SYSTEM KEKAYAAN NGUPIL

SYSTEM KEKAYAAN NGUPIL
Chapter 71


__ADS_3

...Enam jam kemudian, Bandara Internasional Dubai, Uni Emirat Arab....


Pradita turun dari pesawat, dan langsung diinterogasi oleh pihak berwenang setempat. Namun, tidak lama kemudian ia malah diberi apresiasi yang sangat besar. Apalagi ia sampai berhasil menggagalkan pembajakan pesawat oleh Sevenfaal yang sering melakukan kegiatannya tersebut di maskapai Emirates.


Akan tetapi, setelah Malik dan anak buahnya ditangkap. Komandan Aramain melalui komunikasi khusus kepada pemerintah UEA mengancam, kalau Malik, dan anak buahnya tidak dibebaskan, maka mereka akan menyerang secara brutal dengan bom di seluruh tempat-tempat ramai di UEA.


Mau tidak mau pemerinta UEA melepaskan kembali Malik dan anak buahnya tanpa diketahui masyarakat. Pradita sedang menunggu taksi online, tetapi tiba-tiba ada beberapa orang memakai seragam cyborg armor yang turun dari mobil Rubicon, dan langsung menodongkan senapan Blaster Rifle ke arah Pradita.


“Jangan melawan! Atau kami habisi Nabila Salsabila!” berang salah satu pria berseragam cyborg armor suit tersebut.


Sontak Pradita melebarkan mata, dan berpikir keras. Bagaimana mereka tahu, dan bisa menculik Nabilia? Jawabannya karena Nabila sedang ada pekerjaan menjadi model iklan dan syutingnya di Dubai.


Pradita di dorong kepalanya untuk masuk ke dalam mobil, lalu tengkuknya dihajar menggunakan telapak tangan luar, hingga membuatnya pingsan.


Mobil jeep Rubicon, dan Ranger Rover Hummer H2 berangkat menuju sebuah padang pasir di wilayah selatan Dubai. Dimana markas tersembunyi Aramain berada.


Kedua mobil melaju kencang melewati gurun pasir yang cukup luas dengan kondisi suhu yang sangat panas. Karena matahari sudah berada tepat di tengah ubun-ubun kepala.


Kedua mobil tersebut sampai di tengah-tengah gurun, dan sebagai tandanya kalau itu adalah wilayah markas Komandan Aramain adalah ada sebuah pohon kurma yang berjumlah satu setinggi 1 meter.


Setelah melewati pohon tersebut, tiba-tiba permukaan pasir terangkat. Ternyata itu adalah pintu bunker raksasa yang menghubungkan istana Aramain yang berada di bawah permukaan pasir.


Kedua mobil masuk dan langsung dikawal beberapa anak buah Aramain. Setelah mobil itu berhenti, Pradita dikeluarkan dari mobil dengan kepala terbungkus kain hitam.


Pradita diseret ke sebuah penjara bawah tanah, dan dimasukan ke dalam satu ruangan bersama Nabila yang sebelumnya sudah diculik.


“Bangun bodoh!” erang penjaga penjara sambil menyiramkan air dingin ke kepala Pradita, lalu menendang hingga tubuhnya berguling ke arah Nabila.

__ADS_1


Gadis berambut perak itu menangis melihat Pradita disiksa, lalu menaruh kepala Pradita di pangkuannya.


“Maafkan aku, Mas. Ini semua salahku kalau aku tidak ke Dubai —”


Pradita terbangun dan langsung membekap mulut Nabila, lalu berkata lirih, “Ini semua bukan salah Nabila. Percayalah, aku berjanji akan mengeluarkan Nabila dari sini.”


“Sudah, jangan romantisan-romantisan disini. Ini penjara tolol!” bentak penjaga penjara.


“Lah, memang ini kafe!” celetuk Pradita sambil mencebikan bibir, dan membuat penjaga penjara itu kesal.


Kemudian sang sipir penjara melayangkan tongkat tonfa ke arah Pradita, tetapi ditangkapnya. Penjaga penjara yang lain, dan berada di luar jeruji besi melotot sambil menodongkan senapan Blaster Rifle ke arah Nabila.


“Pukul! Atau wanita yang kamu cintai mati!” tantang penjaga penjara yang lain, dan Pradita melepaskan tongkat tonfa yang dipegangnya.


Sipir penjara yang berada di dalam kesal, karena Pradita melawan. Ia secara brutal memukul tubuh Pradita bertubi-tubi, tetapi pukulannya tidak terasa sakit, dan melukai sama sekali. Sebab Pradita menggunakan teknik Naga Anubra yang memuat kulitnya keras sekeras singkong premium di malam jumat.


Sipir penjara yang memukuli Pradita pun dibuat bingung oleh kelakuan Pradita yang tak merasa sakit dipukuli olehnya. Padahal ia memukulnya dengan sekuat tenaga, dan bertubi-tubi.


Zevalia yang menyamar menjadi salah satu anak buah Aramain muncul, dan langsung menegur si sipir, “Jangan main-main! Cepat bawa si Lalat itu ke arena!”


Kemudian dia melanjutkan sambil menunjuk Nabila, “Bawa juga gadis ubanan itu ke samping bos!”


Dua sipir penjara masuk ke dalam ruangan penjara. Lalu menodongkan Blaster Rifle ke arah Pradita, dan Nabila untuk menuntun mereka berdua keluar dari dalam ruangan penjara menuju arena pertarungan hidup, dan mati.


Pradita, dan Nabila berjalan beriringan. disaat genting seperti ini Pradita malah memegang erat tangan Nabila yang begitu lembut. Sudah lama ia tidak memegang tangan yang pernah menolongnya dari kematian itu.


“Nabila, kenapa tanganmu selalu membuat aku kecewa?” goda Pradita pura-pura cemberut.

__ADS_1


“Ya, maafkan aku Mas. Mungkin tanganku bukan pilihan Mas —”


“Kecewa karena tidak setiap saat tangan ini selalu menggenggam tanganku,” potong Pradita dan membuat Nabila tersipu malu.


“Sompret! Mereka berdua malah romantis-romantisan disaat seperti ini. Ingat, woy! Kalian juga belum tentu bisa keluar hidup-hidup,’ batin Zevalia kesal melihat kemesraan Pradita, dan Nabila di depan matanya.


Pegangan tangan Pradita, dan Nabila dipisahkan. Karena memang mereka berbeda tujuan. Nabila akan dibawa ke samping komandan Aramain, sedangkan Pradita akan masuk ke dalam arena pertarungan hidup, dan mati.


Sesampainya di depan sebuah pintu gerbang yang sudah terbuka lebar. Pradita di dorong masuk ke dalam pintu tersebut, dan langsung disoraki oleh penonton dengan sorakan yang merendahkannya.


Ajang pertaruhan pun dimulai, yakni pertarungan hidup, dan mati antara Pradita melawan 100 petarung bayaran milik Komandan Aramain.


Semua penonton menaruh uang taruhannya ke 100 petarung bayaran. Karena mereka menganggap Pradita hanya orang yang lemah, dan sampah busuk.


Akan tetapi, Pradita tetap tersenyum lebar, walau dirinya dikepung 100 petarung bayaran dari berbagai jenis aliran bela diri.


“Oh, beraninya keroyokan ya? Apakah masih kurang puas setelah anak buahmu dibantai oleh tentara Indonesia?” cibir Pradita dengan senyuman sinis.


Komandan Aramain yang berada di lantai tiga tribun arena bawah tanah, berdiri dengan tatapan nyalang ke arah Pradita, lalu menghardiknya, “Pikirkan saja hidupmu atau hidup wanita ini! Apakah bisa keluar hidup-hidup dari tempat ini, hah?”


Kemudian Pria berwajah inggris tersebut dengan satu mata yang tertutup penutup mata hitam menembakan senapan magnumnya ke atas. untuk menandakan pertarungan hidup, dan mati antara Pradita melawan 100 petarung bayaran miliknya segera dimulai.


Suara letupan senapan iu cukup keras, dan salah satu petarung bela diri dari aliran jenis taekwondo berlari cepat ke arah Pradita. Lalu melayangkan berbagai macam tendangan dari gerakan jurus seni bela diri taekwondo.


Dengan mudah Pradita menghindari setiap gerakan tendangan yang mengarah ke arah tubuhnya dengan memiringkan tubuh, dan kepala.


Alhasil setiap tendangan tersebut hanya mengenai ruang hampa. Namun dari belakang pria botak bertubuh besar yang hanya memakai pelindung organ vital mengangkat sebuah batu besar, dan melemparkannya ke arah Pradita.

__ADS_1


Pria bergaya rambut harajuku itu tertimpa batu besar tersebut, dan suara hantamannya sangat keras saat menimpa tubuhnya.


__ADS_2