SYSTEM KEKAYAAN NGUPIL

SYSTEM KEKAYAAN NGUPIL
Chapter 30


__ADS_3

CEO Aslan begitu antusias melihat presentasi yang diperlihatkan oleh Pradita. Dia merasa sangat optimis akan pertumbuhan bisnis properti BSD Grup di Tangerang Selatan.


......................


Rumah Willy, Desa Lengkong Gudang Timur.


Willy berbaris bersama 30 anak buahnya yang sudah pulih dari luka ringan saat dihantam oleh Pradita. Mereka semua tertunduk ketakutan melihat Pradita berdiri di depan mereka.


Bagi mereka, Pradita sudah seperti singa yang lapar, dan siap memangsa mereka. Namun, mereka juga sangat hormat pada Pradita, karena begitu diperhatikan sesudah mereka dibuat babak belur olehnya tempo hari.


“Lapor bos! Anggota yang sudah siuman hanya ada 30, sisanya masih dirawat di Rumah Sakit,” tegas Willy.


Pradita mondar-mandir memperhatikan mereka semua dengan sorot mata yang tajam seperti manik mata Elang.


“Pejamkan mata kalian! Tidak ada yang boleh membuka matanya sebelum diperintah!” teriak Pradita dan mereka memejamkan matanya rapat-rapat.


“Aku akan memberikan kalian kejutan, jaga baik-baik! Sim salabim, abra kadabra!”


Pradita mengeluarkan Body Armor, pistol kejut Phazzer Enforce, pistol Magnum SIG sauer PS226, dan Combat SMG masing masing 30 unit, serta 5 unit mobil Toyota Hiulx Extreme. Lalu ditumpuk ke di depannya beserta peluru karet, dan baterai magazine. Sedangkan 5 unit Toyota Hilux dikeluarkan agak jauh dari rumah Willy.


“Buka mata kalian!” teriak Pradita lai, dan mereka serentak membuka mata.


Tiga puluh anak buah Pradita beserta Willy, matanya berkaca-kaca melihat tumpukan senapan dan pelindung tubuh di depan mereka.


Mereka terharu sekaligus takjub, karena sebagai anggota geng, mereka belum pernah mendapatkan senjata-senjata modern seperti itu. Paling-paling hanya bat baseball, tongkat besi, dan parang.


“Ambil satu-satu. Untuk anggota lain menyusul, aku masih punya stok!”


Pradita memberikan satu persatu anak buahnya masing-masing satu unit Body Armor, pistol kejut Phazzer Enforce, pistol Magnum SIG sauer PS226, dan Combat SMG beserta peluru karet dengan satu magazine berisi peluru tak terbatas.


Mereka semua tidak sanggup berkata-kata menerima senjata yang diberikan Pradita, walaupun itu peluru karet.

__ADS_1


"Bos! Aku tidak bisa menggunakan senjata ini!" celetuk salah satu anak buahnya yang berada di barisan paling belakang sambil mengangkat senapan Combat SMG.


“Kita akan menyerang markas Geng Helucin di Summarecon dan memberikan mereka pelajaran. Gunakan senjata yang kalian bisa, dan buktikan bahwa kita geng Zero Crime bukan geng kaleng-kaleng!” teriak Pradita berapi-api.


“Ya ….!”


“Haaa ….!”


Mendengar suara teriakan anggota Geng Zero Crime tetangga rumah Willy tidak ada yang berani keluar. Karena mereka menganggap Willy, dan kawan-kawannya akan tawuran seperti biasanya.


Memang benar mereka akan tawuran, tetapi tawuran dengan cara modern seperti perang dunia satu dan perang dunia kedua, yaitu menggunakan senjata berpeluru karet.


“Siapa yang bisa menyetir mobil?” tanya Pradita dan semua anak buahnya mengacungkan. “Baik, Willy kamu pilih saja lima orang, dan ini kuncinya.”


Willy menerima 5 kunci mobil Toyota Hilux dari Pradita. Lalu memberikannya pada anak buah yang dipercaya oleh Willy bisa menyetir mobil dengan sangat baik.


Pradita masuk ke dalam mobil Lotus Eclipse, dan memimpin di depan menuju 5 unit mobil yang terparkir agak jauh dari rumah Willy, sebagai kejutan untuk mereka.


......................


15 menit, Gedung Hexagonal Sumarecon.


Konvoi keenam mobil dengan anggota Geng Zero Crime bersenjata lengkap tiba di depan sebuah gedung berlantai 5, dengan kaca berwarna biru transparan. Mereka turun dari mobil, lalu berbaris rapi di belakang Pradita yang sudah berjalan mendahului mereka masuk ke dalam wilayah gedung Hexagonal.


Para anggota Geng Helucin, dan penjaga keamanan yang bertugas menjaga gedung tersebut langsung ketar-ketir melihat 30 anggota Geng Zero crime bersenjata lengkap tanpa surat-surat.


Pradita memang nekad, dengan percaya diri membawa senjata di muka umum pada siang hari, walaupun itu senjata berpeluru karet.Tanpa basa-basi lagi ketiga puluh anak buahnya langsung melumpuhkan anak buah Fetucini dengan menembakan pistol kejut Phazzer Enforce.


“Aaaakh!”


Satu persatu anak buah Fetucini terkapar pingsan di permukaan lantai. Tentu saja Pradita mengumbar senyum puas, karena senjata yang dibelinya dari fitur shop sistem ternyata bekerja dengan sangat baik.

__ADS_1


Di dalam lobby, Pradita melihat Rei dan langsung matanya menatap nyalang. Namun, ia tahan untuk membalaskan dendam, Pradita ingin Rei sendiri berlutut di depannya meminta maaf tanpa harus mengotori tangannya.


“Halo, Tuan Rei! Sampah seperti kami ini sekarang datang untuk menagih janji kalian. Katakan pada Tuan Fetucini aku ingin bertemu."


"Kalau tidak menemuiku dalam waktu 5 menit. Maka gedung ini akan menjadi milikku, dan aku akan memburu setiap Geng Helucin dimanapun tanpa henti,” ancam Pradita menyeringai.


Rei mengeluarkan senapannya, dan langsung diarahkan ke arah Pradita. Namun, Willy langsung bereaksi dengan menarik pelatuk senapan Magnum SIG yang telah dipegang sebelumnya.


Peluru karet itu dimuntahkan tepat mengenai punggung tangan Rei, dan pistol yang dipegangnya terjatuh ke permukaan lantai.


"Aaakh!" Rei memekik kesakitan dan langsung berlutut lemas memegangi punggung tangannya yang terkena peluru karet.


Willy yang geram menarik pelatuk pistol Magnum untuk memuntahkan peluru karet ke arah dada, dan perut Rei bertubi-tubi. Pistol yang memiliki peredam tersebut suaranya sangat sunyi, ketika memuntahkan peluru karet.


Hingga membuat Rei berguling-guling kesakitan di permukaan lantai karena diberondong tembakan oleh Willy. Fetucini yang berada di dalam ruangannya turun cepat melalui lift untuk menemui Pradita yang dianggapnya sudah lancang mengusik markas geng miliknya.


"Ada apa ini?" teriak Fetucini geram.


"Ada apa katamu?" Pradita menyerboto pistol yang dipegang oleh Willy dan menembakkannya ke arah lengan atas kanan Fetucini.


Pria botak, dan brewok tersebut meringis kesakitan, dan raut mukanya merah padam, "Berani kalian menembakku, hah!”


“Beranilah! Kalian juga berani mengusik proyekku. Jika saja kau tidak lebih dulu mengusik, maka aku tidak akan mengusik."


"Ingat, jika kalian terus mengusik tanah proyek yang sedang aku pegang, maka yang keluar dari pistol ini bukan peluru karet!” sergah Pradita kembali menembak ke arah lengan atas kiri Fetucini.


"Aku sudah berbaik hati, supaya kita bisa damai. Saat melakukan pertaruhan di balapan liar, dan aku meminta kalian tunduk padaku, tetapi Rei si bedebah ini mengingkari kemenanganku, dan menembakku."


"Sekarang pilih tunduk atau aku buru kalian semua saat ini juga dan akan aku buat baak belur sampai tulang-tulang kalian patah," sambung Pradita dengan nada yang mengancam.


Fetucini langsung gemetar tubuhnya ditekan oleh aura membunuh Pradita yang sangat kuat, dan tak berbelas kasihan sama sekali. Kalau saja Pradita menggunakan peluru asli, maka sudah dipastikan semua anak buahnya sudah menemui malaikat Munkar, dan malaikat Nakir di alam barzah.

__ADS_1


Namun, Pradita masih berbelas kasihan terhadap mereka. Apalagi dia ingin menyatukan seluruh geng di Tangerang Selatan dengan cara versi Pradita, tanpa harus ada pertumpahan darah.


__ADS_2