SYSTEM KEKAYAAN NGUPIL

SYSTEM KEKAYAAN NGUPIL
Chapter 79


__ADS_3

Pradita memakai Enerzone di kepalanya, yakni sebuah headset humagear, dan akan mengeluarkan sebuah topeng cyborg saat ditekan tombol di tombol di telinga sebelah kirinya.


Topeng cyborg tersebut langsung memindai tubuh Pradita sesuai tes ujian tingkat kedua, yakni standar 35 poin massa otot.


Di tes ujian ini Pradita berhasil, maka secara otomatis topeng cyborg tersebut memindai tubuh Pradita dengan nilai standar ujian ketiga, yakni 40 poin massa otot. Itu pun hanya dalam satu detik Pradita berhasil melewatinya.


Abu Hossef, dan kelima anak buahnya melebarkan mata melihat kejadian yang menurut mereka diluar nalar logika yang mereka bangun selama ini.


Karena belum ada satupun murid atau lulusan sekolah Hosfu bisa melakukan tes ujian berturut-turut, dengan rentang waktu yang cukup pendek selama tiga kali pindaian tubuh, dan semua hasilnya lulus dengan nilai yang sempurna.


“Ini mustahil?”


“Tidak mungkin?”


“Bagaimana bisa?”


Semua berkomentar dalam batin masing-masing dengan perasaan terkejut, karena menurut mereka hal itu mustahil dilakukan.


Mereka bertambah terkejut saat Pradita melewati ujian keempat dengan nilai massa otot 45 poin. Salah profesor yang mengujinya pun hanya bisa menggeleng kepala melihat statistik tubuh Pradita yang muncul di monitor komputer miliknya.


“Omong kosong! Zevalia saja ketika uji tes keeempat, walaupun lolos dia merasakan gejala stroke ringan selama hampir 14 hari. Ini … ini ….”


Profesor yang bernama Budi Gunawan tersebut tidak mampu melanjutkan gumamannya. Ia masih belum bisa kejadian yang dialaminya saat ini.


Akan tetapi saat Pradita melakukan ujian ke tingkat akhir, seluruh otot-otot di tubuhnya seperti ditarik keluar secara serentak, dan paksa.


“Aaaargh! Aaaargh! I-ini s-sakit sekali!” raung Pradita, dan mencoba tetap sadar. Karena ia tahu dari Zevalia, kalau sampai pingsan dalam kondisi ujian tes topeng cyborg, maka ada dua pilihan, mati atau koma seumur hidup.


Pradita melawan dengan mengaktifkan teknik naga anubra, dan teknik naga suryadaksa, serta dikombinasikan dengan teknik naga kurusetra. Untuk melindungi tubuhnya dari partikel kosmik yang tiba-tiba muncul di dalam seluruh aliran darahnya.


Partikel-partikel kosmik tersebut bersifat korosif seperti sel kanker, tetapi efek korosifnya 100 kali lipat lebih cepat.

__ADS_1


Profesor Budi matanya membola melihat statistik kondisi tubuh Pradita saat ini dengan ritme detak jantung yang normal. Padahal ia tahu jika sudah teraliri partikel kosmik kemungkinannya dua. Kalau tidak tubuhnya meledak, maka seluruh jaringan saraf di tubuhnya rusak yang bisa mengakibatkan gagal jantung.


“Huff … huff ….” Pradita bernafas dengan tersengal-sengal seperti dicekik. Tubuhnya juga mengeluarkan uap panas berwarna merah muda, “Aku … aku akan buktikan pada kakek bahwa aku bisa melindungi Ni-nira!”


Pradita yang sedang berlutut satu kaki segera bangkit, dan langsung memukul bertubi-tubi ruangan tersebut, hingga hancur.


Abu Hossef dan kelima anak buahnya segera bertindak, karena menganggap kalau Pradita telah dikendalikan oleh enerzone. Maka dari itu kelima anak buah Abu Hossef memberondong Pradita dengan senapan Blaster Rifle.


[Tongteng … Tongteng! Selamat, host mendapatkan 20 poin massa otot]


Pradita keluar dari dalam ruangan yang sudah hancur tersebut dengan sangat santai. Walaupun peluru-peluru melesat ke arahnya, karena peluru-peluru tersebut seperti bergerak lambat di persepsi pandangan matanya.


Langkah kakinya terus bergerak ke arah Abu Hossef dengan tersenyum menyeringai sambil mengeluarkan pedang katana dari inventaris sistem.


Katana tersebut digunakan Pradita untuk menangkis peluru-peluru yang terus mengarah ke arahnya.


“Apa hanya ini kemampuan kalian? Hanya bisa menggunakan peluru untuk membunuhku?” cibir Pradita.


Profesor Budi Setiawan menutup akses keluar dari ruangan rahasia tersebut. Kelima anak buah Abu Hossef juga terus membombardir Pradita dengan ratusan peluru.


Namun semuanya itu sia-sia, karena Pradita berhasil menepis semua peluru yang mengarah ke arahnya hanya menggunakan sebuah pedang katana.


“Aku akan mempercepat kematian kalian. Teknik naga besukih!”


Pradita mengalirkan partikel kosmik berwarna merah darah yang dikirimkan oleh topeng cyborg ke pedang katana yang dipegangnya, hingga bilahnya diselimuti aura merah darah.


Pradita melesat cepat hilang dari tempatnya berdiri, dan tahu-tahu kelima anak buah Hossef, serta Profesor Budi kepalanya sudah melayang.


Hanya tersisa Abu Hossef yang sama sekali tidak gentar kali ini. Karena serum yang dibuat oleh Profesor Budi untuk meningkatkan massa otot telah selesai diuji coba.


"Cepat berikan padaku serumnya!" titah Abu Hossef dengan menggertakan gigi, dan salah satu asisten Profesor Budi melemparkan koper kecil berisikan serum pembentukan tubuh kepada Abu Hossef.

__ADS_1


Pria dengan kumis melintang tersebut secepatnya membuka koper, lalu mengambil salah satu serum, dan disuntikan ke lehernya.


Urat otot disekujurnya tubuhnya menonjol besar, dan tanpa basa-basi lagi Abu Hossef melesat ke arah Pradita yang sedang berdiri menertawakan dirinya yang dianggapnya lemah.


Abu Hossef melayangkan pukulan straight ke arah dada Pradita, tetapi ditangkis oleh pria bergaya rambut harajuku tersebut dengan bilah katana.


Pukulannya memang bisa ditangkis oleh Pradita, tetapi daya dorong dari pukulan tersebut sangat kuat, hingga membuat tubuh Pradita terpental menabrak dinding ruangan rahasia tersebut.


Alhasil tubuh Pradita tercetak jelas di dinding ruangan rahasia yang menggunakan logam Vanadium. Setelah tubuhnya menabrak tiang besar, dan beberapa meja besi.


Abu Hossef tidak menghentikan serangannya pada Pradita, karena amarahnya sudah memuncak di ubun-ubun.


Tiba-tiba Abu Hossef sudah berada di depan Pradita yang masih menempel di dinding ruangan rahasia, dan melesatkan pukulan, serta tendangan yang bertubi-tubi.


"Mati kau sekarang juga! Dasar kecoa! Haaa!" hardiknya.


Tubuh Pradita dibombardir pukulan, dan tendangan, tanpa bisa membalas. Karena serangan Abu Hossef sangat cepat, melebihi kecepatan suara, dan persepsi pandangan Pradita tidak bisa menangkapnya.


"Uhuk-uhuk!" Pradita terbatuk darah dengan raut wajah babak belur setelah dibombardir oleh serangan Abu Hossef, "Sa-sakit se-sekali."


"Apa?" Abu Hossef mendekatkan telinga kanannya ke bibir Pradita yang tubuhnya masih menempel di dinding ruangan rahasia, "Oh, masih mau pukulan dan tendangan ku? Ok!"


Abu Hossef mundur dua langkah, setelah itu ia langsung memasang kuda-kuda, dan mengumpulkan semua tenaganya di kaki kanan. Lalu melompat sambil melakukan tendangan berputar ke arah kepala kanan Pradita.


Suara hantamannya sangat keras, hingga terdengar suara gemertak tulang dari pipi kanan Pradita, dan membuat tubuh pria bergaya rambut harajuku tersebut berputar tubuhnya di udara.


Pradita tidak menyangka kalau Abu Hossef sekuat ini. Padahal ia sudah mengukur kekuatan Abu Hossef, dan tidak sekuat sekarang ini.


"Sial, aku membiarkannya meminum cairan hijau itu. Aku ceroboh, tolol!" batin Pradita menyesali perbuatannya.


Pradita merangkak sekuat tenaga untuk menjauh dari Abu Hossef. Namun punggungnya langsung diinjak oleh Abu Hossef, hingga berbunyi suara gemeretak tulang punggung Pradita mengalami retak.

__ADS_1


"Aaakh!" pekik Pradita kesakitan sesakit-sakitnya.


__ADS_2