SYSTEM KEKAYAAN NGUPIL

SYSTEM KEKAYAAN NGUPIL
Chapter 36


__ADS_3

Pradita yang memakai jas hitam menjentikan jari, dan berpura-pura menghilanngkan jasnya. Padahal jas hitamnya tersimpan ke dalam inventaris sistem. Para penonton menganggap Pradita bisa sulap, nyatanya ahli tukang ngibul dengan bantuan sistem.


Silvein membuka kemeja putihnya dan menampakan otot-otot badannya yang kekar, bentuk perut seperti roti sobek, serta banyak tato di punggungnya.


Alderts juga ikut turun, dan langsung berlari cepat ke arah Pradita dengan melayangkan tendangan beruntun. Pria berambut biru tersebut menendang cepat Pradita dengan kedua kakinya secara bergantian.


Dengan tersenyum simpul, Pradita menangkis setiap tendangan Aldert dengan kedua lengannya, dan tak ada satupun tendangan Alderts bersarang di bagian tubuh Pradita.


Pradita menangkap kaki kiri Alderts, dan menghimpitnya di ketiak kanan. Lalu Pradita melesatkan pukulan ke arah benda vitalnya, “Jurus pukulan penghancur burung otokowok!”


“Miaaaaw …!” Alderts terpental 3 meter sambil memekik keras.


Setelah terjerembab di permukaan arena, dia malah berguling-guling, dan meronta-ronta sambil memegangi bagian burung Otokowoknya.


Tim medis yang berjumlah 3 orang membawa brankar untuk membawa Alderts ke ruang perawatan yang memang khusus disediakan untuk para petarung yang terluka.


Raut wajah Silvein bertambah merah padam, melihat Alderts dikalahkan hanya dengan satu pukulan. Matanya berkeliling mencari senjata terdekat yang bisa digapai, dan menemukan katana yang tertancap di permukaan arena berjarak 5 meter dari tempat Silvein berdiri.


Dengan berlari keras sambil meraung, Silvein menyerobot katanya yang tertancap di permukaan Arena. Kemudian berlari memutar arah ke arah Pradita dengan mengayunkan katana secara horizontal bertubi-tubi.


“Teknik Naga Wanabaya!” seru Pradita dan tubuhnya berkedip saat ditebas oleh Silvein.


Tiba-tiba dia sudah berada di belakang Silvein dan menusuk punggung kirinya dengan teknik Naga Taksaka.


Silvein bukan petarung biasa dan menyadari keberadaan Pradita dan memutar tubuhnya untuk menghalangi tusukan tangan kanan Pradita dengan bilah katana.


Bilah katana tersebut patah saat ditusuk oleh kedua jari Pradita, dan membuat mata Silvein melebar.


Bagaimana tidak, bilah katana sekeras baja tersebut dengan mudah dipatahkan oleh Pradita hanya dengan kedua ujung jarinya.


Katana yang patah menjadi dua itu itu dijatuhkan ke permukaan tanah oleh Silvein. Namun sebelum menyentuh permukaan tanah, kedua patahan katana tersebut ditendang oleh Silvein ke arah Pradita.


Pria berambut hitam tersebut memiringkan badannya untuk menghindari lesatan kedua katana yang patah. Akan tetapi Pradita terlambat, kedua patahan katana tersebut menyerempet perutnya, dan membuat cairan merah menetes deras di permukaan perut Pradita.


“Uuugh!” Pradita meringis kesakitan sambil melompat mundur dan kedua kakinya terpundur, yakni bergesekan dengan permukaan arena. "Sial, aku lupa menggunakan teknik Naga Anubra untuk memperkuat kulitku!”


“Hahaha …. Mampus kau, kali ini aku takan melepaskanmu, dan pasti aku buat mampus sampai aku injak mayatmu, hingga wajahnya tak dikenali lagi,” ejek Silvein sambil tertawa jahat, karena sangat puas berhasil melukai Pradita.


“Ini masih awal Bung. Anda terlalu bergembira sebelum menang,’ balas Pradita tersenyum licik dan melanjutkan dengan meraung, “Aaaargh! Teknik Naga Anubra!”


Urat otot di sekujur tubuh Pradita menonjol besar, dan memperkuat kekerasan kulitnya, hingga setara dengan kekerasan berlian.


Silvein menatap nyalang Pradita, dan *******-***** punggung tangannya, serta menggelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, hingga berbunyi gemeretak.


“Kau punya jurus, aku juga punya jurus yang diturunkan dari leluhur. Mati kau Teknik Macan Kumbang!”

__ADS_1


Silvein berlari cepat, sampai-sampai tubuhnya seperti hilang, hanya terdengar suara langkah kakinya saja.


"Teknik Naga Danindra!" Pradita pun juga berlari cepat, untuk mengimbangI kecepatan teknik Macan Kumbang yang dimiliki oleh Silvein.


Keduanya ratusan pukulan, dan tendangan di berbagai sudut permukaan arena, tanpa bisa ditangkap pergerakan tubuhnya oleh para penonton. Hanya terdengar suara hantaman oleh para penonton.


“Benar-benar petarung yang hebat.”


“Ternyata si cupu mampu mengimbangi Tuan Silvein.”


“Hebat juga si cupu mampu mengimbangi Serigala Putih dari Himalaya.”


“... ….”


Semua penonton bersahutan saling mengomentari pertarungan mereka berdua yang cukup mengagumkan dan sangat menghibur.


Akan tetapi teknik Macan Kumbang milik Silvein menguras banyak staminanya. Sedangkan Pradita masih bisa bergerak cepat, walau sudah bertarung lama dengan Silvein.


“Teknik Naga Taksaka!”


Pradita melihat pergerakan Silvein yang sudah melambat tidak membuang kesempatan. Ia langsung melesatkan tusukan ujung jari seperti ujung sebuah pedang ke arah dada kanan Silvein, dan membuat tubuhnya langsung terlempar menabrak dinding pembatas arena.


Semua mata melebar dengan rahang terjatuh, melihat dada kanan Silvein menyemburkan cairan merah segar.


Silvein ingin bangkit kembali, tapi tidak kuat dan langsung terduduk lemas sembari memegangi dadanya yang mengeluarkan cairan merah yang cukup deras.


“Pemenangnya Pradita Mahendra dan mendapatkan uang 10 milyar!” teriak promotor yang merangkap sekaligus wasit tersebut.


Ketujuh ketua geng teratas Tangerang Selatan rupanya juga ikut melihat pertarungan antara Silvein dan Pradita.


“Sial, Silvein yang sekuat itu saja kalah. Apalagi aku,” gumam Erick ketua geng Forsaken yang masuk dalam ranking ketiga geng teratas di Tangerang Selatan.


Keenam anggota geng yang lain segera mengirim pesan ke Seva, untuk mengadakan pertemuan 10 ketua geng mafia teratas di apartemen The Branz.


Pradita menghampiri meja yang berada di sudut arena untuk mengambil uang taruhan 10 milyar yang berhasil di menangkannya.


[Tongteng … Tongteng! Selamat, host berhasil menaikan respek geng Helucin menjadi 100%]


[Tongteng … Tongteng! Selamat, host berhasil menaikan respek geng Lambretta menjadi 100%]


[Tongteng … Tongteng! Misi sampingan berhasil di selesaikan]


<>................<>...............<>


[Misi sampingan: Buat semua anggota geng Helucin respek 100% pada host]

__ADS_1


[Batas waktu: 24 jam]


[Hukuman: Dikhianati geng Helucin]


[Hadiah: 100% saham Aeon Group, 100% saham Bugatti, dan 100%saham Unilever]


<>................<>...............<>


[Surat-surat penyerahan saham Aeon Group, saham Bugatti, dan saham Unilever telah ditransfer ke inventaris sistem. Kepemilikan aset sudah ditambahkan ke status sistem]


[Tong Teng Tong Teng!]


[Status]


<>...........<>...........<>


[Nama: Pradita Mahendra]


[Umur: 25 tahun]


[Stamina: 61]


[Kecerdasan: 57]


[Massa otot: 20]


[Pesona:65]


—--------------------------


[Kepemilikan aset: Saham BSD City 10%, Aeon Group 100%, Bugatti 100%, Unilever 100%]


[Saldo: 20.722.000.000]


[Level sistem: Premium (9.000/100.000) (1 kali mengupil dihargai Rp,1000)]


[Inventaris: Mobil Toyota Hilux]


[Skill:


[Pedang 9 Naga Terbang tingkat (Naga Besukih, Naga Wanabaya, Naga Danindra, Naga Suryadaksa, Naga anubra, Naga Taksaka) (Syarat naik level 7, yaitu uang Rp,70.000.000, dan 70 poin stamina sudah mencapai 30 poin)]


[Otot super level 2 (level skill ini mengikuti jumlah poin massa otot. 10 poin masa otot sama dengan 1 level)]


[Mengemudi level 2: 0/1000]

__ADS_1


[Detektif level 5 (level skill ini mengikuti jumlah poin massa otot. 10 poin kecerdasan sama dengan 1 level)]


<>..........<>...........<>


__ADS_2