SYSTEM KEKAYAAN NGUPIL

SYSTEM KEKAYAAN NGUPIL
Chapter 77


__ADS_3

Pradita sekarat, dan tergeletak di permukaan tanah dengan dada kembang kempis, dan leher seperti tercekik. Perasaan ini seperti dirinya tenggelam di dalam sungai, lalu ruh-nya keluar dari dalam jasadnya.


“Nabila, maafkan aku. Aku ….”


Akan tetapi tiba-tiba sistem memulihkan tubuhnya yang terluka sangat parah dengan memotong uang dari saldo sistem sebesar 1 milyar.


Nafas yang semula sesak, dan paru-paru kanannya yang berlubang kembali pulih dengan kondisi yang jauh lebih baik.


[Tongteng … Tongteng! Selamat, host mendapatkan 10 poin stamina]


[Apakah host mau meningkatkan teknik naga terbang ke tingkat delapan, yakni teknik naga kurusetra?]


[Ya/Tidak?]


Pradita bangkit sambil menekan tombol ya di panel hologram di depannya. Seketika tubuhnya mengeluarkan gelombang kejut disertai fluktuasi udara yang berupa deru angin yang sangat kencang, sehingga menumbangkan pohon di sekitarnya dalam radius 10 meter.


[Memotong uang Rp,70.000.000 untuk meningkatkan teknik Naga terbang ke level 8. Dimulai dalam 3 … 2 … 1 ….]


[0% … 50% … 100%]


[Tongteng … Tongteng! Peningkatan berhasil]


[Tongteng … Tongteng! Selamat, host berhasil meningkatkan teknik naga terbang ke tingkat delapan, dan bisa menggunakan teknik naga kurusetra]


Azriel ketakutan, dan langsung kabur menuju pintu gerbang sekolah Hosfu. Sedangkan pengawas tersebut justru tertantang, karena melihat Pradita punya sesuatu yang menurutnya di luar nalar logika.


Maka dari itu pengawas tersebut kembali melemparkan shuriken-shuriken ke arah Pradita.


Tanpa melihat sama sekali arah datangnya shuriken karena di dalam kegelapan malam, Pradita menepis satu persatu shuriken yang mengarah kepadanya dengan mengayunkan pedang wakizashi, dan pedang kodachi yang masih dalam genggaman kedua tangannya.


Suara dentingan pedang yang menangkis shuriken-shuriken terdengar cukup jelas di telinga sang pengawas. Ia kembali melesat ke arah Pradita dengan kecepatan tanpa suara, karena pengawas merupakan seorang pembunuh bayaran yang sangat terlatih dalam melakukan pembunuhan senyap.


Teknik Naga Besukih!” seru Pradita sambil membalikan badan untuk menebas leher sang pengawas.


Alhasil pengawas yang tiba-tiba muncul di belakang tubuh Pradita kepalanya terlepas dari lehernya. Bilah tumpul tersebut menjadi tajam, setelah Pradita menyuntikan energi teknik naga Suryadaksa pada pedangnya.


Cairan kental merah menyembur dari leher sang pengawas, dan membanjiri wajah Pradita. Pria bergaya rambut harajuku tersebut merasakan rasa nikmat menjadi seorang pembunuh yang kejam, yakni pembunuh yang menumpahkan darah target ke tubuhnya.


Sembilan pengawas yang lain, dan sedang mengawasi semua peserta langsung melesat ke arah Pradita. Setelah melihat titik di radar mereka, salah satu pengawas telah hilang titiknya dari radar.


Pradita segera berlari cepat menggunakan teknik naga Dhanindra ke arah pintu gerbang sekolah Hosfu yang masih berjarak 900 meter lagi dengan medan jalan yang sangat terjal, dan licin.


Hal ini dilakukan Pradita, supaya mengulur waktu untuk membunuh para pengawas satu persatu. Bukan harus melawan mereka semuanya, karena ditakutkan Pradita tidak mampu melawan mereka semua yang merupakan seorang pembunuh bayaran yang sangat terlatih.

__ADS_1


Setelah melompati satu dahan pohon ke dahan pohon yang lain. Pradita sejenak berhenti, dan bertengger di salah satu dahan pohon untuk mengamati keadaan.


"Aku akan menunggu mereka disini. Diriku saat ini sudah bertambah kuat, dan walaupun aku terluka para, sel-sel di dalam tubuhku akan beregenerasi dengan sangat cepat untuk memulihkan tubuhku," gumam Pradita.


Untuk membuat berhasil rencananya tersebut, Pradita menekan hawa membunuh, dan hawa keberadaannya sampai tidak bisa dirasakan juga dideteksi oleh siapapun. Berkat teknik naga kurusetra, Pradita mampu menahan nafas yang cukup lama, karena sel di dalam paru-parunya bisa menyimpan partikel oksigen dalam satu kali hisap sebanyak 100 kali lipat dari manusia pada umumnya.


Sembilan pengawas mulai bergerak mencari keberadaan Pradita di dalam kegelapan. Telinga Pradita juga meningkat ketajamannya dalam mendengarkan suara, sudah melebihi pendengaran hewan cacing yang mampu mendeteksi suatu objek hanya dalam radius 1 km.


Satu pengawas melompati dahan, dan akan melesat ke arah pohon yang dahannya sedang dihinggapi oleh Pradita.


Kepala pengawas itu langsung melayang di udara, saat tubuhnya melesat melewati dahan pohon yang sedang dihinggapi oleh Pradita. Pria bergaya rambut harajuku tersebut melakukan tebasan ke kepala sang pengawas sangat cepat, dan tak bisa diprediksi oleh sang pengawas.


Untuk mempercepat misinya, Pradita bergerak sangat cepat melebihi kecepatan suara, dan satu persatu kepala pengawas ujian terlepas dari lehernya.


...[Tongteng … Tongteng]...


...[Misi utama berhasil diselesaikan]...


...<>............¤………..<>...


...[Misi utama: Bunuh 10 pengawas yang sedang mengawasi ujian kedua dengan cara apapun, dan tunjukan kebrutalan host dalam membunuh]...


...[Batas waktu: 30 menit]...


...[Hukuman: Host akan terbunuh oleh pengawas ujian]...


...[Hadiah: Uang Rp,1.000.000.000, dan 2.000.000 poin sistem]...


...<>............¤………..<>...


...[Hadiah sudah ditransfer ke saldo, dan status sistem]...


...[Tongteng … Tongteng]...


...[Selamat, host telah menaikan level sistem ke level kaisar. Setiap host mengupil dihargai Rp,20.000]...


...[Tongteng ... Tongteng]...


...[Status]...


...<>...........<>...........<>...


...[Nama: Pradita Mahendra]...

__ADS_1


...[Umur: 25 tahun]...


...[Stamina: 71]...


...[Kecerdasan: 67]...


...[Massa otot: 58]...


...[Pesona:75]...


...--------------------------...


...[Kepemilikan aset: Saham BSD City 10%, 100% saham Aeon Mall, 100% saham Unilever, 100% saham Bugatti, 85% Fetucini Motors, 50% saham PT.MMK, 100% saham Union Group]...


...[Saldo: .28.041.065.000.000]...


...([Level sistem: Kaisar (0/100.000.000) (1 kali mengupil dihargai Rp,20.000)]...


...[Inventaris: 5 pedang Naga terbang versi tumpul]...


...[Skill: ...


...[Pedang 9 Naga Terbang tingkat (Naga Besukih, Naga Wanabaya, Naga Danindra, Naga Suryadaksa, Naga Anubra, Naga Taksaka) (Syarat naik level maksimal, yaitu uang Rp,100.000.000, dan 100 poin stamina atau maksimal, serta massa otot sudah mencapai 70 poin)]...


...[Otot super level 5 (level skill ini mengikuti jumlah poin massa otot. 10 poin masa otot sama dengan 1 level)]...


...[Mengemudi level 2: 0/1000]...


...[Detektif level 6 (level skill ini mengikuti jumlah poin kecerdasan. 10 poin kecerdasan sama dengan 1 level)]...


...[Raja gombal level maksimal]...


...<>..........<>...........<>...


“Hehehe ….” Pradita terkekeh dengan raut wajah sumringah, karena level sistem telah naik ke tingkat kaisar.


Saking senangnya setelah membunuh 10 pengawas tanpa rasa bersalah, Pradita berjalan santai sambil terus mengupil. Setelah kedua pedangnya disimpan ke dalam inventaris sistem.


Di dalam hutan terdengar suara-suara teriakan seperti melodi kematian dari mulut-mulut para peserta yang saling bunuh di dalam hutan. Namun Pradita yang sudah berubah menjadi pembunuh berdarah dingin tidak takut sama sekali terhadap suara tersebut. Hatinya telah benar-benar berubah menjadi sedingin es, dan apatis sejati.


"Waktunya pembalasan dendam pada mereka semua. Setelah aku mendapatkan hal yang dikatakan oleh Zevalia, aku akan membuat bangga Aramain dengan …. Hahahaha …."


Pradita berjalan sambil tertawa jahat menyusuri gelapnya malam di hutan gunung Latimojo. Tawa jahatnya membuat merinding peserta lain yang selamat dari ujian yang mengharuskan satu sama lain saling bunuh sebagai syarat utama kelulusannya.

__ADS_1


__ADS_2