
[Sistem A.I. Red Queen telah terkoneksi ke wilayah benua Afrika, dan.benua Eropa. Apa perintah Tuan?]
Melihat Red Queen mengatakan hal tersebut, tanpa basa-basi lagi Pradita langsung membalas, “Bekukan sistem komunikasi Sevenfall ke benua Afrika, dan benua Eropa!”
[Baik, Tuan. Proses pembekuan sistem komunikasi dimulai …. Mencari pusat sistem komunikasi …. Ketemu, pusat sistem komunikasi Sevenfall di Mesir telah dibekukan, dan pusat sistem komunikasi Sevenfall di Perancis telah dibekukan]
hal ini membuat Komandan Aramain yang memegang dua benua, dan memiliki komunikasi khusus terhadap semua bawahannya bingung sekaligus kesal.
Bagaimana tidak kesal, tiba-tiba Komandan Aramain tidak bisa menghubungi tentara oposisi yang sedang invasi di Libya dengan pencaplokan sumber daya di Libya yang bernilai ratusan juta dolar.
“Malika, jika kamu butuh bantuan, panggil saja Red Queen. Kamu secepat mungkin kembalilah ke Libya!” seru Pradita, dan melanjutkan, “Aku sudah memberimu akses sementtara pada Red Queen. Gadis hologram ini bisa diandalkan tentang apapun termasuk peretasan informasi, dan juga mencari lokasi musuh.”
“Lalu kamu mau kemana? Terima kasih sudah melindungiku.” Malika memeluk Pradita dengan perasaan riang, karena ia belum pernah merasakan kehangatan pelukan dari seorang pria sebelumnya.
Pradita melepasnya dengan perlahan, dan lembut. Kemudian menghilang dari pandangan Malika, dan berlari cepat ke arah Laut Mediterania. Berkat kemampuan yang idberikan Enerzone, Pradita bisa berlari di atas permukaan air dengan membekukan setiap permukaan air yang diinjaknya.
[Buka Sitik Jos! Misi utama diterima]
<>................<>.............<>
[Misi utama: Bunuh Komandan Aramain]
[Batas waktu: 24 jam]
[Hukuman: 80% aset host atak dihilangkan]
[Hadiah: Union Group bisa go Afrika, dan Eropa tanpa hambatan, semua anak buah Eugene, dan Aramain 100% tunduk pada host, uang 10 triliun, 75% saham Tencent Holding Ltd, skill mengemudi naik ke level maksimal]
<>................<>.............<>
__ADS_1
Melihat panel hologram berwarna biru transparan di depan matanya, Pradita bersemangat, dan berlari tambah kencang menggunakan teknik Naga Dhanindra.
Tujuannya adalah sebuah markas bawah laut milik Sevenfall yang dimiliki oleh Komandan Aramain.
Lokasi markas bawah laut ini diberitahukan oleh Red Queen setelah dirinya terkoneksi dengan seluruh jaringan di wilayah benua Eropa, dan Afrika.
Kecepatan lari Pradita sangat cepat, hingga permukaan air di sisi kiri, dan sisi kanannya terangkat. Setelah mendapatkan titik pasti keberadaan markas bawah laut milik Komandan Aramain, Pradita langsung lompat masuk ke dalam permukaan air laut.
Ia berenang sangat cepat, karena ada banyak drone kapal selam tanpa awak yang berpatroli menjaga sebuah istana bawah laut milik Komandan Aramain yang mempunyai julukan lain, yakni The Golden in Arabic.
Pradita berhasil menyentuh dasar laut, dan berada di depan pintu masuk yang dijaga ketat oleh beberapa drone kapal selam. Namun dirinya tidak khawatir, karena tubuhnya tidak dapat terlihat, walaupun hanya gelombang-gelombang di sekitar tubuhnya yang menandakan eksistensi Pradita.
Sepasang sarung tangan kejut dikeluarkan, dan diisi dengan amunisi kunai yang bisa meledak.
Ia mengarahkan kunai tersebut ke salah satu drone kapal selam, dan berhasil mengenainya, hingga terjadi ledakan yang dijadikan Praditta sebagai pengalihan.
Pintu gerbang besar itu terbuka, dan muat dua pesawat selam untuk masuk. Rupanya Komandan Aramain mengerahkan drone kapal selam yang lebih besar untuk mengantisipasi penyusup. Setelah dirinya melihat pada layar monitor CCTV terjadi ledakan di depan pintu gerbang masuk Istananya itu.
Pradita masuk dengan menyelam cepat, dan sesaat kemudian pintu gerbang besar tersebut tertutup rapat. Rupanya itu adalah jebakan yang sengaja dipasang oleh Komandan Aramain, untuk menjebak Pradita yang sudah ia prediksi, bahwa akan mengejarnya.
Walaupun tubuh Pradita tidak bisa dilihat, tetapi riak air di permukaan air yang dijadikan sebagai dok kapal selam terlihat bergelombang. Maka dari itu Pradita dikepung oleh 100 tentara milik Komandan Aramain.
“Jangan melawan! Aku tahu kau disana!” teriak Kapten Joni yang merupakan tangan kanan kedua Komandan Aramain.
Lalu melemparkan bom kejut listrik ke permukaan air, dan membuat Pradita mengerang kesakitan, “Aaaaargh! Sialan kau!” Aaaaargh …!”
Sistem topeng Cyborg Enerzone mengalami malfungsi sementara, dan mode stealth yang menyelimuti tubuh Pradita dinonaktifkan. Tubuhnya terlihat, an langsung diseret menuju Komandan Aramain.
Saat diseret inilah, Pradita masih sempat mengirimkan pesan kepada Red Queen menggunakan pikirannya. Pesan tersebut berisikan pertolongan yang ditujukan untuk Zevalia.
__ADS_1
Setelah sampai di hadapan Komandan Aramain yang sedang duduk di kursi singgasana kebanggaannya itu, Pradita ditendang bertubi-tubi, diinjak-injak, dan diludahi oleh anak buah Aramain.
“Hahaha …. Visky Alpha sampah! Kau ini ternyata pandai menyamar ya? Kau ini ternyata Pradita Mahendra!”
Sambil tertawa jahat, dan menghardik Pradita, Komandan Aramain menendang muka Pradita, hingga sudut bibirnya mengeluarkan cairan merah segar.
Pradita merangkak pelan ke arah Aramain dengan tertawa jahat, lalu mengejeknya, “Hahaha …. Kau saja yang tolol! Mata kau itu rabun tolol! Hahaha ….”
Komandan Aramain geram, dan Pradita dipasang bom mikro chip di tubuhnya. Lalu ditendang sejauh mungkin, Pradita menyadari jika tubuhnya dipasang bom mikro chip berdaya ledak rendah.
Maka dari itu dia berteriak, “Teknik naga anubra!”
Tubuhnya terkena ledakan beruntun, dan terpental ke berbagai arah. Komandan Aramain yang menyaksikan hal tersebut tersenyum puas, karena bisa menyiksa Pradita dengan bom temuannya yang baru.
Akan tetapi setelah kepulan asap, dan cahaya itu mereda, Pradita sudah berdiri tegak dengan tersenyum menyeringai. Pradita selamat dari rentetan ledakan tersebut berat dirinya mengaktifkan teknik naga anubra.
Karena topeng cyborg Enerzone sedang mengalami malfungsi, Pradita hanya bisa mengandalkan teknik naga terbang untuk membuat dirinya selamat dari pria yang dijuluki The Golden in Arabic, dan The Time tersebut.
"Hahahahaha …. Aku menantangmu satu lawan satu. Kalau kau menang, semua aset milikku akan aku berikan padamu, dan kau boleh membunuhku. Tapi jika aku menang aku hanya menginginkan nyawamu!" tantang Pradita sambil menunjuk tegas ke arah Komandan Aramain.
Tanpa basa-basi lagi Komandan Aramain mengaktifkan quantum armor miliknya. Kedua sepatu di kakinya mengeluarkan masing-masing empat roda. Lalu mengayuh kedua kakinya bergantian untuk melesat cepat ke arah Pradita.
Gerakannya sangat cepat, karena di kedua pundaknya ada roket pendorong, dan di kedua tangannya ada dua perisai kecil berbentuk wajik yang terhubung dengan bilah pedang besar, juga panjang.
Sambil melesat melewati tubuh Pradita, Komandan Aramain menebas dengan kedua pedang besarnya. Cyborg armor suit yang dipakai oleh Pradita di bagian dadanya hancur, hingga dadanya tercetak bekas luka berbentuk huruf X.
Pradita berlutut lemas sambil mengerang kesakitan, “Aaaargh! Kenapa … kenapa kedua pedang itu bisa menembus teknik naga anubra?”
Komandan Aramain berputar arah, dan bersiap melesat lagi ke arah Pradita dengan kedua pedang siap ditebaskan.
__ADS_1