SYSTEM KEKAYAAN NGUPIL

SYSTEM KEKAYAAN NGUPIL
Chapter 41


__ADS_3

Keesokan paginya.


...[Tongteng … Tongteng]...


...[Selamat, host mendapatkan uang dari mengupil sebanyak 2000 kali sebanyak Rp,2.000.000, dan sudah ditransfer ke inventaris sistem]...


...[Tongteng … Tongteng]...


...[Misi utama telah berhasil diselesaikan]...


...<>..................<>................<>...


...[Misi utama: Kalahkan semua geng yang berkuasa di Tangerang Selatan, dan merebut wilayahnya]...


...[Batas waktu: 30 hari]...


...[Progres:7/30 hari]...


...[Hukuman: Kehilangan respek 100% dari Julius Aslan]...


...[Hadiah: Uang 10 milyar, 100% respek geng Zero Crime, 100.000 poin sistem]...


...<>..................<>................<>...


...[Tongteng … Tongteng]...


...[Uang 10 milyar sudah ditransfer ke saldo sistem]...


...[Tonteng … Tongteng]...


...[100.000 poin sistem telah ditambahkan ke status host]...


...[Tongteng … Tongteng]...


...[Selamat, host berhasil menaikan level sistem ke level high premium, dan satu kali mengupil dihargai Rp,5000]...


...[Tongteng … Tongteng]...


...[Karena respek anggota geng Zero Crime sudah 100%, maka hadiahnya diubah menjadi respek 100% semua anggota geng mafia terbesar di tangerang Selatan]...


...[Tongteng ... Tongteng]...


...[Status]...


...<>...........<>...........<>...


...[Nama: Pradita Mahendra]...

__ADS_1


...[Umur: 25 tahun]...


...[Stamina: 61]...


...[Kecerdasan: 57]...


...[Massa otot: 20]...


...[Pesona:65]...


...--------------------------...


...[Kepemilikan aset: Saham BSD City 10%, 100% saham Aeon Mall, 100% saham Unilever, 100% saham Bugatti, 85% Fetucini Motors]...


...[Saldo: 20.924.000.000]...


...[Level sistem: High Premium (9.000/200.000) (1 kali mengupil dihargai Rp,5000)]...


...[Inventaris: Mobil Toyota Hilux]...


...[Skill: ...


...[Pedang 9 Naga Terbang tingkat (Naga Besukih, Naga Wanabaya, Naga Danindra, Naga Suryadaksa, Naga Anubra, Naga Taksaka) (Syarat naik level 7, yaitu uang Rp,70.000.000, dan 70 poin stamina sudah mencapai 30 poin)]...


...[Otot super level 2 (level skill ini mengikuti jumlah poin massa otot. 10 poin masa otot sama dengan 1 level)]...


...[Detektif level 5 (level skill ini mengikuti jumlah poin massa otot. 10 poin kecerdasan sama dengan 1 level)]...


...<>..........<>...........<>...


Pradita yang tertidur dalam keadaan duduk di samping Seva pun terbangun setelah mendengar suara mekanis sistem. Mendengar Pradita ditangkap polisi, Kakek Astra, Nira, Nabila, Devi, Nathalia, dan Nathania segera menjenguk Pradita.


Namun, belum boleh mengizinkan mereka semua untuk menemui Pradita. Maka dari itu Kakek Astra menyewa pengacara terkenal Kitman Paris Kitapea untuk membantu Pradita agar bisa keluar dari penjara.


Pengacara kondang tersebut berhasil melobi polisi dengan menunjukan beberapa pasal undang-undang yang membuktikan jika Pradita dan kedelapan ketua geng mafia tirak bersalah.


“Semuanya keluar!” teriak sipir penjara Polres Tangerang Selatan.


Para ketua geng mafia yang tertidur lelap seperti ikan yang berbaris rapi pun terbangun dengan mata membelalak. Mereka semua tak percaya jika perkataan Pradita semalam menjadi kenyataan, dan mereka bisa bebas tanpa syarat. Pradita keluar paling akhir, dan Wilma menatap tajam Pradita di depan pintu ruangan sel.


“Awas saja aku pasti akan memenjarakanmu lagi,” bisik Wilma dengan menggertakkan gigi.


“Oh, ya? Silahkan saja kalau kamu bisa dan bisa menemukan bukti kalau aku melakukan yang melanggar hukum,” balas Pradita tersenyum licik dengan nada berbisik juga. “Tatah … hehehe ….”


Pradita berjalan santai sambil mengupil, diam-diam Seva terus melirik ke arahnya tanpa disadari oleh Pradita. Perasaanya sangat berubah drastis yang kemarin sangat membenci Pradita, kini malah kagum dengannya.


“Mas!” panggil Devi, Nabila, dan Nira serentak.

__ADS_1


“Tuan Muda!” timpal Nathalia, dan Nathania juga ikut memanggil Pradita.


Mereka berlima berlari seperti berlomba-lomba siapa yang pertama kali bisa memeluk Pradita. Alhasil yang pertama berhasil memeluk Pradita adalah Nira.


“Kamu nggak papa 'kan Mas?” tanya Nira sambil memeluk Pradita dengan mata berkaca-kaca.


“Tidak apa-apa. Tenang saja,” jawab Pradita tersenyum tipis dan memandangi Nabila, Devi, Nathania, dan Nathalia satu persatu.


Namun, dia tiba-tiba menatap ke arah Seva dan memanggilnya, “Nona Seva, apakah kamu masih judes padaku? Mereka saja tidak, dan mau berteman denganku.”


Seva yang merasa cemburu Pradita dikelilingi lima wanita cantik malah berkata ketus dengan raut muka ditekuk, “Bodo amat! Aku tak peduli!”


Gadis berambut hitam lurus tersebut berjalan cepat menuju tempat parkir dengan perasaan kesal. Tentu saja ia terbakar api cemburu yang sangat berkobar-kobar.


Saat Pradita asyik bercengkrama dengan kelima bidadari tersebut, tiba-tiba Nikita mengirim pesan. Mengatakan jika dirinya akan tiba di Bandara Soekarno Hatta 1 jam lagi. Kegiatan road show bisnis Nikita sudah selesai di Spanyol.


Sebagai seorang sahabat Pradita tentu harus menjemput Nikita, karena dia sangat tidak mungkin untuk menghiraukan Nikita yang paling banyak berjasa terhadap hidupnya. Pradita langsung pergi menaiki taksi online, dan menyerahkan semua urusan bisnisnya pada Nathalia, serta Nathania termasuk proyek Apartemen Liudou yang sedang dalam proses finishing.


......................


^^^Satu jam kemudian, Bandara Soekarno-Hatta.^^^


Pradita yang belum mandi tetap tampak maskulin, dan keringatnya pun wangi. Banyak gadis-gadis terpesona akan kehadirannya yang sedang duduk menunggu kedatangan Nikita di pintu keluar bandara.


Nikita keluar dari pintu kedatangan memakai pakaian blazer hitam dengan dalaman kemeja putih dan syal biru tergantung menyelimuti lehernya. Sedangkan bawahannya memakai rok hitam sedikit melewati lutut.


Di wajahnya terdapat kacamata minimalis menutupi kedua bola matanya yang sangat indah. Nikita memakai riasan minimal, serta warna bibir merah muda natural.


“Dit, kamu datang menjemputku?” Nikita berjalan cepat ke arah Pradita dengan wajah sumringah, dan tidak menyangka jika Pradita benar-benar menjemputnya.


“Tentu, aku juga akan mengantarmu pulang ke Cirebon, dan aku juga sudah memesan tiket kereta api untuk kita berdua pulang kesana,” jawab Pradita tersenyum tipis.


Senyum khas Pradita selalu membuat hati Nikita meleleh, walau itu hanya senyum tipis.


“Apakah aku tidak sibuk?” tanya Nikita tertunduk malu.


“Tidak, aku ini masih sama. Orang yang luntang-lantung tidak karuan, hehehe …,” jawab Pradita sambil terkekeh pelan.


Kemudian dia membatin, “Satu-satunya wanita yang tidak aku ingin rahasiakan status diriku cuma kamu Nikita. Aku lebih nyaman kalau bersamamu seperti dahulu dengan status aku miskin dan kamu kaya.”


Setiap kali Nikita mengirim pesan pada Pradita, dan menanyakan apa pekerjaannya. Pradita selalu menjawab bahwa dirinya sekarang hanya seorang driver ojek online. Jadi Nikita hanya tahu kalau Pradita seorang driver ojek online, bukan seorang pemilik beberapa saham perusahaan besar.


"Ya,sudah terima kasih banyak. Nanti aku ganti uang tiket dan uang yang telah kamu keluarkan untuk menjemputku —-"


Pradita memotong sambil menarik dagu Nikita dan mendongakan wajah gadis bermanik mata coklat tersebut ke arah wajahnya, "Tidak usah. Tidak apa-apa, ayo kita langsung berangkat! Nanti takut ketinggalan kereta!"


Pradita selalu saja menghilang ketika diharapkan oleh para wanita. Dia menghilang kali ini ingin menuntaskan dendamnya pada Panji dengan cara yang elegan.

__ADS_1


Kalau Panji membunuh kedua orang tuanya dengan cara yang keji. Maka Pradita ingin membalas Panji dengan cara yang elegan dan membuatnya hidup segan mati pun tidak mau.


__ADS_2