SYSTEM KEKAYAAN NGUPIL

SYSTEM KEKAYAAN NGUPIL
Chapter 91


__ADS_3

Pradita mengerem mendadak, hingga bagian belakang motornya terangkat. Dengan menggerakan stang motornya, Pradita membuat bagian belakang motornya berputar ke arah kiri untuk menepis salah satu motor yang berputar ke arahnya.


Ban belakang motor Pradita berhasil bergesekan dengan ban depan salah satu motor pembalap, dan motor tersebut berhasil ditepis oleh Pradita, hingga masuk ke dalam jurang.


Pradita ketinggalan terlalu jauh. Maka dari itu setelah ban belakangnya menyentuh permukaan aspal, ia segera menarik pegangan gas motor dalam-dalam. Untuk melajukan motornya lebih cepat menyusuri setiap tikungan jalur Cadas Pangeran yang begitu mematikan di malam hari, maupun siang hari.


Dengan kemampuan mengemudi Pradita yang sudah tahap maksimal, tikungan tajam, tikungan tajam naik, maupun tikungan tajam menurun dilewatinya dengan begitu mulus. Walaupun banyak kendaraan yang berpapasan dari jalur yang berbeda.


“Setan! Kalau balapan jangan disini, sialan!” teriak salah satu pengemudi truk dengan jantung berdegup kencang.


Pasalnya ia terkejut setengah mati setelah tikungan tajam menurun berpapasan dengan motor Pradita yang melaju sangat kencang seperti dikejar setan.


Pradita sesaat menoleh ke belakang sesaat dengan tersenyum tipis, dan melambaikan tangan, “Sorry bang! Maklum habis ditinggal mati bini!” teriaknya.


Motor Kawasaki KLX yang dikendarai Pradita berhasil mengejar Aditia yang sedang memepet pergerakan Rony. Ternyata hanya tersisa tiga pembalap, dan sisanya sudah terjungkal masuk ke parit.


Disaat bersamaan Aditia tidak membuka ruang Pradita untuk mendahuluinya, dan terus menekan Rony dengan melakukan manuver-manuver tajam di tikungan.


Aditia mengacungkan jempolnya ke bawah, dan tentu saja ditujukan untuk Pradita supaya terprovokasi.


Akan tetapi Pradita bukan orang yang mudah terprovokasi. Berkat jalur peta yang sudah dihafalnya dengan kemampuan otaknya yang seencer tahi ayam. Pradita berhasil menyalip motor Rony, dan motor Aditia di tikungan berbentuk huruf S, dan dilakukannya dengan sangat nekat.


“Sialan!”


Rony mengumpat sambil menghentikan motornya, karena sangat kaget, dan takut. Hampir saja bagian belakang motor Pradita menyenggol stang motor Rony, dan motor Aditia.

__ADS_1


Aditia yang merupakan pembalap jalanan spesial jalur jalanan pegunungan tetap tenang. Walau sudah ditekan Pradita dengan manuver yang sangat berbahaya.


Pradita memimpin, tetapi Aditia terus memepet di belakangnya dengan sangat ketat. Pradita tidak mau kalah di tikungan tajam dengan menutup jalur masuk Aditia yang bisa masuk dari sisi dalam.


Aditia berbicara menggunakan gelombang otaknya dengan alat buatan yang dibuat Komandan Selena, untuk memecah fokus Pradita, “Bagaimana rasanya kehilangan ketiga istrimu? Ini adalah pembalasan atas dirimu yang telah menghabisi Komandan Eugene, dan Komandan Aramain. Kau juga akan mati disini sebentar lagi, hahaha ….”


Drone yang terus mengikuti Pradita rupanya drone yang membawa salah satu misil. Drone tersebut melesatkan misil kendali ke arah Pradita, dan Aditia juga melompat sambil menabrakan motornya ke bagian belakang motor Pradita.


Suara ledakannya terdengar cukup keras seperti suara dentuman bom panci saat motor Aditia mengenai dinding pembatas, dan tak jadi mengenai motor Pradita.


Disusul kemudian misil kendali yang menghantam motor Pradita, dan berhasil meledakkannya.


Akan tetapi motor itu hanya terkena ujung bagian belakangnya saja. Sebab Pradita dengan sigap belok ke kanan, dan ujung bagian belakang motornya yang terserempet rudal kendali tersebut.


"Makan itu rudal, hahaha …," ejek Pradita sambil mengacungkan jari tengah ke atas dari balik kepulan api yang berkobar-kobar.


Pradita berhasil mencapai garis finish disaat sembilan pembalap lainnya tidak bisa melanjutkan balapan, karena hampir semuanya mengalami kecelakaan baik yang disengaja, maupun yang tidak disengaja.


Aditia kesal, dan membanting helmnya ke permukaan aspal, karena tak berhasil membunuh Pradita. Begitu juga dengan Komandan Selena yang tak berhasil membunuh Pradita dengan rudal kendali yang ditembakkan oleh drone yang dikendalikan olehnya.


Setelah Pradita memenangkan balapan. Ia kembali lagi ke bengkel untuk mengambil motornya. Namun motornya sudah tidak ada, dan dibawa oleh Aditia. Bukannya sedih motornya hilang, Pradita malah tertawa lepas.


"Pucuk dicinta ketan putih pun tiba, hahaha …. Dengan begini aku bisa melacak keberadaan Komandan Selena dari anak itu," tanda Pradita dengan tertawa puas.


Lalu diarahkan oleh Red Queen melalui pesan di gelombang otaknya menuju lokasi keberadaan motor Pradita yang dibawa oleh Aditia.

__ADS_1


Pradita melajukan motornya secepat mungkin ke arah kabupaten Majalengka, tepatnya sebuah gudang kosong di Bandara Kertajati.


Aditia juga bukan orang yang lemah, dan ceroboh. ia sengaja membawa motor Pradita yang ditinggal di bengkel untuk memancing Pradita, dan ingin mengetahui sepintar, dan secerdas apa apa Pradita.


Dalam perjalanan Pradita menuju gudang kosong di wilayah Bandara Kertajati. Di jalan ia dicegat oleh para preman, dan anak buah Komandan Selena yang lain.


Dari drone-drone yang terbang mengawasi Pradita, Komandan Selena terus menonton pertunjukan Pradita dalam menghadapi setiap anak buahnya. Entah mengapa Selena sangat terkesan dengan Pradita yang selalu bisa lolos dari maut yang selalu menghimpitnya.


“Ayo terus! Ayo terus! Aku ingin kamu menderita, Pradita! Hahaha …,” seru Komandan Selena sambil tertawa jahat.


Sekarang wanita yang masih berumur 22 tahun memakai topeng cyborg di wajahnya tersebut melihat Pradita dari monitor CCTV yang terhubung ke seluruh drone miliknya yang disebar di seluruh jalur pengejaran Pradita. Rupanya saat ini Komandan Selena sedang melayang menaiki drone besar miliknya yang diberikan oleh Komandan Aramain.


Pradita menaiki motor secara zig-zag, karena para anak buah Komandan Selena sedang menyabetkan senjata tajam berupa golok, parang, katana, rantai gear, dan juga bat baseball yang dipenuhi paku ke arahnya.


"Sial, kenapa malah makin banyak yang mengejarku?" decaknya kesal sambil menangkis setiap hantaman senjata tajam yang mengarah ke tubuhnya dengan tangan kosong, "Kalau seperti ini aku bisa kehilangan pria itu, dan tidak menemukan keberadaan Komandan selena."


Para anak buah Komandan Selena itu langsung menciut, setelah semua senjata yang mereka hantamkan tak mampu menggores kulit Pradita yang telah menggunakan teknik naga anubra.


Sampai-sampai para preman yang berada di barisan paling belakang mengeluarkan pistol revolver, dan diarahkan ke arah Pradita.


Pelatuk pistol tersebut ditarik berkali-kali, dan memuntahkan beberapa proyektil peluru yang berhasil mengenai punggung Pradita, tetapi sayang sekali lagi tak bisa melukainya.


Akan tetapi beberapa peluru itu terpental, dan mengenai ban depan motor Pradita. Alhasil motor itu terguling, dan Pradita ikut terguling di permukaan aspal dengan motor yang berputar-putar di udara dalam keadaan mengeluarkan kobaran api yang cukup besar.


Melihat hal tersebut para anak buah Komandan Selena tersenyum puas, “Hahaha …. Rasakan kau! Mampus kau!” umpatnya serentak.

__ADS_1


__ADS_2