SYSTEM KEKAYAAN NGUPIL

SYSTEM KEKAYAAN NGUPIL
Chapter 31


__ADS_3

Di luar gedung Hexagonal, anggota Geng Helucin yang lain datang setelah mendapat kabar dari anak buah yang berada di lantai atas jika mereka telah diserang. Baku tembak pun terjadi, peluru-peluru melesat ke arah kaca dari luar mengakibatkan kaca di lantai dasar gedung Hexagonal pecah berkeping-keping.


Staff-staf di Gedung Hexagonal merunduk dan berlindung di bawah meja. Termasuk sebagian anak buah Pradita yang ketakutan, karena mereka membawa senjata berpeluru asli sedangkan mereka membawa senjata berpeluru karet.


Suara rentetan terdengar sangat keras dan tanpa jeda. Willy beserta lima orang anak buahnya yang pemberani membalas tembakan mereka diikuti Pradita dari belakang.


Willy mengganti senapannya dengan senapan Combat SMG langsung dalam mode otomatis. Senapan tersebut dilengkapi teleskop, penunjuk laser, serta peredam.


Walaupun mereka berenam masih amatir dalam menggunakan senjata, tetapi Willy beserta lima anak buahnya maju dengan gagah berani membombardir 10 anak buah Fetucini.


Sepuluh anggota Geng Helucin yang semula gagah berani menembaki Pradita dan 31 anak buahnya secara membabi buta. Kini mereka seperti ayam sayur yang meringkuk di permukaan tanah.


Nyali mereka langsung ciut dan bersembunyi di belakang mobil mereka. Bagaimana tidak ciut, Willy dan kelima anak buah membombardir mereka bersepuluh dengan serangan tembakan beruntun tanpa jeda.


“Sialan! Ayo maju! Tadi kalian menyerang kami, ayo keluar kalian!”


Willy geram dan terus menembaki mereka tanpa jeda secara membabi buta. Semua pejalan kaki, maupun pengendara tidak ada yang mendekat gara-gara perang antar geng tersebut.


Pradita yang kembali lagi ke dalam menatap nyalang Fetucini yang dianggapnya tidak becus mengurus anak buahnya. Padahal perjanjian damai sudah di depan mata.


“Bodoh! Kenapa kau malah menyuruh anak buahmu menyerang! Tolol!”


Pradita geram dan menarik pelatuk pistol Magnum SIG yang dipegangnya untuk memuntahkan dua peluru karet ke paha kiri serta paha kanan Fetucini.


“Aaaakh!” pekik Fetucini yang sudah tidak bisa apa-apa. Ia terkapar di permukaan lantai tanpa bisa berdiri, kedua lengan tasnya sakit dan kedua pahanya juga sakit.


“Ampuni aku! Ampuni aku! Lepaskan aku!”


Pradita yang kesal menembak lagi kedua betis Fetucini dan pria brewok serta botak tersebut mengerang kesakitan berkali-kali, “Aaaargh … aaaargh! Aku akan hentikan mereka aku mohon! Aku akan bergabung dengan Zero Crime asal kalian me-memenuhi persyaratan ka-kami!”


“Katakan!” Pradita menembak ke arah Burung Otokowok milik Fetucini, tetapi sengaja ditembakan di permukaan lantai yang hanya berjarak 5 cm dari Burung Otokowok milik Fetucini yang terbungkus rapi di celana katun berwarna coklat tersebut.

__ADS_1


“Aku akan memenuhi syarat asal legal!”


“Kalau legal kami tidak mau —”


“Katakan dahulu apa keinginan kalian? Baru menolak. Aku akan berusaha memenuhi permintaan kalian,” potong Pradita dengan tatapan tajam dan mendekatkan ujung senapan itu ke arah Burung Otokowok milik Fetucini.


Pria brewok dan botak tersebut langsung gemetar ketakutan dengan raut wajah seputih kertas dibanjiri keringat dingin.


“Ka-kami butuh mobil sport dengan harga murah. Kami selalu mendapatkannya di pasar gelap dengan harga yang miring,” jawab Fetucini ketakutan.


Tiba-tiba Willy dan kelima anak buahnya menggiring 10 anak buah Fetucini yang sedang berjalan jongkok dengan menodongkan senjata Combat SMG ke kepala mereka.


Dua puluh lima anak buah Willy yang ketakutan segera keluar. Apalagi setelah melihat orang-orang yang menembaki mereka telah dibekuk oleh rekan-rekannya. Mereka langsung menodongkan senjata ke arah anak buah Fetucini.


Tidak ada satupun pihak yang berwajib datang, karena mereka tahu jika melerai tawuran antar geng mereka juga dibabak belurkan. Jadi mereka kadang memutuskan untuk tidak melerai paling hanya mengevakuasi warga yang berada di dekitar tawuran antar geng tersebut.


“Sistem! Apakah aku bisa membeli mobil dengan harga murah dan merk apapun?” tanya Pradita dalam hatinya.


...[Tongteng … Tongteng]...


“Apakah ada mobil dengan hharga murah seperti harga mobil di pasar gelap?” tanya lagi Pradita, ia ingin mendapatkan harga yang sesuai yang diinginkan oeh Fetucini. Supaya perjanjian damai dan aliansi kedua geng bisa dibentuk.


...[Tongteng … Tongteng]...


...[Tidak ada host, karena semua item yang dijual di fitur shop showroom sistem memiliki kualitas terbaik]...


Pradita menghela nafas kasar. tentu saja dia sangat kecwa dengan pemberitahuan sistem, dan kerja sama antara Geng Helucin, serta Geng Zero Crime dipastikan pupus.


...[Tongteng … Tongteng]...


...[Sistem memberikan solusi pada host. Cukup beli voucher diskon 98% seharga Rp,15.000.000.000 seumur hidup. Dijamin paling murah dikelasnya untuk setiap pembelian item di fitur shop sistem]...

__ADS_1


Pradita mengelus dagunya dan tak peduli pada semua orang yang berada di lobi. Dia lebih memikirkan voucher diskon 98% ketimbang anak bauhnya yang sedang mennghajar anak buah Fetucini sampai babak belur.


“Ya, sudah beli,” kata Pradita dalam hatinya setelah menimbang–nimbang dan menghitung jumlah harga yang di dapat dari setiap item yang akan dibelinya di fitur shop sistem.


...[Tongteng … Tongteng]...


...[Memotong uang Rp,15.000.000.000 untuk membeli voucher diskon 98% seumur hidup. Memproses dalam 3 … 2 … 1 ….]...


...[0% … 25% … 50% … 75% … 100%]...


...[Proses pembelian berhasil dan voucher otomatis sudah di redeem. Setiap pembelian item apapun harga yang tertera di list sistem sudah termasuk harga diskon, dan memiliki kelengkapan surat-surat]...


Pradita tersenyum puas dan membalikan badannya ke arah Fetucini, “Hentikan! Bawa semua anak buah Fetucini ke rumah sakit. Zero Crime dan Helucin sekarang bersaudara!” teriaknnya kencang.


Pria berambut hitam tersebut berjalan ke arah Fetucini dan langsung memapahnya untuk berdiri. Kemudian Pradita melanjutkan, “Aku akan menyetujui permintaan kalian tentang barang apapun yang kalian inginkan tapi legal dengan harga di bawah pasaran.”


“Ya, sudah. Bawa aku ke rumah sakit! Aku akan membuat surat aliansi dan kontrak kerja sama antara Helucin dan Zero Crime,” balas Fetucini dengn tersenyum puas, meski seluruh tubuhnya sakit.


“Tidak perlu ….” Pradita terdiam dan bertanya pada sistem melalui batinnya, “Sistem, apakah sistem penyembuhan itu bisa digunakan ke semua orang yang ada disini?’


...[Tongteng … Tongteng]...


...[Bisa, biaya tiga kali lipat dari harga untuk menyembuhkan host]...


...[Apakah host mau membayarnya?]...


...[Ya/Tidak]...


Pradita menekan tombol ‘Ya’, dan sistem mulai memproses penyembuhan semua anak buah Fetucini yang terluka, tidak terkecuali Rei.


“Bel-Gobal-Gabel, Paktuktingpang, Blaem-blaem. nek ngana metua, nek ngene metue. Ditarik plekepek!”

__ADS_1


Pradita berpura-pura membaca mantra yang tidak jelas, dan membuat semua orang tertawa terpingkal-pingkal. Akan tetapi setelah beberapa saat kemudian, luka-luka, dan lebam ditubuh semua anak buah Fetucini sembuh, oleh hembusan angin yang sanngat nyaman setelah


__ADS_2