SYSTEM KEKAYAAN NGUPIL

SYSTEM KEKAYAAN NGUPIL
Chapter 96


__ADS_3

“Untuk lisensi ginseng naga putih dibuka dengan harga awal 150 milyar. Penawaran kelipatan minimal 1 milyar!” teriak gadis seksi yang memakai bando telinga kelinci.


Sesaat belum ada yang menawar, karena harganya memang terlalu mahal. Ditambah lagi ginseng naga emas peminatnya memang sedikit, karena dalam meramu sebuah obat ataupun dibuat turunan obat lainnya sangat susah. Dibutuhkan seorang yang sangat ahli dalam meramu obat-obatan dari ginseng naga putih ini.


Pradita langsung menekan tombol penawaran yang berada di kursinya, dan berbicara pada microphone, “151 miliar!”


Pembawa acara tersebut menunggu selama 1 menit, dan tidak ada lagi yang menawar.


“Baik, aku hitung 151 miliar pertama … 151 miliar kedua … 151 miliar ketiga! Deal, lisensi ginseng naga putih jatuh ke pemilik ruangan SVIP 11!” teriaknya sambil mengetuk palu.


“Silahkan, Tuan Muda langsung bisa membayar menggunakan apapun yang bisa menjadi alat pembayaran yang sah. Bisa transfer ke rekening paviliun naga emas, atau cara pembayaran yang sudah ditetapkan di seluruh dunia!” pinta Lu Qingqing dengan senyuman ramah.


“Uangku di saldo sistem hanya ada 10 triliun. Aku takut untuk mendapatkan ketiga lisensi lainnya akan kurang. Aku harus menarik dividen dari semua perusahaan yang belum aku ambil profit dividennya,” batin Pradita, lalu meminta Red Queen untuk melakukan penarikan dividen ke seluruh perusahaan yang telah diakuisisi oleh Pradita.


Sambil menunggu kabar dari red Queen, Pradita memutuskan membayar dengan kartu Black SVIP miliknya dengan menggesekannya pada mesin EDC. Untuk mentransfer uang sebanyak 151 milyar ke akun rekening milik paviliun naga emas.


[Tuan, penarikan profit dividen sudah dilakukan, dan akun rekening Tuan telah bertambah uang sebesar 50 triliun]


Pradita girang bukan kepalang setelah mendengar suara mekanis Red Queen. Kepercayaan dirinya semakin meningkat untuk memboyong ketiga lisensi lainnya.


“Baik, untuk lisensi tanaman obat terlangka kedua, yakni lisensi akar naga emas. Dibuka dengan harga awal 105 milyar, dan penawaran kelipatan minimal 2 milyar. Dimulai!” teriak gadis seksi yang memakai bando telinga kelinci.


“107 milyar!”


“110 milyar!”


“115 milyar!”


“125 milyar!”


“... ….”


Setiap orang di ruangan berbeda saling meningkatkan penawaran mereka, untuk berebut lisensi akar ginseng emas. Adu harga lelang pun begitu sengit, hingga harga lisensi tersebut sudah melambung ke harga 145 milyar.

__ADS_1


“Baik, aku hitung 145 miliar pertama … 151 miliar kedua —”


“212 milyar!” potong Pradita, dan membuat semua orang di ruangan masing-masing kesal.


“Ayo, apakah ada lagi yang lebih tinggi dari penawaran 212 milyar? …” Gadis seksi yang memakai bando telinga kelinci tersebut memberikan ruang untuk para penawar lainnya. Namun setelah menunggu selama 2 menit tidak ada yang menawar lagi, “Baik, aku hitung 151 miliar pertama … 151 miliar kedua … 151 miliar ketiga! Deal, lisensi ginseng naga putih jatuh ke pemilik ruangan SVIP 11!”


Semua orang di ruangan masing-masing kecewa, setela gadis berbando telinga kelinci mengumumkan lisensi akar ginseng emas telah jatuh ke tangan Pradita.


“Kampret! Siapa sih di ruangan SVIP nomor sebelas itu?”


“Benar-benar membuatku muak!”


“Di giliran selanjutnya, aku tidak akan kalah!”


“... ….”


Semua orang kesal gara-gara gagal mendapatkan lisensi akar ginseng emas, sampai-sampai ada yang membanting kursi, hingga kursinya luluh lantak.


Dari 100 peserta lelang, hanya tersisa 10 orang yang memperebutkan lisensi akar 7 naga. Alasannya tentu saja karena harga penawaran lisensinya diluar jangkauan mereka.


Jual-beli penawaran tertinggi pun terus bergema di dalam ruangan lelang yang sangat luas. Nilai lelangnya terus naik sampai ke angka 3 triliun 200 milyar.


Kesembilan penawar tersebut sangat tahu kegunaan akar 7 pelangi di dunia medis, dan mudah diolah menjadi turunan obat apapun, serta jenis bisa digunakan untuk bidang kesehatan, maupun bidang kecantikan. Maka dari itu mereka bersaing, dan tidak ada yang mau mengalah.


“3,5 triliun!”


“3,7 triliun!”


“4,2 triliun!”


“4,5 triliun”


“... ….”

__ADS_1


Pradita masih belum menawar, ia melihat situasi, dan kondisinya terlebih dahulu. Apakah dari kesembilan pesaingnya masih ada yang akan menawar lebih tinggi. atau mulai berhenti?


“7 triliun!” sergah ruangan SVIP nomor 13 yang sedari awal belum menawar sama sekali.


Gadis berbando telinga kelinci itu pun kembali menunggu selama 1 menit, dan setelah satu menit tidak ada yang menawar lagi.


“Baiklah, aku akan menghitung. 7 triliun pertama … 7 triliun kedua … 7 triliun keti —”


“15 triliun!” potong Pradita, dan hampir membuat setengah dari para peserta lelang pingsan.


“Benar-benar dungu! Kenapa ruangan nomor 11 malah mengajukan harga yang terlalu tinggi!” gerundel gadis berwajah Amerika yang berada di ruangan SVIP nomor 13, “Lihat saja nanti! Setelah keluar dari sini, aku akan habisi dia!”


Gadis berbando telinga kelinci tersebut mengetuk palu, tanda bahwa lisensi akar 7 naga telah jatuh ke tangan Pradita.


Tentu saja Pradita tersenyum sumringah setelah berhasil mendapatkan ketiga lisensi. Walaupun setelah ini akan ada banyak orang yang menuntut, dan memburunya.


“Ini adalah acara puncak yang ditunggu-tunggu, yakni pelelangan spesial. Barang yang akan dilelang adalah lisensi biji pohon daun lima bintang, dan lisensi master alkemis Chow Rou. Harga dibuka mulai dari 20 triliun, dan kelipatan minimum penawaran adalah 500 milyar!” teriak gadis berbando telinga kelinci.


Pertarungan perebutan lisensi biji pohon lima bintang, dan lisensi master alkemis Chow Rou tersebut sangat sengit, serta hanya diikuti empat peserta termasuk Pradita. Sisanya sudah memutuskan mundur teratur di awal, walaupun mereka sangat ingin memiliki kedua lisensi tersebut.


"Tuan Muda, anda harus mendapatkannya walaupun dengan harga berapapun. Master Chow merupakan alkemis nomor satu di dunia yang hafal jutaan tanaman obat, sangat handal dalam meramu obat, dan memformulasikan ramuan obat."


"Kalau master Chow di pihak anda, uang yang anda investasikan ke paviliun naga emas pasti akan kembali minimal satu bulan," bujuk Lu Qingqing dengan senyuman licik.


Ketiga orang termasuk gadis Amerika sudah mulai saling adu tawar-menawar harga. Kelipatannya masih normal di angka 22,5 triliun di terakhir penawaran.


"25 triliun!" teriak gadis Amerika di depan microphone.


"Mampus kau nomor 11. Kali ini uangmu pasti sudah habis, hahaha …," cibir gadis Amerika bernama Claudya dengan tertawa sinis.


Pria di ruangan SVIP 03 pun tidak mau kalah, dan menawar, "27 triliun!"


Gadis Amerika itu langsung ditekuk wajahnya, karena bertambah lagi saingannya, "Uangku hanya 30 triliun. Kalau ada yang menawar lebih tinggi lagi aku mundur," decak Claudya.

__ADS_1


__ADS_2