
Melihat anak buahnya banyak terkapar akibat serangan Pradita yang sangat kuat, Eugene mengeraskan bagian tangan dari ujung jari sampai kedua pundaknya dengan nano mecha organoid. Ia bahkan membuat kulit pada bagian tersebut mengeras setara dengan kekerasan besi baja.
Lalu berlari cepat ke arah Pradita. Eugene menabraknya dengan hantaman bahu kanan miliknya hingga terpental. Bahkan membuat salah satu tiang besi yang cukup tebal bengkok.
Dengan tangan yang cukup panjang, kedua tangannya berhasil mencapai leher kedua gadis kembar yang baru saja mendarat di depannya.
Raut muka Eugene menyeringai, sambil tertawa jahat, dan mencibir.
“Hahahaha …. Kematian kalian berdua sudah dekat. Lihatlah bos yang kalian puja-puja tidak ada apa-apanya di depanku, hahaha ….”
Pradita bangkit dengan raut muka meringis. Akan tetapi rasa dendamnya lebih kuat ketimbang rasa sakitnya. Ia mengalirkan hawa panas dari teknik Naga Suryadaksa ke pedang katananya, dan juga membuat kulitnya sekeras berlian dengan menggunakan teknik Naga Anubra.
“Itu mimpi di siang bolong! Hya!”
Pradita melesat sangat cepat menggunakan teknik Naga Dhanindra dan hilang dari tempatnya berdiri. Hanya dalam satu hembusan nafas, ia sudah berada di belakang Eugene dan melompat sambil melesatkan tebasan bertubi-tubi ke kedua persendian bahu Eugene secara bergantian.
“Teknik Naga Besukih!” serunya.
“Aargh!” Eugene mengerang kesakitan, karena nano mecha organoid yang melindungi kedua lengan sampai pundak berhasil ditembus oleh tebasan katana milik Pradita. Hal itu membuat ia akhirnya menjatuhkan kedua gadis kembar ke permukaan tanah.
Pradita tidak membuang kesempatan dan langsung melompat tinggi dengan memijak angin di bawah kedua telapak kakinya. Kemudian mengayunkan katananya secara vertikal dari atas ke bawah menuju bagian belakang kepala Eugene.
Suara hantamannya cukup keras. Hal itu membuat kedua kaki pria botak setinggi 230 cm tersebut ambles ke permukaan tanah sedalam 1 meter.
“Aaakh!” Eugene memekik kesakitan.
Cairan kental merah membasahi seluruh kepalanya. Akibat hantaman bilah katana yang memiliki suhu sampai 200 derajat celcius tersebut kepala Eugene tertembus bagian tengkoraknya, dan hasilnya ia tewas seketika itu juga.
__ADS_1
Setelah berhasil membunuh Eugene yang menjadi biang kerok kematian kedua orang tuanya, Pradita tersenyum menyeringai sambil menunduk. Ia sangat menikmati rasanya membunuh orang lain, dan rasa haus darahnya timbul meluap-luap di dalam dadanya.
Tubuhnya yang lelah pun tidak diperdulikannya. Pradita kemudian menyeret pedangnya di permukaan tanah ke arah 90 anak buah Eugene yang masih tersisa.
“Kalian semua akan mati, hahaha …. Hya! Teknik Naga Taksaka!”
Pradita mengeluarkan keempat jenis pedang yang lain dari inventaris sistem, yakni pedang Shirasaya, Nagamaki, Nodachi, dan Wakizashi. Keempat pedang tersebut melayang di depan Pradita, dan ketiga pedang lainnya juga ikut menyusul melayang di depan Pradita.
Hanya dengan jentikan jari ketujuh pedang tersebut berputar seperti gasing sangat cepat. Bilah pedangnya berwarna jingga karena dialiri hawa panas bersuhu kurang lebih 200 derajat celcius.
Sembilan puluh anak buah Eugene ketakutan dan berlari berhamburan ke berbagai arah. Namun, ketujuh pedang tersebut mengejarnya, karena diperintah melalui pikiran Pradita.
Pedang-pedang tersebut berhasil memenggal satu persatu leher anak buah Eugene. hanya dalam lima hembusan nafas, sembilan puluh anak buah Eugene tergeletak di permukaan tanah tanpa kepala, dengan darah yang mengering di leher mereka masing-masing.
Nathalia, dan Nathania yang sedang berlutut satu kaki dengan dada kembang-kempis. Setelah melihat pembantaian yang dilakukan oleh Pradita tubuhnya menggigil ketakutan disertai raut wajahnya seputih kertas.
"Tu-tuan muda? Kenapa Tu-tuan seperti i-ini?” gumamnya dengan mata membola.
Akan tetapi, dendam yang berada di dalam hati Pradita seperti bom waktu yang kapan saja meledak. Terbukti saat ini bom waktu berisikan ledakan dendam di dalam hati Pradita itu meledak.
Setelah berhasil menghabisi semua anak buah Eugene yang tersisa, Pradita terkapar lemas. Ia benar-benar tirak berdaya dengan tubuh dipenuhi cairan kental merah yang keluar dari pori-pori kulitnya. Ketujuh pedang juga masih sempat Pradita simpan ke dalam inventaris sistem, dan dianggap oleh kedua gadis kembar sebagai trik sulap.
Ternyata teknik Naga Taksaka memiliki efek yang sangat buruk pada tubuh Pradita, kalau digunakan secara berlebihan, dan itu bisa membuat Pradita terbunuh. Dengan tertatih-tatih, Nathalia, dan Nathania melangkahkan kakinya dengan cepat ke rah Pradita untuk segera membawanya ke rumah sakit terdekat.
Keduanya memapah tubuh Pradita yang telah pingsan dan memasukkannya ke mobil Honda Civic milik Eugene. Mobil itu dikemudikan oleh Nathania dengan cukup cepat, hingga saat mundur lalu berbelok arah bannya berdecit keras, dan mengeluarkan kepulan asap.
Di atas atap pabrik kosong, sosok yang memakai cyborg armor suit ninja berwarna abu-abu sedang menatap tajam ke arah mobil yang dikemudikan oleh Nathania.
__ADS_1
“Sompret! Komandan Eugene telah dihabisi dengan sangat mudah oleh cecunguk kroco itu. Aku harus melaporkannya ke Komandan Arshavin,” gumamnya kesal.
Kemudian sosok cyborg ninja tersebut berlari cepat sambil melompati atap gedung, dan pepohonan yang dilewatinya. Setelah itu keberadaannya sudah tak terlihat lagi oleh pandangan mata.
Nathania mengemudikan mobilnya gila-gilaan karena sangat panik, dan khawatir dengan kondisi Pradita. Sampai-sampai setiap mobil yang ditemuinya disalip kencang, dan membuat sopir-sopir yang mengemudikan mobil yang dilewati oleh Nathania hampir saja jantungnya copot.
...[Tongteng … Tongteng]...
...[Memotong uang dari saldo sistem sebesar Rp,100.000.000 secara otomatis untuk memulihkan luka fatal di dalam tubuh host. Proses regenerasi super dimulai dalam 3 … 2 … 1]...
...[0% … 35% … 65% … 95% … 100%]...
...[Proses penyembuhan berhasil. Luka fatal telah dipulihkan dan racun dari teknik Naga Taksaka telah dihilangkan. Harap host jangan terlalu berlebihan dalam menggunakan teknik Naga Taksaka]...
...[Sistem mengambil tindakan paksa dengan mengunci teknik Naga Taksaka selama 30 hari, supaya host tidak menggunakannya]...
Pradita terbangun dengan nafas terengah-engah, “Huff … huff …. Ba-bawa aku ke pantai Ketapang sece-secepatnya!”
“Tapi Tuan muda, bagaimana dengan —-”
“Sudah, turuti saja permintaanku! Setelah itu kalian ber-berdua ke Rumah Sakit terdekat untuk memeriksakan di-diri,” potong Pradita dengan nada yang cepat, dan masih dengan nafas yang tersengal-sengal.
Nathania malah tambah gila mengemudikan mobilnya, sampai-sampai Pradita dan Nathalia yang duduk di kursi belakang ingin muntah.
“Gila, Nathania memang gila. Cara menyetirku saja masih kalah gilanya dengan dia,” gumam Pradita sambil menepuk jidatnya sendiri.
Detak jantung Pradita menjadi tidak karuan. Hal itu terjadi akibat cara mengemudikan Nathania yang seperti supir kopaja yang ugal-ugalan.
__ADS_1
Nathalia malah terus memegangi dadanya. Detak jantungnya juga naik turun tak beraturan. Terlihat beberapa kali ia sampai ia memejamkan matanya, karena terlalu takut dengan cara mengemudi saudari kembarnya itu.
“Oh, Tuhan selamatkan kami bertiga dari kakakku yang suka menekan lampu sein kanan, ternyata beloknya ke kiri,” batin Nathalia.