SYSTEM KEKAYAAN NGUPIL

SYSTEM KEKAYAAN NGUPIL
Chapter 28


__ADS_3

Setelah itu tubuhnya yang besar dan kekar dibanting oleh Pradita dengan mudah. Sama seperti mengangkat kursi plastik yang sangat ringan.


“Uuuugh!” Rei pun meringis kesakitan di permukaan aspal. Dadanya diinjak oleh kaki kanan Pradita dengan tatapan tajam pada semua anggota geng Helucin yang menjadi mata-mata di dalam Geng Zero Crime.


“Uhuk-uhuk ….”


“Ayo siapa lagi yang maju!” tantang Pradita sambil *******-***** punggung tangannya secara bergantian.


“Aku disini hanya ingin balapan, dan tidak mau ribut. Walaupun ada anak buah Geng Helucin masuk ke dalam Geng Zero Crime untuk mengadu domba. Kalian semua hanyalah pecundang, pengecut dan sampah!”


Merasa direndahkan oleh Pradita, lima puluh anggota Geng Helucin yang menjadi mata-mata di Geng Zero Crime menggertakan gigi. Rupanya mengambil bat baseball di mobil masing-masing.


Mereka serentak menyerang ke arah Pradita dengan menyeret bat baseball ke permukaan tanah sambil meraung keras, “Serang! Aaaargh!”


Rei yang masih diinjak oleh Pradita ditendang oleh pria bergaya rambut harajuku tersebut sekuat tenaga. Hingga tubuh Rei terpental menimpa sepuluh orang anggota Geng Helucin.


“Ayo pergi!” teriak Alderts yang sudah mendapatkan uangnya, dan berlari masuk ke dalam mobil McLaren 650S miliknya.


“Pergi saja! Jangan khawatirkan aku, semoga kita bisa bertemu lagi!” teriak Pradita tersenyum tipis.


Pradita dikeroyok oleh empat puluh anggota Geng Helucin. Secara bergantian maupun serentak mereka menghantamkan bat baseball tersebut ke tubuh Pradita.


Bat baseball yang dihantamkan tersebut malah patah. Apalagi Pradita menggunakan teknik pedang Naga Suryadaksa, yakni menguatkan otot-otot di seluruh tubuhnya agar sekeras berlian.


Empat puluh anggota Geng Helucin menjatuhkan rahang dan syok berat ketika melihat bat baseball yang mereka hantamkan semuanya patah. Akan tetapi, tetap saja Pradita merasakan sakit, meski ia tahan. 


“Bengek, teknik macam apa ini? Tetap saja tubuhku merasakan sakit, walaupun hanya 50%,” gumam Pradita kesal dengan tubuh agak gemetar.


Dari belakang, barisan anggota Geng Helucin yang masih syok berat, dan tidak berani menyerang Pradita karena dianggap kebal. Rei berdiri mengambil senapannya yang diselipkan di pinggang belakangnya, lalu diarahkan ke dada kanan Pradita.


Suara letupan dari belakang barisan Geng Helucin terdengar sangat keras. Proyektil dimuntahkan dari senapan magnum, dan melesat cepat ke arah dada kanan Pradita.


Namun, Pradita tiba-tiba lemas dan berlutut lemas. Hingga peluru tersebut hanya menyerempet bahu kanan.

__ADS_1


“Aaakh!” pekik Pradita lalu berguling ke kiri. Kemudian dia bangkit, karena melihat Rei telah membidiknya lagi.


Rentetan peluru saling bersahutan, membuat semua orang tiarap. Pradita berlari ke arah mobilnya untuk kabur. Keadaannya tidak mungkin untuk melawan, karena Pradita terluka di bahu kanannya.


Rei berlari ke arah Pradita sambil mengisi magazine pelurunya yang sudah habis. Setelah itu mobil Pradita diberondong tembakan bertubi-tubi yang dimuntahkan senapan magnum yang ditembakan oleh Rei.


Pradita mengendalikan mobilnya hanya dengan tangan kiri. Mobilnya mundur ke arah Rei untuk menghantamnya, tetapi tidak kena, karena Rei berguling beberapa kali ke arah kanan.


Kemudian mobil itu diputar dengan suara ban yang berdecit keras. Keluarlah kepulan asap tebal dari ban tersebut yang membuat pandangan semua orang terhalangi.


Pradita langsung melajukan mobilnya ke arah rumah Nabila dengan bahu kanan berceceran darah. Pradita memilih hal itu karena rumah Nabila lebih dekat, dan dia bisa menolongnya dalam keadaan genting seperti ini.


Rei akan mengejar Pradita, tetapi tiba-tiba muncul patroli polisi dan ada beberapa mobil yang membawa banyak anggota polisi. Apalagi para warga sudah resah dengan kegiatan balap liar dini hari di jalan Pagedangan tersebut. 


......................


Keesokan paginya.


...[Tongteng … Tongteng]...


...[Tongteng … Tongteng]...


...[Memotong uang Rp,30.000.000 untuk menyembuhkan semua luka host]...


Pradita pun terbangun setelah mendengar suara mekanis sistem. Ia melihat Nabila duduk sambil tertidur di tepi ranjang tidur Pradita.


“Maafkan aku. Aku selalu saja merepotkanmu,” cicit Pradita mengelus lembut rambut Nabila.


Nabila pun terbangun karena tangan lembut itu mengelus lembut rambutnya, "Mas kamu sudah bangun? Mau makan apa? Aku siapkan. Mas istirahat saja," katanya tersenyum senang melihat Pradita wajahnya segar bugar.


“Sudah, tidak perlu.”


Pradita menarik tangan Nabila hingga tubuhnya menimpa tubuh Pradita. Kedua mata mereka saling berpandangan, dan detak jantungnya berdegup tak beraturan, “A-aku sudah sehat.”

__ADS_1


“Mampus, malah jadi seperti ini. Bagaimana kalau aku jatuh cinta pada Nabila?” batin Pradita dengan kedua pipi merona.


“Mas Pradita dari dekat lebih tampan. Aku makin sayang saja,” batin Nabila dengan kedua pipi merona, detak jantungnya tambah berdebar kencang.


Nabila terbius ketampanan, dan manik mata Pradita yang menurutnya indah. Tanpa sadar bibirnya sudah mendarat lembut di bibir Pradita yang sangat kenyal, dan saat itu pula mereka berdua bercium begitu mesra. 


Bahkan Mbok Darmi yang masuk membawa makanan untuk Pradita pun tak disadari oleh mereka berdua.


“Ehem-ehem …. Non, aku taruh di meja ya makanannya,” kata Mbok Darmi.


Mereka berdua langsung tertunduk malu, karena tertangkap sedang berciuman mesra.


“I-iya Mbok,” balas serentak Nabila dan Pradita gelagapan.


“Non, resmikan saja segera,” celetuk Mbok Darmi lalu keluar dari dalam kamar tamu.


Kemudian dia membatin, “Setelah Mas Pradita datang, Nona Nabila tidak uring-uringan lagi. Dia jadi lebih ceria, dan semangat. Aku mendoakan semoga kalian berdua menikah dan bahagia.”


Pradita pun makan disuapi oleh Nabila yang duduk dipangkuannya. Keduanya saling melempar senyum malu-malu kucing, setelah kepergok oleh Mbok Darmi sedang berciuman. 


Mbok Darmi sudah lama bekerja pada Nabila, dan sudah dianggap orang tua sendiri oleh Nabila. Makanya saat kepergok, Nabila sangat malu seperti kepergok oleh kedua orang tua sendiri. 


"Mas, kamu istirahat saja. Aku hari ini ada pemotretan produk minuman. Setelah itu aku akan pulang dan nemenin kamu," kata Nabila sambil menyuapkan makanan ke mulut Pradita dengan lembut.


"Tidak perlu, aku ada kepentingan hari ini untuk bertemu CEO Aslan untuk memintanya segera mengirimkan material ke proyek apartemen Liudou," tolak Pradita.


"Aku berharap Nabila mau menjadi Brand Ambassador saat apartemen itu sudah jadi, untuk mendongkrak penjualannya."


"Tentu, Mas. Aku pasti bantu, tidak dibayar pun tidak masalah.”


Nabila pun menyuapkan suapan terakhir ke mulut Pradita. Setelah itu keluar dari kamar Pradita untuk membersihkan diri.


Begitu pula Pradita harus berdandan rapi untuk menemui CEO Aslan guna mempresentasikan cara pembangunan apartemen Liudou. Yaitu dengan menggunakan 10.000 unit Comanche Drone yang dikendalikan menggunakan Helm Empress.

__ADS_1


Setelah selesai membersihkan diri, dan memakai setelan jas hitam, Pradita mengirim pesan kepada Willy untuk mengumpulkan anggota geng yang masih tersisa. Mereka akan menyerang wilayah apartemen Liudou dan merebutnya dari anggota Geng Helucin yang berjaga di sana.


__ADS_2