SYSTEM KEKAYAAN NGUPIL

SYSTEM KEKAYAAN NGUPIL
Chapter 121


__ADS_3

Pradita kembali ke bandara Soetta, dan sudah dijemput oleh empat Admiral beserta keempat istrinya.


Mereka berada di dalam satu mobil, yakni mobil Toyota Alphard khusus yang memiliki kaca, dan body anti peluru.


Pradita langsung bercerita, “Kita akan pergi ke pedalaman hutan Monghsuo di Afrika Selatan. Siapkan para arsitektur yang mumpuni untuk membangun kota masa depan di sana. Paling lambat satu minggu.”


“Mas, apa yang terjadi?” tanya N4 melebarkan mata.


“Aku dapat proyek pembangunan kota masa depan yang akan mengubah Union Group bisa kembali go Internasional lagi. Mungkin keuntungan yang kita dapat bisa sampai 1000 triliun, kalau berhasil membangun kota ini,” jawab Pradita dengan tatapan tajam.


Nathalia, dan Nathania segera menghubungi semua mantan staff terbaik yang pernah bekerja sama dengan mereka di proyek apartemen Liaudou, dan juga gedung Union Group yang sekarang dikuasai oleh Sevenfall.


“Mas, aku sudah menghubungi tim terbaik yang pernah kita punya. Mereka meminta nominal angka,” tutur Nathania dengan raut muka serius.


Di dalam mobil yang sedang menuju arah pulang ke Cirebon, kondisi di dalamnya begitu sangat serius. Bahkan keempat Admiral pun tidak menyangka, kalau Pradita bisa memenangkan proyek sebesar itu di tengah hutan pedalaman afrika Selatan.


“20 milyar per orang, dan pemilik desain Golden Black City 30 milyar,” balas Pradita mantap.


Kemudian dia melanjutkan dengan raut muka dingin, “Kalau selesai dalam waktu 1 bulan. Aku akan memberikan 1 orang satu mansion senilai 20 milyar, dan 10 unit mobil supercar.”


“Apa?” Semua orang melebarkan matanya, karena Pradita membayar dengan nilai nominal sefantas yang ia sebutkan, dan nilainya terlalu fantastis buat mereka semua.


“Aku serius. Setelah proyek ini selesai. Kita akan mulai proyek baru membuat smelter di tanahku. Oh, ya, kumpulkan juga para insinyur yang ahli dalam pembuatan smelter —”


“Maaf, Tuan Muda Pradita. Mungkin Tuan muda kami punya solusi atas masalah ini. Bukan saja insinyurnya, tetapi juga sistem teknologi smelter milik tuan muda kami yang sangat mutakhir, dan belum pernah dipublikasikan ke dunia luar,” potong Kokoci keceplosan.


“Dasar mulut ember!” bentak ketiga Admiral serentak.

__ADS_1


Kepalanya langsung dipukul oleh Admiral Kaizo, Admiral raiden, dan Admiral Tarung, hingga pria berbadan kekar berotot tersebut meringis kesakitan.


“Aku akan menemui Tuan Muda Yosep, dan atas informasi ini aku akan memberikan kalian satu orang satu milyar,” ungkap Pradita dan membuat mata keempat Admiral berbinar-binar, “Berikan nomor rekening pribadi kalian!”


Keempat Admiral yang selalu hijau dengan uang langsung menunjukan layar ponsel mereka berempat yang berisi nomor rekening pribadi mereka.


“Loh, Mas. Lalu kami?” sergah N4 serentak.


“Tenang, aku sudah mentransfer ke rekening istri-istriku yang tercinta masing-masing 100 milyar, hehehe …,” jawab Pradita dengan terkekeh pelan, dan membuat keempat istrinya bertambah sayang, lalu mencium pipi Pradita satu persatu.


Keempat Admiral sangat iri dengan kemesraan Pradita, dan keempat istrinya. Apalagi Pradita, dan N4 sering sekali bermesraan di depan mereka berempat tanpa malu-malu. Sebagai seorang zombie, eh jomblo hati mereka pasti meraung-raung keras menyaksikan kemesraan yang belum pernah mereka dapatkan sama sekali.


Saat mobil memasuki pintu masuk tol Cipali, ponsel Pradita berdering. Ia mendapatkan panggilan dari Neymar, bahwa banyak debitur berdemo di depan beberapa bank yang telah diakuisisi oleh Bank Noir.


Para debitur meminta pengembalian surat-surat aset yang belum dikembalikan. Padahal para debitur tersebut telah membayar cicilan sesuai kesepakatan yang mereka tandatangani di sruat pernjanjian peminjaman uang.


Pradita hanya manggut-manggut mendengar penjelasan Neymar di ponselnya. setelah selesai ia lalu berpesan pada keempat istrinya, “Sayang, aku ada urusan penting, dan tak bisa ditinggal. Tolong Tuan-tuan Admiral jaga istriku sampai ke mansion sampai selamat!”


Mobil berhenti di palang pintu tol, dan Pradita keluar dari dalam mobil. Lalu mengaktifkan topeng cyborg enerzone. Hal itu mengundang tanda tanya besar pada pikiran Admiral Kaizo selaku pengawas semua teknologi Ochobot City.


“Kenapa Tuan Muda Pradita bisa menggunakan mode air walk? Ditambah lagi topeng cyborg itu bentuknya 100% sangat mirip dengan topeng cyborg milikku?”


“Apakah topeng cyborg yang dipakai oleh Tuan Muda Pradita merupakan seri cetak biru prototipe yang 10 tahun lalu menghilang?” pikir Admiral kaizo.


****


Markas Utama Sevenfall bagian utara benua Antartika.

__ADS_1


Komandan Fatman yang bertubuh setinggi 250 cm dengan badan kekar yang diselimuti oleh cyborg armor suit berwarna hitam menghantam meja dengan kedua telapak tangannya.


“Kadal buduk! Ochobot City sudah berani mengganggu jalan hidup kita untuk menghabisi Pradita Mahendra!” geramnya.


“Mau bagaimana lagi, kita sudah kehilangan 55% kekuatan kita di dunia. Selena hilang, Eugene, dan Aramain juga sudah jadi mayat busuk. Apakah kita perlu mencari uang dengan gaya baru untuk meningkatkan kekuasaan, dan kekuatan kita?” usul Admiral Yujin dengan senyuman licik.


Pria bermata sipit tersebut merupakan pemimpin utama Sevenfall yang harus muncul di saat Sevenfall benar-benar berada di tepi jurang.


“Kalau hanya mengganti jenis narkotika, aku angkat tangan, dan tak ikut dalam permainan ini,” sergah Komandan Arabella dengan senyuman sinis.


“Arabella, kau selalu saja skeptis dengan usulan Admiral Yujin. Kalau memang kau tidak mampu, ya ikut saja bermain. Jangan hanya mau untungnya saja!” bentak Komandan Zilong berapi-api.


"Zilong-Zilong! Kau selalu saja emosian. Aku hanya butuh fulus. Tidak menghasilkan fulus buat apa? Memang tentaraku mau dikasih makan telek ayam?" cibir Komandan Arrabela dengan mencebikan bibir ke arah Komandan Zilong.


"Aku yakin kalian setuju. Asal kalian harus memberiku uang masing-masing 10 triliun, dan aku pastikan kita akan dapat 10.000 triliun dari seluruh dunia, bahkan lebih, hahahaha …," kata Admiral Yujin dengan tertawa jahat.


Keempat Komandan semakin penasaran dengan rencana yang akan dilancarkan oleh pemimpin mereka. Mereka tidak bisa menelaah, dan menerka dengan baik, apa yang sedang direncanakan oleh Admiral Yujin.


Kemudian Admiral Yujin menunjuk peta hologram di benua asia di tiga titik, dan satu titik di benua Amerika.


Kempat Komandan langsung tertawa jahat secara serentak, setelah Admiral Yujin membisikan sesuatu pada mereka berempat satu persatu tentang rencananya itu.


“Baiklah, aku akan memberikan biaya yang Admiral inginkan, malah paling besar. Asal aku mendapatkan itunya lebih banyak pula, dan di benua itu, hehehe …,” tawar Komandan Arshavin sambil menunjuk peta benua Amerika.


"Enak saja! Wilayah itu adalah wilayah kekuasaanku —-"


"Eits, siapa yang memberikan uang paling banyak. Maka dia yang mendapatkan sesuai yang ia inginkan," potong Komandan Arabella yang sudah mentransfer uang 20 triliun ke rekening pribadi Admiral Yujin.

__ADS_1


"Ya, sudah. Kalau kalian tidak mau benua Afrika, dan Eropa, biar aku saja yang pegang," kata Komandan Fatman.


Komandan Zilong, dan Komandan Arshavin saling melempar senyuman licik. Karena ia berhasil mendapatkan wilayah yang mereka inginkan, yakni benua asia sesuai prediksi mereka berdua. Setelah mengakali Komandan Fatman yang merupakan Komandan Sevenfall termiskin yang hanya mempunyai harta simpanan senlai 11 triliun.


__ADS_2