SYSTEM KEKAYAAN NGUPIL

SYSTEM KEKAYAAN NGUPIL
Chapter 95


__ADS_3

Banyak wanita tersebut memakai cadar berwarna merah muda yang sangat transparan, hingga bibir merah muda yang sangat ranum itu tertangkap oleh kedua pasang mata Pradita, dan Tai Shi Chi.


Wajah mesum mereka berdua berubah, saat Tai Shi Chi di tampar oleh salah satu wanita yang tiba-tiba muncul di samping kirinya.


“Aw! Apa-apaan ini?” pekiknya dengan tubuh berputar-putar, lalu terkapar lemas, karena pusing terkena tamparan yang sangat keras.


Senyum ramah dari semua wanita cantik, dan seksi dengan gunung kembar berukuran D Cup tersebut berubah menjadi senyuman licik. Ditambah lagi hawa membunuh yang pekat menyelimuti lantai dasar paviliun naga emas.


“Tai Shi Chi, mundur!” seru Pradita, karena merasakan hal yang buruk dari para wanita seksi, dan cantik tersebut.


“Si-siap, Tuan Muda!” balas Tai Shi Chi dengan beringsut mundur secara cepat ke pintu gerbang masuk paviliun naga emas.


Para wanita seksi bergerak zig-zag ke samping ke kiri, dan ke kanan seperti melayang di atas permukaan lantai. Padahal aslinya mereka berlari cepat, tetapi karena gerakan kaki merek sangat cepat, jadinya seperti melayang seperti hantu.


Mereka melemparkan belati-belati pendek, dan jarum-jarum kecil yang tak bisa dilihat secara kasat mata.


Akan tetapi Pradita mampu menangkap jarum-jarum tersebut dengan mulutnya, dan belati-belati tersebut dengan pedang nodachi.


“Sial!”


Pradita membanting gagang pedang nodachi yang bilahnya sudah keropos terkena cairan korosif. Saat bersentuhan dengan bilah belati-belati yang dilemparkan para wanita seksi tersebut


“Xixixi …” Para wanita itu tertawa cekikikan, karena berhasil menghancurkan pedang milik Pradita.


Maka dari itu mereka kembali menyerang Pradita secara serentak dengan belati panjang yang mereka miliki masing-masing.

__ADS_1


Pradita menghindari setiap tusukan, dan tebasan para wanita itu dengan teknik weaving. Alhasil serangan-serangan tersebut hanya mengenai ruang kosong, dan membuat para wanita itu kesal bukan main.


“Buset, tuan muda bos ternyata licin yang seperti belut. Kapan aku bisa punya seni bela diri seperti itu?” gumam Tai Shi Chi dengan mata membola.


“Rasakan ini!”


Pradita mengupil, dan upilnya ditempelkan ke dahi para wanita itu satu persatu. Tentu saja para wanita itu langsung jijik, dan melompat mundur, supaya selamat dari serangan upil pamungkas milik Pradita.


“Dasar pria kampret! Kau akan merasakan hukuman dari kami, karena menghina kami dengan upilmu, sialan!” geram salah satu wanita dengan menggertakan gigi.


“Oh, aku kira kalian wanita cantik yang bisu. Suruh siapa menghalangi jalanku,” ledek Pradita, “Aku kesini untuk bertemu dengan pemimpin kalian untuk bertanya tentang berbagai tanaman obat. Kata Tai Shi Chi paviliun naga emas adalah tempat yang sangat bagus untuk mencari berbagai tanaman obat langka.”


“Iya, itu memang benar. Namun paviliun naga emas bukan tempat yang bisa dimasuki secara sembarangan. Apalagi kau belum bisa mengalahkan kami sebagai ujian di lantai dasar ini —-”


Pradita tiba-tiba hilang dari pandangan mereka semua, dan menyeru, “Teknik naga dhanindra! Teknik naga taksaka!”


“Apa yang kau lakukan?” berang salah satu wanita seksi bercadar transparan.


“Tentu saja mengalahkan kalian. Bidadari seperti kalian sayang kalau dilukai, lebih baik dijadikan istri bukan?” goda Pradita sambil mencolek dagu salah satu wanita seksi bercadar.


Semua wanita bercadar yang sedang mematung kedua pipinya merah merona setelah dipuji sebagai bidadari oleh pria tampan berambut harajuku tersebut.


“Baiklah, kau lulus! Namun lepaskan kami!” pinta salah satu wanita seksi bercadar yang bernama Lu Qingqing.


Pradita dengan kecepatan tangannya menembakan angin ke semua wanita seksi bercadar yang berjumlah 10 orang. Cukup dengan sentilan tangannya yang mengeluarkan angin berbentuk jarum, lalu melesat ke leher setiap wanita bercadar. Semua wanita seksi bercadar tubuh bisa digerakan lagi seperti biasa.

__ADS_1


“Sepertinya pria ini bukan pria biasa. Nyatanya kami yang memiliki seni bela diri tingkat tinggi pun mudah dibekuk olehnya. Dari ciri-cirinya pun sangat cocok dengan orang yang telah membunuh Harimau Putih,” batin Lu Qingqing mengamati Pradita dari ujung kaki sampai ujung kepala.


Pradita digiring ke sebuah lift, sedangkan Tai Shi Chi tidak diperbolehkan ikut, dan masuk bersama Pradita. Dikarenakan tidak mempunyai seni bela diri yang mumpuni.


Lu Qingqing masuk bersama Pradita di dalam lift yang akan mengantarkan mereka berdua ke sebuah ruangan bawah tanah. Dimana ruangan tersebut dijadikan tempat pelelangan, dan semua orang kaya dari seluruh dunia hadir disitu untuk mendapatkan tanaman obat langka yang mereka butuhkan.


“Sebenarnya, Tuan Muda ingin mencari tanaman obat apa?” tanya Lu Qingqing memulai pembicaraan setelah di dalam lift tidak ada yang berani mengawali obrolan.


“Aku tahu ini sedikit aneh karena nama tanamannya menurutku terlalu aneh, dan mengada-ada. Kamu jangan tertawa ya setelah mendengar nama tanamannya,” jawab Pradita dengan senyuman ramah, dan melanjutkan, “Ginseng naga putih, daun naga 7 warna atau daun naga pelangi, akar ginseng emas, dan terakhir biji pohon lima bintang.”


“Ada, Tuan. Namun semua tanaman herbal yang Tuan Muda inginkan sangat mahal harganya, walaupun setahuku kita punya stok yang sangat banyak.”


“Satu hal lagi Tuan Muda harus ikut pelelangan untuk mendapatkan setiap lisensi tanaman herbal yang Tuan Muda inginkan.”


“Lisensi ini berguna sebagai tanda keanggotaan reseller, atau agen kami. Satu lisensi khusus menjual satu produk tanaman herbal sesuai kepemilikan lisensi. Tidak ada lisensi berarti tidak bisa mendapatkan akses pembelian,” jelas Lu Qingqing.


"Berapapun uangnya, pasti aku akan mendapatkan keempat lisensi tersebut," tegas Pradita dengan mengepalkan tangan.


Lu Qingqing memberikan token berwarna hitam pada Pradita, lalu menggiringnya ke sebuah ruangan yang sudah didaftarkan olehnya atas nama Pradita.


“Silahkan duduk, Tuan Muda! Aku yang akan menjadi Tuan Muda dalam sesi lelang Ginseng naga putih, daun naga 7 warna atau daun naga pelangi, akar ginseng emas, dan terakhir biji pohon lima bintang. Kebetulan keempat tanaman herbal ini belum ada satupun yang mampu meminang lisensinya!” seru Lu Qingqing dengan menyodorkan tangannya.


Pradita duduk menghadap partisi kaca yang transparan, dan melihat seorang wanita yang memakai pakaian kurang bahan sedang menjelaskan peraturan lelang. Lu Qingqing yang menjadi pemandu Pradita pun duduk di sampingnya.


Ia pun ikut menjelaskan semua peraturan pelelangan di paviliun naga emas dan Pradita mendengarkannya secara seksama. Supaya Pradita bisa mengatur strategi untuk memenangkan keempat lisensi Ginseng naga putih, daun naga 7 warna atau daun naga pelangi, akar ginseng emas, dan terakhir biji pohon lima bintang.

__ADS_1


"Kenapa keempat tanaman herbal yang aku inginkan itu belum ada yang meminang lisensinya?" tanya Pradita menelisik.


"Harga pembukaannya saja minimal bisa 100-200 milyar rupiah," jawab Lu Qingqing, dan jawabannya itu membuat Pradita terkejut setengah mati.


__ADS_2