SYSTEM KEKAYAAN NGUPIL

SYSTEM KEKAYAAN NGUPIL
Chapter 39


__ADS_3

Setelah menemani ketiga wanita itu berbelanja sampai puas, dan berswafoto bersama para fans garis keras. Pradita mengantarkan mereka pulang, karena sudah malam, tetapi ponselnya tiba-tiba berbunyi dan mendapati nomor yang tidak dikenal.


Ia mengangkatnya dan yang menelepon ternyata wakil ketua Geng Emperlord bernama Zurich yang memintanya untuk datang ke pertemuan 10 ketua geng di Ibis Hotel Alam Sutera.


Setelah mengawal Devi, Nabila, dan Nira pulang ke rumah masing-masing. Pradita pun segera menuju Ibis Hotel untuk menemui kedelapan persatuan geng teratas di tangerang Selatan, Silvein tidak hadir karena masih terluka oleh tusukan Pradita.


Pradita pun sampai, dan memberikan kunci mobilnya ke petugas Valet Parkir. Wilayah Ibis Hotel sangat ketat dijaga seluruh ketujuh anggota geng mafia teratas. Sebab anggota Geng Helucin, dan anggota Geng Zero Crime tidak diperkenankan mengikuti kongres tersebut.


Semua mata memandang sinis Pradita yang melangkahkan kakinya menuju lift yang sudah di jaga banyak anggota geng. Dia masuk dengan wajah datar, dan menekan tombol lift nomor 3, untuk menuju club malam.


Pradita keluar dari dalam lift dengan tersenyum tipis menyapa semua anggota geng yang sama-sama menyimpan dendam satu sama lain di dalam hati mereka. Semua anggota geng sebenarnya setengah hati untuk mengamankan kongres tidak jelas ini. Namun, karena yang memerintah mereka adalah ketua geng masing-masing atas permintaan Seva, mau tidak mau mereka pasti menurut.


“Bro, jangan terlalu tegang!” Pradita merapikan kerah salah jas salah satu anggota geng Union, dan berbisik, “Aku punya barang baru gratis. Apakah kamu mau? Datang saja ke markas geng Zero Crime.”


Anggota geng berwajah Thailand tersebut langsung tersenyum lebar mendengar penawaran Pradita. Dia berpikir kalau barang baru itu Narkoboy, padahal Boboba minuman coklat berenergi yang sedang dipasarkan oleh Fetucini yang akan bekerja sama dengan Engkong Sabeni.


Pradita berjalan santai, meski ditatap sinis oleh semua anggota geng, dan melangkahkan kakinya ke sebuah ruangan. Setelah melewati para muda, dan mudi yang sedang berjoget ria menikmati alunan musik DJ sambil menghisap narkoboy.


“Generasi anak muda sekarang sampah! Benar-benar sampah! Pantas saja negeri ini tidak maju-maju, karena generasi mudanya suka dengan narkoboy. Coba donk minum Boboba! dijamin tokcer lebih enak dari Narkoboy,” gumam Pradita menyeringai kesal.


Dengan gagah, dan sombongnya Pradita menendang pintu ruangan kongres, hingga jebol.


Semua ketua geng kecuali Fetucini berdiri dengan tatapan nanar menatap Pradita dengan menodongkan pistol ke arahnya.


“Apa maksudmu, sampah!” geram Anton mukanya merah padam.


“Tidak apa-apa. Aku hanya ingin keren saja,” jawab Pradita tersenyum licik.


“Lagipula tidak perlu melakukan kongres seperti ini. Sudah jelas toh kalian akan memihak pada siapa?”

__ADS_1


Semua ketua geng kembali tenang dan duduk kecuali Seva yang masih menodongkan pistolnya ke arah Pradita dengan tatapan tajam, seolah-olah gadis berambut hitam tersebut ingin membunuhnya.


“Duduk!” bentak Seva siap menarik pelatuk pistolnya.


Pradita berlari secepat peluru menggunakan teknik Naga Dhanindra, dan tiba-tiba sudah ada di belakang Seva dan memegang lengan kiri yang masih menodongkan pistol ke depan.


“Apa yang kamu tembak Nona muda Seva?” ejek Pradita tersenyum sinis.


Semua orang tersentak kaget melihat fenomena kecepatan tubuh Pradita yang tidak bisa ditangkap oleh sepasang mata mereka.


“Ce-cepat sekali?” gumam semua ketua geng dengan mata membola.


Tangan Seva yang sedang memegang pistol agak gemetar setelah melihat kemampuan kecepatan Pradita yang tak bisa dinalar logika. Padahal hanya mata mereka saja yang tak mampu menangkap pergerakan cepat tubuh Pradita yang secepat peluru.


Pradita memutari kedelapan ketua geng yang duduk memutari meja bundar dan berkata, "Apa yang kalian inginkan dariku? Iri denganku bisa menaklukan ketiga wilayah Geng Zero Crime, Helucin, dan Lambretta hanya dalam beberapa hari?'


Semua ketua geng menggertakan gigi dengan menggenggam tangan kuat-kuat dengan ejekan Pradita kecuali Fetucini yang terus mengumbar senyum kecut.


“Lalu kalian apa? menggunakan Narkoboy untuk membunuh generasi muda sepertiku. Apakah cara seperti itu tidak sama buruknya dengan caraku?” Pradita menatap tajam Seva.


“Aku sama sekali tidak membenci kalian, tapi jika masih bisa melakukan bisnis legal untuk mendapatkan uang kenapa harus menggunakan bisnis ilegal?”


“Cih, bocah kencur sepertimu tahu apa tentang bisnis legal dan ilegal. Selama mendapatkan uang yang banyak, maka itu disebut bisnis —”


Pradia yang sudah kesal menggebrak meja hingga retak dan memotong, “Aku bisa pastikan bahwa bisnis legal juga bisa mendapatkan keuntungan yang banyak. Tuan Fetucini!”


Fetucini menaruh tas berisikan 10 botol berukuran 250 ml dan memiliki cairan berwarna coklat. Ya, memang coklat, tetapi sangat spesial.


“Silahkan minum dan rasakan!” seru Fetucini tersenyum lebar, karena dia sudah mempunyai ekspektasi yang tinggi terhadap minuman coklat berenergi bernama Boboba tersebut.

__ADS_1


Semua ketua geng terheran-heran dengan Fetucini yang menaruh 10 botol coklat di tengah meja bundar, dan semua mata tertuju ke botol tersebut. Bau wangi coklatnya yang sangat khas sudah menyeruak, membuat mereka ingin segera mencicipinya.


Tanpa basa-basi lagi mereka masing-masing mengambil satu botol dan langsung menenggaknya sampai habis. Setelah menunggu selama 1 menit coklat berenergi tersebut bereaksi dan langsung mengeluarkan racun didalam tubuh mereka.


Ruangan tersebut dipenuhi asap hitam pekat yang keluar dari pori-pori kulit semua orang kecuali Pradita yang tidak meminumnya. Asap hitam pekat tersebut sangat bau, dan membuat mereka semua hampir pingsan karena tak kuat menahan baunya.


“Uhuk-uhuk! Apa ini?”


“Sial, bau apa ini?”


“Kenapa tubuhku mengeluarkan asap hitam?”


Semua orang berlari keluar dari ruangan kongres dan asap tersebut mengepul keluar dari dalam ruangan. Semua orang ada yang muntah-muntah, dan ada yang langsung pingsan setelah mencium bau dari asap hitam tersebut.


Fetucini malah panik sambil menutup hidungnya dan bertanya pada Pradita, “Bos, kenapa produknya jadi seperti ini?”


“Tenang saja, lihat setelah ini!” jawab Pradita santai sambil menutup hidungnya.


"Teknik Naga Taksaka!"


Pradita mengibaskan tangan kanannya, dan dalam sekali kibas seluruh asap pekat tersebut tersapu bersih oleh hempasan angin yang dibuat oleh Pradita. Semua ketua geng terduduk lemas di permukaan lantai club dengan dada kembang-kempis, dan raut wajah seputih kertas.


Akan tetapi, setelah mereka melihat kulit tangan mereka yang telah bersinar, putih mulus, dan sangat bersih. Mata mereka membelalak seperti mau keluar dari sarangnya. Tubuh mereka juga lebih bertenaga, dan semua sakit ringan yang mereka alami juga sudah sembuh.


“Apa yang terjadi dengan tubuhku?”


“Tubuhku sangat ringan sekali?”


“Aku juga merasa lebih muda?”

__ADS_1


Semua ketua geng memegangi wajah, lengan, dan leher mereka dengan rahang terjatuh. Seolah tidak percaya dengan manfaat minuman coklat berenergi yang diberikan oleh Fetucini


__ADS_2