SYSTEM KEKAYAAN NGUPIL

SYSTEM KEKAYAAN NGUPIL
Chapter 37


__ADS_3

Setelah mendapatkan 85% saham Fetucini Motors, Pradita pulang ke rumah Nabila. Dia ingin melihat wajah Nabila yang akhir-akhir ini terngiang di kepalanya.


Akan tetapi setelah pulang ke rumah Nabila, ternyata gadis berambut perak tersebut sedang melakukan podcast mewawancarai seorang artis perempuan di salah satu kamar rumahnya yang sekarang sudah disulap menjadi studio podcast.


Pradita duduk menghadap partisi dinding kaca untuk melihat wajah Nabila dan memperhatikannya sedang tersenyum ramah, bercanda, dan juga mengumbar gelak tawa bersama sang artis Ibukota yang cukup terkenal.


Mbok Darmi membawa nampan berisikan secangkir teh hijau yang sengaja dibuat olehnya untuk Pradita. Sambil menaruh cangkir tersebut, Mbok Darmi berkata, “Tuan muda, Mbok senang dengan kondisi Nona sekarang yang tidak uring-uringan lagi. Kerjanya juga kembali memberikan karya yang berkualitas.”


“Loh, memang kenapa sebelumnya Mbok?” tanya Pradita penasaran dan agak menyondnngkan badannya ke arah Mbok Darmi dengan tersenyum ramah. “Terima kasih loh tehnya. Kenapa mesti repot-repot Mbok? Aku juga biasa buat sendiri.”


“Karena Mbok senang sama Tuan muda Pradita, bisa buat Nona Nabila kembali bergairah bekerja.


“Setelah kematian Tuan dan Mas Verald, Nona Nabila terjerumus banyak masalah, kerja jadi uring-uringan. Bahkan setiap manajernya dia marahi.”


“Makanya ada satu manajer yang membawa kabur uang Nona Nabila yang seharusnya dibayarkan ke perusahaan Nona Nira,” jawab Mok Darmi tersenyum tipis.


“Oh, gitu. Tapi jujur Mbok aku ini laki-laki normal yang mengidamkan banyak wanita disisiku. Apalagi aset milikku sekarang makin bertambah.”


“Yang aku takutkan aku tak bisa menjaga perasaan Nabila padaku, karena aku juga menyukai wanita lain.”


“Makanya sekarang aku belum berani menyatakan perasaanku pada Nabila, karena hatiku masih labil. Satu hal lagi, aku takut kalau Nabila menyukaiku hanya karena aku mirip dengan Verald pacarnya yang telah lama meninggal,” kata Pradita dengan wajah sendu.


“Maaf, Tuan muda. Mbok juga bukan orang tua Nona Nabila, jadi tidak bisa ikut campur masalah kalian berdua. Tapi Mbok hanya bisa berpesan jaga Nona Nabila dengan baik, walau Nona Nabila bukan siapa-siapa Tuan muda.”


Setelah mengatakan hal tersebut, Mbok Darmi pergi meninggalkan Pradita kembali lagi ke dapur.


Tiba-tiba Nabila melambaikan tangan seperti memanggil Pradita. Pria berambut harajuku itu menggeleng pelan karena kemeja putihnya sobek bekas pertarungan dengan Silvein, meski lukanya telah disembuhkan oleh sistem.


Nabila berjalan keluar dari pintu ruangan studio podcast, dan langsung menarik lengan Pradita untuk masuk ke dalam studio podcast.

__ADS_1


Aktris dan model yang bernama Kusuma Devi yang memiliki gigi gingsul tersebut berbinar-binar dan sangat terpukau dengan ketampanan Pradita.


“Siapa ini Bil?” tanya Devi.


Semua karyawan studio Nabila yang di dominasi oleh gadis-gadis tersebut ricuh dan histeris melihat Pradita masuk ditarik lengannya oleh Nabila.


Acara podcast masih berlanjut, dan Nabila memperkenalkan Pradita ke kamera. Semua netizen yang sedang mengikuti acara live streaming podcast bersama Kusuma Devi lewat kanal Youtube Nabila yang baru dibuatnya beberapa hari yang lalu langsung banjir like, komen, dan pengikut atau subscriber alias subreker.


Nabila melotot ke arah karyawannya yang tidak sadar oleh kemilau ketampanan Pradita, dan mau mendekatinya dengan histeris.


“Ini Tuan muda Pradita Mahendra. Aku bingung kalau ditanya statusku dengannya. Intinya dia yang menjadi penyelamat hidupku disaat aku benar-benar jatuh. Itu saja,” jawab Nabila dengan mata menggenang.


“Hai, aku Pradita Mahendra!” sapa Pradita ke arah kamera dan membuat netizen-netizen wanita, serta waria yang menontonnya meleleh.


“Nabila, aku mau nyawer. Terima donasi gak?” tulis Folevellophyou.


“Bangsat, cakep amat. Aku siap menjadi penampung milyaran cintamu,” tulis akun Cipmunkz.


Komen positif akan ketampanan Pradita terus muncul di kolom komentar, jumlah likenya terus bertambah, dan jumlah penontonnya juga terus bertambah didominasi gadis, mamah muda, janda, serta emak-emak.


Kusuma Devi yang memang didapuk jadi host dalam acara podcast Cinta Nabila tersebut bertanya ke Pradita yang tiba-tiba menjadi bintang tamu dadakan.


Menanyakan hal pribadi dan umum, tapi Pradita menciptakan gimmick langsung dengan berakting sedih, dan membuat netizen seperti melihat adegan bawang.


Walaupun akting, tapi Pradita menceritakan semua kronologi kedua orang tuanya yang dibunuh, dan sampai saat ini belum mendapatkan keadilan.


Gimmick Pradita tersebut menuai dukungan netizen untuk segera mengusut pembunuhan kedua orang tuanya.


“Ternyata media memang cara yang cepat untuk meraih dukungan. Au punya cara sendiri untuk mengadili mereka, tanpa harus tanganku bergerilya,” batin Pradita menundukan wajah sambil tersenyum licik, dan menyeka air mata buayanya.

__ADS_1


Acara podcast pun selesai dan hasil dari podcast tersebut banyak sekali yang menonton dengan total 120 juta viewers hanya dalam tempo waktu 1 jam.


Kusuma Devi, Nabila, dan Pradita mereka bertiga makan bersama sambil berbincang ringan.


"Bil, kamu beruntung banget punya lelaki seperti Pradita, sudah tampan, baik, dan kaya raya pula —"


"Tidak Nona Devi. Aku tetap orang miskin, cuma nasib aku saja yang beruntung, satu bulan lebih di Tangerang Selatan sudah membuka banyak usaha.”


“Kalau butuh mobil keren datang ke showroom milikku ya Fetucini Motors di Summarecon. Dijamin legal, surat-surat lengkap, harga jauh dibawah pasaran. Ini yang penting kualitas nomor satu,” potong Pradita malah promosi ke Devi.


“Maaf, Mas. Bukannya Fetucini Motors itu terkenal suka menjual mobil dari pasar gelap, dan kualitasnya juga kurang bagus. Kata temen-temenku sih yang pernah beli disana,” sergah Devi sinis.


“Itu dulu. Sekarang 85% sahamnya telah menjadi milikku. Sebagai pemegang saham mayoritas, tentu aku merubah semuanya. tujuannya kan tetu menyenangkan pelanggan dalam jangka waktu yang panjang,” kata Pradita dengan penuh percaya diri.


“Apakan Nona Devi mau menjadi Brand Ambassadornya? Aku akan memberikan satu mobil hypercar gratis sesuai keinginan Nona Devi, dan tentu saja kontrak yang menarik.”


Saat sedang berbincang asyik, tiba-tiba Pradita di telepon oleh CEO Bugatti Antonio Perez, dan Pradita langsung mengangkatnya.


Pria bermuka pria tampan kore tersebut hanya tersenyum lebar sambil mengangguk-anggukan kepala menerima telepon dari bahasa yang tidak dipahaminya itu.


Namun berkat fitur otomatis translate yang dimiliki ponsel UR Predacon yang dimilikinya, perkataan Antonio Perez mudah dimengerti oleh Pradita, karena bahasa yang dilontarkan berubah menjadi bahasa Indonesia.


Pradita mengakhiri panggilannya, dan ditanya oleh Nabila yang penasaran, “Siapa Mas? Serius banget.”


“CEO Bugatti, aku baru saja mengakuisisi 100% saham Bugatti,” jawab Pradita.


“Pffft …. Uhuk-uhuk …!” Nabila, dan Devi tersedak karena kaget, hingga menyemburkan air yang baru saja diminumnya.


“Hei kalian kenapa?” tanya Pradita panik dan langsung mengelus punggung mereka berdua. Karena elusan lembut tangan Pradita keduanya merasakan gairah yang tiba-tiba membara.

__ADS_1


Nabila, dan Devi yang tak bisa menahan gairahnya hanya tertunduk malu dengan kedua pipi merona.


__ADS_2