
Nikita tercengang dengan Red Queen yang bisa melakukan banyak hal, termasuk mengawasi semua karyawannya.
“Cih, benar dugaanku jika Direktur keuangan kami telah melakukan banyak kecurangan,” decih Nikita dengan raut muka merah padam. “Mengkonfirmasi untuk menyebarkan semua bukti kecurangan ke khalayak umum termasuk ke polisi dan jaksa!”
[Konfirmasi disetujui melakukan proses penyebaran bukti apapun ke polisi, jaksa dan seluruh platform media sosial]
Hanya dalam sekejap mata Red Queen mengirimkan bukti-bukti tersebut ke polisi, jaksa, dan juga seluruh platform media sosial mengatasnamakan PT.MMK.
Yurike di dalam ruangan kantornya juga mengetahui dan segera memanggil tersangka yang bersangkutan untuk dipecat lalu dijebloskan ke penjara.
“Terima kasih Red Queen,” puji Pradita tersenyum puas dengan kinerja Red Queen yang di luar ekspektasinya.
Mereka berdua keluar dari dalam ruangan tersebut, dan hologram gadis kecil berwarna merah tersebut menghilang dari pandangan mereka berdua.
Pradita dan Nikita segera menuju ruangan Yurike. Pria berambut harajuku tersebut ingin menyuntikan dana sebesar 20 miliar untuk PT.MMK untuk pengembangan, dan peningkatan armada logistik.
Yurike yang sudah memecat dan mempolisikan direkturnya keuangannya tersebut masih kesal duduk di kursinya.
“Benar-benar biadab. Kurang baik apa coba Bunda sama dia!” Benar-benar tega!” geram Yurike sambil menggebrak mejanya.
Pradita memijat lembut pundak Yurike yang sangat tegang, “Ibu, sudah. Aku tahu ibu rugi sangat banyak gara-gara korupsi tersebut.
“Aku mohon ibu jangan marah lagi, aku bawa kabar baik untuk ibu, dan aku ditugaskan oleh temanku untuk memberikan uang 20 milyar sebagai investasi pada PT.MKK.”
“Dia tidak peduli tentang pembagian keuntungannya. Tapi dia hanya ada satu permintaan untuk membangkrutkan PT, Yose Permada milik Tuan Panji.”
“Aish, kalau itu belum mampu bersaing dengan PT.Yose Permada. Perusahaan kita ini hanya kacang saja dimata mereka. Apakah kamu punya ide?” tanya Yurike sambil menghela nafas panjang.
Tiba-tiba hologram Red Queen muncul dan membuat jantung Yurike mau copot, “Asem! Hantu!” teriaknya ketakutan.
...[Ibu Yurike, aku adalah Red Queen, asisten A.I. perusahaan PT.Maju Mundur Kena. Ada banyak strategi salah satunya menurunkan ongkos pengiriman paket dan meningkatkan insentif bagi para karyawan. Insentif pertama insentif target omset, dan kedua insentif target pengiriman]...
...[Silahkan konfirmasi untuk setuju, maka Red Queen akan mengirimkan informasi tersebut pada seluruh karyawan PT.MMK termasuk persentase dan besaran insentifnya. Red Queen juga akan membantu menyebarluaskan promosinya di berbagai platform media sosial, termasuk pembuatan iklannya dan gratis]...
“Aku setuju!” teriak Yurike girang karena mendengar kata gratis.
...[Proses promosi dimulai dalam 3 … 2 … 1 ….]...
...[0% … 50% … 100%]...
...[Media iklan promosi sudah disebarluaskan ke seluruh wilayah Indonesia dan Red Queen mengambil keputusan besaran persentase diskon yang akan diberikan yang berkemungkinan akan dilirik oleh pelanggan]...
...[Pesan besaran insentif juga sudah dikirim ke seluruh karyawan PT.MMK]...
Nikita, Pradita, dan Yurike hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tindakan Red Queen dalam mengeksekusi apapun yang dibutuhkan oleh perusahaan milik Yurike.
Pradita pun mentransfer dana 20 milyar ke rekening PT.MMK, dan Yurike memberikan 50% saham PT.MMK ke Union Grup, yakni grup perusahaan yang sudah terbentuk milik Pradita di Tangerang Selatan.
__ADS_1
...[Tongteng … Tongteng]...
...[Selamat, host mendapatkan 1 poin pesona]x10...
...[Tongteng … Tongteng]...
...[Selamat, host mendapatkan uang Rp,5.000.000 dari mengupil selama 1000 kali dan sudah ditransfer ke inventaris sistem]...
...[Tongteng ... Tongteng]...
...[Status]...
...<>...........<>...........<>...
...[Nama: Pradita Mahendra]...
...[Umur: 25 tahun]...
...[Stamina: 61]...
...[Kecerdasan: 57]...
...[Massa otot: 20]...
...[Pesona:75]...
...[Kepemilikan aset: Saham BSD City 10%, 100% saham Aeon Mall, 100% saham Unilever, 100% saham Bugatti, 85% Fetucini Motors, 50% saham PT.MMK]...
...[Saldo: 925.000.000]...
...[Level sistem: High Premium (9.000/200.000) (1 kali mengupil dihargai Rp,5000)]...
...[Inventaris:-]...
...[Skill: ...
...[Pedang 9 Naga Terbang tingkat (Naga Besukih, Naga Wanabaya, Naga Danindra, Naga Suryadaksa, Naga Anubra, Naga Taksaka) (Syarat naik level 7, yaitu uang Rp,70.000.000, dan 70 poin stamina sudah mencapai 30 poin)]...
...[Otot super level 2 (level skill ini mengikuti jumlah poin massa otot. 10 poin masa otot sama dengan 1 level)]...
...[Mengemudi level 2: 0/1000]...
...[Detektif level 5 (level skill ini mengikuti jumlah poin massa otot. 10 poin kecerdasan sama dengan 1 level)]...
...[Raja gombal level maksimal]...
...<>..........<>...........<>...
__ADS_1
Setelah selesai urusannya di PT.MMK, Pradita keluar dari kantor pusat MMK untuk mencari makanan di CSB Mall.
Pria bergaya rambut harajuku tersebut berjalan sambil menaruh kedua tautan tangannya di belakang kepalanya, dan bersiul ria menuju CSB Mall yang hanya berjarak 300 meter dari kantor pusat MMK.
Saat asyik-asyiknya berjalan santai menikmati pemandangan riuh di pusat kota Cirebon. Tiba-tiba dia melihat pemuda berumur 20 tahun sedang dipukuli oleh preman.
Tanpa basa-basi lagio Pradita berlari dan mendaratkan bogem mentah ke salah satu pipi preman yang sedang mengeroyok pemuda yang memiliki kulit sawo matang tersebut.
Preman itu kepalanya terantuk trotoar dan langsung mengeluarkan cairan kental merah.
Ketiga preman yang lain pun langsung ditusuk bahu kiri dan kanannya menggunakan teknik Naga Taksaka.
Ketiganya langsung terkapar di permukaan aspal dengan kondisi kedua bahunya retak, dan meringis kesakitan sambil berteriak-teriak.
“Aaaakh! Aaaakh! Ampun!” pekik ketiga preman serentak.
Pradita menatap nyalang keempat preman, dan untuk memuaskan kekesalannya, salah satu preman diinjak kaki kanannya hingga patah.
“Aaaaakh!” pekiknya sangat keras.
Preman berambut gondrong tersebut dipapah oleh kedua rekannya yang sama-sama kesakitan.
Dengan tatapan nyalang dipenuhi rasa dendam kesumat, mereka berempat menandai wajah Pradita, lalu pergi meninggalkan mereka berdua.
“Kamu tidak apa-apa?” Pradita membantu menegakan tubuh pemuda bernama Arman itu. “Kenapa mereka memukulmu?"
"A-aku punya hutang di aplikasi pinjol, Bang, hiks-hiks," jawab Arman sesenggukan.
Pradita merasa kasihan, ia ingat dirinya yang lalu dan sering bermain game slot dengan berhutang pada aplikasi pinjol.
"Ya, sudah. Berapa hutangmu? Aku akan lunasi, nanti kau ikut kerja denganku. sekarang kita makan dulu, ayo!"
Pradita mengajak Arman yang mukanya hampir babak belur makan di salah satu restoran di CSB Mall.
Namun, sebelum itu Pradita mampir ke salah satu toko pakaian untuk membeli sweater yang memiliki capucho untuk menutupi mukanya, supaya tidak dikejar-kejar oleh fans garis keras lagi.
Pradita duduk berhadapan dengan Arman dan bertanya, “Aku Pradita Mahendra, Mas siapa?”
“Aku Arman Prananda, Bang. Baru lulus sekolah animasi, komik, dan juga desain,” jawab Arman sambil memegangi mukanya yang bengkak.
“Ya, sudah. Sini tanganmu!” seru Pradita dan Arman menjulurkan tangan kanannya ke arah Pradita untuk dipegangnya. Lalu Pradita membaca mantra aneh sebagai kode, agar sistem membantunya menyembuhkan Arman, “Bel-gobal-gabel. Etekewer-etekowor. Kiyal-kiyel mong sega mong sambel pengene bokong sing kandel, fuah!”
...[Tongteng … Tongteng]...
...[Memotong uang Rp,10.000.000 untuk menyembuhkan semua luka Arman Prananda]...
Tubuh dan muka Arman yang babak belur langsung sembuh. Seluruh ras sakitnya juga hilang, dan mukanya kembali seperti semula.
__ADS_1