkata mendesis, “Aku berjanji akan menikahimu setelah ini sayang. Izinkan aku pergi dan aku berjanji pasti akan kembali. Tapi simpanlah mahkota kesucianmu itu untukku nanti!”


Mereka berdua melanjutkan pergumulan akbar tersebut tanpa memakai sehelai benang sampai lemas, walaupun belum sempat bercocok tanam.


Kedua dada mereka berdua kembang-kempis. Lalu Pradita bangkit dari tempat tidur king size tersebut, dan dipeluk oleh Nabila dari belakang.


"Aku sangat senang mendengarnya, Mas. Kalau Mas Pradita mau menikahiku. Aku harap Mas Pradita cepat pulang, setelah menikah aku berjanji tidak akan masuk ke dunia hiburan atau entertainment lagi. Semua hidupku, aku serahkan pada Mas Pradita," tutur Nabila lembut.


Pradita pun agak melunak hatinya untuk pergi ke Makassar. Namun ini semua demi membalaskan dendam Nira, dan membalikan nama baiknya di depan Astra yang sudah dianggapnya sebagai keluarga sendiri.

__ADS_1


Ia kembali menguatkan tekad, dan berjanji pada dirinya sendiri. Walaupun misi yang akan di embannya kali ini lebih berbahaya karena harus masuk ke dalam kandang Harimau yang sangat buas, dan juga sangat licik seperti Ular.


__ADS_2